
Hari ini Valera akan berkunjung menemui Alland setelah beberapa Minggu ia dirawat oleh para dokter di bawah naungan King dan juga Ornaf. Ya saat Alland ditemukan oleh Brandon dan juga lainnya kondisinya sangatlah memprihatinkan, para dokter yang menangani dengan rinci melaporkan setiap perkembangan nya kepada sang Lady apa saja yang di alami oleh Alland.
keadaan Alland sudah terbilang baik-baik saja, Brandon selalu menemaninya bergantian dengan anggota black woman yang lainnya, Bahkan Alland masih tak percaya karena dirinya selamat dan bisa bertemu dengan kawan-kawan nya begitu saja.
" Hari ini nona akan datang berkunjung " saut tiba-tiba Ornaf dan membuat orang-orang yang berada di sana mengangguk kecil.
" ohh ya terimakasih karena sudah mau merawat ku selama ini " sopan Alland dan Ornaf mengangguk mantap.
" jangan sungkan kita masih dalam satu lingkaran. " kekeh Ornaf dan lainnya ikut terkekeh. Pada saat mereka sedang berkumpul tiba-tiba masuklah sosok wanita berambut panjang dengan memakai sebuah dress selutut berwarna navy ditangannya menenteng sebuah tas mahal dari salah satu brand kenamaan.
" Lady " ucap mereka serempak dengan sedikit menunduk penuh hormat akan sosok Valera. Valera hanya tersenyum tipis lalu berjalan mendekat dan menghampiri Alland yang diam mematung dengan mata yang berkaca-kaca.
Valera tersenyum kepada Alland sehingga cairan bening milik Alland keluar begitu saja tanpa permisi. Valera terkekeh karena melihat Alland yang dulu tidak pernah menangis kini menangis.
" Alland " ucap Valera saat dirinya mendudukkan diri di sebuah kursi yang tersedia disana.
" ratu " ucap Alland dengan nada lirih Seraya menundukkan wajahnya tak berani menatap.
" akhirnya kita bisa bertemu lagi Alland. Setelah sekian lama kau bersembunyi dan memalsukan identitas mu kini takdir yang membawamu kembali pada kami. Maafkan aku yang tak sabar dalam melakukan pencarian mu dan juga Brandon kala itu. Jika saja aku tetap mencari, kalian berdua tak akan mengalami nasib yang begitu susah. " ucap Valera tulus hingga manik Alland menatap wajah sang ratu Lamora.
" tidak ratu. Jangan salahkan dirimu seperti itu. Pada saat kejadian itu aku dibawa oleh Utera dan disekap beberapa hari disana hingga akhirnya aku kabur dari tempat itu karena tak beri makan maupun minum. Tapi pilihan ku untuk kabur membawa adik perempuan ku masuk kedalam lubang hitam. Ya Utera membawa adik ku ratu. " ucap Alland sendu hingga Valera terkejut bukan main. " aku sudah berusaha untuk mencari keberadaan Utera setelah itu, apalagi tempat diriku disekap pun kosong dan di tinggalkan begitu saja oleh mereka hingga aku kehilangan jejak orang-orang sialan itu. " desis Alland lagi.
" Lalu selama ini kau bersembunyi dimana ? " tanya Valera terlihat penasaran.
" rumah bekas peninggalan ibuku '' lirih Alland saat dirinya mengenang harus tinggal di rumah yang dikatakan tak layak huni hanya untuk menghindari kejaran musuh dan lain nya. Hingga pada akhirnya Alland ditemukan oleh orang-orang Utera hanya karena ia menghidupkan sinyal miliknya yang ia hubungkan untuk Brandon agar segera bertindak.
" Utera " ulang Valera lagi " jadi dia benar-benar masih hidup sampai sekarang ? hehehe aku kira ia sudah mati menyusul yang lainnya. ternyata beberapa tembakan yang mengenai tubuhnya tak membuatnya tewas dengan mudah '' ucap Valera dengan memandang kearah balkon yang berada di ruang rawat milik Alland di markas utama.
'' ratu apa pencarian Utera diberhentikan terlebih dahulu hingga kondisi Alland benar-benar pulih " ucap Brandon dan Valera tersenyum tipis.
" kalian beristirahatlah. Aku sudah mengutus beberapa orang untuk mencari keberadaan wanita aneh itu. '' ucap Valera lagi.
" kami akan membantu anda ratu " ucap Alland membuka suara akan tetapi Valera menggeleng cepat tanda tak setuju.
