
PRANGGG
Valera melempar jam tangan itu hingga hancur dan pecah pada bagian kacanya dengan bersamaan sebuah benda kecil langsung menggelinding keluar dari tempatnya Valera mengambil benda itu dan memicingkan matanya
ternyata benar Daniel benar-benar diawasi ! sial aku kecolongan, tapi bagaimana bisa ?. batin Valera
Daniel terkejut dan mendadak menjadi gugup melihat Valera yang berbeda dan berubah sekejap mata bahkan Thomas hampir tersedak dengan kue yang dimakan nya seluruh jajaran king mendadak diam dan hening seketika Vyan Sang kakak hanya memperhatikan adik kesayangannya itu
" kak, ada apa ? " cicit Daniel yang memberanikan diri untuk bertanya kepada Valera
" Daniel aku harap kau tidak keluar dari mansion ini tanpa ijin dariku, kau mengerti ! " tegas Valera dan Daniel mengangguk saja " kau sedang di awasi Daniel nyawa mu terancam " ucap Valera lagi dan sontak Daniel terkejut mendengarnya
terancam ? bagaimana bisa ? Valera memang belum mengetahui asal usul Daniel serta pembunuhan keluarga Daniel dimana lalu tapi Valera yakin pembunuh keluarganya mengetahui jika Daniel masih hidup dan sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan
Valera menatap Daniel seksama tapi Daniel hanya menunduk saja dengan rasa gugup Valera mencari sesuatu yang ganjil dalam diri Daniel,
apa yang membuat mereka mengetahui jika anak ini masih hidup ? apakah Daniel memiliki ciri, tanda yang mudah dikenali atau semacamnya. batin Valera
tepat sasaran Valera melihat tanda dibelakang tengkuk Daniel dan tanda itu berwarna biru pekat membuat Valera mengerutkan dahinya seketika lalu dengan perlahan Valera menyentuh tanda itu membuat Daniel terkejut
" kau memiliki tanda ? " ucap Valera dan Daniel mengangguk pelan " kemungkinan besar karena ini ! kau mudah dikenali karena tanda ini " ucap Valera lagi
" lalu aku harus bagaimana ? " lirih Daniel tapi Valera menuntun Daniel untuk duduk dan bergabung bersama jajarannya yang lain Daniel diam saja dan menurut
" tidak ada yang bisa kau lakukan Daniel selain kau tetap harus menempuh pendidikan mu serta pelatihan mu agar kau tumbuh menjadi pria yang tangguh dan tak mudah ditindas tapi untuk saat ini kau tak kuijinkan keluar mansion karena kau sudah di tandai, mansion ini tempat yang aman untukmu, " ucap Valera santai dan tersenyum ramah sungguh sifat dan sikap Valera membuat jajarannya semakin menunduk hormat kepada wanita yang bergelar lady ini valera sangat tau bagaimana bersikap dengan berbagai kalangan usia terkadang Valera bisa menjadi sosok ibu yang baik untuk George, terkadang Valera bisa menjadi sosok kakak bagi para jajarannya yang berusia jauh dibawahnya dan terkadang Valera bisa menjadi teman yang siap membantu siapapun yang membutuhkan dan terkadang wanita yang bergelar lady ini bisa menjelma dan berubah menjadi sosok Dewi kematian bagi para musuhnya
" kak, terimakasih kau mau melindungiku yang bukan siapa-siapa untukmu " sendu Daniel tapi Valera hanya tersenyum tipis
Dave merasa terharu akan yang dilakukan oleh nonanya inilah sikap yang disukai oleh para jajaran nya mempunyai jiwa sosialisasi tinggi dan perduli pada sesama tapi lain dengan para musuh Valera akan berubah menjadi wanita yang egois dan menjadi hakim yang kejam bagi para tersangkanya
" kau sudah ku anggap seperti adikku Daniel, sekarang kau adalah tanggung jawabku bukan hanya kau saja banyak ratusan nyawa yang harus aku lindungi termasuk para jajaran ku yang hadir saat ini " kekeh Valera semuanya hanya diam saja mendengar kan " bukan nya aku meremehkan kemampuan mereka aku sangat percaya bahwa mereka mampu itulah sebabnya aku selalu berkata agar terus berlatih dan berlatih agar pihak musuh tak mengetahui titik kelemahan kita, kita tidak bisa mendahului takdir apa pun yang tuhan rencana kan itu sudah menjadi jalan hidup kita " ucap bijak Valera dan lagi-lagi semuanya tertegun akan perkataan Valera yang membuat hati siapa saja bergetar para jajaran nya tak menyangka jika sang lady peduli kepada para bawahanya yang bukan siapa-siapa
