
paman Yu menatap Valera dengan dalam entah bagaimana pandangan paman Yu dalam benaknya, terdapat sorot mata kerinduan disana Valera yang menyadarinya hanya bisa diam dan menatap balik paman Yu kini keduanya sama-sama saling beradu pandang san sibuk mencari arti dalam tatapan itu dalam-dalam
" tentang kematian kakek mu sungguh aku tak tau apa penyebabnya yang pasti seseorang dibalik semua ini, pada saat Marcell membawa Kemila kepadaku untuk dilatih menjadi wanita kuat dan tangguh tiga hari semenjak itu kakek mu sering keluar masuk Rusia dan berakhir di Argentina dengan banyaknya para pengawal yang menjaga keamanan nya " ucap paman Yu dan Valera mendengar dengan seksama bahkan para pasukan bayangan didikan Marcell pun ikut menyimak pembicaraan serius itu " aku sempat berfikir jika orang itu adalah pembunuh ayahnya dari Kemila dalam artian orang yang sama tapi aku tidak bisa menebak lebih jauh, kau tau sendiri jika kakek mu memiliki banyak musuh diluar sana " kekeh paman Yu dan Valera mengangguk pelan " hingga setelah kejadian penyerangan itu, aku menugaskan anak buah ku untuk mencari jejak para penyerangan itu akan tetapi anak buah ku tewas ditempat " ucap Paman Yu lagi dengan tatapan tajamnya
" pengintaian ? " celetuk Valera dan paman Yu tersenyum tipis
" tapi untung saja pada saat itu seseorang memberi tahuku jika Marcell berada di rumah sakit bersama dengan Kemila, aku sempat menemuinya disana tapi tidak dengan Kemila pada saat kedua kali aku ingin menemuinya ayah serta ibumu datang dan langsung membawa Marcell menuju Paris dan aku sengaja tidak menampakkan wajahku dihadapan orang tuan mu, dan pada saat itu aku melihat Kemila yang menangis saat kepergiaan Marcell " ucap paman Yu dengan suara nya yang lirih
Valera duduk dan nampak tenang saat mendengar kata demi kata yang paman Yu sampaikan, hingga seorang pelayan datang dan membawa beberapa minuman serta cemilan untuk para tamunya
" lalu apa paman berusaha mencari pelakunya ? " Picing Valera dan paman Yu mengangguk cepat " apa yang paman temukan ? " tanya Valera lagi
" sangat sulit menemukan pelakunya bahkan jejaknya saja masih sangat misterius " ucap serius paman Yu membuat Valera mengerutkan dahinya seketika ! sulit ? sesulit itukah benar-benar melakukannya dengan mulus bahkan paman Yu saja tidak bisa menemukannya apalagi kakak nya
" jejak ? tanda ? apakah paman yakin tidak menemukan apapun ? mustahil '' kekeh Valera dengan senyum misteriusnya membuat paman Yu tertegun seketika " jangan berbicara omong kosong paman ! aku akan mencarinya walaupun orang itu tidak meninggalkan jejak apapun hingga sampai ke ujung dunia pun aku akan tetap mengejarnya dan akan ku pastikan kepalanya menjadi pajangan di markas besar ku " tajam Valera dengan wajah bengis nya bahkan kini tatapan matanya seakan memercikkan api amarah yang membara
anak ini benar-benar mengerikan. Tapi aku suka dengan tekad nya yang ingin mencari orang itu semoga kau berhasil dan cepat menemukannya karena kami para pendahulu mu sampai saat kini tidak dapat menemukan siapa pelakunya ! . batin Paman Yu
" semoga kau berhasil aku akan membantumu sebisa mungkin, terakhir kali aku bertemu dengan kakek mu saat kepergian Kemila yang akan menuju Roma tapi sebelum itu beliau bertemu dengan Jiro " ucap paman Yu lagi
" Jiro ? nama yang asing, siapa dia " ucap Valera lagi
" salah satu sahabat kakek mu, ohh apa kau tak pernah bertemu dengan para sahabat-sahabat kakek mu hmm.. maksud ku jajaran king terdahulu yang masih dipimpin oleh mendiang kakek mu " tanya Paman Yu lagi dan Valera seperti sedang berfikir keras
jajaran terdahulu ? apa maksud nya ? apa ada yang Valera lewatkan selama ini, memang benar ia tak pernah bertemu dengan para teman bahkan sahabat mendiang kakeknya karena dulu ia tak suka berbaur dan cendrung menyembunyikan diri, benar-benar rumit dan akan semakin rumit
