Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
kunjungan kenov dan lainnya


__ADS_3

valera telah sampai di markasnya seperti biasa ia disambut oleh para anak buah king yang bertugas di markas.


Valera langsung memasuki ruangan yang cukup besar, di ruangan itu sudah ada Thomas dan dua orang pelatih lainnya yang mengajari Thomas .


" lady " ucap mereka serempak dan Valera pun hanya mengangguk


" bagaimana latihan mu Thomas " ucap Valera ke arah Thomas


" semuanya baik nona, aku sudah bisa menguasai beberapa ilmu bela diri " ucap Thomas mantap dan Valera pun hanya menatap Thomas dari ujung kepala sampai ujung kaki, otot otot Thomas sudah mulai terbentuk


" tidak salah jika aku mencoba berlatih melawannya . batin Valera


Thomas yang di tatap seperti itu, hanya diam dan bersikap lebih tenang lagi, dua orang pelatih yang berada disitu pun hanya terdiam


" baiklah, aku ingin berlatih dengan mu Thomas, kau bisa melawanku jangan sungkan untuk menyerang ku ! " ucap Valera tegas dan Thomas mu terkesiap dengan tantangan sang lady nya


" a-aku, baiklah " ucap Thomas pasrah bagaimana bisa dia berlatih dan melawan sang ladynya, bahkan ilmu beladiri nya pun sangat tinggi tapi Thomas tak boleh mengecewakan ia harus menunjukan hasil latihannya selama ini


Valera pun bersiap siap begitupun dengan Thomas mereka menuju ke tengah tengah dan disaksikan oleh dua pelatih Thomas


keduanya bersiap untuk mengambil ancang-ancang, Valera yang notabene nya seorang perempuan tidak bisa diremehkan begitu saja, mata mereka berdua menatap fokus satu sama lain dan happ


Valera dan Thomas saling meluncurkan aksinya, saling memberikan serangan mematikannya, dan saling menghindar dari pukulan telak sang lawan, Valera yang begitu lincah sangat menikmati latihan ini, begitupun dengan Thomas ia merasa seperti sedang melawan seorang musuh sungguhan tidak ragu untuk menyerang lawannya


keduanya sama sama belum ada yang terkena pukulan dan itu membuat Valera tersenyum tipis hingga pada akhirnya valera memutarkan badannya seperti balerina dan


BUGHHHHHH


Valera memberi pukulan telak tepat di bahu Thomas , dan Thomas pun terhuyung ke depan wajahnya sangat teramat menahan kesakitan, Valera tersenyum penuh arti


" bangunlah Thomas, jangan jadikan satu pukulan membuat mu tidak bisa bangkit berdiri dan melawan musuh mu " ucap Valera tegas dan Thomas pun berusaha bangkit serta mengatur nafasnya agar lebih beraturan


dan Thomas pun maju menyerang Valera terlebih dahulu, dan valera pun menyambut dengan menangkis setiap pukulan serta gerakan kaki Thomas yang ingin mengenai salah satu tubuhnya


kedua pelatihan Thomas hanya menatap mereka dengan fokus, Thomas memiliki kemajuan dalam ilmu beladiri nya dan itu membuat kedua pelatih nya tersenyum senang.


BUGHHHHHH


Valera memberikan pukulan nya kepada Thomas tepat di wajahnya ketika Thomas lengah dan kurang fokus, Thomas sampai tersungkur ke belakang dan hampir terjengkang jika Thomas tidak menahan keseimbangannya kali ini Thomas tidak begitu meringis walaupun bibirnya mengeluarkan darah segar,


" kemampuan mu cukup bagus Thomas, tapi kau harus melatih cara fokus mu, agar kau tidak lengah,ingat setiap lawan akan mengincar musuhnya di kala lengah dan menjadikan itu keuntungan untuknya, berlatih lah lagi Thomas " ucap Valera sambil tersenyum dan Thomas pun mengangguk patuh dengan ucapan ladynya


" baiklah cukup latihannya, aku akan keruanganku untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda " ucap Valera sembari melangkahkan kaki nya keluar ruangan itu


latihannya dengan Thomas cukup membuat Valera mengeluarkan keringatnya, bahkan wajahnya hampir basah.


semua ruangan di dalam markasnya terdapat beberapa tombol canggih lainnya dan satu tombol untuk menghubungi para maid, lalu valera menekan tombol berwarna biru yang terhubung langsung ke bagian dapur


