
Valera saat ini sedang ada di markas nya ditemani oleh Dave sang kaki tangan nya
ia terlihat sedang membaca kertas kertas yang ada di meja nya
" dave,ayo kita berikan kejutan untuk Diego " smirk Valera
" seperti apa nona " tanya Dave menanggapinya
" kau kirim berkas atas pembunuhan ibunya, aku yakin dia akan lebih terkejut " dengan ayunan tipis nya
" laksanakan nona " dengan membungkuk hormat
aku tidak bodoh Diego,aku menyimpan semua rahasia yang dimiliki oleh ayahmu,kau harus tau seperti apa kelakuan ayah mu
dimana ayahmu seorang penghianat , pembunuh istrinya sendiri yang tak lain ibumu,kau memulai semuanya diego,jika begitu marilah kita bermain . batin Valera tersenyum sinis
Valera berjalan menyusuri setiap markasnya
markas yang ia bangun tidak sembarangan dimana alat alat canggih ada disini,serta ruang kendali pun ada di markasnya,serta cctv di berbagai sudut dan setiap ruangan sampai halaman depan,belakang dan setiap bagian sampingnya sampai gerbang utama dilengkapi cctv serta senjata otomatis
markasnya pun dikelilingi kawat penyegat yang tak terlihat, kawat itu akan berfungsi jika alrm dalam markas berbunyi serta senjata senjata otomatis akan melakukan tugasnya dengan sendirinya
terdapat ruang bawah tanah yang luas dengan bertingkat dua di bangunan itu,serta terdapat beberapa ruang rahasia,Valera membangun markasnya dengan sangat apik serta beberapa hewan buas pun ada di markasnya seperti dua ekor singa jantan yang berbobot sangat besar,empat ekor macan kumbang,yang tak kalah besar nya,dan dua ekor harimau putih yang sangat langka pun berada dalam genggaman nya
hanya Dave orang yang sangat Valera percaya,atas setiap rahasia yang berada dalam markasnya
" aku akan membuat rumah utama sama seperti di markasku " gumam Valera sambil menerka nerka
" nona aku sudah menyuruh kurir untuk mengantar berkas berkas yang anda minta nona " saut Dave dari arah belakang
" bagus Dave,kita tunggu saja apa yang dilakukan Diego,aku cukup yakin dia tidak bodoh " ucap Valera datar " aku akan pulang deve,kau lanjutkan sisanya " seru Valera
" baik nona " ucap deve
Valera meninggalkan markasnya ia melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang alunan alunan musik menemani perjalanan nya,tapi itu tidak berlangsung lama
tiga buah sepeda motor mencoba untuk mengacaukan laju jalan mobilnya
" mau apa mereka " kesal Valera sambil mendecak sebal
motor motor itu terlihat sengaja menghalangi jalan Valera,tapi Valera tidak perduli, ia melaju mobil nya dengan berjalan lurus,seperti tidak ada hambatan apapun
para pemotor itu seperti seorang yang sedang kesetanan dengan suara motor yang begitu nyaring hingga memekik kan telinga
jalan semakin sepi,karena Valera memancing para pemotor itu untuk mengikutinya
" menyebalkan ! " dengus Valera yang terus fokus dengan kemudinya
disaat sedang tidak tepat waktu ponsel Valera berbunyi keras,
tringgg tringgg tringgg
ponsel itu terus berbunyi,sehingga sedikit membuyarkan konsentrasi Valera dalam mengemudi,para pemotor itu terus mengoceh laju mobil Valera
tringgg tringgg tringgg
" aishh,tidak taukah aku sedang berkonsentrasi " gerutu Valera sebal yang langsung mengangkat telefon tanpa melihat siapa yang menghubunginya
" Hallo,apa kau tidak tau aku sedang berkonsentrasi " kesal Valera
" Valera ini aku Remi "
" ohh maaf, aku kira siapa " ujar Valera
*BRUKKKKKK
CHITTTTTT*
" akhhh,berani nya kalian menabrak mobil ku " pekik Valera sebuah mobil entah darimana asalnya menabrak bagian belakang mobil milik Valera , tanpa dia sadari ia masih tersambung dengan orang diseberang sana
" heii,kau kenapa "
" aku tidak tau beberapa orang sedang bermain dengan ku " ucap Valera cepat yang masih saja terus mengendalikan mobilnya