" lalu dimana orang yang kau maksud itu paman ? " tanya Valera yang seperti ingin tau beberapa hal tentang kakek nya terdahulu
" Jepang " singkat paman Yu dan Valera tentu saja terkejut akan hal itu Jepang ? ohh astaga beberapa jauhnya jarak yang akan Valera tempuh untuk menguak tentang kematian kakek nya itu
" Jepang ? ya baiklah kapan kita akan kesana ? " tanya Valera dengan cepat membuat paman Yu tertawa kecil seketika dan Valera acuh saja akan sikap paman Yu ini
" kenapa kau terburu-buru ? " kekeh paman Yu membuat Valera memicingkan matanya seketika
" karena aku tidak suka mengulur waktu dan waktu itu sangat berharga ! maaf paman Yu aku tak suka bekerja dengan jam dan waktu yang selalu terulur dan terkesan lambat. Lebih cepat lebih baik bukankah aku berkata benar ? " ucap Valera dengan nada yang menggelikan membuat bulu kuduk Paman Yu meremang seketika dan kemudian paman Yu mengangguk pelan " baiklah jadi katakan padaku paman kapan kita akan berangkat ? jangan jadikan usia mu untuk menolak ajakan ku " tajam Valera lagi membuat semua orang yang disana tercengang seketika
" kenapa kau begitu kejam kepada pria tua ini " kesal paman Yu dan Valera hanya tersenyum tipis " ya baiklah secepatnya, aku tak bisa menolak ajakan mu karena ini menyangkut masa lalu mendiang sahabatku " ucap paman Yu lagi dan Valera mengangguk pasti
__ADS_1
" terimakasih atas kerja sama nya " ucap Valera dengan santai dan paman Yu tertegun akan perubahan yang Valera lakukan benar-benar pintar berekspresi.
*****
pada malam hari Valera menikmati kota itu di halaman belakang rumah paman Yu karena paman Yu yang memaksa Valera beserta rombongannya untuk menginap selama mereka berada di Afganistan dan Valera tak bisa menolak karena ia pun belum puas mengulik informasi dari Paman Yu .
" siapa Kau ? " ucap suara seseorang membuat Valera terkejut dan menatap tajam kearahnya
" kau berbicara dengan ku ? " Picing Valera dan orang itu hanya menatap bingung padanya
" tentu saja dengan mu apa kau buta ! disini tidak ada siapapun selain kau " ketus seorang wanita kepada Valera membuat Valera acuh dan mengabaikan wanita itu " heii kenapa kau kurang ajar terhadapku ! " pekik wanita itu lagi saat Valera tak menggubris dirinya
" Diam dan jangan banyak bertingkah " tajam Valera membuat wanita itu terdiam seketika " dasar pengganggu ! " ketus Valera lalu berlalu meninggalkan wanita itu
GREPPP
wanita itu mencengkram erat pergelangan tangan Valera membuat langkahnya terhenti seketika dan dengan satu kali gerakan Valera
menyikut nya dengan sangat keras
BUGHHHHHH
erang wanita itu saat ia mendapat serangan di bagian perutnya, Valera menatap tajam kearah wanita itu,
" jangan menyentuhku ! '' ucap Valera dengan datar, wanita itu bangkit dan ingin menghajar Valera akan tetapi paman Yu datang dan menghentikan keduanya
" apa yang kau lakukan Kay " pekik paman Yu berjalan dengan langkah terpogoh-pogoh " apa yang kau lakukan ? " ulang paman Yu menatap marah Kay salah satu anak didiknya yang belajar ilmu pedang dengan nya
" siapa wanita ini paman ? dia bersikap kurang ajar " ucap Kau menunjuk Valera dengan wajah marahnya membuat paman Yu merasa tak enak hati kepada Valera
" dia tamu ku bersikaplah sopan " tegas paman Yu dan Kay hanya bisa mendengus tak karuan
" maafkan dia nak.. perkenalkan namanya Kay salah satu anak didik Paman " ucap paman Yu kepada Valera akan tetapi Valera menatap tajam kearah Kay seolah wanita itu adalah mangsa yang empuk
" berhati-hatilah dalam bersikap dan bertindak nona ! jika tidak ada Paman Yu disini sudah ku pastikan kau merasakan akibatnya karena telah berani menyentuhku dengan lancang " tajam Valera dengan sorot mata yang siap menghunus kearah Kay membuat wanita itu beserta paman Yu menelan ludahnya kasar lalu Valera berlalu pergi menuju kamar yang akan ia tempati. Sedangkan Kay ia mendapatkan peringatan dari paman Yu karena sudah bersikap tak sopan kepada tamunya
