Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
who is he ?


__ADS_3

Hari ini Daniel terus berlatih karena tekad nya sudah bulat ia ingin menjadi pria tangguh dan bisa melindungi dirinya sendiri, kejadian saat dirinya di culik membuat ia sadar jika dirinya akan selalu mendapatkan ancaman besar dimasa mendatang.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


AGHHH


Daniel yang menerjang salah satu anak buah king dengan sorot mata yang membunuh seakan lawan nya kini adalah musuhnya, dua orang pelatih yang melihat ke pesatan serta perubahan dalam diri Daniel tersenyum bangga.


Daniel menatap lawan nya yang sedang duduk terjungkal menahan sakit karena serangan bertubi-tubi yang ia berikan, nafas nya tersengal dan kini matanya memerah.


" bangun, dan lawan aku ! " pekik Daniel lantang seakan ia belum puas untuk berlatih


" Enough ! " teriak salah satu pelatih dengan lantang dan Daniel langsung menatap pelatih itu " kendalikan dirimu Daniel, jika kau seperti ini aku yakin kau akan kalah " tegas pelatih itu dan Daniel seketika tersadar lalu ia mengangguk patuh dan membantu anak buah king yang menjadi lawan nya tadi.


Daniel duduk di kursi dan menatap kearah jendela yang terbuat dari kaca tebal nan transparan yang langsung membuat mata menjadi sejuk karena hamparan hijau terbentang luas disana.


seketika ingatannya mengingat pada gadis yang sudah berani menyimpan alat pelacak di jam tangan milik Daniel, sejak hari itu Daniel tidak pernah lagi melihat wajah dari gadis itu entah apa yang terjadi.


lalu Daniel mengingat saat pertama ia bertemu dengan Valera di jurang itu dan mengubah takdir hidupnya menjadi lebih baik sekarang, Daniel tersenyum kecut saat ia mengingat bagaimana ia harus bertahan hidup dengan sebatang kara di luaran sana.


" aku akan membalas dendam pada orang yang telah membunuh keluargaku pada malam itu " tegas Daniel dengan air mata yang mulai mengenang di pelupuk matanya.


" heii " ucap Aldo saat menepuk bahu Daniel membuat si mpunya terkejut bukan main


" Aldo " ucap Daniel dengan tersenyum tipis saat melihat Aldo menghampiri dirinya " ada apa ? " tanya Daniel lagi dan Aldo hanya diam dan duduk di kursi samping Daniel.


" tidak ada, hanya bosan saja " ucap Aldo dan Daniel hanya menganggukkan kepalanya saja.


" bagaimana jika kita berkuda ? " ucap Daniel lagi dan Aldo tampak berfikir dengan tawaran Daniel


" tapi apakah kak Vale mengijinkannya ? bahkan kita belum meminta ijin darinya " ucap Aldo dan membuat Daniel terkekeh karena ucapan Aldo barusan


" kakak pasti mengijinkan nya Aldo, sudah ayo. Aku pun mulai merasa bosan " ucap Daniel dan Aldo hanya mengangguk saja


mereka menuju halaman belakang mansion dan seketika para penjaga mendekat dan bertanya apakah ada sesuatu yang harus dikerjakan dan Daniel hanya berucap jika dia ingin menunggang kuda dan orang itupun mengijinkannya dengan baik.


Aldo menelan ludahnya kasar saat melihat empat kuda jantan yang tumbuh kuat dan tentunya sangat besar rasa gugup seketika menghampiri dirinya.


" aku tidak bisa menunggang kuda " celetuk Aldo dan Daniel hanya mengangguk pelan


" paman ini yang akan mendampingi mu, kau cukup naik dan dan menikmati nya " ucap Daniel dan Aldo hanya mengangguk kecil


Daniel Sudah lebih dulu menunggangi kuda jantan berwarna hitam aura kuda itu sungguh kuat dan pekat Aldo bisa memastikan jika kuda itu bukan kuda biasa.


Aldo dibantu oleh seseorang untuk menunggangi kuda itu, dan orang itu bertugas untuk memegangi tali pada pengendali nya.


" wow, ini sungguh asyik " ucap Aldo dan Daniel hanya tersenyum " lalu bagaimana bisa kau melakukan hal ini ? apa kau belajar ? " tanya Aldo dan Daniel mengangguk pasti


" tentunya aku belajar, termasuk ilmu bela diri, memegang berbagai senjata, dan memanah dan paling utama kak Valera menyuruh ku untuk tidak meninggalkan pendidikan ku " ucap Daniel senang dan Aldo mengangguk kecil


" aku jadi ingin melanjutkan pendidikan ku disini " gumam Aldo yang Daniel yang mendengar itu tentu saja ia sangat senang, ia bisa ada teman dalam melakukan segala hal.

