
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat kini markas utama king disulap indah sedemikian rupa bahkan Valera sampai merenovasi ulang markas besar itu, rencana The they king akan di adakan di belakang markas utama yang berhadapan dengan halaman luas nan hijau yang terbentang indah rupawan.
Bahkan mansion megah yang berada di halaman belakang akan tersorot indah oleh para mafia dunia, Valera benar-benar memperhitungkan segalanya.
Beberapa para mafia sudah berada di Paris dan Valera menempatkan mereka di hotel milik keluarga Harson bahkan Remigio pun ikut andil dalam acara ini dimana ia rela jika salah satu hotel berbintang nya menjadi tempat penginapan jajaran Valera yang sangat terhormat itu seperti para jajaran terdahulu tentunya.
rasa lelah sungguh dialami oleh sosok sang Lady walaupun banyak yang membantunya tapi tanggung jawabnya sebagai pemimpin sangatlah besar.
siang ini Valera sedang mengadakan makan siang bersama dengan para jajaran nya disalah satu restoran mewah, tentu saja mereka senang bukan main karena merasa dimanjakan oleh sang Lady bahkan Leonel dan Vyan ikut serta dan juga Daniel serta George, Asnee, Diandra dan juga Malvin hadir dalam acara itu.
para staff restoran berbintang itu seketika sibuk dan mulai memasak menu terbaik dunia karena kedatangan tamu agung yang sosok nya sangat di kenal di negara itu putri konglomerat sekaligus istri billiurner muda Remigio Adomson.
Valera nampak cantik memakai gaun panjang berwarna tosca yang berbelahan sedikit rendah di bagian dadanya dengan menenteng tas ternama nya begitupun dengan Remigio mereka tampak serasi satu sama lain.
Dave sudah membooking salah satu restoran itu untuk mereka menghabiskan waktu bersama, bahkan kali ini Vyan yang mendanai semuanya dan Valera sangat berterimakasih akan hal itu.
" waw, aku merasa kita sedang mengadakan jamuan bangsawan " celetuk Thomas dan semua orang terkekeh dibuatnya.
Valera tampak memperhatikan tingkah George yang sungguh berwibawa dengan memancarkan aura lain dalam dirinya, wajahnya makin hari Makin tampak bersinar dan mampu menyita perhatian penduduk sipil.
" nikmatilah semuanya, dan jangan sungkan. ini adalah hari kita dan aku ingin kalian semua menikmati waktu ini " ucap Valera bijak dan semuanya mengangguk patuh akan perkataan sang Lady.
Ruangan besar itu disulap indah dengan meja panjang yang membentuk lingkaran besar dengan nuansa kelas bangsawan terasa Entestik disana bahkan dari peralatan nya pun tak kalah mewah dan elegan.
semua orang tampak merasa senang akan tetapi merasa sungkan atas kebaikan hati Valera selaku pemimpin dan Lady dari king itu, Remigio tampak ikut bahagia dan merasa nyaman dengan orang-orang dalam jajaran king tidak seperti organisasinya yang saling tikung dengan cara mulus.
" Remi ada apa ? '' ucap Valera memecah keheningan diantara orang-orang dan kini semua mata tertuju pada penguasa ORTAXS itu
" tidak ada sweatheart, aku merasa bahagia karena melihat istriku ini selalu tersenyum dan bahagia. Jangan pernah menangis ataupun merasa sedih teruslah bahagia seperti ini saat bersama ku sweatheart " ucap remigio dan kini tangan kekarnya meraih tangan Valera dan mengecup singkat punggung tangannya.
sontak semua orang memalingkan pandangannya karena tak mau melihat adegan romantis dari dua pemimpin itu bahkan sebagian dari mereka pipinya memerah karena merasa malu.
Leonel hanya menundukkan kepalanya saja merasa ia jadi salah tingkah dan vyan langsung melirik kearah Zizi yang sedang tertunduk itu.
" terimakasih suamiku aku akan selalu merasa bahagia karena kau selalu saja berada di sampingku, dan aku tak perduli dengan penilaian orang lain terhadapmu Remi. Aku mencintaimu " ucap Valera tersenyum lembut dan sontak semua orang tiba-tiba meminum minuman nya hingga tandas membuat Remigio yang menyadarinya terkekeh geli.
" Haii. dasar tak sopan apakah kalian berdua tak melihat jika disini masih ada orang ! " gerutu Vyan kesal dan Valera hanya mengerucutkan bibirnya saja.
" maka cepatlah menikah kakak, agar kau tau bagaimana rasanya saling mencintai dan mengasihi " sinis Valera dan semua orang menjadi bungkam.
" kau tenang saja adikku, aku akan segera menikah dan akan menjadikan Zizi sebagai calon kakak ipar mu " ucap Vyan tegas dan semua orang tampak merasa terkejut begitupun dengan Zizi.
