Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
*Lupa judul


__ADS_3

Caffea hall city Paris, VVIP


Valera dan Thomas kini berhadap-hadapan dengan Aranna dan Asyur, keempat orang itu akan terlibat pembicaraan yang serius. Asyur tak henti-hentinya menatap wajah wanita yang sempat mengisi hatinya itu.


Aranna terkesiap saat bertemu dengan wanita yang selalu menghiasi dinding kamar pribadi Kakak nya itu, Aranna menatap kagum pada sosok wanita yang cantik dan elegan yang duduk berdampingan dengan Thomas.


" kita mulai " tegas Valera lagi.


" silahkan " ucap Asyur tak kalah datar.


valera menatap pada Aranna yang sedari tadi terus menatapnya tanpa berkedip, gadis cantik dengan rambut sebahu dan bertubuh sedikit mungil itu tersenyum kikuk saat Valera menatap balik kearahnya, Valera tersenyum manis menanggapi.


" Aku yakin jika keinginan ku untuk bertemu kalian adalah membicarakan hal Thomas dan juga adikmu tuan Asyur " datar Valera dan Asyur mengangguk kecil tanda mengerti " sebelumnya aku meminta maaf atas kesalahan orang ku yang telah menodai adikmu " ucap Valera dengan tulus dan Asyur hanya mengangguk kecil sedangkan Aranna hanya diam menyimak pembicaraan keduanya kini. " Aku tak tau harus berbicara apa, mungkin ini adalah takdir tuhan. Takdir adikmu hidup bersama dengan salah satu orang ku. " ucap Valera lagi dan Asyur hanya menanggapinya dengan anggukan biasa. " baiklah, jangan berbasa-basi. Haii..Aranna perkenalkan namaku Valera " ucap Valera ramah dan Aranna tersenyum manis.


" nama yang bagus " gumam Aranna dan Valera tersenyum tipis.


" Thomas sudah ku anggap sebagai adikku sendiri, untuk kesalahannya aku tau tak bisa merubah apapun tapi untuk bertanggung jawab aku sangat menyetujuinya. " ucap Valera lagi.


" aku mengerti, lagipula Thomas tidak sepenuhnya bersalah dalam hal ini " ucap Aranna dan Valera diam saja. " Aku pun bersalah karena memaksa Thomas untuk melakukan nya daripada aku melakukanya dengan lelaki tua itu " ucap Aranna dan Valera sedikit terkekeh sembari menyeruput teh Jasmine kesukaannya.


Asyur menatap Valera dengan tatapan yang sulit diartikan. Senyum kecil itu akhirnya bisa ia lihat lagi tapi Asyur sadar kini Valera sudah di miliki orang lain dan Asyur sadar akan hal itu.


" Katakan padaku jika pilihanmu tak akan membuatmu menyesal disuatu saat nanti. " ucap Valera dan Aranna menggeleng dengan cepat.


" tidak. Aku tidak akan menyesal dengan keputusan ku. Justru aku takut Thomas yang akan menyesal " ucap Aranna lirih dengan pandangan yang menunduk. Valera kini menatap Thomas dan Thomas mengerti akan tatapan itu.


" Aku tidak akan menyesal Aranna, percayalah padaku. Walaupun kita baru saling mengenal tapi biarkan aku mengetahui semua tentangmu, biarkan aku yang menemani hari-hari mu selanjutnya, dan biarkan aku yang menjadi suamimu satu-satunya nya. Aku yakin cinta akan datang dengan sendirinya. '' ucap Thomas dan Aranna kini menaikan pandagannya dan tersenyum manis kearah Thomas.


" akupun demikian Thomas. " ucap Aranna lagi dan Thomas tersenyum manis.


" Jadi aku harap setelah ini tak ada gunjingan apapun untuk kedepannya nanti termasuk dari dirimu tuan Asyur " ucap Valera kini menatap kearah Asyur dan Asyur mengerutkan dahinya seketika. " aku harap kau mengerti apa maksud dari ucapan ku. " tegas valera dan Asyur terkekeh.