__ADS_1


*****


" ada yang mengikuti kami, mobil itu sudah sejak pagi berada disana ! '' jelas Asnee melalui MH nya dan itu terhubung pada Thomas


" dimana anak-anak ? " tanya Thomas


" mereka ada di kelas nya " saut Asnee


Thomas yang mendapatkan kabar jika ada hal yang mencurigakan segera memberi tahu hal penting ini pada sang lady.


tentu saja Valera terkejut bukan main, siapa yang ingin bermain-main dengannya dan melibatkan anak kecil untuk mencapai tujuannya.


valera memerintahkan Thomas untuk segera menuju titik lokasi dimana Asnee berada dan Thomas mengangguk mengerti dengan cepat ia menuju lokasi itu dengan beberapa anak buah nya.


di ruang kerja milik Valera ia merasa geram dan marah karena para pengganggu itu sudah berani mengusik ketenangan anak-anak yang tidak tau apa-apa.


di sisi lain Asnee sedang memperhatikan kedalamnya dua orang anak kecil yang menjadi tugasnya, bahkan beberapa anak buah Thomas sudah menyebar dan membetuk sebuah formasi untuk mempermudah Asnee dan lainnya.


tampak di kelas suasana sangatlah tenang baik Malvin maupun George dan anak-anak lain sedang fokus pada sebuah layar besar yang menjadi topik pembelajarannya.


seorang pria berpakaian rapi serta rambutnya yang ditata rapi dengan sangat klimis dan tercium aroma wewangian layaknya pria maskulin sedang duduk tak jauh dari Asnee.


Asnee menatap penuh selidik terhadap pria itu, tapi ada yang aneh jika memang mereka berniat jahat kenapa tidak membawa orang-orang lainya dan Asnee hanya melihat dua orang pria yang mencurigakan dari gerak-gerik nya.


pria itu fokus pada layar ponselnya seakan ia tak perduli dengan tatapan tajam dari pihak king dan lelaki itupun tak mengetahui pasti rupanya.


dua jam berlalu dan waktu sudah hampir sore anak-anak sudah waktunya untuk pulang, Asnee dengan cepat berada di pintu berwana putih itu untuk melihat George dan Malvin


" paman " seru Malvin dan George bersamaan dan Asnee hanya tersenyum kikuk


" ya akupun rasanya ingin sekali untuk tidur di ranjang ku " keluh Malvin dan George pun mengangguk kecil


tak jauh dari sana Thomas berjalan dengan dua orang dibelakang nya membuat Malvin senang karena kehadiran Thomas itu


" paman kau pun datang ? " ucap Malvin dan Thomas hanya mengangguk lalu mengusap lembut kepala anak dari Kakak nya itu.


mereka berjalan dengan beriringan dan penjagaan ketat, membuat beberapa pihak sekolah menahan nafas karena mereka tau dengan identitas George maupun Malvin.


saat mereka akan menuju parkiran tak sengaja George menabrak seorang pria hingga orang itu langsung menatap kearah George.


" maaf aku tak sengaja " ucap George dengan rasa bersalahnya, dan pria itu hanya mematung dan menatap George tak percaya bahkan terkesan sedikit melamun.


Asnee dengan sigap menarik lembut George dan menggesernya sedikit lalu Asnee pun meminta maaf pada pria yang dicurigainya itu sebagai bentuk jika semuanya tak terjadi apa-apa.


" tuan muda " lirih pria itu akan tetapi Thomas dan Asnee masih mendengar nya dengan jelas.


" sekali lagi maafkan tuan muda kami yang tidak sengaja telah menabrak anda tuan " ucap Thomas yang bersuara dan akhirnya pria itu tersadar lalu menetralkan kembali keadaan.


" ahh ia tak masalah " ucap pria itu sedikit gugup tanpa melepaskan pandangannya kearah George


" jika begitu kami permisi " ucap Asnee lalu mereka berjalan kembali tanpa memperdulikan jawaban dari pria itu.


Malvin dan George masuk kedalam mobil terpisah karena Thomas dan Asnee berbagi tugas dengan ditemani beberapa pengawalnya.

__ADS_1


orang itu menatap kepergian rombongan Asnee dan Thomas tanpa berkedip bahkan ia terlihat syok saat mengenal lebih dekat wajah George.


pria itu buru-buru kembali dan memberitahukan hal ini pada tuannya, pasti tuan nya akan sangat terkejut dan tak percaya.


*****


sedangkan disisi lain seorang pria berwajah timur sedang menatap sebuah photo wanita cantik dengan pasangan kosong.