" kau sedang di jalan mana,aku akan segera kesana " ucap Remi tak kalah paniknya
" aku akan mengecoh mereka dan membawa mereka ke kota yang kosong di wilayah timur " ucap Valera dengan ngos ngosan
" baiklah,aku akan segera kesana " ujar Remi yang langsung memutuskan panggilannya
" akhhh,dari mana asal mobil mobil itu, " sebal Valera
jalanan semakin sepi bahkan kota ini sangat sepi tak berpenghuni,karena suatu kebakaran dan aliran listrik pun sudah tak berfungsi lagi jadi para masyarakat di pindahkan oleh para pemerintah,Valera langsung menhubungi Dave sang kaki tangan nya
tuttt tuttt tuttt
" Hallo dave,aku sedang terdesak kau cepat kesini,bawalah para anak buahmu, mereka banyak " ucap Valera dengan emosi
" baik nona,sekarang nona berada dimana " ucap Dave
" kota tak berpenghuni,di wilayah timur,cepat segera " ucap Valera tegas dan langsung mematikan ponselnya
BRAKKKKKK
Valera terhuyung ke depan bahkan dahinya sedikit memar karena benturan yang keras. Sebuah hantaman lagi lagi mereka lakukan
" sial,beraninya main keroyokan " ucap Valera tak kalah emosi
ia lalu mengambil senjata nya di jok bagian samping,Valera selalu membawa senjata senjata nya ketika akan berpergian
terbukti senjata itu sangat berguna,jika keadaan mulai terdesak
Valera membuka kap atas bagian mobil,ia mencoba berdiri dan membidik salah satu motor yang menghalangi nya kakinya ia coba untuk mengendalikan kemudi stir nya
DORRRRR
satu motor telah oleng satu peluru tembus kebagian punggung si pemotor
DORRRRR
__ADS_1
lagi lagi peluru itu tepat mengenai tubuh si pemotor dan tak lama
BRUKKKK motor itu menabrak pembatas jalan
DOR DOR DOR DOR
mobil mobil itu mulai menembak ke arah valera. Valera dengan cepat merunduk dan masuk ke dalam mobilnya,untung mobil yang di bawa oleh nya anti peluru
" ahhhhh aku tidak mungkin berputar putar di sekitar sini " kesal Valera " tinggal satu pemotor lagi yang ada dihadapanku, aku akan menembak nya terlebih dahulu " semangat Valera
ia membuka kaca bagian samping kanannya dan mengeluarkan tangan untuk siap menembak si pemotor
DORRR
peluru itu rapat mengenai kepalanya,tak butuh waktu lama pemotor itu pun ambruk dengan darah yang mengucur dari lubang peluru milik Valera
" Yes !! sekarang tinggal para tikus tikus yang menjijikan " dengan semangat nya " kemana dave,kenapa lama sekali,padahal jarak markas kesini tidak begitu jauh " kesal Valera
DOR DOR DOR
peluru peluru yang ditembakkan musuh mengenai body body mobil mahal milik Valera
" ahhhhh, walaupun mobil ini anti peluru,tapi mobil ini juga bisa meledak, kalau mereka menembak nya dengan membabi buta " Valera semakin bingung
iringan iringan Remigio dengan para anak buahnya bertepatan dengan iring iringan Dave dengan anak buahnya,Valera sangat senang karena mereka datang dengan cepat
DORRR DORRR DORRR
Dave dan anak buahnya menembaki dua mobil hitam yang berada tepat di belakang mobil milik lady nya
DORRR DORRR
remigio pun tak mau kalah ia menembak tepat di bagian ban belakang membuat mobil itu oleng,Dave bingung karena ada yang membantu mereka,tapi ia tak mau ambil pusing Dave pun menembakan pelurunya ke arah lawan
" ahhh kenapa mereka menembak mobilnya,kenapa tidak orangnya " gerutu Valera yang tidak hentinya " aku akan menghentikan mobil di depan sana " lagi lagi Valera semakin kesal,karena menurutnya ini menyita waktu
CHITTTTTT
decitan dari mobil Valera begitu nyaring membuat mobil mobil yang berada dibelakang nya mengerem secara mendadak dan hampir saja terjadi tabrakan antar belakang
Valera keluar dari mobilnya dan memegang dua buah pistol dari di kedua tangannya