" terimakasih, aku akan menjadi seorang pria seperti yang kau inginkan kak, aku berjanji " ucap Daniel lagi dengan mata yang berkaca-kaca
" tepati janjimu suatu saat nanti " ucap singkat Valera dan Daniel mengangguk mantap " istirahat lah dan kembali ke kamar mu " titah Valera dan Daniel mengangguk patuh
suasana mendadak kembali hening, Valera mengembuskan nafasnya secara perlahan dan mulai mengatur nafasnya secara perlahan
__ADS_1
" nona anda tidak apa-apa ? " ucap Hugo memecahkan keheningan
" ahh. tidak Hugo terimakasih atas perhatiannya dan maaf jika ada kendala dalam pertemuan kita, papah maafkan aku jika pertemuan kali ini sedikit kacau " ucap Valera pelan
" tidak apa-apa nak, jangan terlalu keras berfikir jika kau butuh bantuan para anak buah papah siap membantu " ucap tuan Ramius dan Valera mengangguk lalu tersenyum
" pihak ku pun siap membantu Vale, " saut Vyan dan Valera mengangguk
" terimakasih " ucap Valera lagi " baiklah mari kita makan malam bersama sepertinya cacing di perutku sudah mulai meronta-ronta " canda Valera dan semuanya hanya terkekeh
Valera mengkonfirmasikan kepada para maid untuk menyajikan menu dan hidangan utama untuk makan malam, para maid berbondong-bondong menyajikan menu dengan hidangan yang berkelas dan berbeda bahkan ada sayur lodeh kesukaan ayah serta kakak nya terdapat beberapa masakan khas Indonesia dan hidangan berbagai dunia dari koki terkenal
Valera benar-benar menyiapkan segalanya sangat rapi, bahkan Valera terlihat tak keberatan dengan uang yang ia lontarkan untuk pertemuannya kali ini
mereka mulai makan malam dengan tenang, hanya ada dentingan sendok yang terdengar seirama para jajaran valera benar-benar dimanjakan oleh sang lady sebelum pada akhirnya mereka menjalankan misi nya kembali
****
Amerika, waktu setempat
suatu saat nanti aku pasti membalas semua perlakuan mu Remigio bahkan lebih dari ini.batin Journey
" kau lihat journey para kediaman anggota ROLADEX di serang habis-habisan oleh pihak Remigio bahkan kita tak tau bagaimana nasib mereka apakah masih hidup atau sudah mati, tapi mengapa mansion ku tak menjadi sasaran mereka " ucap Robbin dan Journey pun ikut berfikir bahkan Edrall pun sama hal nya
" ini pasti sebuah rencana ! itu sebabnya ia melewatkan mansion ini, apa kemungkinan besar Remigio mengetahui jika Journey berada di sini " ucap Edrall menerka-nerka
" jika ya, maka kita harus cepat pindah lokasi sebelum mereka datang dan menghancurkan mansion ku " ucap Robbin lagi lalu Journey mengangguk cepat
" ya aku setuju dengan mu Robbin, ini pasti permainan Remigio " geram Journey
Robbin sedang memikirkan kemana mereka akan pergi ! Robbin sangat tahu jika pergerakan nya pasti sudah diawasi oleh pihak musuh, Robbin menjadi bingung seketika ditambah kondisi kakaknya yang lumpuh Robbin harus melindungi Kakak nya itu
" apa tak akan terjadi apa-apa jika kita keluar dari mansion ini ! hmm.. maksud ku apa pihak musuh akan ada yang mengetahuinya " ucap Edrall mendesah frustasi
" akupun tak tau kak, mereka benar-benar menakutkan kala mengaum seperti itu " ucap Robbin yang tiba-tiba nyalinya menciut seketika membuat Journey memicingkan matanya kala mendengar hal itu
" kenapa kau tiba-tiba menciut seperti ini " tanya journey dengan menggerutu membuat Robbin salah tingkah, Robbin sebenarnya masih trauma akan kejadian yang menimpa dirinya kala berada di pelabuhan lalu dirinya disekap dan Zizi memperlakukan nya dengan buruk seketika Robbin bergidik ngeri jika mengingat perlakuan Zizi yang lebih dari kata bar-bar
__ADS_1
" apa yang sedang kau fikirkan Robbin ? " tanya Edrall kepada adiknya seketika Robbin hanya meringis kecil
