
Valera meninggalkan mobilnya di perusahaan milik Remi, karena mereka akan menggunakan mobil milik Remigio, dan Valera pun tak keberatan akan hal itu.
" sweatheart kau mau makan dimana " tanya Remi sambil menoleh ke arah Valera yang sedari tadi hanya diam dan menatap lurus ke depan
" rasanya aku ingin memakan masakan Indonesia, seperti rendang, misalnya " jawab Valera
" apa kau suka masakan Indonesia " tanya remigio lagi
" tentu,aku sangat suka " jawab Valera dengan antusias
" baiklah,aku tau tempatnya tapi tidak terlalu banyak masakan indonesia dan hanya beberapa menu saja " ucap remigio yang melengkungkan sudut bibirnya
" apa kau suka ?" tanya Valera
" ya hanya beberapa,tidak semua sweatheart " jawab Remi dengan jujur
" jika kamu tidak suka,jangan kesana kita cari saja tempat yang lain,seperti restoran seafood " usul Valera yang tidak mau memaksa Remigio
" tidak apa apa sweatheart,disana pun masih banyak menu lainnya " usap Remi kepada rambut Valera
mereka pun sudah sampai ke sebuah bangunan yang cukup besar dengan stempel topi koki dan tertera nama completed food
terlihat mobil mobil berjejer dengan rapi di tempat khususnya,begitupun dengan mobil yang Valera tumpangi,mereka pun segera masuk ke restoran tersebut
banyak pengunjung yang memakai pakaian rapi dan setelan setelan mahal lainnya,mengingat ini adalah salah satu restoran cukup terkenal. Mereka hanya menatap kedekatan antara Remi dan Valera
Remigio dan Valera segera menempati kursi yang yang telah tersedia,pelayan pun dengan sigap langsung ke arah mereka
" silahkan tuan dan nona dilihat menunya " ucap si pelayan sambil menyodorkan buku menu ke arah Valera dan Remigio,Valera pun dengan antusias membuka menu nya,dengan sangat teliti Valera melihat beberapa masakan Indonesia dan yang dicari pun ternyata ada disini dengan girang ia langsung memesan beberapa masakan indonesia seperti rendang,ikan balado pedas, lalu ia tersenyum bahagia, membuat Remi pun ikut tersenyum. Remigio hanya memesan beberapa seafood ntah kenapa hari ini dia ingin sekali memakan sajian aneka laut itu.
" Remigio " ucap seorang wanita yang menghampiri Remigio
" Bianca " seru Remi dengan menatap tajam ke arah wanita itu
" Remi akhirnya kita bertemu " ucap wanita itu dengan senang dan langsung mengecup pipi nya membuat Valera bertanya tanya siapa wanita itu
" kau..jaga sikapmu Bianca " ucap Remi dengan sedikit meninggikan nadanya
" jangan marah,aku tidak suka kau marah " ucap wanita itu dengan nada menggodanya
" pergilah, jangan menganggu ku " tegas Remi dan wanita itupun hanya menggeleng tanda tidak mau, Valera semakin bingung siapa wanita ini
pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan mengantarkan pesanan nya, Valera hanya menatap wanita itu dengan menyelidik, Remigio tau ini situasi yang buruk
" sweatheart, ayo kita makan " ucap Remi dengan menekankan kata sweatheart kepada Valera membuat Bianca semakin cemburu dibuatnya, Valera pun dengan santai melahap makanan nya, ia sungguh tidak perduli dengan kehadiran wanita yang ada di sampingnya
" pergilah,kau seperti benalu diantara kami " usir Remi dengan nada sinis
" tidak bisakah kau menyuruh ku untuk duduk dan makan. siang bersama, aku kira wanita itu tidak keberatan " jawab Bianca sedikit angkuh
seketika Valera menghentikan sendok dan pisau nya
" silahkan duduk nona " ucap Valera dengan senyum terpaksa,tapi itu membuat Remi tidak setuju
" sweatheart , aku tidak mau ada pengganggu di antara kita, biarkan dia pergi " usul Remi yang sungguh tidak mau jika bianca ikut duduk bersama
" tidak apa apa, percayalah padaku " Valera masih saja tersenyum manis,sudah jelas Bianca ingin menggoda Remi
Bianca pun segera menarik kursi dan mendudukinya, ia terlihat bingung dengan hidangan yang ada di mejanya
" maaf nona,ini makanan kami,jika kau ingin duduk disini silahkan tapi jika kau ingin memakan milik kami maaf itu tidak bisa, kau pesan saja sendiri " ucap valera tegas membuat Bianca kesal dibuatnya