" Dia orang ku. Maka dari itu kau harus meminta izin dan memberikan kompensasi atas itu " canda Valera dan kini semua orang hanya tersenyum tapi tidak dengan Zizi ia merasa kesal bukan main.
" ckk.. apakah kalian lupa jika masih ada anak kecil yang lucu dan menggemaskan seperti kami ini " celetuk Malvin dan semua orang kini menatap pada anak dari mendiang Macky itu.
Malvin dengan polos tersenyum manis sedangkan George hanya duduk dengan tenang sembari memakan cemilan yang tersedia, Diandra meringis tak enak hati karena ocehan putranya itu dan ia hanya bisa diam menunduk.
__ADS_1
****
Jamuan mewah itu berjalan dengan mulus dan tenang bahkan dari beberapa makanan yang tersaji sangat begitu mengunggah selera, Valera dengan antusias memakan makanan nya dengan lahap.
beberapa dari mereka begitu heran melihat cara makan Valera yang terkesan tak peduli hingga memakan beberapa hidangan dengan porsi yang cukup besar.
Diandra merasa curiga jika Valera sedang mengandung tapi ia tak berani mengungkapkan nya karena takut jika prediksinya salah bagitupun dengan Zizi.
" hmmm ini sungguh lezat,kalian harus mencicipinya " ucap Valera dan semua orang hanya mengangguk kecil.
" ckk.. apa kau selama ini tidak makan dengan baik, kau terlihat seperti orang yang sedang kelaparan. " celetuk Vyan dan sontak membuat valera membelalakkan matanya lebar hingga Remigio menatap pada sang istri.
" kenapa ? ini karena makanan nya yang enak. Dan jangan banyak bertanya " ketus Valera lagi dan Vyan hanya diam saja.
di ruang utama keluarga Harson nyonya sofhia sedang bersantai dengan menikmati secangkir teh hangatnya sedangkan tuan Ramius sedang menikmati secangkir kopinya.
Rumah besar itu tampak sepi akan para penghuninya hanya beberapa maid yang berlalu lalang di mansion itu. Nyonya sofhia jadi merasa bosan akan hal ini.
" ada apa ? " tanya tuan Ramius menatap kearah sang istri.
" aku hanya bosan saja, " ucap nyonya Sofhia dan tuan Ramius hanya terkekeh.
" bagaimana jika kita ke Gold Mansion aku dengar putri kita sedang sibuk sayang, " ucap tuan Ramius memberi saran dan nyonya sofhia tersenyum senang.
" kapan kita akan kesana ? " tanya nyonya Sofhia lagi dengan mata berbinar.
nyonya sofhia terlihat menunggu dengan senyum senang di wajahnya, walaupun tak lagi muda akan tetapi wanita asal Indonesia itu masih terlihat sangat cantik dan ayu.
Tampak tuan Ramius sudah mulai berbicara dengan ringan nyonya Sofhia bisa mendengar jika putrinya tidak ada di rumah dan sedang berada disuatu tempat tapi nanti malam Valera akan tiba di mansion utama keluarga Harson.
Tuan Ramius segera mengakhiri panggilan tersebut dan menatap istrinya lembut, nyonya sofhia tampak senang kala putri bungsunya itu akan datang berkunjung.
" kau pasti sudah mendengarnya " ucap tuan Ramius dan nyonya Sofhia hanya mengangguk saja.
" Ya aku senang jika putriku akan datang berkunjung, karena sudah lama ia tak kemari. Mansion ini jadi begitu sepi. Ditambah hatiku mengatakan jika putra kita pun akan segera menikah. " saut nyonya sofhia dan tuan Ramius mengeryitkan dahinya heran.
" menikah ? dengan siapa ? " ucap tuan Ramius yang penasaran dan nyonya sofhia hanya tersenyum kecil, ia sangat tau dengan tatapan putranya saat pada acara megah pernikahan putri bungsunya, wanita berambut panjang dengan wajah oriental telah menarik perhatian putra nya itu.
" Aku tak tau siapa namanya, hanya saja dia ada pada putri kita " ucap nyonya sofhia dan tuan Ramius semakin bingung.
apa maksud dari perkataan istrinya itu, apa wanita yang dicintainya putranya adalah salah satu bagian dari king ? seketika tuan Ramius memijat pelipisnya dengan pelan ia tak akan menyangka dengan takdir kedua anaknya yang sama-sama akan bergelut dengan dunia hitam.
" ohh tuhan, " lirih tuan Ramius dan nyonya sofhia menatap bingung kepada suaminya itu, " Ya, apapun pilihan anak-anak, kita harus tetap menghargainya " ucap tuan Ramius dengan nada pelan dan nyonya sofhia hanya mengangguk setuju.