" aku mengingat kala saat dipelabuhan kak, pihak king pun sangat menakutkan terlebih wanita itu " ucap Robbin tanpa sadar membuat Edrall maupun Journey mengerutkan dahinya serempak
" jangan jadi lelaki lemah Robbin kita pasti bisa membalas mereka yang sudah memperlakukan kita dengan tidak pantas " geram Journey tapi tidak dengan Edrall ia merasa king pun seperti ancaman bagi dirinya maupun Robbin
" lupakan kejadian itu Robbin pihak king bukan tandingan kita jika kita gegabah dan melawan mereka dengan ambisi bisa-bisa kita yang kalah " ucap Edrall dengan tegas dan Robbin diam saja tapi Journey terlihat tak terima
Robbin diam saja sembari memikirkan apa yang kakaknya ucapkan Robbin tahu jika kakaknya mengetahui sedikit cerita mengenai king
*****
keesokan harinya Valera menyelidiki kasus Daniel seorang diri,para pasukan khusus di tempatkan di markas utama yang megah dan luas mereka sebagian ada yang dibagian belakang maupun bagian depan markas dengan segala fasilitas yang sudah tersedia rapi dan siap pakai para pasukan khusus berterimakasih kepada sang lady atas segalanya dan Valera hanya terkekeh melihat tingkah para jajarannya
kini markas terlihat sangat ramai bahkan valera menyewa tiga orang koki untuk melakukan tugasnya di markas
Valera melihat dan menelisik benda kecil yang diyakini jika itu adalah sebuah pelacak bentuknya terlihat unik berwarna emas tapi sebelumnya benda itu berwana hitam dan Valera yakin jika alat ini bisa menyesuaikan warna apa saja
bagaimana caranya aku mengetahui pemilik benda ini. batin Valera
Valera mengambil kaca pembesar untuk melihat benda itu lebih lanjut, perlahan tapi pasti Valera terus menelisik benda itu tanpa celah hingga ia menemukan tulisan kecil bahkan sangat kecil Feverdon C-7 Valera mengkerutkan dahinya seketika karena nama yang asing
" aku harus meminta bantuan Greta " gumam Valera lagi lalu ia mulai mengetikkan sebuah pesan untuk tugas Greta dan hanya beberapa menit pesan itu sudah terkirim
valera menyandarkan punggung nya kesandaran kursi, lalu ia mulai memainkan bolpoin di tangan kanannya masalah Daniel menjadi tantangan tersendiri bagi Valera tak lama fikirannya melaju pesat menuju George
bagaimana jika George pun mengalami hal yang sama seperti Daniel ? tidak ! jika ia Valera tak akan membiarkan semua itu terjadi ! tapi di satu sisi Valera pun harus mengulik masa lalu George yang ditemukan semasih bayi bersama dengan Riley kecil beberapa tahun silam ada pertanyaan tersendiri dalam benak Valera
seekor serigala putih yang berusia muda tepat berada di dekat sang bayi tanpa menyentuhnya sedikit pun Valera yakin jika George bukan berasal dari kalangan biasa dengan parasnya, bola mata berwana biru jernih seperti lautan, berkulit putih tanpa celah membuat George berasal dari kalangan atas seperti keturunan bangsawan
entahlah Valera terlalu pusing memikirkan itu semua Valera tak akan lengah ia akan terus mencari tau asal usul dari Daniel dan George sekalipun, tak lama sebuah notifikasi melalui ponsel Valera
" ini akan memakan waktu yang lumayan lama Vale, dan ini merupakan simbol tertera atau suatu kode yang cukup rumit otakku harus berfikir keras karena kode itu. pesan Greta
Valera mengejutkan dahinya seketika simbol ? kode ? oh tidak Valera tiba-tiba menggelengkan kepalanya kesana kemari sembari membuang nafasnya kasar
" baiklah sepertinya aku harus ekstra keras dalam mengulik informasi ini " ucap Valera pada dirinya sendiri, lalu ia mulai keluar dari ruang kerjanya sebelum menuju kamar pribadinya Valera menyempatkan diri untuk melihat George dan Daniel dirasa semuanya cukup lalu Valera menuju kamar pribadinya yang luas dan megah, Valera membersihkan dirinya sebelum tidur dan menuju alam mimpi setelah semua selesai baru Valera merebahkan tubuhnya keranjang empuk miliknya yang berukuran fantastis itu
__ADS_1