Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
on Times


__ADS_3

Entah mengapa hari ini Valera malas sekali untuk bangun di pagi hari, ia masih saja betah dalam gelungan selimut tebalnya, sampai nyonya sofhia membangunkan sang putrinya.


dan akhirnya Valera pun bergegas siap untuk sarapan dan turun kelantai bawah dengan masih menggunakan piyama tidurnya, vyan yang sudah rapi dengan pakaian formalnya Hanya berdecak heran menatap sang adik yang terlihat belum rapi itu


Valera tidak menghiraukan tatapan sang kakak, ia langsung meminum habis segelas susu yang sudah sudah tersedia itu, lalu memakan sarapannya hingga habis tak tersisa.


setelah selesai vyan segera bergegas untuk pergi ke perusahaannya karena ada miting penting dan akan mengurusi kepentingan acara tahunan perusahaan, sedangkan Valera kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya


setelah selesai dari ritual mandinya ia menuju almari mewahnya dan memilih milih pakaian yang cocok untuk ia kenakan hari ini, pilihannya jatuh pada dress brokat bercorak bunga berwarna nude terkesan anggun dan kalem



setelah semuanya dirasa cukup, Valera lalu menghubungi Remigio untuk memberi tau bahwa dia akan mampir ke perusahaan nya, Adomson Crop's pada jam makan siang nanti, tentu Remigio sangat senang akan kedatangan sang pujaan hatinya, entah mengapa Valera sangat senang bisa mengunjungi kantor milik kekasihnya itu, ia tidak pernah merasa bosan


setelah itu Valera langsung menghubungi Dave untuk menanyakan bagaimana dengan keadaan Ben, walaupun begitu Valera masih punya rasa kemanusiaan dalam dirinya


" dave, cari tau tentang identutas mengenai Ben di Hongkong, apakah dia mempunyai keluarga atau yang lainnya, kau terus cari siapa mister p, nama itu membuat ku sangat pusing " gerutu Valera


" baik lady, aku akan segera melaksanakan tugas ku " ucap dave


" lalu bagaimana dengan Thomas, apa dia berlatih dengan baik " tanya Valera lagi


" Thomas berlatih sangat baik nona, Bahkan dia orang yang cepat tangkap dan mudah di ajari " ucap Dave lagi


" bagus, terus latih dia sampai menjadi lihai Dave " ucap Valera lagi


" dengan senang hati nona " ucap Dave


panggilan itupun berakhir


Valera turun ke lantai bawah, matanya menyusuri setiap ruangan yang akan di huni oleh kedua orang tuanya saat bersantai, tapi ia tidak menemukan orang tuanya .


" bi dimana mamah dan papah " tanya Valera


" mereka berada di halaman belakang nona " ucap bibi itu dan Valera langsung mengarah ke taman belakang dan benar saja mereka sedang asyik membicarakan sesuatu .


" mah pah " ucap Valera yang mendekat ke arah mereka lalu kemudian ia duduk di samping sang ibu


" kenapa sayang " tanya nyonya sofhia


" hemmm tidak, hanya ingin saja duduk disini bersama kalian " ucap Valera lugu nyonya sofhia dan tuan ramius hanya saling berpandangan. " apakah acara tahunan perusahaan akan di sertakan dengan ulang tahunku " tanya Valera lagi


" tentu, kakak mu sudah menyiapkan semuanya,bahkan paman dan bibi mu beserta Gloria akan turut hadir " saut tuan ramius dan Valera pun hanya mengangguk saja, sebenarnya Valera ingin sekali bertanya tentang masa lalu kedua orang tuanya seperti yang Ben katakan. Valera malah termenung membuat ibunya heran


" Valera ada apa sayang " tanya nyonya sofhia lembut


" mah bolehkah aku bertanya sesuatu " tanya Valera ragu ragu dan nyonya sofhia pun mengangguk


" ini tentang masa lalu mamah dan papah serta mengenai Ben " ucap Valera pelan sontak pertanyaan itu membuat kedua orang tuanya terkejut,


" katakanlah " kini tuan ramius yang berbicara


" apa benar jika dulu Ben mencintai mamah " ujar Valera dengan tenang pertanyaan itu membuat tuan ramius mengalihkan pandangan nya ke arah istrinya


serasa tidak ada yang menjawab hanya saling diam, membuat Valera berfikir demikian, dan akhirnya nyonya sofhia dan tuan ramius pun menceritakan masa lalunya dulu,Valera mendengarnya dengan seksama.


" jadi benar Ben mencintai mamah, tapi mamah tidak mencintai dia. batin Valera


" menurut papah Ben bukan mencintai, tapi itu hanya sebuah obsesinya saja " saut tuan ramius " itu cerita lama, seharusnya dia sudah bisa membuang perasaan cintanya " lanjut tuan ramius membuat nyonya sofhia menggenggam tangan suaminya yang masih terlihat kekar itu.