*****
para jajaran king kini telah kembali ke markas utama setelah mereka melewatkan waktu dengan rasa kekeluargaan bersama dengan sang Lady.
__ADS_1
valera, Remigio dan George kini melajukan mobilnya menuju Mansion utama keluarga Harson, sedangkan Malvin dan Diandra telah diantar Thomas menuju rumah mereka dengan beberapa pengawal yang menjaganya.
George tampak menguap beberapa kali karena ia merasa perutnya kekenyangan dengan hidangan lezat itu, dan Valera hanya menatap sekilas kearah George.
" sweatheart, hmmm aku ingin berkata sesuatu ? " ucap Remigio dengan ragu-ragu dan Valera tampak menanggapi perkataan suaminya itu.
" ada apa ? katakanlah " ucap Valera dengan tenang.
" dua hari lagi aku akan melakukan perjalanan bisnis menuju Italia " ucap remigio dan Valera diam menyimak. " aku tak ingin meninggalkan mu, " ucap Remigio lagi dan sontak Valera terkejut akan hal itu.
" Italia ? perjalan bisnis ? James dan Leo akan ikut ? " tanya Valera lagi.
" hanya Leo sedangkan James yang akan menggantikan ku beberapa hari saja " ucap Remigio dan Valera tampak berfikir.
" Ya tidak apa-apa Remi, kau pun tau aku beberapa hari ini sungguh sibuk untuk menyambut acara itu, dan aku harap kau akan kembali sebelum the they king di mulai " ucap Valera dan Remigio hanya mengangguk saja dengan samar tapi hatinya berkata entah mengapa ia tak ingin meninggalkan Valera.
" tapi.. " ucap Remigio menggantungkan perkataan nya, " Ya aku akan memikirkan nya lagi " ucap remigio bimbang dan itu membuat Valera sedikit curiga.
hingga mobil mewah berwarna hitam itu telah sampai di kawasan mansion mewah dan megah yang di jaga ketat luar bisa oleh orang-orang Valera d a juga Vyan untuk melindungi kedua orang tuanya dari ancaman musuh uang nekat menerobos masuk.
Pram dengan sigap menyambut pasangan pengantin baru itu, lalu ia menunduk penuh hormat.
" Pram. Apakah orang tua ku sudah tidur ? " tanya Valera ramah.
" belum nona, mereka menunggu kedatangan nona di tempat biasa " ucap Pram dengan sopan dan Valera mengangguk lalu menggendeng tangan Remigio dan juga tangan mungil George.
George tampak senang bisa berkunjung ke mansion ini lagi, hingga suara yang dikenal nya memekik nyaring saat nama George dipanggil begitu saja.
" George " ucap nyonya sofhia senang dan George berlari lalu memeluk nenek nya itu dan. mengecup singkat pipi yang mulai berkerut itu.
valera dan Remigio tampak memeluk tuan Ramius lalu beralih kepada nyonya sofhia dan akhirnya mereka duduk di sofa yang tersedia.
" sayang, mama sudah menunggumu dan kau lama sekali " omel nyonya sofhia dan Valera hanya tersenyum kecil yang melihat ibunya itu kesal.
" maaf ma, aku terlambat " ucap Valera dengan rasa sesal.
" ya sudah tidak apa-apa " ucap nyonya sofhia lagi " oh ya Gloria akan berencana untuk tunggal di Paris " ucap nyonya sofhia dan Valera tampak begitu senang.
" benarkah ? tapi kenapa tiba-tiba " Picing Valera dan nyonya sofhia menggeleng tidak tau. " hmm baiklah jika begitu " ucap Valera lagi.
" ya ajak lah dia untuk bergabung di perusahaan jika dia mau " ucap tuan Ramius dengan terkekeh saat mengingat keponakan nya itu yang sedikit nakal untuk gadis seusianya.
" hahaha itupun jika dia mau pah " ucap Valera tertawa kecil karena dia sangat tau bagaimana dari sifat Gloria adik sepupunya itu.
Remigio tampak berbincang dengan ayah mertuanya perihal pekerjaan, serta perihal lainnya kedua pria itu tampak sedang bertukar fikiran satu sama lain.
valera membiarkan suaminya berbincang ria dengan sang ayah sedangkan nyonya sofhia dan George sedang duduk di sebuah meja makan dengan mencomot kue bolu kesukaan George selama ia tinggal di mansion keluarga Harson.
__ADS_1
sampai dering ponsel Valera terdengar membuat ia sedikit terusik dan ternyata dari salah satu anak buahnya, Valera sedikit terkejut saat mendapatkan kabar buruk itu Hingga matanya sedikit melebar dan membuat dia termenung sesaat di tempatnya.