Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
suspicious


__ADS_3

Indonesia waktu setempat beberapa hari ini entah mengapa caffe milik Valera selalu saja ada orang yang mencurigakan, dengan pakaian serba hitam nya, wajah datar dan dinginnya pria itu selalu saja memerhatikan setiap gerak gerik Maya dan vio.


Maya sebenarnya ada perasaan takut akan pria yang selalu mengintainya itu ia berencana untuk menghubungi Valera dan memberi tahu kabar ini tapi Maya selalu saja lupa dan berakhir kelelahan karena kegiatan rutinnya itu


" vio aku akan ke luar sebentar untuk membelikan beberapa buku untuk Aldo, kau tidak apa apa jika aku tunggal sendiri disini " ucap Maya dan vio mengangguk


" tidak apa apa may, lagian aku disini tidak sendiri banyak pekerja yang akan menemani ku dan kemungkinan rud pun akan tiba sebentar lagi " ucap vio sambil memakan kentang goreng miliknya


" baiklah jika begitu aku pergi, dan akan segera kembali mengingat caffe ini selalu ramai pengunjung " ucap Maya dengan mengedipkan sebelah matanya dan vio pun terkekeh


Maya segera bergegas menuju mobilnya untuk ke sebuah toko buku yang di perlukan untuk adiknya, Maya melajukan mobilnya Dnegan kecepatan sedang tanpa ia sadari sebuah mobil mengikuti ya dari arah belakang


ya selama Maya bekerja dan menbantu usaha milik sahabat nya itu kini hidupnya jauh lebih baik Maya pun sudah membeli sebuah rumah mewah dan sebuah mobil baru untuk adiknya tapi Aldo enggan menggunakan mobil pemberian kakak nya ia terlihat lebih suka menggunakan taksi atau motor miliknya, kecuali jika keadaan terdesak Aldo pun sangat rajin dalam belajarnya mengingat sebentar lagi ia akan Lulus SMA. Hingga Maya telah sampai di sebuah toko buku yang sangat besar di kota nya saat ini


seseorang terus mengikutinya dari jarak jauh entah apa sebabnya ia bisa mengikuti Maya dan selalu mengintai nya serta vio dan rud selama di caffe maupun kehidupan pribadinya


Maya telah mengambil beberapa buku yang di perlukan setelah itu ia menuju kasir untuk melakukan pembayaran


" mau pakai uang tunai atau debit nona ? " tanya pelayan itu sangat ramah


" tunai " ucap Maya dan pelayanan itupun menyebut angka nominal yang harus dibayar Maya dan Maya mengambil tiga lembar uang berwarna merah itu


setelah itu Maya segera pulang untuk mengantar buku buku itu kepada Aldo di rumah tanpa sengaja ia melihat pria yang selalu mengawasinya di caffe Maya terperanjak kaget


" ya tuhan orang itu benar benar mengawasi ku tapi siapa dia ? bahkan aku tidak mempunyai musuh " gumam Maya lagi dan ia dengan cepat melajukan mobilnya dengan sedang sesekali ia melirik ke kaca spion nya dan ternyata orang itu mengikutinya


Maya ragu untuk pulang menemui aldo, lalu tiba tiba otak cemerlangnya berfungsi di tengah kegugupan Maya langsung melajukan mobilnya ke sebuah pos polisi yang tak jauh dari persimpangan setidaknya orang itu berhenti atau menjauh bahkan tidak berniat untuk mengikutinya lagi


" untuk apa wanita itu kesana " desis pria itu yang melihat Maya sudah memberhentikan mobilnya disebuah pos polisi yang terdapat tiga orang pria berseragam lengkap " apa dia tau aku sedang mengikutinya " Gumam pria itu


Maya memberhentikan mobilnya tepat di depan motor besar khas seorang polisi yang sudah tak asing lagi. Maya menoleh ke kaca spion mobilnya dan ternyata mobil itu pun berhenti tak jauh darinya


" dia benar benar tak takut ! justru aku yang semakin waspada padanya dengan ia mengawasi caffe beberapa hari yang lalu bahkan setiap hari ia terlihat seperti mengawasi kami, entah apa yang ia cari. atau rud mempunyai musuh ? '' gumam Maya berfikir sendiri sampai kaca mobilnya di ketuk oleh salah satu pria berseragam polisi sampai Maya terlonjak kaget lalu ia menurun kan kaca mobilnya