" Aku mengerti. Kau jangan terlalu khawatir jika aku akan menghakimi orang mu yang akan menjadi suami adikku itu artinya Thomas pun menjadi adikku bukan ? '' ucap Asyur dan Valera hanya mengangguk kecil. " Aku serahkan pada mereka berdua saja. '' ucap Asyur.


" Jadi kapan acaranya berlangsung ? tidak mungkin jika menunggu perut mu membesar bukan ? " tanya Valera dan Aranna menjadi gugup jika main.


" secepatnya nona. Aku akan mempersiapkan semuanya dengan kemampuan ku sendiri, itupun jika Aranna mau " ucap Thomas.


" Aku mau " cepat Aranna dan Valera tersenyum manis " kau jangan berburuk sangka padaku Thomas. Aku mau, terserah kau saja. Dan aku harap aku menjadi pengantin wanita yang paling bahagia nanti '' ucap Aranna dengan pipi yang bersemu merah menahan malu.


" terimakasih Aranna telah mau menerima lelaki seperti diriku. Derajat ku dan derajat mu sungguh berbeda tapi kau dengan lapang dada mau menerima ku dalam bagian hidupmu. " ucap Thomas bersungguh-sungguh dan Aranna tersenyum lembut kepada Thomas.

__ADS_1


" aku suka keberanian mu Thomas. Kau bukan lelaki pengecut yang lari dari tanggung jawab. Kau lelaki berani yang mengakui perbuatan mu itu walaupun adikku ikut andil dalam hal ini, aku salut padamu. Tapi jika saja ceritanya tidak seperti ini, maka aku akan mencari mu dan memenggal kepala mu dengan tangan ku sendiri. " ucap Asyur dan Thomas hanya mengangguk.


" sebelum kau melakukan nya, maka aku sendiri yang akan melakukan nya " datar Valera dan Asyur menyunggingkan senyumannya. Ia tahu jika Valera tipe wanita yang perduli akan semua orang, dan Asyur tahu jika Valera tak akan membiarkan hal itu terjadi. " baiklah. Terimakasih atas waktunya tuan Asyur dan Aranna. Jika begitu aku pamit '' ucap Valera sopan dan bersikap profesional.


" tunggu " ucap Asyur menahan Valera agar tak terburu-buru hingga membuat Valera mengerutkan dahinya pelan. " maaf, aku membawakan hadiah untuk bayi mu, tolong diterima " ucap Asyur sembari menyertakan sebuah paper bag dari brand ternama " Aku.. aku tak tau jika isinya tak akan sesuai dengan selera mu, tapi aku harap kau menerimanya. " ucap Asyur dan Valera tersenyum.


" baiklah, terimalah tuan Asyur " ucap sopan Valera dan Asyur mengangguk lega.


******


Kehamilan Zizi yang memasuki dua bulan membuat calon ibu muda itu berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya. Vyan sang suami sudah menyiapkan satu maid untuk membantu segala kebutuhan Zizi selama vyan bekerja.


" good morning, babe " ucap vyan dengan mengecup pipi Zizi lembut. Vyan sudah siap dengan pakaian formalnya untuk ia pergi bekerja.


Zizi dengan sigap menyiapkan sarapan untuk Vyan sebelum ia berangkat, dan Vyan duduk dengan manis sembari menunggu sang istri yang sedang mengolesi selai keju ke dalam roti milik nya


" sarapan lah, " lembut Zizi dan vyan berterimakasih akan hal itu. Zizi pun mengolesi selai strawberry kedalam rotinya pada saat Zizi akan menyantapnya ponsel milik Vyan berdering begitu saja hingga membuat si mpunya melihat kearah layar ponselnya.


" siapa ? " ucap Zizi penasaran karena vyan tak mengangkat panggilan tersebut dan memilih acuh begitu saja.