" antar kan minuman dingin ke ruangan ku " ucap Valera setelah menekan tombol itu lalu menduduki kursi nya dan beralih menatap ke layar laptop nya, sesaat dia mengutak ngatik data data yang ia kerjakan bahkan laporan laporan pengeluaran serta pemasukan dari para mafioso nya sudah tertera di dalam laptopnya


tok tok tok


" masuk " saut Valera, pintu ruangannya terbuka seorang pelayan yang sudah berumur mengantarkan minuman dingin yang Valera inginkan


" silahkan diminum nona " ucap pelayan itu dengan sopan


" terimakasih " ucap Valera lagi dan pelayan mengangguk sembari tersenyum dan segera pergi dari ruangan nona nya itu


minuman dingin itu sangat menyegarkan sampai tersisa setengahnya, akibat aktivitasnya bersama Thomas tadi, Valera jadi membutuhkan minuman yang sangat segar untuk mengembalikan rasa lelah nya setelah berlatih


kringgg kringgg


" Hallo Remi " ucap Valera pelan


" (...... ...)


" tidak Remi, aku lelah karena baru saja berlatih " ujar Valera


" (..........)


" benarkah ?? jadi mereka akan tiba malam ini ?? " ucap Valera lagi dengan sedikit antusias


" (..........)


" baiklah, sampai berjumpa esok hari Remi, aku mencintaimu " ucap Valera dengan suara menggoda nya


" ( ......... )

__ADS_1


panggilan itupun berakhir dengan ucapan uang manis keduanya,


lalu Valera melihat lagi ke arah layar laptopnya ia belum sepenuhnya membaca keseluruhan pemasukan serta pengeluaran selama ia pergi ke Indonesia .


banyak sekali pengeluaran senjata senjata selama dua tahun terakhir membuat Valera heran siapa orang orang yang telah membeli senjata senjata hasil produksi milik king


sepintas valera mengingat perkataan matt tentang seseorang dari new Zealand yang ingin membeli persenjataan


lalu Valera menekan tombol berwarna kuning yang terhubung ke seluruh ruangan bahan keruangan pribadi para anak buah king lainnya


" Matt, segera datang keruangan ku sekarang " ucap Valera tegas. semua penghuni yang berada di markas terkejut dengan suara lady nya yang tegas bahkan matt yang sedang di dalam ruangnya langsung berlari cepat ke ruangan sang lady setelah sampai di depan pintu Matt mencoba mengatur nafasnya yang tersengal


tok tok tok


" masuk " saut Valera, dan Matt pun segera masuk


" duduklah Matt " ucap Valera dengan datarnya dan Matt pun menurut " kemarin kau bilang ada seseorang dari new Zealand yang ingin membeli persenjataan ku " ucap Valera tanpa basa basi


" betul lady, orang itu berasal dari new Zealand ini pembelian pertama nya, tapi ia ingin bertemu secara langsung dengan lady " ucap matt menjelaskan


" bertemu ?? siapa dia ?? apakah kau tau orang itu " tanya Valera ke arah Matt


" namanya Damian lady " ujar Matt lagi


" apakah hanya Damian saja " ucap Valera dan Matt pun mengangguk lalu Valera berfikir dengan sendiri nya


" Damian?? new Zealand ?? kali pertama ingin membeli persenjataan ku, tapi ingin bertemu secara langsung denganku siapa orang itu, dan darimana dia tahu tentang ini . batin Valera


setelah selesai menanyakan kepada matt, Matt pun segera keluar dan kembali melakukan aktivitasnya


Valera ingin menghubungi Dave, tapi valera takut menganggu karena dave masih dalam menjalan tugas yang Valera berikan.


waktu semakin cepat berlalu sampai malam hari Valera masih betah berada di ruangnya.


ia masih belum ingin beranjak dari kursi serta layar laptopnya. Sampai dering ponsel menganggu konsentrasinya


vyan.batin Valera tanpa menunggu lama lagi Valera langsung mengangkat nya


" Hallo " ucap Valera


" (.......)


" (.......)


" hemmm baiklah " ucap Valera lagi


vyan yang sudah berada dirumah tidak menemukan sang adik saat makan malam bersama keluarganya, lalu ia memutuskan untuk menghubungi Valera


waktu menunjukan pukul 10 malam,akhirnya valera memutuskan untuk kembali ke rumah utama kediaman Harson


seperti biasa para pengawal pun menunduk hormat kepada lady nya.


suara garang dari motor sport yang Valera gunakan membuat para pengawal melirik ke arah lady nya. Valera termasuk wanita yang ahli dalam beberapa bidang termasuk mengemudikan mobil maupun motornya sport nya.