" sudahlah, jangan bahas masalah itu, itu sudah sangat lama, sekarang aku sudah tua mana mungkin Ben masih tertarik denganku" oceh nyonya sofhia kepada suaminya membuat Valera tersenyum


Valera sudah tau dengan cerita sesungguhnya, tapi itu hanya cerita lama yang menghiasi masa muda orang tuanya.


mungkin yang dikatakan ayahnya benar itu bukan cinta melainkan obsesi dari Ben tersendiri..


*****

__ADS_1


Valera telah tiba di perusahaan milik kekasihnya itu sebelum makan siang, karena dia ingin makan siang bersama Remigio.


seperti biasa semua karyawan yang melihat Valera akan terpesona dengan kecantikan kekasih dari pemilik Adomson Crop's, Valera tampak begitu ramah sesekali tersenyum kepada para karyawan.


sesampainya di ruangan atas, ia melihat sekretaris kekasihnya itu. Dia tersenyum ramah kepada Valera dan Valera pun membalas senyumannya


tok tok tok


" masuk " suara bariton pria di dalam begitu familiar di telinga Valera, ia pun membuat pintunya secara perlahan, nampak seorang lelaki dengan gagahnya menduduki kursi kebesarannya tanpa perduli siapa yang memasuki ruangannya .


" maaf tuan, apa saya menganggu waktu anda " ucap Valera dengan formalnya membuat Remigio langsung menatap ke depan sebuah senyuman terlukis di wajahnya


" sweatheart " Remigio langsung berdiri dari kursinya dan menghampiri Valera lalu mencium kening nya dengan sangat lembut " kau tidak akan pernah mengganggu waktuku " lanjut Remi lagi sambil menuntun nya ke arah sofa


" benarkah seperti itu Remi " ucap Valera


" tentu saja ! ,." ucap Remi dengan tegasnya


" ohh ya sweatheart Romeo dan Audy akan berlibur disini, begitupun dengan sahabat ku yang lainnya " lanjut Remi lagi


" benarkah ?? jika begitu aku pun ingin berlibur sebelum pesta tahunan Harson crop's, apa kau sudah mendapatkan undangannya " tanya Valera dengan senangnya dan Remi pun mengangguk


" kakak mu sendiri yang memberikannya padaku sweatheart, " ucap Remi sambil membelai pipi Valera


" kakak?? kapan kalian bertemu " ucap Valera uang ingin tahu


" kemarin " singkat Remigio dan Valera pun tidak bertanya lagi,


" kenapa kakak tidak memberi tahunya padaku. batin Valera


" kapan mereka akan tiba disini " tanya Valera lagi mengalihkan pembicaraan


" ntahlah sweatheart, kita tunggu saja kabar dari mereka " ucap Remi lagi " kau sudah lapar " lanjut Remi


" sebenarnya aku belum terlalu lapar, tapi karena ini sudah masuk jam makan siang baiklah ayo kita makan " ucap Valera dengan tersenyum


" maaf tuan, di luar ada tuan Revan ingin bertemu " ucap James seketika ekspresi Remigio berubah seperti sedang mengamati amarahnya, Valera yang melihat kekasihnya seperti itu pun hanya menatap heran.


" sial untuk apa dia kesini. batin Remigio geram


" Remi jika kau masih ada urusan lain, selesaikan lah terlebih dahulu aku akan menunggu mu " ucap Valera pengertian dan Remigio pun hanya diam menatap James, James yang ditatap seperti itu hanya menunduk kan kepala nya


" suruh dia masuk James " ucap remigio dingin dan James pun mengangguk sembari tertunduk, dia sangat tau jika tuan nya itu tidak memiliki hubungan baik dengan orang yang bernama Revan.


" sweatheart, tunggulah sebentar " ucap Remi yang seketika merubah ekspresinya menjadi lebih menghangat.


" baiklah " ucap Valera sambil menuju ke arah sofa


" selamat siang tuan Adomson " saut seorang pria dari arah pintu yang langsung disambut tatapan pembunuh dari seorang Remigio dan Valera hanya diam menyaksikan mereka


" mau apa kau kesini " ucap remigio sembari melangkahkan kakinya mendekat ke arah Valera, seketika Revan terkagum dengan seorang wanita yang tepat di hadapannya sekarang, bohong jika Revan tidak tertarik dengan pesona Sorang Valera harson, Remigio yang menyadari Revan menatap kekasihnya itu sangat terasa murka


" jaga mata mu itu dari kekasihku Revan " geram Remigio membuat Revan tersenyum sinis.


" santai lah tuan Adomson, bukan kah mata itu digunakan untuk melihat, maka dari itu aku sedang menatap keindahan yang ada di hadapanku ini " ucap Revan dengan santainya sambil tersenyum penuh arti, dan itu membuat Remigio geram


" Revan ! jika kau tidak ada hal yang penting maka kau keluar lah dari ruangan ku, aku masih punya waktu yang lebih berharga dari ini " ucap remigio yang menahan amarahnya dengan sorot mata yang tajam, valera terus memperhatikan sikap kedua pria yang ada di hadapannya ini


" ada apa dengan mereka. batin valera


sedari tadi Valera terus saja melirik Remigio yang wajah nya sangat datar, dan Revan yang sedari tadi terus menatap Valera membuat si mpunya menjadi sangat risih karena tatapan itu


" hmm.. maaf jika aku mengganggu, Remi lebih baik aku makan siang bersama james dan leo, mungkin kalian ada sesuatu hal yang harus dibicarakan " ucap Valera dengan anggunnya sambil menatap Remi dan Revan


" tidak sweatheart, ayo kita makan siang bersama " ucap Remi menggenggam tangan Valera dan tersenyum hangat


" bagaimana, jika kita makan siang bersama " sela Revan dengan menyeringai, Remigio masih saja terlihat santai dan enggan menanggapi Revan.

