Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Fakta baru


__ADS_3

ruangan yang cukup besar dan luas serta dilapisi cat berwarna merah terang dengan berbagai barang yang cukup membuat bulu kuduk meremang seakan mencekam dan sunyi bahkan penghuni diruangan itupun tak kalah menyeramkan.


seorang lelaki yang belum sadarkan diri kini terduduk dengan mata yang masih terpejam, Valera yang duduk dihadapannya seakan bosan untuk menunggu ia tersadar.


" Lama sekali dia bangun " gerutu Valera dengan berwajah kesal. Zizi menyuruh anak buahnya untuk melakukan sesuatu agar membuat lelaki itu tersadar dengan cepat.


entah apa yang dilakukan nya sehingga membuat lelaki itu sedikit terusik dan mulai membuka matanya secara perlahan dengan dahi mengeryit.


samar-samar ia bisa melihat beberapa orang yang sedang menatapnya dengan intens dan detik kemudian ia terperanjat dan langsung berontak. Tapi tak bisa karena kursi yang ia duduki sudah terpasang dengan pres pada tubuhnya sehingga tak bisa membuat ia bergerak lebih banyak lagi, dan kedua kakinya terpasang borgol besi dengan lampu yang menyala merah.


" apa yang kalian lakukan ! cepat lepaskan aku " pekiknya dengan suara lantang bahkan kini urat-urat dalam lehernya menonjol dan terlihat jelas.


Zizi mendengus kesal dengan perkataan lelaki yang sedang ditawan itu, melepaskan ? bagaimana bisa ? rasanya Zizi ingin sekali menghajar lelaki itu sampai puas.


valera hanya menatap datar tanpa mau bersuara, lalu ia mengambil sebuah benda yang berada di sampingnya.


" ponsel.. Heii beraninya kau menyentuh barang ku dengan tangan kotor mu " ucap lelaki itu dengan lantang membuat Valera menatap tajam padannya.


" setrum dia ! " tegas Valera dan seketika salah satu lelaki mengangguk mantap dan langsung menekan tombol yang berada di bagian belakang dan seketika kursi itu mulai menyala dengan lampu berwarna biru.


" ahhhhhh .... hen..hentikan AGHHH " teriaknya dengan mata melebar bahkan Valera hanya menautkan satu alisnya saja lalu memberikan kode kepada anak buahnya untuk berhenti.


nafas nya tersengal bahkan dadanya naik turun mata lelaki itu menatap datar dan tajam kepada Valera.


" pertanyaan pertama ! siapa yang mengutusmu ? " ucap Valera dengan tegas dan lugas menatap intens lelaki yang diketahui bernama Lettan itu.


" tidak akan ! " ucapnya dengan tegas dan Valera hanya tersenyum sinis lalu memberikan kode untuk mereka melakukannya sekali lagi. " ahhhhhh.. sa..sakit " teriaknya lagi dengan lantang saat sekujur tubuhnya di setrum.


'' Jawab aku, atau kursi itu akan semakin menyiksa mu " tajam Valera.


" untuk apa kau ingin tau mengenai tuan ku " ucapnya dengan suara yang sedikit tersengal.


" jawab saja tidak perlu banyak bertanya ! " geram Zizi menatap tajam kearah lelaki yang bernama Lettan.


Lettan menatap Zizi dan Valera secara bergantian, sungguh dua wanita yang serba berhadapan dengan nya sangat arogan dan mematikan.


" ckk kau galak sekali " gerutu Lettan dan Zizi hanya mengerutkan dahinya saja. " Aku tidak bisa menyebutkan nama dari tuan ku, dan aku hanya diutus untuk mencari tau identitas dari anak lelaki itu saja " ucap nya lagi akan tetapi Valera merasa tidak puas akan jawaban tawanan nya itu.


" dari mana kau berasal ? " tanya Valera dengan tegas.


" England ! " ucapnya santai dan Valera hanya diam dan menatap dalam pada lelaki itu, England ? apa-apaan ini. Valera memejamkan matanya dan memijat pelipisnya dengan pelan.


lelaki itu menatap gerak-gerik Valera yang seperti sedang memikirkan sesuatu, Ia pun merasa jika Valera mengetahui betul akan George. Zizi yang melihat nonanya seperti itu dengan cepat mengusap lembut punggung Valera.

__ADS_1


" are you okay ? " tanya Zizi pelan dan valera mengangguk kecil. Lalu kini Valera beralih menatap lelaki itu kembali.


" Memangnya ada apa dengan anak lelaki itu sehingga kau mau mencari tau identitasnya. " tanya Valera dengan perlahan dan mulai menurunkan intonasinya sedikit.


lelaki itu terdiam sejenak memikirkan perkataan Valera ia ragu untuk memberi tahukan segalanya akan pekerjaan nya itu.