'' kau fokuslah dengan penyembuhan mu Alland. Kau kurus bahkan bukan seperti Alland yang ku kenal " seloroh Valera sedikit candaan hingga membuat Alland hanya mengangguk pasrah saja.
" Aku akan memberi tahu beberapa titik tempat yang aku curigai '' ucap Alland lagi dan Valera mengangguk setuju. Semua orang berharap agar masalah Utera cepat selesai mengingat ia musuh di masa lalu akan sulit untuk dijangkau nya setelah ini.
BRAKKKKKK
suara itu membuat semua orang terkejut bukan main. Dave datang dengan wajah panik Valera hanya bisa menunggu Dave mengatakan nya.
" maaf nona, Elena dan Ed dalam bahaya. Mereka mengirimkan sinyal bantuan ke rumah baru yang dibeli oleh Ed beberapa waktu lalu. " saut Dave dan Valera segera bangkit dari kursinya lalu berjalan dengan langkah tergesa. Valera berjalan menuju ruang kendali ditemani oleh Dave dan beberapa anak buah king.
" nona " ucap mereka serempak dan Valera menatap layar besar itu dengan tajam. Semua orang menunggu perintah dari sang Lady.
" cepat. Bantu mereka Dave " titah Valera dan Dave mengangguk paham. Ia akan menggunakan helikopter agar lebih cepat dan praktis, Valera juga memerintahkan kepada anak buah king untuk ikut dalam misi ini mereka mengangguk tanpa membantah.
valera menajamkan matanya saat melihat rumah milik Elena dikepung di segala sisi, jantung Valera berdetak tak karuan saat melihat itu semua. Kali ini siapa lagi yang ingin bermain-main.
******
DODODODOR !!
__ADS_1
DODODORDODODOR !!!
" Ed jumlah mereka terlalu banyak. Aku tak yakin akan hal ini " ucap Elena sedikit panik dan Ed ia terus membidik musuhnya dari celah tersembunyi. " mereka pun mengepung dari segala sisi Ed. Bagaimana ini " panik Elena lagi.
" tenang lah Elena tak akan terjadi apa-apa. Kau fokus saja pada bidikan mu dan lempar beberapa bom kearah yang tak memungkinkan " ucap Ed dan Elena mengangguk tanda mengerti.
Ed dan Elena berpencar begitu saja, Elena akan menyelesaikan bagian belakang sedangkan Ed akan menyelesaikan dibagikan depan. Ed yakin jika mereka adalah orang-orang Mrs OTO. Ed menggenggam senjatanya dengan erat.
DODODODOR !!
SHOTTT
JLEBBB.
beberapa orang jatuh tumbang dan tewas seketika karena tembakan Ed, senyum licik terbit di sudut bibir Ed mana kala ia melihat musuh-musuh nya semakin bertambah.
DUARRRR
DUARRRR
Ed terkejut bukan main saat mendengar suara ledakan itu, ini pasti ulah wanitanya Ed mengelus dadanya perlahan.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
" shitt " umpat Ed karena dirinya hampir saja menjadi korban peluru-peluru sialan itu. Mata Ed terbelalak lebar saat ia mengenali sosok lelaki yang menggenggam sebuah bom di tangannya.
bukankah itu putra Mrs OTO ? jika benar berarti pertempuran sesungguhnya berada di depan mata. batin Ed
DUARRRR
" Ed kita harus menyingkir dari sini. Mereka mengetahui keberadaan kita " pekik Elena segera memasukkan beberapa senjatanya ke dalam tas ransel begitupun dengan Ed. " semoga saja pihak bantuan cepat datang. " lirih Elena dan Ed hanya diam saja.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG.
pergerakan Ed dan Elena diketahui oleh pihak musuh dari balik jendela yang terlihat transparan, Ed bergegas melindungi Elena agar tak terluka atau terkena pecahan kaca yang hancur.
Ed sengaja melempar sebuah bom mini ke orang-orang itu dengan cepat, dan seketika suara ledakan itu memekikkan telinga bahkan beberapa anggota tubuh dari pihak musuh tercerai berai, suara rintihan dan erangan saling bersaut-sautan.
Elena dan Ed telah berhasil turun dari lantai dua, kini mereka terkepung kembali karena anak buah Mrs OTO telah memasuki lantai satu, Ed dan Elena sama-sama bersiaga.
" kau penghianat Ed !! " pekik seorang lelaki bersenjata lengkap dengan wajah yang memerah menahan amarah.
