Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Prediksi


__ADS_3

BRAKKKKKK


Remigio membanting pintu ruangan Presdir miliknya, sorot matanya sangat tajam dan siap membunuh siapapun dihadapannya, Remigio melepas mantelnya dengan kasar lalu ia mulai menerawang dan berdiri menghadap kearah balkon


tak lama suara ketukan terdengar disana


" masuk " suara Remigio begitu tegas dan terdengar dingin dan terbukalah pintu itu leo dan James sudah membekuk para penyusup dan mengikatnya menjadi satu hanya saja wanita asing itu diikat secara terpisah


" tuan " seru James dan Remigio langsung menoleh, dahinya berkerut matanya sangat tajam ketika melihat enam orang yang tak dikenalinya lalu ia mulai berjalan dan duduk dengan elegan di sofa berwana hitam miliknya


James dan Leo hanya diam mereka mulai merasakan aura yang berbeda dari tuannya baik James maupun Leo hanya bisa menunduk tak berani berbicara


Remigio masih memandang dan menyelidik orang-orang asing itu matanya benar-benar menatap tajam pada seorang wanita berambut coklat terang dan wajah nya terlihat seperti wanita timur


" jelaskan kepadaku ! " tegas Remigio dengan jari telunjuknya yang memijat pelipisnya, Leo dan James hanya saling pandang saja dan akhirnya James menceritakan kejadian yang sesungguhnya secara terperinci begitupun dengan Leo dan Remigio masih saja tenang menyikapi permasalahan ini ia pun ingin tau apa motif mereka menyusup ke perusahan Adomson sungguh itu adalah cara murahan yang dilakukan oleh seorang penjahat Remigio tersenyum menyeringai


sedangkan wanita asing itu hanya diam dengan mata yang mendelik sinis bahkan ia menatap Leo dan James secara tajam


" apa motif mu mengacau di perusahaan ku " tanya Remigio dengan nada yang sangat tenang dan wanita itu hanya diam tapi sorot matanya menunjukan jelas bahwa ia akan bungkam dan Remigio yang melihat itu hanya terkekeh pelan


" apa keuntungan ku jika aku memberi tahumu " tantang wanita asing itu dan Remigio masih saja menatap datar " heh tidak ada ! " cibir wanita asing itu dan Remigio hanya tersenyum tipis


" apa kau sedang mencoba bernegoisasi dengan ku, nona " ucap remigio dengan tersenyum geli sungguh wanita dihadapannya itu sangat bodoh jika wanita itu tidak mau memberi tahu kan kebenarannya maka Remigio sendiri yang akan mencari tahunya tapi jangan senang Remigio tak akan melepaskan mereka begitu saja dengan mudah


" mengapa ? apa kau tak boleh bernegoisasi dengan mu tuan Remigio " ucapnya lagi dan James langsung menatap tajam pada wanita itu yang bersikap tak sopan


" apa yang kau cari disini ? " tanya Remigio lagi dan wanita itu hanya tersenyum sinis '' aku merasa kau sedang mencari harta Karun diperusahaan ku yang kecil ini " ucap remigio menyindir tapi wanita itu seakan tak perduli " Leo masukan mereka ke ruang bawah tanah di mansion ku, jika perlu satukan mereka dengan ular-ular kesayangan ku " geram Remigio detik kemudian wanita itu melebarkan matanya wajahnya mendadak pucat


" dasar gila " pekik wanita asing itu marah bahkan ia terlihat memberontak tak karuan Leo segera mencengkram tangan wanita itu tak kalah kuat bahkan sorot mata Leo sangat tajam " apa hah ? lepaskan aku ! " teriaknya lagi memberontak membuat suara lengkingan itu seakan menjadi melodi tersendiri


" DIAM !! " geram Remigio lantang dan sontak wanita itu terdiam seketika nafas nya naik turun tak henti bahkan Leo menghempaskan tangannya wanita itu kasar sang kasar bahkan sampai meninggalkan jejak kemerahan di pergelangan tangannya '' sekarang kau jawab pertanyaan ku ! siapa kau sebenarnya ? kau seorang suruhan ? berani sekali kau mengacaukan tempat ku, tapi tak apa aku akan memberi hukuman untuk itu " ucap remigio menyeringai penuh arti bahkan James dan Leo saling melempar senyum

