
hari ini Valera tampak bermalas-malasan setelah semalam ia bergadang dengan para jajarannya dimana Valera sudah mendapat informasi bahwa orang yang membantu Aldebaran adalah Everest salah satu mafia Australia, serta Valera pun mendapat informasi-informasi yang lainnya seperti Peter ! ya keadaan Peter kini sudah mulai membaik walupun belum stabil tapi setidaknya kondisi Peter cukup memungkinkan, lalu Valera menyuruh Dave untuk mencari informasi dari terkecil sampai terbesar tentang Esme salah satu anggota ORTAXS organisasi Remigio serta beberapa orang yang sudah Valera tandai bahkan mereka patut diwaspadai
" sweatheart, bangunlah kau seperti putri tidur jika seperti ini " ucap remigio yang mengelus pipi Valera lembut tapi tidak ada pergerakan apapun Valera masih terlelap dan terjebak di dalam mimpinya lalu Remigio mengecup bibir Valera dan sedikit **********
" eghhh.. " Valera terusik dari tidurnya secara perlahan ia mulai membuka matanya " Remi ! kenapa kau menganggu tidur ku " ucap Valera kesal dengan suara serak nya yang khas itu
" kau tidak ingin bangun hmm ? George sudah menunggu mu dibawah tapi mamih nya belum saja bangun bahkan mandi pun belum " ujar Remigio lalu detik kemudian Valera langsung duduk seketika
" jam berapa ini ? " tanya Valera seperti orang linglung
" hampir siang dan kau melewatkan sarapan pagi mu sweatheart " ucap remigio lalu mengecup dahi Valera singkat
" ya tuhan aku berencana akan ke rumah Maya " ucap Valera yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas menuju bathroom nya, Remigio yang melihat itu hanya tersenyum kecil setidaknya Valera sudah tidak seperti kemarin yang berbicara seperlunya dengan nada yang menurut Remigio kurang mengenakkan lalu ia beranjak dan meninggalkan kamar itu lalu ia turun ke lantai bawah untuk menemui George
" apa mamih belum bangun ? tanya George saat remigio duduk di sampingnya
" sudah, mamih mu sedang bersiap " ucap remigio lagi dan George hanya mengangguk saja " kau sudah rapi dan pakaian mu terlihat keren " goda Remigio kepada George
" papih aku memang selalu terlihat keren setiap harinya " ucap George lagi sontak membuat Remigio tertawa ringan " penampilan nomer satu " lanjutnya lagi dan Remigio tersenyum menanggapi
" kau memang selalu tampan setiap harinya George, " ucap remigio lagi dan itu membuat George tersipu malu layaknya seorang anak perempuan
satu jam berlalu Valera sudah bersiap dengan memakai setelan formalnya yang terlihat sangat modis semua barang yang melekat dalam tubuhnya adalah branded dengan edisi terbatas, Valera benar-benar seperti wanita dewasa yang sangat anggun, sedangkan George dan remigio sedang menunggu Valera dengan duduk di sofa sembari menonton acara televisi
" good morning sayang " ucap Valera sambil mengecup pucuk kepala George sekilas lalu mengecup pipi Remigio singkat mereka terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia
" mamih ku memang selalu cantik " gumam George dan itu terdengar oleh Remigio
" sweatheart, aku selalu mengagumi setiap penampilan mu " ucap remigio dan Valera hanya tersenyum kecil
" ayo hari ini mamih akan membawamu ke tempat aunty Maya " ucap Valera dan George hanya mengangguk saja walaupun ia belum tau siapa Tante Maya itu
mereka segera menuju garasi untuk menggunakan salah satu mobil mewah Valera dan Remigio sontak terkejut dengan berbagai koleksi mobil sport Valera, Remigio memilih menggunakan mobil Limosin hitam, sedangkan Asnee ia tidak ikut dan memilih untuk menghabiskan waktunya di rumah saja
sepanjang perjalanan George tampak mengamati keadaan sekitar begitupun dengan Remigio bahkan ia beberapa kali salah alur dan jalan jika Valera tidak memberi tahunya secara benar
mobil mewah milik valera sudah terparkir cantik di rumah mewah milik Maya, setelah ia memberi alamat rumah nya yang baru,
Valera kagum akan rumah milik sahabatnya itu dengan tema penghijauan yang menyegarkan mata serta terdapat kolam ikan bertingkat di depan halaman rumahnya itu
Valera membunyikan bel dan seketika muncul lah sosok lelaki remaja yang tak lain Aldo