" sungguh tidak tahu malu " batin Valera
Alhasil Bianca pun memesan sendiri makanannya sambil menggerutu tidak jelas
" sweatheart, makanlah yang banyak " ucap Remi dengan nada lembut
" kau juga sama Remi " saut Valera dengan senyum lembutnya
akhirnya mereka pun menyantap nya dengan sangat menikmati,sesekali Remigio mengusap sudut bibir Valera yang terkena noda dari makanan, membuat Bianca sangat teramat cemburu, ia pun memhempaskan sendoknya dengan kasar
" bisakah kalian makan saja, dan jangan melakukan hal itu di depanku , aku muak melihatnya " ucap Bianca terang terangan membuat Remigio dan Valera acuh tak acuh
" jika kau tidak suka, kau bisa pindah meja " saut Valera santai
" kau,siapa kau huhh " ucap Bianca yang sudah terbawa emosi
" aku ?? perkenalkan nama ku Valera Harson kekasih dari Remigio Adomson " saut Valera dengan tegas dan tak lupa tersenyum sinis ke arah Bianca
" ohh jadi kau nona muda keluarga harson, cihh, apa kau bangga ? Remigio hanya milikku seorang tidak ada siapa pun yang begitu memilikinya selain aku " ucap Bianca dengan tidak tau malunya
" cukup Bianca ! , jangan membuat masalah, pergi lah kau menganggu disini " ucap Remi dengan keras. Bianca sangat marah karena Remi membela Valera dia pun segera menyudahi makanan nya lalu menhentak kan kaki nya secara kasar dan berlalu pergi meninggalkan dua orang yang sedang bermesraan
" dasar wanita gila, sudah menganggu setelah itu dia lupa membayarnya " gerutu Valera kesal sambil mengaduk ngaduk makanan nya membuat Remigio tertawa pelan " ada apa, apa ada yang lucu ??" tanya Valera datar
" sweatheart, sudahlah dia pergi saja aku merasa senang " saut Remi
" senang ?? emang nya dia itu siapa " tanya Valera semakin kesal " apa dia mantan kekasih mu " lanjut Valera lagi
" tidak sweatheart, dia teman ku saat kuliah dulu, dia sangat terobsesi padaku " jawab jujur Remi
" pantas saja, " saut Valera santai
__ADS_1
" kita lanjutkan lagi saja makannya, apa mau aku suapi " tawar Remi dengan nada yang menggelikan
" tidak, " singkatnya
setelah menyelesaikan makan siangnya Valera dan Remigio kembali ke kantor,sepanjang perjalanan hanya ada keheningan Valera Hanya menatap ke luar kaca jendela,di luar ternyata sedang hujan, Remigio yang menatap kekasihnya diam langsung menggenggam tangan Valera
" sweatheart ada apa " tanya Remigio memecah keheningan
" tidak ada Remi " dengan senyum tipis nya
" baiklah, " ucap remigio
mobil mewah Remigio sudah memasuki pelataran perusahaan Adomson Crop's, akhir akhir ini cuaca sedang tidak baik, hujan di kota Prancis suhu nya sangat tinggi cukup menusuk sampai ke tulang, remioun membukakan pintunya untuk sang kekasih
" Remi , aku ingin berada disini terlebih dahulu, apa kau tidak keberatan ? "
" tidak sweatheart, justru aku sangat senang ada wanita cantik yang menemani ku saat bekerja," sambil mencubit hidung Valera gemas
" ahhhhkkkk Remi " ucap Valera kesal sambil mengelus hidung nya
" kau menggemaskan " ucap remigio sambil mengedipkan satu matanya
Remigio dan Valera pun memasuki gedung tersebut saat di pintu utama Adomson Crop's mereka tidak sengaja bertemu dengan James dan leo yang sedang membawa sebuah map
" bos, nona " ucap Leo dan James Remigio hanya menjawab dengan anggukan sedangkan Valera hanya tersenyum tipis
mereka pun akhirnya mengekor di belakang bosnya,James sedari tadi merasa kikuk karena kejadian di saat bos nya sedang asyik mencium seorang wanita sedangkan Leo terlihat seperti biasa nya,
empat orang itu sudah berada di ruangan Remigio
" James apa ada pekerjaan penting ku hari ini " tanya Remi sembari menduduki sofa bersama sang kekasih
" tidak tuan, tapi ini ada sebuah perusahaan yang mengajukan diri untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan kita di bagian perhotelan bos " ucap James sembari memberi sebuah proposal kepada Remigio, dan Remigio pun membacanya dengan teliti
" Perusahaan dari Hongkong " gumamnya, Valera yang mendengar kata Hongkong langsung ikut melirik ke arah proposal