__ADS_1


" sepertinya kau ingin bermain denganku Revan, baiklah akan ku turuti apa maumu saat ini. batin Remigio


" baiklah sweatheart, apa kau tidak keberatan jika tuan Revan ikut makan siang bersama kita " ucap Remi dengan sikap tenang nya


" tidak apa apa Remi, jika begitu ayo kita pergi karena aku sudah sangat lapar " ucap Valera dengan manjanya, Revan terus menatap Valera secara terang terangan.


di sepanjang perjalanan menuju restoran Valera terus bergelayut manja di lengan Remigio dan Remigio pun tidak merasa risih sama sekali justru ia makin senang jika Valera bersikap seperti itu.


Revan yang melihatnya hanya tersenyum misterius.


sesampainya di restoran terdekat mereka langsung memesan hidangan untuk makan siang, Remigio begitu sangat cekatan memesan menu menu kesukaan kekasihnya tanpa mengandung kacang di dalamnya, Remigio sangat hati hati dalam memilah makanan kekasihnya itu,


Revan menunjukan wajah dengan ekspresi misteriusnya, Valera yang mengetahui mimik dari Revan hanya tersenyum penuh arti,


para pelayan pun telah mengantar pesanan mereka dan menata nya dengan sangat apik


" makanlah sweatheart, " ucap remigio lembut dan Valera pun menurutinya


" mari kita makan tuan Revan " ucap Valera untuk menghargai keberadaan Revan dan Revan pun membalas dengan senyum menawannya


mereka akhirnya makan siang bersama walaupun Remigio sangat tidak senang akan kehadiran Revan, tapi Remigio bersikap tenang dan profesional, Valera mengetahui bahwa Revan menatap nya terus menerus di saat remigio ada di sampingnya ..


" apa maksud pria ini, menatap ku terus menerus, dan sepertinya Remi pun tidak menyukai dengan kehadiran nya disini . batin Valera


saat sedang asyik menikmati makan siangnya dering ponsel milik Valera memecah keheningan, mau tidak mau Valera pun mengangkatnya


" Hallo "


" (.......)


" baiklah, aku akan tiba setelah usai makan siang " ucap Valera datar.


" (......)


panggilan itu pun berakhir


Valera pun meletakan ponselnya kembali ke dalam tas, dan Remigio pun menatap Valera


" siapa sweatheart " tanya Remigio


" ohh itu Pram kepala pengawal di rumah " ucap Valera lagi.


*****


setelah makan siang bersama Remigio dan Revan Valera segera melajukan mobilnya menuju rumah utama.


para pengawal yang melihat mobil nona nya segera membuka kan gerbang yang menjulang tinggi itu


lalu Valera berjalan sembari mencari keberadaan pram, dan ternyata Pram sedang berada di ruang cctv rumahnya


" bagaimana bisa Pram " ucap Valera yang tiba tiba berada di belakang Pram sedang fokus melihat layar monitor


" nona " ucap Pram menunduk hormat dan Valera pun mengalihkan tatapan nya ke layar monitor itu, terlihat ada seseorang dengan wajah yang sama beberapa hari ini selalu mengawasi kediaman utama Harson crop's


" kau bermain main dengan ku " batin Valera


" pram biarkan saja dulu orang itu mengawasi kita, tapi kau ingat ketatkan lagi pengawasan di sekitar sini, jika perlu di luar kawasan ini pun kerahkan mereka tapi jangan terlalu mencolok Pram " ucap Valera yang masih menatap layar monitor itu


" saya sudah menempatkan beberapa orang di luar area rumah ini nona, mereka akan berbaur dengan warga sekitar agar tidak mencolok nona " ucap Pram lagi


" bagus Pram , aku percayakan hal ini kepadamu " ucap Valera lagi dan langsung meninggalkan ruangan itu, dan segera menuju ke kamar pribadinya


Valera segera mengganti pakaiannya menggunakan celana hitamnya serta kaos hitamnya beserta jaket serta sepatunya


ia akan pergi menuju markas, untuk berlatih dan melihat perkembangan Thomas .


Valera pergi menggunakan motor sport hitam miliknya para pengawal yang melihat nonanya itu menggunakan motor hanya bisa diam tanpa memprotes apapun

__ADS_1


Valera mengemudikan motornya dengan kecepatan biasa, tatapan nya menuju seseorang yang sedang bersembunyi di dekat pohon sebrang rumahnya, Valera hanya menyeringai dan setelah itu ia mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh sampai para pengawal geleng geleng melihat tingkah nona mudanya itu


__ADS_2