
Satu bulan berlalu satu persatu masalah dapat ditangani dengan baik, hanya saja orang yang menggunakan nama King telah pergi sebelum para anak buah king menuju lokasi, Valera membiarkan orang-orang itu melarikan diri karena baginya ini tak terlalu mengacaukan.
para mafia yang berada dibawah naungan king terlihat baik-baik saja dan bisnis serta usaha mereka makin berjaya dan melebar dimana-mana, sang lady kebanjiran pemasukan secara terus-menerus.
bayi Athena kini sudah beranjak hampir enam bulan, bayi mungil itu selalu diawasi ketat oleh para pengawal milik Valera maupun Remigio, Karena mereka tak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk kepada putrinya, dan Athena pun banyak menghabiskan waktunya di Mansion utama keluarga Harson bersama dengan George tentunya.
pada saat Valera dengan menikmati wine dengan para jajarannya tiba-tiba paman Jiro menghunginya membuat Valera mengeryitkan dahinya heran, ada apa ? tanpa basa-basi Valera mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo nak, paman ingin mengabarkan sesuatu jika paman Yu tewas terbunuh " ucap paman Jiro dengan sendu hingga Valera terkejut dan syok bukan main. " mayat nya sungguh mengenaskan. " ucap paman Jiro lagi.
PRANGGG
gelas yang berada dalam genggamannya jatuh dan pecah berserakan begitu saja, semua orang terkejut bukan main, Valera diam tak berbicara apapun.
" Apa yang paman bicarakan ? bagaimana bisa " ucap Valera dengan suara tercekat seakan pasokan oksigen nya berkurang begitu saja, Zizi yang berada disana seketika penasaran begitupun dengan yang lain.
" aku tak tau, dan aku mendapatkan kabar ini dari asisten paman Jiro. Aku dan para rekan ku yang lainnya akan terbang menuju Argentina malam ini juga nak.. Kami mencurigai sesuatu. " ucap paman Jiro lagi.
" Aku akan kesana, tapi kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama " ucap Valera seraya mengusap airmatanya yang luruh begitu saja. Semua orang mendadak bingung dengan apa yang terjadi, Zizi berpindah tempat dan kini duduk di samping Valera dan menatap wajah adik iparnya kini.
valera meletakkan ponsel miliknya kembali, sungguh ini kabar yang sangat mengejutkan untuk dirinya, belum juga Valera mengulik masa lalu tentang kakek serta lainnya tapi paman Yu tewas di bunuh seseorang.
" siapa yang membunuhnya ? apa musuh masa lalu ? atau bagaimana. Jika paman Yu dibunuh oleh musuh yang berkaitan kemungkinan besar paman Jiro dan lainnya dalam bahaya. " ucap Valera hingga semua orang terkejut bukan main, dibunuh Zizi terperangah dan menatap orang-orang disekitarnya.
" paman Yu dibunuh ? " gumam Dave dan Valera mengangguk samar " ya tuhan.. Apalagi ini " ucap Dave seraya mengusap pelan wajahnya itu.
" Aku akan pergi ke Argentina. Tolong kalian pantau keadaan disini. Aku ingin mengantarkan paman Yu ke tempat peristirahatannya yang terakhir. " ucap Valera dan semua orang mengangguk tegas.
Elion dan Lotus saling pandang, Mereka terlihat berfikiran yang sama, Satu bulan berlalu mereka melewatinya dengan damai bahkan terbilang mudah untuk menyelesaikannya, tapi Elion yakin akan ada badai besar setelah ini.
******
Argentina, waktu setempat.
Kabar kematian paman Yu menyebar begitu saja dikalangan para pembisnis di lingkup dirinya, orang-orang berbondong dan mengucapkan bela sungkawa nya kepada beliau serta mengantar paman Yu ketempat peristirahatan terakhirnya.
Anak-anak paman Yu menangis dan meraung di samping jasad sang ayah, Para asisten dan para orang kepercayaannya hanya bisa menunduk dalam diam, Suasana kediaman paman Yu yang megah seketika sesak oleh orang-orang yang hadir, mereka semua memakai pakaian hitam karena turut berduka cita atas kepergian mendiang paman Yu.
Beberapa jam berlalu tubuh kaku paman Yu belum juga dikebumikan karena sang asisten milik paman Yu mengabarkan akan ada para sahabat paman Yu yang datang kemari, dan para anak-anak paman Yu hanya bisa mengangguk seraya menunggu kedatangan mereka.
Tak lama lama Jiro datang dengan orang-orang miliknya, ia terpaku menatap tubuh yang terbujur kaku di hadapannya itu, paman Jiro bersimpuh dan memandang wajah sahabatnya yang sudah pucat itu,
" Apa yang terjadi ? siapa yang melakukannya " ucap paman Jiro dengan tercekat. Paman Jiro sengaja membuka kain yang menutupi tubuh paman Jiro dan alangkah terkejutnya saat ia melihat beberapa luka tusuk dan kaki paman Yu yang hilang satu entah kemana, semua orang syok dan lebih memalingkan wajahnya karena tak kuasa melihat semua itu.