" selamat siang nona, apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya pria itu sopan sampai Maya melihat tag nama nya Surya Pratama, Maya bingung akan berucap apa


" ahh iya pak " tanpa sadar Maya berucap seperti itu membuat pria itu mengerutkan dahinya


" jika begitu silahkan turun dan ceritakan di dalam " ucap pria itu dan Maya mengangguk

__ADS_1


Maya menoleh sedikit ke belakang dan pria itu mobil itu masih saja diam pada tempatnya membuat Maya semakin melangkahkan kakinya untuk masuk ke pos polisi, terlihat dua orang pria sudah duduk di dalam Maya tidak tahu ingin berucap apa tidak mungkin ia mengucapkan yang sebenarnya jika ia sedang di ikuti seseorang bahkan ia sendiri pun tak tahu menahu apa alasan orang itu selalu mengawasi nya


" nona " ucap pria itu lagi


" ahh iya pak maaf " ucap Maya lagi membuat pria itu tersenyum


" tidak apa apa, sekarang jelaskan pada kami siapa tahu kami bisa membantu anda nona " ucap pria ber tag nama Surya Pratama


" aku.. sebenarnya akuu ..'' pada saat Maya akan berucap terdengar suara letusan senjata api


DORRRR


Maya memekik kaget dan langsung berteriak karena suara itu sedangkan ketiga polisi itu dengan sigap melihat apa yang terjadi sembari memegang pistol di tangannya masing masing, bahkan warga yang melintas pun di buat terkejut. jantung Maya berpacu lebih cepat tat kala mendengar suara senjata api


" ya tuhan apa yang terjadi, " ucap Maya ia mencoba untuk melihat keadaan sekitar dari jendela di dalam pos dan ternyata mobil itu masih saja dia pada tempatnya " apa orang itu yang melakukan nya " ucap maya dan tanpa sadar di belakang nya sudah ada seorang polisi yang tak sebagus mendengar ucapannya


" apa maksud mu nona, " ucap pria itu yang berada tag nama Indra Kusuma membuat Maya langsung menoleh


" sebenarnya saya di ikuti oleh seseorang pak, itulah yang membuat saya berhenti di pos polisi ini " ucap Maya sedikit takut membuat polisi itu mengerutkan dahinya.


mobil yang mengikuti Maya sudah tak terlihat pada tempatnya saat Maya ingin menunjukan nya pada ketiga polisi itu,


" kemana dia ? aku yakin orang itu berbahaya aku harus segera menghubungi Valera untuk segera menyuruh nya pindah usaha dan tidak di tempat itu lagi. batin Maya


" mana, tidak ada siapa2 disana " ucap pria bernama Indra Kusuma


" tadi ada disitu, aku tidak berbohong untuk apa aku berbohong buktinya tadi kita mendengar suara senjata api " ucap Maya meyakinkan benar tadi terdengar suara letusan senjata api bahkan polisi pun belum menemukan siapa pelaku nya


sekitar satu jam Maya menjelaskan keterangan nya di los polisi kini ia menuju kan mobilnya untuk kembali pulang karena Aldi Aisha menunggu nya bahkan mengirimnya pesan berkali kali.


*****


jet pribadi milik Remigio sudah mendarat dengan sempurna di bandara Prancis Valera dan Remigio berjalan dengan langkah tegas dan terkesan angkuh bahkan wajah Remigio hanya menyiratkan kedataran dan dingin tangannya menggenggam tangan Valera dengan lembut bahkan semua orang kini sudah tau jika Valera kekasih sang penguasa ORTAXS


sepuluh orang pengawal sudah berdiri dengan sigap sempurna serta menunduk hormat tat kala sang tuan sudah dekat di depan mata


iring iringan mobil mewah berwana hitam kesukaan Remigio telah membelah jalanan perjalanan mereka untuk sampai ke markas king memakan waktu dua jam


ya Remigio memutuskan untuk ikut mengantar serta melihat bagaimana sepak terjang kepemimpinan sang kekasih

__ADS_1


ponsel Valera berbunyi nyaring memecahkan lamunan


" Maya " gumam Valera tanpa basa basi Valera langsung mengangkat nya, terlihat dari raut wajah Valera sangat senang ketika sang sahabat menghubungi dirinya karena sudah lama tidak saling berkomunikasi karena kesibukannya masing masing, hingga raut wajah Valera berubah dingin ketika Maya member kabar bahwa selama beberapa Minggu terkahir selalu ada orang yang mengawasi di sekitar caffe, Valera masih diam dan mendengar penjelasan Maya