Asyur ya lelaki itu sudah mengetahui jika Valera telah menikah dengan Remigio, membuat dirinya hancur berantakan.


selama beberapa hari ini pekerjaan nya sungguh terbengkalai siapa lagi jika bukan sang asisten yang selalu menghandle pekerjaan dari tuannya.


" apa yang membuat mu memilih dia daripada aku " geram Asyur saat menatap photo Valera dengan tatapan tajam nya " aku lebih baik, aku lebih segalanya tapi kau justru memilih dia. " ucapnya lagi dengan meminum sebuah wine hingga beberapa botol yang tersisa disana.


PRANGGG


Asyur melempar botol wine ke dinding hingga pecah berserakan, nafasnya memburu bahkan sorot matanya seakan menajam.


" AGHHH kau hanya milikku ! hanya milikku seorang ! " teriak Asyur frustasi, ia berteriak untuk menghilangkan semua rasa kekecewaan dalam dirinya.


Asyur mengatur nafasnya agar lebih teratur lalu ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri ia tak bisa begini secara terus-menerus.


setelah selesai Asyur kembali seperti semula dengan pakaian mahal dan parfum mewahnya bahkan kini wajahnya jauh lebih tampan walaupun sorot matanya seakan menabur kebencian pada seseorang


" takdir tidak siapa pun dapat yang melihat ! " gumamnya lirih lalu beranjak menuju sebuah perusahaan besar milik nya.


disisi lain Remigio baru saja memberi pesan manis kepada vakera jika hari ini ia akan pulang terlambat karena ada meeting dengan para klien lainnya.


tentu saja Valera mengerti dan membalasnya dengan pesan yang tak kalah manis, saat ini valera sedang menunggu kedatangan Asnee dan George.


terbukti Valera bergerak dengan begitu gelisah, tak lama suara mobil terdengar berhenti di pekarangan halaman dengan cepat valera berjalan dan melihat siapa yang datang


" mamih " teriak George sambil berlari kecil dan memeluk Valera dengan begitu erat.


" ohh kau sudah pulang ? " tanya Valera tersenyum dan George hanya mengangguk kecil " apa kau lapar ? " tanya Valera lagi


" sangat " ucap George dengan berbinar Valera hanya tersenyum dan menuntun tangan kecil itu untuk menuju sebuah ruang makan yang terdapat beberapa hidangan lezat disana


George tampak makan dengan lahap dan Valera hanya memperhatikannya dengan senyum kecil. George kini tumbuh semakin cepat begitupun dengan kharisma yang di miliki nya, mata birunya sangat mampu menghipnotis siapa saja yang menatapnya.


aku harus segera bertindak lebih cepat untuk mencari asal-usul George. Aku takut jika sewaktu-waktu ada pihak lain yang mengklaim George. batin Valera


setelah selesai George beranjak naik dengan salah satu maid khusus untuk merawat segala kebutuhannya karena Valera masih ada urusan di ruang kerja dengan Asnee dan juga Thomas.


ruangan itu mendadak menjadi tegang sempurna baik Asnee maupun Thomas hanya bisa menunduk dalam diamnya, Valera mendengus pelan dan memijat perlahan dahinya yang berdenyut itu.


" siapa orangnya ? dan bagaimana bisa ? " ucap Valera dengan mata terpejam dan nada yang sedikit tegas


" maaf nona, aku tidak tau. Orang itu sudah berada di sana sejak pagi aku kira awalnya mereka hanya salah atau wali murid lainnya, akan tetapi aku baru menyadari jika orang itu selalu memperhatikan tuan muda George saat ia melakukan kegiatan di luar kelas. " jelas Asnee dan Valera seketika membuka mata nya lebar-lebar terasa ini cukup berbahaya jika George keluar tanpa pengawasan.


" dan yang membuat kami terkejut orang itu berkata tuan muda ketika tak sengaja bertemu dengan tuan muda George " lanjut Thomas dan Valera memicingkan matanya seketika


" siapa orang itu ! berani sekali dia berkata tuan muda ? dan apa kalian tau dengan julukan itu ? oh tuhan aku harap tidak ada masalah rumit untuk kedepannya " ucap Valera dengan nada sedikit frustasi. Thomas dan Asnee hanya meringis dan tak tau harus berbuat apa sebelum sang nona memberi perintah yang sesuai untuk langkah selanjutnya.

__ADS_1


valera tampak berfikir lebih jauh lagi, tidak mungkin ia menyembunyikan George dari dunia dan jika hal itu terjadi George akan merasa terkekang dan ia akan merasa hidupnya tidak seperti anak pada umumnya.


valera tentu saja memikirkan masa depan George yang sudah ia anggap menjadi anak kandungnya sendiri, Valera sangat menyayangi George dan ia tak akan pernah membiarkan George terluka untuk kedua kalinya.


__ADS_2