musuh-musuh melakukan hal yang sama keluar dari mobil nya dan
" dasar kalian pengecut, ! " teriak Valera
saat musuh ingin melepaskan tembakan
Dave dan Remigio serta anak buah yang lainnya sudang mengelilingi mereka serta mengepung dan menodongkan senjata mereka tepat ke arah para musuh
" lady " sapa dave dan para anak buahnya,Valera pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis,tapi tidak dengan Remigio dan para anak buahnya ia terkejut karena wanita yang ia cintai di panggil LADY ,
LADY menurut mereka adalah mafia elit yang menduduki tahta paling teratas dalam dunia bawah,dan LADY yang mereka sebut hanya satu yaitu pemimpin dari KING
" kalian sudah dikepung,mundurlah dan menyerahlah " seru Valera dengan santai
" cihh,menyerah tidak ada dalam diri kami " ucap salah satu pria dengan sombong nya
" kau jangan terlalu percaya diri nona " seru pria berjaket hitam itu
" percaya diri ?? tentu saja harus " dengan tatapan tajam milik Valera
" mundur dan menyerah lah " seru Dave dengan garang
" DOR "
satu buah tembakan melesat dan mengenai tangan Valera,walaupun peluru itu tidak tembus,tapi masih saja membuat nya terluka dan mengeluarkan darah yang tidak sedikit
" Valera,lady " seru Remigio dan para anak buah KING
" hahahaha,itu adalah peringatan untuk mu nona sombong " ucap pria beralis tebal dengan tertawa mengejek
DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR DOR
akkkhhhh
delapan buah tembakan dari anak buah KING mengenai masing masing tangan para musuh,Al hasil senjata yang mereka pegang terlepas dari genggaman nya,dan para anak buah KING dan Remigio pun mengambil senjata senjata milik mereka
" kau tidak apa apa sweatheart " ucap remigio dengan panik sambil menyobek kemeja milik nya,untuk membersihkan luka serta membalut luka di tangan Valera
" tidak " ucap Valera dengan senyum manisnya,tapi senyuman itu menghilang seketika yang ada wajah dingin dan aura yang membunuh seperti seorang iblis sangat terasa
" beraninya kau ! mengacungkan senjatamu kepadaku ! " pekik Valera dan langsung menendang wajah pria yang tadi menembak nya
darah mengalir keluar dari hidung pria itu
" ckkk,kau hanya seorang wanita yang lemah " ujar pria itu menghardik
DORRRR
Ahhhhkkkk
dan Dave langsung menembak kaki kanan pria itu,ia tak terima nona nya dibilang sebagai wanita lemah
" siapa kalian dan mau apa kalian mengganggu ku " seru Valera dengan aura mengintimidasinya dengan menginjak luka tembak di kakinya
ahhhhkkkk
" ka--kami hanya disuruh saja " ujar pria itu dengan memekik kesakitan
" siapa yang menyuruh mu " dengan menginjak nya semakin kuat
" tuan Diego " ucap pria itu cepat
" lagi lagi orang itu,cihhh tidak sabaran " ucap Valera datar " dan kau salah satu anak buah Jackson hareem bukan,aku tidak sebodoh itu" ujar Valera lagi,orang itu langsung melotot kaget bagaimana wanita yang ada dihadapannya bisa tau
" k-kaauu bagaimana tau " ucap pria itu
" tidak begitu sulit " jawab Valera singkat
__ADS_1
" mengapa kau membunuh tuan kami,dasar perempuan iblis " teriak pria itu ke arah Valera
BUGHHHHHH
satu buah pukulan mendarat tepat di pipi pria itu,ya itu adalah Remigio, dia tidak terima wanitanya disebut iblis
" siapa yang kau sebut iblis brengsek,iblis yang kau sebut itu adalah wanita ku " geram Remi dengan berteriak lantang
Dave dan para anak buahnya terkejut dengan perkataan pria gagah di samping ladynya
begitupun dengan anak buah Remigio, tapi tidak dengan leo dia sudah tau bahwa tuannya mencintai nona Valera
" cihh wanita mu seseorang yang sangat kejam,asal kau tahu tuan " ucap pria itu yang tak kapok kapok nya
" hahahaha,jika aku seorang iblis maka kenapa kau berani melawanku " ucap Valera dengan terkekeh