" tidak ada ! " tegas lelaki itu membuat Valera mengembuskan nafasnya pelan lalu ia salah satu anak buah king mulai melakukan penyetruman akan tetapi lelaki itu berteriak dan memohon agar mereka tak melakukan hal itu lagi.


" tidak ! baik, akan ku katakan " ucap lelaki itu dengan nafas menderu, " tapi setelah aku mengatakan nya kau harus melepaskan aku dari sini " ucapnya lagi


" tergantung " ucap Valera singkat dan padat " semua itu sesuai dengan jawaban mu, ya.. jika jawaban mu memuaskan aku akan membebaskan mu " lanjut Valera lagi dan lelaki itu menatap tak percaya.


" aku mencari tuan muda kami yang hilang karena penculikan beberapa tahun yang lalu saat nyonya kami melahirkan seorang bayi laki-laki, tapi pada saat itu kediaman tuan ku ternyata sudah dikepung dan dokter yang membantu persalinan nyonya ternyata komplotan dari mereka. Alhasil mereka berhasil membawa kabur tuan muda kami " jelas nya dan Valera terdiam mendengar perkataan Lettan apa kemungkinan George berasal dari England ? tapi bagaimana bisa ia ditemukan di hutan Lamora saat bayi. " sampai saat kini kami masih belum bisa menemukan keberadaanya hingga salah satu anak buah tuan ku membawa kabar mengejutkan jika ia menemukan seorang anak lelaki berwajah sangat mirip dengan tuan ku terlebih bola matanya yang biru itu dan Parasnya bagai pinang dibelah dua. " ucap Lettan dengan suara sendu.


Zizi dan Valera hanya diam dan bungkam saat mendengar penjelasan dari lelaki yang ditawan nya ini. Apa ini adalah saat nya asal-usul George terbongkar ? tapi Valera masih belum mempercayai perkataan dari lelaki itu.


" lalu apa yang terjadi selanjutnya ? " tanya Valera


" satu hari saat nyonya kami melahirkan dan ia mengetahui jika bayi yang dinanti-nantikan nya hilang ia sangat terpukul dan mulai mengalami depresi dan berubah menjadi orang lain, hingga tuhan mengambil nyawa nya saat ia berada di dalam kamar nya sendiri. " ucap Lettan dengan sorot mata yang teduh dan mulai berkaca-kaca.


sepertinya Lettan adalah orang kepercayaan seseorang sehingga ia bisa merasakan kesedihan dari tuan dan nyonya nya. Lettan masih duduk dengan raut wajah yang sedih Valera terkekeh melihat perubahan dari lelaki itu ternyata dia juga bisa melankolis.


" lalu apa yang kau dapatkan mengenai anak itu? '' tanya Valera lagi tapi Lettan hanya menggeleng pelan


" tidak ada, anak itu dijaga ketat sehingga tidak ada celah untuk ku, dan aku rasa dia dilindungi oleh orang-orang berkuasa " ucapnya lagi


Zizi melepaskan kursi yang membelenggu tubuh lelaki itu, lalu ia membawanya kesebuah ruangan untuk lelaki itu berisitirahat. setelah itu Zizi meninggalkan nya seorang diri dan tak lupa Zizi memberi ancaman untuk Lettan jika berani bertindak diluar batas.


*****


BRAKKKKKK


BRAKKKKKK


PRANGGG


suara itu sungguh mengusik para penjaga yang bertugas di ruang tawanan, entah siapa yang melakukan kekacauan ini.


" heii sialan buka pintu ini ! " teriak seorang wanita akan tetapi suaranya dihiraukan begitu saja " dasar manusia bodoh ! kalian hanya diperalat oleh wanita sialan itu, kalian semua hanya boneka nya saja " teriaknya lagu sambil tertawa terbahak-bahak sehingga Mrs OTO yang menjadi tawanan sedikit terusik.


para anak buah king menghiraukan perkataan wanita itu bahkan mereka menganggap jika wanita itu mengusap gangguan jiwa atau semacamnya.


dari ruang kendali Thomas melihat apa yang terjadi di ruang tawanan melalui layar komputernya itu, ia berdecak sebal karena wanita itu berteriak seperti orang gila bahkan berani menghina nonanya tepat didalam kandang singa yang kapan saja bisa mengaum.

__ADS_1


kebetulan sang Lady masih ada di markas utama sehingga Thomas dengan cepat memberitahukan hal ini pada Valera. Lalu Valera menyuruh anak buah nya untuk membawa wanita itu keruang khusus agar Valera bisa mengintrogasinya dengan cepat.


saat itu Syina baru saja tiba di markas sehingga Zizi yang menggantikan Syina untuk menjaga Elena karena Syina akan mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelan itu malam nanti Syina akan kembali menjaga Elena dirumah sakit.


valera sudah menunggu diruang khusus yang dilapisi kaca tebal disekelilingnya, bahkan satu buah kursi bergaya modern tampak terpampang dihadapanya, tak lama suara derap langkah kaki terdengar beriringan dan seirama.