__ADS_1


" jika aku tidak mau katakan kau mau apa ? sungguh lucu kau ingin melawan seorang wanita " sinis wanita itu lagi tapi Remigio hanya acuh saja bahkan ia tampak menghiraukan ucapan nya


" kau terlalu berkelit, padahal jika kita bisa bekerja sama aku akan membebaskan mu tanpa syarat tapi kau membuang kesempatan itu dengan begitu saja jadi jangan salahkan aku jika kau menjadi tawanan ku mulai detik ini juga " dingin Remigio menatap wanita itu lalu pandangannya beralih pada lima orang lelaki tak berdaya yang di ikat menjadi satu


Remigio tak habis fikir dengan para penyusup ini, lalu Remigio tersenyum geli dengan lima lelaki asing yang memakai pakaian kantoran kemungkinan mereka ingin mencuri data rahasia perusahan tapi mengapa mereka tak melakukan nya sampai akhir, apa mereka telah berhasil mencuri sesuatu dari perusahaan Adomson ini


James dan Leo hanya diam sambil memperhatikan para penyusup itu tak lama James menyerahkan revolver dari hasil sitaan nya kepada tuannya itu, Remigio mengerutkan dahinya seketika karena revolver itu berjenis sama dengan sebuah ukiran yang sama ROLADEX Remigio menyipitkan matanya seketika lalu ia tersenyum sumbang rupanya musuh jauh yang di Amerika sana sudah berani mengusik perusahaannya di Prancis


****


" Nona ini data yang aku dapatkan tentang Diandra dan Malvin anaknya " ucap Dave sopan dan mengerjakan amplop berwarna merah kehadapan Valera dan Valera menerimanya dan langsung membaca nya dengan teliti


jantung Valera berdegup kencang seketika kemungkinan besar prediksinya benar tapi jika salah dari mana wajah Malvin mirip dengan Macky apa ia mempunyai kembaran diluar sana ? tidak Valera sangat tau jika adik seorang Macky adalah Thomas dan ia pun tak mempunyai kembaran


Dave pun sama hal nya jantung nya berdebar cepat ia belum sempat membaca amplop itu karena ia tak mau mendahului nonanya Dave bekerja sama dengan time pribadinya


" jadi benar Diandra pernah bertemu dengan Macky? " lirih Valera dengan suara tercekat " rumah itu mengapa aku melupakannya, pasti pada saat itu Macky membawa Diandra ke rumah yang itu, ya tidak salah lagi betapa bodohnya aku " ucap Valera dengan sendu dan Dave yang mendengar itu seakan disambar petir siang bolong kawan sejatinya teman seperjuangannya ternyata menyimpan sebuah rahasia besar disana " Dave atur waktu kita untuk bertemu dengan Diandra, kita harus mendengarkan penjelasannya " tegas Valera dan Dave mengangguk setuju ada rasa terharu dalam diri Valera jika benar Malvin adalah anak dari Macky sungguh baik tuhan pada nya ia mengambil Macky tapi ia pun memberikan kehidupan lain dengan wajah yang serupa


seorang kepercayaan yang melebihi teman bahkan Valera sudah menganggap kakak pada Macky hingga kejadian tragis itu merenggut nyawa nya seseorang berhasil mengacaukan acara tahunan perusahaan Harson pada saat vyan Harson di angkat menjadi CEO baru menggantikan kedudukan Ramius Harson, karena sebuah penghianatan didalamnya mereka berhasil membawa masuk komplotan tak tau malu itu awal dari segalanya mereka hanya menginginkan kematian sang konglomerat atas putra dari Marcell Harson tapi takdir berkata lain Macky lah yang mereka renggut karena sebuah percintaan segitiga didalamnya, detik kemudian Valera mengingat Chaiden orang yang selama ini adalah kunci kematian Macky


" Chaiden ! kau lah yang menghancurkan semua ini kau yang telah membunuh salah satu orang ku " tajam Valera dengan nada yang dingin lalu ia beranjak pergi dari ruangan nya dan akan kembali ke mansion keluarga harson ia akan bersiap karena ajakan dari Remigio yang ingin makan malam bersama di luar