" menyingkirlah dari sana " bengis Ed akan tetapi lelaki itu tertawa mengejek seolah ucapan Ed tak ada artinya apa-apa.
" menyerahlah Ed kalian sudah terkepung " ucapnya lagi dan kini giliran Ed yang tertawa renyah membuat orang-orang saling lirik satu sama lain.
suara deru helikopter terdengar disekitar rumah milik Elena dan Ed, senyum Elena terbit saat ia mendengar suara itu, pihak bantuan telah datang dan kini suara selongsong senjata saling bersaut-sautan. Elena dan Ed memanfaatkan kesempatan ini untuk melumpuhkan para tikus yang berkeliaran.
DODODODOR !!
__ADS_1
AGHHH
DODODODOR !!
AGHHH
Elena dan Ed dengan lihai membidik sembari melakukan sedikit aksi untuk menghindari peluru-peluru dari pihak musuh, tubuh Elena berlindung di sofa yang cukup tinggi sedangkan Ed ia berlindung di balik dinding yang akan menuju lantai bawah.
GREPPP
" AGHHH " jerit elena saat rambutnya tiba-tiba ditarik oleh seseorang hingga wajah Elena menatap ke langit-langit. Ed yang mendengar jeritan Elena kian panik seketika.
DODODORDODODOR !!
pihak anak buah king kini berpencar dan ikut melumpuhkan musuh-musuh nya, Ed terus membidik orang-orang Mrs OTO yang kian bertambah. Elena berontak akan tetapi lelaki yang menjambak rambutnya kini dengan lancang memegang aset kembar miliknya.
" Hahahaha ternyata Ed pandai memilih wanita, kau cantik dan begitu menggoda. " ucap Lelaki itu dengan mengendus leher Elena membuat Elena merasa jijik bukan main.
" sialan kau !! lepaskan tangan kotor mu dari tubuhku. " maki Elena dan lelaki itu hanya tertawa seakan tak perduli dengan suara selongsong senjata yang saing bersaut-sautan.
DORR !!
" AGHHH " jerit lelaki yang mencengkram Elena karena Ed menembak bahunya tiba-tiba, cengkraman itu perlahan mengendur dan dengan cepat Elena memukul wajah lelaki itu.
BUGHHHHHH
" jangan pernah menyentuhku. " ucap Elena dengan mata yang melotot lebar.
BUGHHHHHH
Elena dengan brutal memukul dan menendang tubuh lelaki itu yang kini mulai terkapar di lantai begitu saja.
" Elena Ed " panggil Dave dan seketika dua orang itu menoleh dengan wajah datar. " kalian baik-baik saja ? " tanya Dave dan keduanya mengangguk pasti.
DORRR !!
AGHHH
" Ed " teriak Elena saat Ed jatuh tersungkur karena sebuah tembakan yang tepat mengenai dadanya. Elena berlari menuju ke arah Ed sedangkan Dave mengejar lelaki yang telah menembak Ed.
hari itu rumah Elena dan Ed hampir setengahnya hancur karena beberapa ledakan yang diakibatkan oleh beberapa buah bom, bahkan banyak nya mayat-mayat yang bergelimpangan dengan bau darah yang pekat seakan menandakan telah terjadi pertempuran.
Ed langsung tak sadarkan diri dan dengan segera anak buah king langsung membopong tubuh kekar Ed menuju helikopter untuk mendapatkan perawatan dan penanganan dirumah sakit.
sedangkan Dave masih mengejar lelaki misterius itu, Elena marah dan murka karena Ed menjadi korban dalam insiden ini, untung saja Elena mengetahui wajah si penembak dan Elena yakin jika ia adalah putra dari Mrs OTO.
setelah beberapa saat mengejar akhirnya Dave memutuskan untuk kembali, Elena pun sudah naik keatas helikopter untuk menemani kekasihnya yang tak sadarkan diri, hari itu seluruh anak buah king pergi meninggalkan tempat yang sudah tak layak lagi huni.
bahkan Dave melemparkan dua buah bom untuk menghancurkan rumah Elena agar tak bisa dikunjungi oleh pihak manapun maupun pihak berwajib.
*****
*Yeahh hari ini satu dulu yah up nya ππ Ayo cek profil author untuk membaca " kembalinya sang ratu mafia season 2 " dengan judul " King ( KSRM season 2 ) " ceritanya tak kalah menarik dan akan menguras emosi π
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen yang positif yah reader2 ku mohon maaf bila ada kesalahan dalam teks atau yang lainnya maklum owe bukan penulis handal π*