" Ben tanaphon " Valera terkejut dengan proposal yang berada di tangan sang kekasih tertera sangat jelas nama tersebut
" ada apa sweatheart " tanya Remigio heran dengan keterkejutan Valera begitu pun dengan James dan leo
" ahh siapa namamu tuan " tanya Valera ke arah james
" panggil saja saya James nona,tidak perlu memanggil tuan " ucap James dengan sopan
" ahh iya James, kapan proposal itu berada di tanganmu " tanya Valera menyelidik
" sekitar satu jam yang lalu nona " jawabnya jujur membuat ketiga lelaki yang berada disana sangat bingung
" apa kau baru menjalin kerja sama dengan perusahaan itu " tanya Valera semakin penasaran dan Remigio pun mengangguk
" ini yang pertama,apalagi perusahaan itu berasal dari Hongkong , isi poroposal nya pun sangat bagus sweatheart , kau tahu Hongkong termasuk negara yang lumayan pesat " ucap remigio menjelaskan,Valera hanya menatap saja ke arah proposal itu, Valera langsung merogoh ponselnya yang berada di tas dan langsung menelfon nama Dave
tuttt tuttt tuttt
" Hallo dave kau cari dan kau lacak apa pria tua itu sedang ada di negara ini atau tidak " ucap Valera yang langsung merubah kan ekspresinya ke mode yang serius
" (........)
" aku yakin dia berada disini, dan menggunakan identitas baru untuk memasuki negara ini " ucap Valera dengan wajah dinginnya
" (........)
" baiklah, aku percaya kau tidak pernah mengecewakan aku " ucap Valera dengan tersenyum tipis
panggilan itu pun terputus
ketiga lelaki yang berada di ruangan yang sama dengan Valera , menatap penuh dengan tanda tanya terlebih sang kekasih dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan kekasihnya insting Remi sangat tajam dan tak bisa diremehkan .
" ceritakan pada ku ada apa sweatheart, " ucap remigio dengan menatap lekat lekat mata hazel milik Valera
" Remi aku tidak bisa memberi tahumu sekarang, tapi nanti aku berjanji akan memberi tahumu apapun " ucap Valera dengan tatapan matanya yang mampu membuat Remigio tak berkutik
" baiklah, tapi kau berjanji suatu saat nanti kau akan ceritakan semuanya kepadaku " ucao remigio sambil mengelus pipi Valera, mereka lupa bahwa ada dua orang yang sedang memperhatikan kemesraan mereka James dan Leo dibuat terperangah dibuatnya
" tuhan apa aku juga harus mencari pendamping " batin James
" bos kau sungguh tega memamerkan kemesraan mu di hadapanku yang masih lajang ini " batin leo
" Remi apa kau akan menjalin kerja sama dengan perusahaan itu " tanya Valera
" akan aku pertimbangkan, tapi proposal dan idenya sangat bagus tapi aku sedikit penasaran kenapa perusahan itu mau menjalin kerjasama dengan perusahaan ku, kan masih ada perusahan Harson crop's juga yang ikut andil " gumam Remigio
" karena dia tidak mungkin menampakan dirinya secara terang terangan apalagi menjalin kerja sama dengan Harson crop's " batin Valera . apa mungkin orang yang menyerang ku kemarin bersama mamah adalah si tua Bangka itu..dan mungkin juga dia akan mengunjungi Diego ..
sedari tadi Valera sibuk melamun sedangkan ketiga pria itu sedang menyusun berkas berkas, entah berkas apa yang sedang mereka kerjakan bahkan Valera terlihat sibuk dengan pemikirannya. Remigio yang tau kekasihnya sedang memikirkan sesuatu hanya menatap nya dan membiarkan Valera asyik Dengan dunianya
" aku tau kau sedang memikirkan sesuatu sweatheart, tapi tidak apa apa selagi kau masih mau terbuka kepadaku, aku pun masih ingin tau perihal tentang dirimu saat kejadian di kota tak berpenghuni itu , dimana orang orang yang menolong mu menyebut lady kepada dirimu, aku tau akan sebutan itu, sebutan itu hanya untuk pemimpin king jaringan mafia yang terkenal pada masanya sampai kini, walaupun aku juga terlibat dalam dunia mafia tapi aku belum pernah melihat sepak terjang maupun pemimpinnya . batin Remigio
kringgg kringgg kringgg .
suara ponsel milik Valera berbunyi sangat nyaring membuat si mpunya terkejut dari lamunannya begitupun dengan Remigio James dan leo
" Hallo " jawab Valera
__ADS_1
" (..........)