" Hay " ucap Valera tapi aldo malah diam saja " Aldo long time no see " ucap Valera lagi
" ahh iya, kak Valera mari masuk kak Maya sedang berada di dalam kamarnya " ucap Aldo yang masih tak percaya dengan tamu yang berkunjung kerumahnya lalu ia segera memberi tahu kepada Maya dan sontak Maya terkejut apakah benar Valera berkunjung kerumahnya
dan benar saja Maya menjadi heboh dan langsung memeluk valera erat sedangkan Remigio dan George hanya diam dan menampilkan wajah datarnya, Valera terkekeh dengan sikap maya yang tak pernah berubah
lalu pandangan Maya berlatih kepada Remigio dan George
" pasti kau sudah tau dengan pria ini bukan, dan ini George putraku " ucap valera santai dan lagi lagi Maya terkejut putraku ? sejak kapan Valera mempunyai putra yang sudah sebesar ini " nanti akan ku jelaskan " ucap Valera pelan dan Maya mengerti akan hal itu
" Hay " ucap Maya tersenyum ramah kepada George
__ADS_1
" Hay, kau pasti aunty Maya kan ? " ucap George dan maya langsung mengangguk cepat " beautiful " ucap George sontak membuat semua orang tertawa
" kau sangat tampan dan menggemaskan, " ujar maya
" I know " saut George lagi
lalu mereka mengobrol sesama wanita sesekali tertawa dan maya mengajak Valera untuk menemui ibunya dan tentu saja nyonya ana terkejut akan kehadiran Valera yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri bahkan nyonya ana terkejut dengan dua sosok lelaki tampan di ruang tamunya,
****
di markas utama Aldebaran terus berteriak tak karuan membuat para penjaga serta para tawanan disana terganggu bahkan Chaiden dan Chaiton yang mendengar teriakan ayahnya menjadi panik seketika
" akan kubunuh wanita sialan itu " teriak Aldebaran seperti orang gila yang mengamuk bahkan ia melempar jatah makannya sampai jatuh berserakan.
para penjaga yang menjaga tempat itu langsung berhamburan dan melihat apa yang terjadi dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat Aldebaran mengamuk tak karuan
CEKLEK
" heii diam kau ! berisik sekali " bentak salah satu pengawal dengan garangnya
" keluarkan aku dari sini sekarang juga '' pekik Aldebaran ia melempar pengawal itu dengan barang yang tak jauh dari nya
PRANGGG
pengawal itu dengan cepat menghindar tapi saat ia menghindar Aldebaran justru menyerang pengawal itu tapi dengan sigap ia menendang Aldebaran dengan sangat kuat
BRAKKKKKK
rintih Aldebaran kesakitan tendangan pengawal itu cukup kuat hingga Aldebaran merintih, jangan salah seluruh pengawal dan anak buah king mereka dilatih secara fisik dan tak main main hasil nya memuaskan hingga Valera memberikan fasilitas yang memungkinkan untuk para anak buahnya
" diam dan jangan banyak bertingkah ! sudah menjadi tawanan masih saja berulah " geram salah satu pengawal lalu mereka meninggalkan ruangan milik Aldebaran dengan segera menguncinya pintu besi itu
Chaiton dan Chaiden hanya mendengar saja apa yang diributkan disana percuma berteriak dan memaki jika tidak ada hasilnya, semuanya akan menjadi sia sia
bahkan Chaiden seperti menikmati masa hukuman nya ia sudah tidak lagi mengeluh bahkan berontak semenjak perasaan nya mulai tumbuh untuk Valera begitu pun dengan Chaiton ia tak banyak berontak
Ben pria paruh baya itu semakin tampak frustasi karena sudah berbulan bulan ia berada di tempat itu, bahkan perkataan Valera yang terakhir untuk membawa putrinya Yasmin selalu terngiang di kepala nya
Thomas dan Dave sedang berkutat dengan laptopnya karena tugas dan pencarian yang di berikan oleh Valera untuk mereka
" Everest salah satu mafia Australia disini tertulis jika Everest kakak tiri Aldebaran itu artinya mereka bersaudara walaupun tak mempunyai hubungan darah, dan disini pun tertulis banyak catatan kekejaman nya serta kekuasaan nya '' ucap Dave pelan lalu detik kemudian ia mengerutkan dahinya " cihh hanya mafia ulung yang penuh ambisi masih sangat jauh jika harus di bandingkan dengan nona Valera maupun king " desis Dave mendelik tajam informasi yang ia dapat bahkan tatapan Dave seakan mendominan permusuhan karena berani mengusik lady nya,