__ADS_1
waktu semakin berlalu, anak-anak paman Yu meminta agar jasad ayahnya segera dimakamkan dan paman Jiro setuju, hari itu para pengawal paman Yu dan pengawal milik paman Jiro membantu proses pemakaman paman Yu, terlihat wajah paman Jiro tak kuasa menahan air matanya. Sahabat seperjuangan nya kini telah tiada dengan cara yang mengenaskan seperti ini.
siapa yang melakukannya ? apa tidak ada saksi mata saat kejadian aku harus menyelidikinya. Batin Jiro
Keesokan harinya, Mansion paman Yu.
Kedatangan Valera dan Remigio disambut baik oleh pihak keluarga paman Yu terlihat paman Jiro dan lainnya sedang duduk berkumpul membentuk sebuah lingkaran. Valera dan Remigio ikut bergabung.
Valera memandang photo paman Yu yang di pajang besar di dinding, seketika ia merasakan kehilangan lagi, paman Yu orang yang ia kenal sedari kecil kini telah tiada dengan cara tragis seperti ini.
" Apa yang terjadi ? dimana kejadian itu berlangsung " ucap Valera memandang wajah semua orang yang hanya terdiam.
" beberapa hari ini ada seseorang yang selalu mengikuti paman Yu pergi, awalnya paman Yu tak menaruh curiga tapi setelah beberapa hari ia merasa aneh dan curiga pada orang-orang tersebut. keesokan harinya saat paman Yu akan ke suatu tempat tiba-tiba ia diserang dan dikepung oleh orang tak dikenal pengawal yang menjaga paman Jiro kala itu tewas hanya satu yang tersisa tapi kini ia belum sadarkan diri " ucap seorang wanita berpakaian layaknya seorang pengawal disana. Valera diam menyimak begitupun dengan yang lainnya.
" Apa Yu mempunyai musuh lain ? " ucap nyonya Mecca ikut menimpali.
" saya kurang paham nyonya. Tapi yang saya tau semenjak kepulangan beliau dari Paris ada berapa hal yang aneh termasuk orang-orang tak dikenal yang berusaha masuk kedalam wilayah Tuan Yu. " ucap wanita itu lagi dan kini semua orang saling pandang satu sama lain.
Hal aneh ? apa ada yang dilakukan oleh paman Yu sebelumya. Valera berfikir demikian karena tak mungkin paman Yu tiba-tiba diserang begitu saja jika tak melakukan sesuatu hal yang lain.
seketika wanita berpakaian seperti pengawal itu mengingat sesuatu hal sebelum paman Yu diserang dan sebelum ia pergi menuju Paris, semua orang tersentak dan menatap wanita berambut cepak itu.
" tuan Yu sempat pergi ke suatu tempat hanya untuk mengamankan beberapa berkas miliknya, wajahnya panik saat ia pergi ke tempat itu. " ucap wanita berambut cepak " ohh astaga dimana lelaki yang mengawal tuan Yu pada saat itu " ucapnya tiba-tiba hingga mengangetkan semua orang.
" bicara yang jelas !! " ujar Loose lantang hingga wanita berambut cepak itu gugup setengah mati, " berkas apa yang kau maksud ?? " ucapnya lagi.
" ini berkaitan, kita semua dalam bahaya ! " ujar paman Jiro tiba-tiba. Hingga Valera yang termenung menyipitkan matanya seketika " berkas itu kepemilikan milik Marcell Harson, itu berupa aset yang telah diberikan oleh Marcell Harson kepada Yu, tapi kenapa Yu ingin mengamankan nya ? aku yakin telah terjadi sesuatu " ucap paman Jiro lagi.
" Jangan bermain teka-teki paman. " saut Valera menatap tajam paman Jiro hingga semua orang menatap kearah pria berdarah Jepang itu. Remigio ikut mendengarkan dengan seksama, sepertinya ia harus membantu sang istri.
" Nak.. Dengarkan aku baik-baik. Bukankah aku pernah mengatakan jika mendiang Kakek mu sangat berjasa akan hidup kami para sahabatnya, aset-aset yang kakek mu berikan kepada kami sebelumnya menjadi incaran para orang-orang di luar sana. Kau pasti tak tau jika Mendiang Kakek mu memliki aset ilegal dan legal yang begitu banyak termasuk Indonesia. " ucap paman Jiro dan Valera diam walaupun ia tak mengerti " kemungkinan ini berkaitan dengan Frazzes willyam salah satu orang yang telah membunuh kakek mu, kemungkinan besar pelaku lainnya mulai menampakkan taringnya saat ini termasuk orang yang telah mengambil Quenn dari tangan kakek mu. " ujar paman Jiro dan Valera diam saja seperti sedang mencerna perkataan paman Jiro.
" nyawa kita dalam bahaya Jiro " pekik Mecca terkejut saat ia menyadari sesuatu, hingga suara kegaduhan mulai terdengar di luar mansion milik paman Yu, suara alarm begitu nyaring hingga semua orang berlari termasuk wanita berambut cepak itu.