" sudah ku duga,sebutan licik sangat pantas untuk dirinya kau awasi mereka " dengan tersenyum sinis
" (..........)
" aku sedang berada di perusahan kekasih ku Dave mungkin sore nanti aku sudah kembali " ucap Valera lagi
" (............)
" baiklah
panggilan pun terputus
" sweatheart " ucap remigio dengan mengelus rambut Valera,membuat valera menoleh
" ada apa Remi " tanya Valera tersenyum simpul
" tidak ada sweatheart , aku merasa nyaman jika kau berada di dekatku seperti ini " ucap Remi lagi membuat Valera merona bahkan James dan Leo seperti seekor nyamuk saja..
" Remi berhenti menggodaku ku tidak liat disini ada siapa " ucap Valera sambil menatap James dan Leo .
" ahhh kau benar, James leo keluarlah terlebih dahulu , aku ingin menghabiskan waktuku dengan wanita cantik ini "
" baik bos " ucap James dan leo serempak
mereka pun keluar dari ruangan bosnya meninggalkan dua orang kekasih didalamnya
sedangkan di luar hujan semakin deras saja seperti sedang menciptakan kisah romantis dua anak manusia
Valera melangkahkan kaki nya ke balkon untuk menghirup udara yang menurut Valera sangat alami ketika sedang hujan deras seperti ini
" sweatheart jangan disitu, nanti kau kedinginan " ucap remigio yang langsung melangkahkan kakinya menuju Valera dan memeluknya dari belakang ..
" Remi aku sangat suka dengan aroma hujan ini, " ucap Valera membalikan tubuhnya hingga saat ini mereka saling berhadapan wajah tampan dengan alis tebal menghias wajahnya, matanya yang tajam jadi pesona diri untuk seorang Remigio , bibirnya yang sedikit berisi menjadikan nya sangat sensual, Valera terus menatap lekat lekat wajah kekasihnya dengan tangan yang membelai wajah kekasihnya
" kau jangan menggodaku sweatheart " ucap remigio yang tak mau kalah ia pun balas membelai wajah cantik milik Valera
" aku tidak sedang menggoda mu Remi , aku sedang mengangumi wajahmu saja " polos Valera yang terus membelai wajah Remi tanpa berhenti
" jika tidak sedang menggoda, lalu ini apa hmm " ucap Remi sambil memegang tangan Valera yang sedang sibuk membelai nya
" lalu apa kau tergoda dengan belaian ku " polos Valera lagi
" sweatheart , aku pria dewasa aku sangat tergoda dengan sentuhan tangan mu ini " ucap Remi dengan suara beratnya sungguh ia terbuai dengan perlakuan Valera yang membangkitkan hasrat nya, lalu Valera menghentikan aksinya dan langsung memeluk erat sang kekasih ..
" maaf..kau pasti sedang menahan hasratmu, aku hanya sedang mengangumi wajah tampan ciptaan tuhan yang sedang berada tepat dihadapanku ini , aku tak ingin menyianyiakan nya saja " ucap Valera pelan disela sela pelukan nya yang erat membuat Remigio terkekeh
" tidak apa apa sweatheart, aku mencintaimu " sambil mengecup pucuk kepala Valera dan membalas pelukan Valera dengan senyaman mungkin
di tengah tengah derasnya hujan Remigio dan Valera saling memeluk erat menyalurkan perasaan nya, bahkan Valera terlihat sangat nyaman berada dalam dekapan dada tegap dan hangat sang kekasih, dingin karena hujan tak lagi ia rasakan karena sebuah dekapan yang sangat hangat lalu ia membangkitkan kepalanya dan menatap kembali pria bermata gelap itu, dan Remi pun menatap balik mata hazel milik sang kekasih ..