" kau pembunuh " teriak pria yang berjaket hitam
" ckk menyebalkan " ucap Valera
" tutup mulut kalian,di hadapan lady kami " ucap Dave dengan sangat garang
lagi lagi Remigio kaget dan bingung dengan sebutan LADY apa mungkin wanitanya ini seorang mafia KING
" Dave bawa mereka ke markas " seru Valera dengan kesal
Dave pun menurut dan langsung menyeret mereka dengan di bantu para anak buahnya untuk membawa mereka ke markas
" lady kami permisi " ucap serempak Dave dan para anak buahnya
" pergilah " ucap Valera
mereka pun segera bergegas dan menuju markas tersisa Valera Remigio Leo dan enam anak buahnya
" ada apa dengan wajahmu Remi " ucap Valera
" tidak,tidak hanya saja apa maksud mereka memanggilmu dengan sebutan LADY " ucap remigio dengan menyelidik
" kau tanyakan saja pada mereka " enteng nya
" baiklah,sekarang kau akan kemana? " tanya Remigio
" pulang " seri Valera singkat
" aku akan mengantar mu pulang,Leo kau bawa mobil nona Valera dan yang lainnya kembali lah ,aku akan mengantar wanita ku pulang " ucap Remi dengan nada perintah
" tidak perlu,aku bisa sendiri " ucap Valera .
" tidak, tangan mu terluka,ini adalah perintah" ucap Remi dengan tegas
Valera pun tidak bisa membantah perkataan pria yang dicintainya,dia pun hanya menurut dan masuk ke dalam mobil milik Remi
Leo pun mengekor di belakang mobil bos nya
leo terkagum kagum dengan desain mobil wanita milik bosnya itu,benar benar memukau
30 menit kemudian
mobil mereka telah sampai di gerbang utama kediaman Harson,para penjaga menatap tajam ke arah mobil Remi tapi setelah melihat mobil milik nona nya di belakang mereka segera cepat membuka pagar yang menjulang tinggi itu
" ckk,mungkin mereka mengira aku ini penjahat " gerutu Remi dan Valera pun hanya terkekeh
" masuklah terlebih dahulu " pinta Valera
" apa boleh " ucap Remi dengan senang
" tentu saja " dengan senyuman nya
mereka pun turun dari mobil mewah hitam milik remi,para pengawal dengan setelan rapinya menunduk hormat kepada Valera
" selamat datang nona " ucap mereka serempak
" seperti presiden saja " batin Leo
" kau sudah seperti tuan putri sayang " gemas Remigio
" aku memang tuan putrinya tuan Adomson " ucap Valera dengan gaya sombongnya membuat Remigio terkekeh di buatnya ..
saat langkah mereka sudah memasuki rumah mewah terlihat pria dewasa sedang bersama lelaki paruh baya sedang menikmati coffe nya
" kakak papah " sapa Valera dan mereka pun menoleh serta terpaku karena kedatangan tamu dirumahnya .
" tuan Adomson " gumam vyan
" kau mengenalnya " seru ramius Harson
" pah,perkenalkan ini Remigio Adomson " sambil memperkenalkan remi dan mereka pun berjabat ala lelaki gagah
" selamat malam tuan,perkenalkan saya Remigio Adomson " ucap remigio dengan sopan
" saya ramius Harson,ayahnya Valera Harson " ucap ramius dengan datar
" kau mengenal adikku tuan Adomson " **** vyan
" akhhh tuan vyan,benar sekali saya mengenal adik anda tuan " ujar Remi dengan senyum nya..
pandangan ayah Valera menuju luka yang terbalut kain di tangan Valera .
" nak kau kenapa " ucap ramius langsung berdiri menghampiri putri nya dan vyan pun tak kalah kaget ia langsung menghampiri adiknya itu
" sudah aku tidak apa apa " sambil memperlihatkan senyum nya
"putriku " seorang wanita paruh baya langsung berlari dengan panik setelah melihat luka di lengan putrinya
" siapa yang melakukan ini sayang " dengan nada panik
" peluru nyasar ma " kekeh vakera
" vyan cepat panggil dokter " teriak ramius dan vyan pun langsung memanggil dokter
__ADS_1
tidak mungkin Valera seorang mafia,dia tidak ada tampang seorang mafia,tapi tidak mungkin para pria itu menyerang valera tanpa sebab, batin Remigio