" apa masih ada lagi informasi tentang Everest selain itu " Pucung Thomas dan
" kemungkinan besar masih ada cuma informasi itu dijaga ketat oleh seorang hacker yang handal " ucap datar Dave dan Thomas hanya diam saja saat mereka sedang sibuk dalam keheningan tiba-tiba alrm dari ruang kendali berbunyi sontak Dave dan Thomas terkejut
" apa yang terjadi " ucap thomas segera berlari menuju ruang kendali begitu pun dengan Dave
para pengawal yang mendengar suara alrm itu sontak menyiagakan keamanan markas utama dengan fitur yang lebih baru lagi
Dave dan Thomas segera mencari tahu apa yang terjadi seketika mata Thomas terbelalak kaget
" sial keamanan sistem tiga kita di retas " umpat Thomas dan duduk di kursi yang selalu ia gunakan sedangkan Dave hanya diam dan melihat cara kerja dari Thomas
__ADS_1
" siapa mereka ? '' tanya Dave lagi tapi Thomas masih fokus kepada layar monitor itu
" seorang hacker " gumam Thomas dan Dave diam saja ketika mendengar kata hacker dari Thomas ia tak terkejut bahkan ia sudah tau pasti seorang hacker Handal yang berani dan mampu menerobos nya
" cari mereka yang berani melakukan hal itu " dingin Dave dan Thomas hanya mengangguk paham bahkan tanpa di suruh pun Thomas akan melakukannya
satu jam Thomas berkutat untuk memecahkan dan mencari tahu siapa yang lancang karena telah masuk dan menerobos sistem keamanan king walaupun hanya sistem ketiga, Thomas yang fokus itu akhirnya hilang konsentrasi karena harus memasukan beberapa kode yang menurutnya rumit
" apakah ada sesuatu " tanya Dave dengan tenang
" aku fikir kita harus membawa Greta kemari, aku yakin ia pasti bisa " lirih Thomas
" hmm baiklah aku pun berfikir demikian, kau pastikan dan mengcopy jejak mereka untuk bukti kita nanti, " ucap Dave dan Thomas mengangguk pasti
Dave akhirnya keluar dari ruang kendali dan segera menghubungi Greta untuk memberikan kabar dan Greta pun setuju untuk itu
Dave menyuruh salah satu anak buahnya untuk menjemput Greta esok pagi
****
" mom " ucap seorang anak kecil yang tak lain Malvin
" Malvin ada apa sayang " ucap Diandra dengan lembut dan mengelus pucuk kepala Malvin dengan penuh kasih sayang
" tidak ada hanya saja aku ingin minum susu " ujar Malvin
" baiklah kau tunggu disini, mommy akan membuatnya untuk mu " ucap Diandra dan Malvin mengangguk
walaupun Malvin tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah tapi Diandra mampu mendidik Malvin jadi anak yang baik kuat dan pemberani bahkan uncle Joni yang notebene nya orang lain mampu menyanyangi Malvin dengan tulus seperti anak kandungnya sendiri
" sayang ini susu mu " ucap Diandra tersenyum dan Malvin segera mengambil nya lalu meneguknya sampai habis
" terimakasih mom " ucap Malvin dan Diandra hanya tersenyum " mom aku merindukan uncle Joni " sendu Malvin membuat Diandra tertegun seketika, rindu ? itu artinya Malvin memang merindukan ayah nya Diandra terdiam sesaat
" sayang bukankah uncle Joni selalu berkunjung ke rumah kita setiap akhir pekan " sembari menatap lekat lekat wajah putranya
" hmm.. aku cuma merindukan nya saja mom " sendu Malvin tapi dalam lubuk hati terdalam nya Malvin merindukan dan membutuhkan sosok ayah untuk menjadi tempat berlindung nya, walaupun begitu Malvin tetap mementingkan perasaan sang ibu yang entah mengapa ibunya selalu menutup identitas ayahnya
Diandra berperang dalam perasaan nya sendiri, berkecamuk ? sangat, enam tahun sudah kepergian Diandra dari kota Prancis hanya untuk menghindari Chaiden dan anak buahnya tapi dalam hati terdalam nya ia sangat merindukan Macky, Diandra merasa bersalah pada Macky karena telah menyembunyikan putranya Malvin, bahkan saat Diandra hamil pun Macky sama sekali tidak mengetahui nya
Diandra akan membicarakan hal ini kepada joni orang yang telah menolongnya dan menjadi kakak angkat untuknya orang yang sangat berjasa dengan suka rela ia menampung Diandra dan malvin di rumahnya
****
**hari ini up satu bab dulu yah readers
maaf telat hehehe ☺️
terimakasih atas dukungannya dari pembaca setia novel owee
selalu klik jempol dan tinggalan jejak yah
maaf kalau ada tipo tipo Yach**
__ADS_1