" aku pun mencintaimu Remi " ucap Valera dengan sangat lembut, senyuman lebar Remi berikan kepada sang kekasih, kini Remigio menatap nya dengan lekat lekat dari mata yang jernih dan lentik , dari hidung kecil dan mancung, dari pipinya yang bersemu merah dan bibirnya yang merah merekah seakan minta dikecup, perlahan lahan bibir Remigio mendekat ke arah bibir Valera dengan gerakannya yang sangat lembut remigio ******* bibir pujaan hatinya, lidah mereka saling membelit dan saling menggapai satu sama lain, Valera dan Remigio benar benar terbuai, ******* demi ******* Remigio berikan dan Valera pun melakukan hal yang sama.setelah dirasa cukup dan nafas mereka pun tersengal. Remigio melepaskan ciumannya dan mengusap pelan bibir Valera yang basah oleh kegiatan nya lalu menyatukan kening mereka satu sama lain
" jadilah wanita masa depan ku sweatheart, hatiku dan jiwa ku hanya milikmu, takkan ku biarkan kau berpaling dariku bahkan hanya sedetik pun, hanya boleh aku yang memiliki mu, aku mencintaimu " ucap remigio dengan mata terpejam seakan mengungkapkan perasaannya di sela sela derasnya hujan menjadi kisah tersendiri bagi mereka
" akupun sangat mencintaimu Remi, jangan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi nanti di masa depan, tetaplah bersama ku, bersama dengan cintaku, hanya kau yang akan menjadi lelaki masa depanku , suami masa depanku , serta ayah dari anak anak ku di masa depan " ucap Valera mengungkapkan perasaan nya dengan mata yang berkaca-kaca, memang ini bukan cinta pertama tapi mencintai seorang Remigio merasakan hal yang berbeda dalam dirinya seakan tuhan menakdirkannya
" aku takkan meninggalkan mu di masa depan, aku berjanji padamu apapun yang terjadi nanti, percayalah padaku sweatheart " sambil mengusap pelan air mata yang menetes di pipi Valera lalu mengecup dahinya dengan sangat lembut " sudah Jangan menangis, apa mencintaiku membuat air mata mu turun " ledek Remigio sembari tersenyum nakal
" ahhhhkkkk Remi, kau mengacaukan suasana " kesal Valera
" ayo masuk hujan semakin deras, aku tidak mau kau kesinginan " sambil membawa Valera masuk dan mendudukkan nya di sofa
" Remi aku ingin teh Jasmine hangat " ucap Valera manja
" baiklah tuan putri " ucap Remi mengecup singkat pipi Valera dan Remi pun menghubungi seseorang untuk mengantarkan pesanan sang kekasih, tidak begitu lama seseorang mengantarkan teh Jasmine hangat milik Valera ..
" minumlah, sweatheart " sambil memberikan pesanan Valera
" terimakasih " dengan tersenyum manis
hujan semakin deras saja membuat Valera enggan untuk kembali pulang, Valera meluruskan kakinya lalu dia merebahkan kepalanya ke sofa, kantuk menyerang nya kini mata nya sungguh tak bisa di ajak kompromi ia melihat Remi masih berkutat dengan laptop nya, lalu ia mencoba untuk memejamkan matanya dan tak lama kemudian di tertidur dengan sangat pulas
tok tok tok
" masuk " saut Remi ..
" bos, ada sesuatu yang harus kau tanda tangani " ucap Leo dengan sopan matanya tak sengaja melihat Valera yang sedang tertidur dengan posisi sedikit meringkuk, mungkin kedinginan itulah yang difikirkan Leo
" sudah " ucap Remi datar
" bos, nona tertidur sangat pulas " Remigio pun segera menoleh ke arah sofa dan benar Valera sedang tertidur ia langsung bangkit dari duduknya dan mengangkat Valera untuk ia pindahkan ke kamar pribadinya, lalu ia meletakan nya dengan sangat hati hati
" mungkin AC nya terlalu dingin ditambah pintu balkon terbuka lebar, sehingga dia tertidur meringkuk seperti itu " gumam Remi dan langsung mengatur suhu ruangan tersebut dan segera meninggalkan valera seorang diri
Remigio kaget ternyata Leo masih berada diruang nya
" apa ada hal yang lainnya leo " ucap Remi dengan datar
" ahh tidak bos,aku akan pergi sekarang juga " ucap leo dengan salah tingkah
Remigio pun melanjutkan pekerjaan nya agar cepat selesai walaupun ia tahu ini tidak akan pernah terselesaikan selalu saja ada yang harus dikerjakan oleh seorang pengusaha seperti dirinya
__ADS_1