" bukan siapa-siapa babe, tidak penting. " ucap Vyan tapi lagi-lagi ponsel miliknya berdering hingga Zizi mengambil alih ponsel milik suaminya dan tertera nama Yolanda disana, dahi Zizi berkerut kemudian lalu matanya menatap kearah Vyan dengan tajam.


" kau menyimpan nomor ponsel miliknya ? " tekan Zizi.


Zizi dengan kesal memblokir nomor milik Yolanda agar ia tak bisa menghungi suaminya lagi, vyan terkekeh saat melihat Zizi cemburu seperti ini. Zizi tampak tak berselera untuk menyantap sarapannya kembali.


" babe, sarapan mu ? " panggil vyan akan tetapi Zizi hanya memberikan tatapan tajam pada vyan seolah berhenti untuk berbicara karena saat ini Zizi dalam keadaan mode marah.


Vyan meruntuki Yolanda yang merusak paginya kali ini dan membuat Zizi marah dan enggan berbicara dengan nya pada akhirnya vyan menyusul Zizi menuju kamar nya.


tampak Zizi sedang menatap dirinya di depan cermin membuat Vyan mengeryitkan dahinya bingung, tangan kekar itu mengelus bahu Zizi lembut.


tanpa sadar airmatanya Zizi mengalir tanpa permisi dengan cepat Zizi mengusap air mata sialan itu, vyan memeluk tubuh Zizi dengan begitu erat, ia tau jika Zizi menangis.


" jangan menangis babe, " ucap vyan lembut.


" Aku takut suatu saat nanti kau akan mencampakkan aku dan memilih untuk kembali pada mantan kekasih mu itu. Aku takut Vyan " Isak Zizi lagi dan Vyan menghentikkan ucapan Zizi dengan mencium nya lembut.


" Itu semua tak akan pernah terjadi. Aku mencintaimu Zizi dan aku mencintai anak kita. Aku tak akan pernah membiarkan siapapun yang merusak kebahagian kita. " tegas Vyan dan Zizi hanya diam saja dan memilih memeluk erat tubuh suaminya kini.


kehamilan Zizi benar-benar membuat hormon nya meningkat dan lebih sensitive lagi, Yolanda adalah ketakutan terbesar dalam biduk rumah tangganya yang baru seumur jagung itu. Zizi menggeleng pelan saat pikiran buruk tiba-tiba saja datang di otak cantiknya.

__ADS_1


" tidak ! tidak akan ku biarkan. Aku akan menghajarnya sampai puas jika ia berani mengusik milikku. " ucap Zizi tegas dan vyan mengangguk mantap dengan senyum terkembang.


" sudah aku bilang, lakukan lah jika itu memang benar-benar terjadi " kekeh Vyan dan Zizi hanya diam sembari mengerucutkan bibirnya kedepan lalu melepaskan pelukan hangat suaminya dan memilih untuk duduk di sisi ranjang.


" Aku akan pergi bekerja, jika terjadi sesuatu tolong kau hubungi aku secepatnya " ucap lembut Vyan dan Zizi hanya mengangguk kecil lalu membalas ciuman bibir Vyan dengan penuh gairah. Vyan terkejut tapi ia begitu menikmatinya mata keduanya sama-sama terpejam dan sedang menikmati kehangatan satu sama lain. " jangan sekarang babe, aku harus pergi '' serak vyan dan akhirnya Zizi menghentikkan aksinya itu.


Vyan segera melangkah pergi karena ada meeting lagi ini yang tak bisa ia tinggalkan, sepanjang perjalanan dirinya hanya memikirkan Zizi dan calon anaknya kelak, Yolanda ia harus benar-benar bertindak tegas pada wanita itu.


" Leonel tolong kau cari kan untukku nomor ponsel yang baru. " ucap Vyan dan Leonel hanya mengangguk patuh. Sesampainya di perusahan Harson Vyan segera masuk menuju keruangan nya yang berada di lantai teratas.


para karyawan menunduk hormat tat kala bos besar mereka datang. Vyan melihat Gloria yang berjalan dengan pandangan kosong sembari menenteng tas miliknya. Vyan mengeryitkan dahinya bingung dengan cepat ia berjalan dan menghampiri Gloria.