Valera melajukan motornya dengan kecepatan yang terbilang tinggi, jalanan tidak terlalu sepi masih ada beberapa aktivitas di jalan raya itu.


tiba tiba sebuah mobil mewah berukuran kecil mengalihkan pandangannya, ia sudah beberapa kali menjumpai mobil itu tapi tidak terlalu di hiraukan nya sampai malam ini valera pun masih melihat mobil yang serupa itu.


" apa aku salah lihat, mobil itu lagi?? ahh mungkin ada beberapa orang yang mempunyai mobil itu. batu Valera acuh


setelah melakukan penancapan pedal gas pada motor sport nya, Valera telah sampai di kediaman nya, bunyi nyaring dari klakson motornya mengejutkan para pengawal yang berjaga di sekitar gerbang, setelah melihat ke arah luar mereka mengenali bahwa itu motor milik nona mudanya, mereka pun bergegas membuka kan nya..


Valera langsung masuk dengan kecepatan tingginya, lagi lagi para pengawal terkesiap dengan nona nya itu, dari arah samping kanan nya terlihat ada seseorang yang menghampirinya ..


" selamat malam nona " ucap Pram menunduk hormat


" selamat malam Pram " ucap Valera datar sambil melepaskan helm yang terpasang di kepalanya, " apa orang itu masih berkeliaran di sekitar sini Pram " tanya Valera tanpa menoleh ke arah orang


" benar nona, orang itu pergi setelah nona tadi siang keluar dari rumah ini, dan tak lama kemudian orang itu kembali lagi dengan dua orang lainnya " ucap Pram menjelaskan dan Valera pun terlihat biasa setelah mendengar nya


" terus pantau dia, jika mereka melakukan tindakan lain kau sudah tau Pram, apa yang harus kau lakukan. " ucap Valera datar


" saya paham nona " ucap Pram mantap


dan Valera pun segera memasuki rumah mewah itu, sudah terlihat sangat sepi karena ini sudah malam, dan para maid pun sudah beristirahat di tempatnya, Valera pun segera memasuki ruangan pribadinya. Valera melepaskan seluruh pakaian nya lalu pergi untuk membersihkan dirinya dan berendam air hangat. setelah di rasa cukup Valera beranjak dan menuju almari nya untuk mengambil gaun tidur nya lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang dan tak lama kemudian Valera pun terlelap


****

__ADS_1


pagi ini cuaca terlihat sedikit tak bersahabat karena ini hari Minggu Valera bingung akan melakukan kegiatan apa, lalu ia beranjak ke halaman belakang yang terdapat sebuah kolam berenang yang sangat mewah dengan beberapa gazebo nya, lalu Valera duduk dengan tenang sambil memejamkan matanya dan menselonjor kan kakinya ke sebuah meja yang ada di depannya


angin kian begitu kencang, tapi tak menggoyahkan Valera untuk beranjak dari tempatnya, ia semakin menikmati terpaan terpaan angin yang menghampiri wajahnya sampai seseorang memanggilnya


"


"vale " ucap vyan sambil menepuk pelan pipi Valera dan Valera pun membuka matanya nya lalu menoleh ke arah sang kakak


" ada apa " ucap Valera dengan suara seraknya karena ia tadi hampir saja tertidur dengan hembusan angin yang menerpa nya


" kau sedang apa disini, masuklah apa kau tidak lihat angin begitu sangat kencang dan mungkin sebentar lagi akan hujan " ucap vyan dan Valera pun masih diam saja


" aku sedang bosan kak, " ucap Valera singkat


" bosan?? apa Remigio tidak menghubungi mu, inikan hari Minggu " ucap vyan sambil menaikkan satu alisnya


" mungkin dia ada pekerjaan tambahan, " jawab Valera asal saat vyan ingin berbicara suara Pram di belakang menganggu kakak beradik yang sedang berbincang itu


" tuan muda, nona muda di depan ada sebuah mobil mewah yang berukuran besar, katanya ingin mencari nona muda beserta tuan muda, tapi kami masih menahannya di depan " ucap Pram memberi tau, membuat vyan dan Valera saling pandang satu sama lain


Disisi lain Remigio beserta kenov dan yg lainnya masih tertahan di depan gerbang yang menjulang tinggi dan indah. Dion,akayama dan Deniz terpukau dengan megahnya kediaman keluarga harson.


Remigio tidak memberi kabar jika ingin datang ke kediaman sang kekasih, ia akan memuat kejutan untuk kekasihnya itu Sam seperti kenov ia tak memberi tahu vyan sahabatnya jika.