" serangan !! " pekik wanita itu lantang hingga paman Jiro dan lainnya terkejut bukan main, valera masih duduk santai begitupun dengan Remigio " tuan, nyonya ayo ikuti aku. Kalian harus menyelamatkan diri. " pekiknya sedikit panik hingga nyonya Mecca menarik tangan Valera begitu saja dan Valera diam begitupun dengan yang lainnya.
semua orang mengikuti langkah wanita berambut cepak itu, suara selongsong senjata saling bersautan, ribut, riuh berbaur menjadi satu. Valera kian panik kala mansion paman Yu bergetar, ternyata mereka bertemu dengan keluarga paman Jiro yang diamankan oleh pengawal dan asisten paman Yu.
" Ya tuhan apa lagi ini. serangan ? disaat makam Yu masih basah " ucap Loose menghela nafasnya sesaat. Ini tak bisa di prediksikan mereka menyerang tiba-tiba saat kondisi seperti ini.
DUARRRR.
" cepat masuk, ini pintu rahasia. Ada jalan keluar dari lorong nanti. Cepat waktu tak banyak. Mereka semakin banyak " panik wanita bercepak hingga tangannya bergetar bukan main Valera dan Remigio saling lirik dan akhirnya mengangguk satu sama lain.
__ADS_1
" dimana ruang senjata ? " tegas Valera dan wanita itu menunjuk di sebuah lantai bawah, Valera paham akan maksud itu pasti ruang bawah tanah. " paman, bibi kalian masuk dan jangan keluar, ikuti saja jalan yang berada di lorong tersebut. " ucap Valera tegas dan nyonya Mecca mengangguk walaupun terlihat ragu. " jangan takut. Aku pastikan kalian semua selamat " ucap Valera dan paman Jiro serta lainnya memasuki ruangan itu ditemani empat pengawal bersenjata lengkap.
DODODORDODODOR !!!
ternyata mereka telah memasuki mansion, Remigio segera membuka pintu ruang bawah tanah yang menyimpan banyak senjata Valera dan wanita bercepak itu dengan segera menghalangi musuh yang ada.
" nyonya pakai ini " ucap wanita bercepak seraya memberikan senjata berjenis revolver dan Valera mengangguk mantap.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
DODODORDODODOR !!!
" sial mereka mengepung !! " ucap Valera karena ia tak menyangka jika kedatangannya kali ini akan beraksi tanpa tau siapa dalangnya. valera bersembunyi di balik sebuah sofa tinggi, Valera bisa merasakan jika anak buah paman Yu banyak yang tewas karena tak siap dengan setengah tiba-tiba seperti ini.
" sweatheart " lirih Remigio hingga Valera terkejut bukan main karena kedatangan suaminya tiba-tiba. Valera melihat jika Remigio membawa banyak senjata berserta amunisinya dalam satu buah tas ransel. Valera segera membuka dan melihatnya ternyata Remigio pun membawa beberapa buah bom bola berwarna biru di dalam tas.
PRANGGG
" shitt, mansion ini terkepung kita bagi tugas " ucap Remigio dan Valera mengangguk paham.
DODODORDODODOR !!
AGHHH
valera terkejut karena wanita berambut cepak tertembak di bahu lengannya, Valera kian panik kala orang-orang berpakaian hitam itu mulai masuk dan menodongkan senjatanya tepat kearah kepala wanita berambut cepat itu.
valera dan Remigio diam tak bersuara seakan menjadi detektif dan menguping pembicaraan mereka, dada Valera berdebar tak karuan posisi mereka sebenarnya tak jauh, Valera dan Remigio diam tak melakukan pergerakan apapun karena takut ketahuan.
" Dimana mereka !! " ucap seorang lelaki berjenggot tebal dan wanita berambut cepak itu hanya menggeleng pelan.
" siapa yang kau maksud !!" pekik wanita itu dengan berani. " Dan siapa kalian semua !! " ucapnya seraya menahan rasa sakit di bahu nya itu.
" banyak bicara " geram lelaki itu.
BUGHHHHHH
AGHHH
teriakan wanita itu membuat Valera menelan ludahnya kasar, Remigio menyiagakan senjatanya miliknya bohong jika keduanya tak panik tapi mereka harus bertindak hati-hati.
" Mereka siapa yang kalian maksud ? sungguh ... aku..aku tak tau " rintih wanita itu lagi karena menahan sakit di bagian perutnya karena diterjang dengan kasar.
__ADS_1
" Para teman tua Bangka sialan itu. " ucapnya lagi dan wanita itu menggeleng tak tau. " dimana kau menyembunyikannya. Jangan berbohong dan mengelabui ku. Atau kau akan ku bunuh saat ini juga '' ancam lelaki itu dengan garang dan berwajah sangar " cepat cari diseluruh mansion kita harus menemukan para tua Bangka itu " ucapnya seraya memerintah kepada anak buahnya.
valera geram bukan main ternyata yang dikatakan paman Jiro ada benarnya, nyawa mereka dalam bahaya tapi Valera masih ingin mengulik kejadian sebenarnya dibalik pembunuhan paman Yu.