" dudukan dia disana " tegas Valera dan para anak buah king mengangguk paham, wanita itu berontak akan tetapi kekuatannya belum terlalu pulih sehingga ia hanya bisa pasrah saat tangan-tangan kekar memaksa tubuhnya untuk duduk di sebuah kursi yang terlihat transparan. Orang-orang itu menunduk hormat dan berlalu pergi kini hanya tinggal Valera dan wanita itu mereka sama-sama bertatapan tajam.


hening tidak ada yang berbicara sepatah katapun keduanya sama-sama bungkam dan saling menatap tajam satu sama lain, baik Valera maupun wanita itu sama-sama memancarkan aura tajam nya.


" cihh.. apa kau tidak merasa bersalah telah menawan saudara mu sendiri " cibir wanita itu dan Valera terlihat santai menanggapinya.


" saudara ? saudara mana yang kau maksud ? jangan banyak bermimpi dan mengharapkan sesuatu yang belum tentu benar " tajam Valera dan wanita itu hanya tersenyum tipis menanggapinya.


" biar aku beritahu jika aku ini adalah putri dari Marcell harson yang artinya aku ini bibi mu..cihh tapi aku tak Sudi menjadi bibi mu itu sungguh menggelikan " ucap sinis wanita itu


" ohh ya.. lalu jika kau putri dari kakek ku. Kau mau apa ? " pancing Valera dan wanita itu tersenyum menyeringai.


" tentu saja aku memiliki hak atas harta ayahku " ucapnya dengan penuh rasa bangga dan seketika Valera tertawa mengerikan atas apa yang wanita itu katakan sungguh percaya diri sekali.


" Lucu, lucu sekali. Harta dan tahta rupanya yang kau incar dasar kau wanita sialan yang tak tau malu. " desis Valera tajam


" brengsek ! " pekik wanita itu lagi dan Valera berdiri lalu berjalan dengan santai dan tepat pada saat Valera dihadapan wanita itu dengan sadis tangannya menjambak rambut si wanita dengan sangat kasar.


sorot matanya seperti akan membunuh mangsanya pada saat itu juga, Valera lalu menatap tajam kepada wanita itu dengan nafas yang begitu menderu.


" bicaralah sesuka mu, karena aku tak perduli. Tapi akan ku buktikan jika ucapan mu salah kau bukan keturunan dari keluarga Harson ingat itu baik-baik. Tapi aku suka dengan rasa percaya diri mu Ellara, apakah Frazzes willyam yang telah mengatakan jika kakek ku adalah ayah biologis mu ? lalu dimana ibumu berada " ucap Valera santai akan tetapi penuh dengan penekanan.


sesaat wanita yang bernama Ellara itu terdiam dengan perkataan Valera karena sedari kecil ia tak tau menahu tentang ibunya bahkan bertemu dan bertatap wajah pun tak pernah.


Ellara tumbuh dibawah pengawasan Frazzes willyam dan dialah orang yang mengatakan jika Marcell Harson adalah ayahnya.


" jangan campuri urusan ku ! kau tak perlu tau tentang ibuku dasar wanita sialan " pekiknya lagi dengan lantang. Seketika Valera menekan sesuatu di sela-sela kursi yang sedang di duduki Ellara. " AGHHH.. " jerit nya lagi saat merasakan tubuhnya tersengat oleh tegangan yang cukup mengilukan bahkan meremukkan seluruh tubuhnya.


valera tersenyum sinis seakan menikmati apa yang sedang terjadi dihadapannya saat ini, Valera tersenyum sinis saat Ellara masih sempat menatap nya dengan tatapan membunuh.


" AGHHH " jerit nya lagi saat Valera menekan tombol itu dan menambah kekuatan daya sengatnya menjadi lebih tinggi.


" bagaimana ? apakah rasanya sangat nyaman ? '' ucap Valera dengan gaya tengil bahkan kini auranya berubah seperti seorang wanita psikopat.


tubuh Ellara menegang saat Valera mematikan dan menekan tombol off keringat bercucuran bahkan dadanya nak turun dan nafasnya tersengal bahkan kini rasa pusing mendera nya begitu saja.


" aku.. aku akan membalas mu suatu saat.. nan..nanti " ucapnya dengan tersendat-sendat karena ia merasa kekuatan tubuhnya hilang karena ulah Valera.

__ADS_1


" aku menunggu saat kau mengatakan hal itu, tapi kau akan aku bawa pada saat acara besar king di mulai dimana semua rahasia masa lalu akan terbongkar dan pada saat itu juga kita semua akan mengetahui siapa kau sesungguhnya ! " tajam Valera dengan sorot mata yang tajam bahkan suaranya terdengar sedikit mengancam.


valera menyuruh anak buahnya untuk membawa tubuh Ellara yang lemah untuk kembali ke ruang tahanan, setelah itu Valera meninggalkan markas utama untuk menuju Gold mansion.


__ADS_2