*****


hari yang cerah sudah berganti dengan malam Remigio baru saja menyelesaikan rutinitas mandinya ia sangat bersemangat untuk makan malam bersama pujaan hatinya


tubuh kekarnya ia biarkan terekspos begitu saja Remigio mulai menyusuri sebuah ruangan yang menyimpan segala keperluan nya mulai dari pakaian, jas, jam tangan, sepatu dan lainnya


pilihan Remigio jatuh pada salah satu kemeja berwarna putih dengan dipadukan kaos mahal berbalut sampai lehernya tak lupa celana berbahan katun dengan harga mahal melekat pada dirinya sebuah jam tangan keluaran edisi terbaru dan terbatas melingkar indah di lengan kekarnya dan terakhir Remigio memberikan sentuhan aroma maskulin yang sangat khas


" sempurna " gumam Remigio dengan memuji dirinya sendiri lalu senyum nya mulai mengembang disana " aku sangat merindukan mu sweatheart " lirih Remigio

__ADS_1


disisi lain Valera pun sama dirinya bersiap serapih mungkin pilihan nya jatuh pada sebuah dress panjang berwarna maroon tanpa lengan yang mengekspos bahu serta lehernya, Valera memilih riasan yang sangat tipis dengan rambut yang tergerai indah


ia menyiapkan tas yang sangat elegan untuk menambah penampilan nya saat ini, serasa cukup Valera akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat yang sudah disetujui oleh Remigio bersama dengan salah satu supir di kediamannya


ponsel Valera berdering santai tanda satu pesan notifikasi telah ia terima dan tenyata Remigio yang tertera dalam notifikasi itu,senyum kecil terukir disudut bibir Valera


mobil mewah itu berjalan dengan kecepatan sedang membelah kota Prancis dimalam hari kota dengan sejuta keindahan dan kota yang selalu terselip suatu rahasia didalamnya Valera menatap ke arah luar jendela


Remigio baru saja tiba di sebuah restoran bintang lima yang ia booking sejak tadi pagi ia sangat senang memanjakan Valera


satu buah meja berukuran sedang yang sudah dihias dengan sangat indah bahkan beberapa hidangan lezat sudah tersedia disana dan satu buah buket mawar merah yang super besar sudah tersusun rapi dan tentu saja satu botol wine berjenis elit dan berharga fantastis semakin mempercantik penampilan


Remigio tersenyum senang karena pihak restoran itu sudah memberikan pelayanan yang terbaik bahkan Remigio sangat puas dengan dekorasi nya yang serba gold itu


semoga saja kau menyukai semua ini sweatheart. batin Remigio


hingga tiga puluh menit berlalu Valera pun sudah sampai ditempat tertuju matanya mengedarkan ke segala arah kewaspadaan Valera harus tetap meningkat apalagi dirinya sedang bersama dengan Remigio


langkah anggun itu mulai memasuki area bangunan Valera dibuat kagum karena disuguhkan pemandangan yang menyegarkan mata sangat mewah hingga seorang pelayan wanita menuntun Valera menuju tempat sudah tersedia


DEG__


pemandangan awal itu adalah ketika manik gelap milik remigio bersitatap degan manik Valera tatapan itu sungguh lembut sampai Valera terpaku ditempatnya Remigio tersenyum lembut lalu tangannya terulur dan Valera menyambutnya Remigio menuntun Valera untuk duduk


" Remi " ucap Valera tapi Remigio langsung meletakan telunjuknya tepat dibibir berwarna merah itu


" jangan katakan apapun sweatheart nikmati malam ini, bukankah ini waktu kita berdua " ucap remigio lembut dengan mengecup punggung tangan Valera sungguh aroma Valera saat ini sangat memabukkan lalu remigio duduk berhadapan dengan Valera dan Valera diam saja sembari memperhatikan Remigio dengan seksama " makan lah dulu sweatheart, setelah itu baru kita berbicara " ucap Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk mantap lalu ia mulai membuka menu yang tadinya tertutup penutup Stein gold kedua insan itu mulai menikmati hidangan nya sesekali Valera melirik ke arah Remigio yang sangat tenang itu


Remigio sungguh tau jika Valera sedang memperhatikan nya tapi ia tak perduli Remigio hanya mengulum senyum nya yang tertahan itu dengan memasukan potongan daging berbalut Cream Cheese Saus ke dalam mulutnya


sedangkan Valera hanya makan dengan tenang walaupun diantara keduanya tidak saling berbicara, tapi ada rasa canggung menggelitik dalam diri Valera

__ADS_1


apa yang sebenarnya kau rencanakan ? aku tau jika makan malam ini bukan hanya sekedar makan malam, pasti ada hal lain ! tapi aku harap itu bukan hal buruk . batin Valera


__ADS_2