keesokan harinya suara ramai-ramai telah memenuhi rumah paman Yu membuat tidur Valera terganggu seketika ia beranjak dari kasurnya dan bergegas untuk mandi agar lebih fresh, setelah selesai dengan ritualnya Valera keluar dan melihat apa yang terjadi ternyata rami sekali bahkan paman Yu terlihat disana beserta dengan para pasukan bayangannya, Valera berjalan dengan anggun dan mencoba melihat lebih dekat
__ADS_1
" nona " sapa para pasukan bayangan dengan menunduk penuh hormat membuat semua orang yang berada di sana tercengang termasuk paman Yu karena sosok Valera seperti diagungkan dan sangat dihormati
" kalian disini ? " tanya polos Valera
" benar nona, kami sedang melihat para anak didik Paman Yu berlatih memainkan pedang " ucap Emil sopan dan Valera hanya menatap satu persatu anak didik Paman Yu
" hmm baiklah akupun ingin melihat nya " ucap Valera yang ikut bergabung dengan yang lainnya sesaat Valera melupakan misi dan tujuannya sebelum hari itu tiba
latihan itu memakan waktu dua jam hingga paman Yu menghentikan para mask didiknya dan menyuruh mereka untuk beristirahat sejenak dan Valera sangat menikmati waktunya dengan baik
sore harinya Valera sedang berkutat dengan laptopnya dan melakukannya panggilan Vidio dengan Dave tentu saja wajah Dave cemas seketika karena sudah beberapa hari nonanya tidak bisa dihubungi
" apakah semuanya baik-baik saja " tanya Valera datar
" tuan Ramius beserta tuan Vyan sangat mencemaskan keadaan anda nona, " ucap Dave
" katakan pada mereka tidak perlu khawatir karena aku baik-baik saja " tegas Valera dan Dave mengangguk patuh " dan pastikan saat kepergian ku semuanya akan baik-baik saja " ucap Valera lagi
" seperti yang anda inginkan nona " ucap Dave dengan sopan, dan Valera tersenyum senang lalu ia memutuskan panggilan Vidio nya
*****
" paman aku bertanya sekali lagi apakah paman tidak mengetahui apa yang terjadi " tajam Valera saat ia mereka sedang berdua di sebuah ruangan khusus
" apa maksud mu ? " ucap paman Yu dengan bingung
" apa kakek ku tidak pernah menceritakan orang-orang yang menjadi musuhnya padamu " tanya Valera lagi
paman Yu seperti orang bingung dan berfikir sejenak sungguh kejadian itu sudah sangat lama, dan Valera mencoba mendesak nya dengan sangat cepat
" entahlah, musuh kakek mu sangat banyak kau pun tau itu, akan tetapi paman tidak mengetahui detail nya sungguh paman tak bohong padamu, terakhir kali kakek mu berurusan dengan seseorang yang berasal dari Rusia, kita akan menemui Jiro semoga kau mendapatkan jawaban yang kau inginkan " tegas paman Yu
" baiklah, besok pagi kita berangkat " ucap Valera yang tak kalah tegas dan paman Yu mengangguk saja pasrah
Valera sudah memberikan tugas kepada pasukan bayangannya untuk mencari Informasi mengenai paman Yu, dan mereka menyanggupinya. Valera memutuskan untuk kembali ke kamarnya akan tetapi pandangannya menuju ke sebuah balkon dimana terdapat sesuatu yang seperti cahaya Valera berjalan secara perlahan hingga ia menyadari jika seseorang yang berada di sana
siapa orang itu? apa kemungkinan suruhan paman Yu ? atau.. ahh entahlah aku pusing memikirkan nya. batin Valera
__ADS_1
valera akhirnya lebih memilih untuk kembali menuju kamarnya, karena besok adalah perjalanan yang cukup melelahkan, Jepang ! Valera berharap mendapatkan sedikit petunjuknya disana, walaupun kejadian itu sudah sangat lama akan tetapi tak membuat Valera menyerah justru ia dibuat semakin tertantang, dan Valera bertekad untuk menguak kasus ini sampai tuntas sebelum the they king di mulai.
sepertinya aku pun harus berhati-hati terhadap orang asing termasuk paman Yu, tapi Mustahil rasanya jika paman Yu tidak tau apa-apa kemungkinan para sahabat kakek yang lainnya yang menaruh dendam ? hmm.. cukup rumit dan pelik tapi tidak apa aku akan menuntaskan nya dan membuktikan jika kakek tidak salah memilih aku sebagai penerusnya. batin Valera