" tenanglah Maya, mungkin pria itu salah satu penggemarmu " ucap Valera menetralkan dirinya Valera yakin itu salah satu musuhnya tapi mengapa mereka bisa mencapai Indonesia ? " baiklah Maya terimakasih informasinya kau jangan terlalu cemas, itu tidak baik " ucap Valera dengan nada candaannya


Remigio masih menatap wajah sang kekasih yang nampak berubah ubah kayaknya bunglon, Valera meletakan kembali ponselnya di tas miliknya


" ada apa ?" tanya Remigio lembut, Valera pun menjelaskan apa yang Maya sampaikan dengan rinci sampai Remigio pun ikut mengerutkan dahinya


" masalah semakin bertambah bahkan aku belum juga menuntaskan satu demi satu dari mereka yang menjijikan itu " gerutu Valera kesal membuat Remigio terkekeh


hingga dua jam berlalu kini mereka telah sampai di depan gerbang dan pelataran kawasan markas king


bahkan para penjaga king yang bertugas sampai dibuat melongo karena banyaknya mobil mewah yang kini memenuhi pelataran markas king


" buka gerbangnya ! " ucap Valera lantang seketika orang yang bertugas itu langsung terperanjat ketika mendengar suara sang lady


Remigio terkekeh mendengar suara lantang Valera menurut Remigio itu tidak cocok dengan wajah cantik dan anggun sang kekasih


" selamat datang lady " ucap mereka serempak dan Valera hanya mengangguk pelan dengan Remigio di sampingnya sedangkan para pengawal Remigio memilih untuk menunggu tuannya di luar.


" di mana Dave " ucap Valera


" mereka sudah berada di ruangan yang seharusnya lady " ucap pria itu sopan dan Valera langsung menuju ruangan rapat yang berada di lantai dua bangunan mewah itu


" sweatheart, aku suka gaya arsitektur markas mu ini " ucap remigio memuji dan Valera hanya tersenyum manis, kini mereka sudah di depan pintu yang sangat luas dan megah Valera menekan salah satu tombol di samping kanannya dan seketika pintu itu bergeser terbuka membuat orang yang berada disana menunduk penuh hormat kepada Valera


Valera dan Remigio duduk berdampingan dan jajaran dalam kepemimpinan kekasihnya sedang menatap penuh tanya saat ini


" bagaimana hasil penyelidikan kalian tentang penyerangan waktu lalu " ucap Valera datar dengan sorot mata yang sangat tajam


" kami belum mengetahui mereka berasal dari mana nona " ucap Dave menjelaskan dan kini Valera hanya diam tak bersuara


" aku ingin melihatnya ! " ucap Valera dingin dan seketika salah satu dari mereka segera mengambil benda itu dan memberikannya kepada Valera


Valera menatap sebuah lencana itu dengan seksama sambil membolak balikan seperti sedang menelisik lebih dalam Remigio pun ikut melihat.


" samurai " gumam Valera " selidiki salah satu organisasi di Jepang, aku mencurigai seseorang dan selidiki lebih lanjut Aldebaran serta satu orang kepercayaan Ben yang waktu itu menyerang kita di pemakaman. " ucap Valera tajam dan semua orang kini menatap Valera " jangan menatap ku seperti itu, lakukan saja dan selidik setiap kelompok mafia kelas atas disana dan cocokan dengan hasil penemuan kalian " ucap Valera lagi sambil memijit pelipisnya sungguh ia Valera sangat lelah karena ia baru saja tiba setelah melakukan perjalanan berjam-jam di tambah kini sudah muncul masalah baru sebelum Masalah lama tuntas

__ADS_1


" apa kau tidak apa2 sweatheart ? " tanya Remigio lembut sembari mengelus lembut kepala Valera semua itu tak luput dari pandangan seluruh jajaran king mereka hanya memalingkan wajahnya karena tak ingin melihat adegan romantis sang lady, Dave hanya bersikap seperti biasa bahkan kini ia berfikir perkataan ladynya Jepang ? seseorang yang dicurigai ? siapa kah gerangan ? jika orang yang menyerang di pemakaman waktu lalu masih masuk akal sama hal nya dengan Aldebaran ! entahlah setau Dave nonanya tidak mempunyai musuh yang berasal dari negara itu. Lama dalam keheningan hingga suara alrm peringatan terdengar menggema di seluruh bangunan markas milik king


TIt Tit Tit Tit Tit


__ADS_2