" Gloria " panggil Vyan dan Gloria hanya menoleh sekilas lalu menatap kembali kearah depan " ada apa dengan mu ? " ucap Vyan lagi.


" tidak ada kak " ucap pelan Gloria dan Vyan tampak aneh dengan sikap Gloria pagi ini.


" jika terjadi sesuatu katakan padaku Gloria, aku ini kakak mu setidaknya aku bisa membantumu jika diperlukan. " ucap Vyan lagi setelah mereka berdua berada di dalam lift. Gloria membeku ditempatnya ia hanya sedang memikirkan cara bagaimana ayahnya bisa merestui hubungan percintaannya dengan Dave. Bingung benar-benar bingung bukan ?


" Tidak ada kak, jangan khawatir " ucap Gloria lagi dan Vyan hanya diam tanpa mau bertanya kepada adik sepupunya itu karena ia tahu jika Gloria sedang mendapatkan masalah.


lift yang membawa mereka telah tiba di lantai teratas gedung itu, vyan dan Gloria segera memasuki ruangannya masing-masing tapi sebelum itu vyan mengatakan sesuatu jika ada meeting penting dan Gloria harus ikut didalamnya.


Setelah kejadian malam itu Gloria benar-benar bungkam, ia tak mau berbicara panjang lebar walaupun Dave sudah membujuknya beberapa kali bahkan Dave sudah meminta maaf kepada Gloria tapi nihil Gloria memilih mendengarkan tanpa mau menjawab.


sebuah pesan masuk kedalam ponselnya sang ternyata dari vyan yang memintanya segera bersiap-siap karena mereka akan menuju suatu tempat untuk melakukan meeting pertama dengan perusahaan Dubai.


Leonel sudah menunggu di bawah tak lama Gloria datang dan beberapa menit kemudian vyan datang, Leonel segera melajukan mobilnya kesebuah hotel mewah untuk melakukan meeting penting ini.


Ruang VVIP.


Gloria mematung kala melihat siluet seorang pria yang dikenalnya itu, lelaki itu pun tak jauh terkejut nya seperti Gloria dan Vyan ia hanya menatap keduanya dengan tatapan heran sekaligus bingung.


" selamat pagi tuan Harson " ucap ramah lelaki bersetelan formal berwarna biru navy yang tampak elegan di tubuhnya. Gloria duduk di dekat Vyan dengan menggenggam sebuah map berwarna hijau. " dan selamat pagi nona " ucap lelaki bersikap profesional.


Gloria hanya mengangguk kecil tanpa mau menjawabnya, vyan berbicara lugas dan formal sebelum meeting mereka dimulai, tampak pandangan lelaki itu tak pernah luput dari Gloria dan Vyan menyadari hal itu.


" baiklah kita mulai " ucap vyan lagi dan lelaki itu mengangguk setuju, Gloria segera membuka map yang ada ditangannya untuk ia sodorkan di hadapan lelaki itu.


gerak-gerik keduanya tak luput dari pandangan Vyan, Gloria bersikap layaknya seorang profesional, senyum tipis terbit di sudut bibir Vyan saat melihat Gloria yang mampu menutupi sesuatu dari dirinya.


" silahkan " ucap Gloria tenang dan lelaki itu mengambil map tersebut dan membaca beberapa poin penting tentang Harson Crop's. Lelaki itu terlihat mengangguk-anggukan kepalanya tanda tak keberatan. Bekerja sama dengan perusahaan besar memang harus sedikit berkorban jika mau maju. Lelaki itu mengangguk setuju dan berjabat tangan dengan Vyan.

__ADS_1


Vyan tersenyum tipis karena kliennya kali ini setuju tanpa mau berkomentar Ya itulah bisnis kita harus bisa melobi dan membuat para kliennya terkesan termasuk keuntungan dan kerugian yang tercetak jelas di dalam map tersebut.


__ADS_2