" luar biasa, Bahakan rumah ini tiga kali lipat dengan kediaman Jundi jelang " celetuk akayama yang masih menatap takjub


" kau benar, dan lihat saja banyak nya para pengawal yang berjaga jaga di sekitarnya " timpal Dion dan diangguki oleh akayama


Audy dan Romeo hanya diam mendengar ucapan akayama dan Dion begitupun dengan Remigio dan kenov, Deniz masih terlihat sibuk dengan pemikirannya


vyan dan Valera melangkahkan kakinya untuk mencapai depan halaman rumahnya yang sangat luas dan mewah,


" siapa yang berkunjung di jam seperti ini " gerutu Valera dan vyan pun hanya menggeleng tidak tahu


sesampai di depan vyan dan Valera melihat sebuah mobil hitam berukuran besar seperti yang orang katakan, lalu Valera memanggil salah satu pengawalnya untuk menanyankan siapa mereka


" tanyakan, siapa nama orang yang berada di mobil itu " ucap Valera datar dan pengawal pun segera berlari membuka pintu dan langsung menjalankan perintah sang majikan nya, saat kaca mobil itu di buka vyan langsung mengenali si pengemudi


" kenov " gumam vyan dan jangan pun segera memerintahkan para pengawalnya untuk mengijinkan mobil itu masuk, Valera yang mendengar kata kenov terucap dari bibir sang kakak hanya mengerutkan dahinya


mobil itu terparkir di tempat khusus para tamu yang berkunjung ke kediaman keluarga harson, saat mobil itu terbuka Valera sangat terkejut bahwa kekasihnya Remigio pun ada di mobil itu dan tak lama di susul oleh Romeo dan Audy lalu dion, akayama , dan Deniz di belakangnya


" Remi " ucap Valera kaget karena Remigio akan datang kerumahnya beserta dengan yang lainnya , dan vyan masih menatap bingung dengan wajah wajah lain yang asing


" hai bro, " ucap kenov Sembari berjabat tangan ala lelaki dan vyan pun membalasnya


" kenapa kau tak memberi tahuku jika kau ingin kemari " dengus vyan


" surprise " ucap kenov sambil tertawa renyah


vyan pun berkenalan dengan teman kenov yang lainnya, Remigio tersenyum tipis melihat wajah sang kekasih yang menurutnya sangat menggemaskan, Audy segera melepaskan genggaman nya dari tangan kekasih dan beralih menghampiri Valera, mereka pun berpelukan dan saling tertawa renyah


" mari masuk " ucap vyan dengan ramahnya dan mereka pun mengekor di belakangnya


mereka tidak berhenti di buat takjub dengan megah nya istana konglomerat Prancis ini


sampai Dion tak berkedip melihat isi dari rumah sang konglomerat itu


mereka memasuki sebuah ruangan yang sangat megah untuk menyambut kedatangan sang tamu dirumahnya.


dua orang pelayan sudah berada di antara mereka untuk menyambut serta memberikan pelayanan terbaik


" tolong siapakan minuman serta beberapa cemilan untuk kami " ucap Valera ke arah pelayan dan pelayan pun segera berlalu untuk menyiapkan beberapa cemilan .


Remigio duduk di samping sang kekasih, Audy bersebelahan dengan Romeo, dan vyan duduk di kursi sinle dan lumayan besar serta kenov, Dion , akayama , dan Deniz duduk secara bersampingan


" ada acara apa kau datang ke mari kenov " ketus valera dan kenov pun tersenyum simpul


" tidak ada hanya berkunjung saja, bukankah begitu Remi " ucap kenov kepada Remi dan semua pun menoleh ke arah remigio


" ahh, iya " ucap remigio asal " sweatheart, kemana ayah dan ibumu " ucap remigio lembut, dan semua orang disana pun mendengar ucapan Remigio


" ntahlah, mungkin sedang berjalan jalan " ucap Valera tersenyum


melihat interaksi Remigio dan Valera yang sangat manis membuat orang orang disana hanya diam, dan kenov pun hanya tersenyum getir melihat wanita yang dicintainya kini menjadi milik sahabatnya


vyan yang sudah mengetahui perasaan kenov kepada adiknya tidak bisa berbuat apa apa. ini masalah hati tidak bisa dipaksakan atau memaksakan sebuah keinginan

__ADS_1


" aku harap kau mendapatkan wanita yang mencintaimu kenov. batin vyan


__ADS_2