
hari ini adalah keberangkatan Valera menuju Jepang yang menggunakan pesawat pribadi milik Valera sendiri, Valera pergi tanpa ditemani oleh anak buahnya hal itu membuat Dave dan lainnya begitu khawatir bahkan Remigio pun tak kalah cemas dan ia tak bisa meninggalkan sebuah pertemuan penting dengan seseorang membuat Remigio merelakan kepergian Valera
" Dave, entah mengapa perasaan ku tidak enak, jagalah diri baik-baik serta tolong jaga keluargaku dan George Dave, " ucap Valera dan Dave terlihat memicingkan matanya seketika
" jangan khawatir nona, aku akan menempatkan anak buahku untuk menjaga mereka " ucap Dave tegas dan Valera mengangguk
" oh ya Thomas, hari ini kau bertugas untuk mengajak Malvin pergi dan mengunjugi sekolah barunya, buat ia nyaman bersama mu dan pastikan semuanya aman Thomas " ucap Valera lagi dan Thomas mengangguk patuh
" baik nona, kau tenang saja Malvin adalah keponakan ku, aku akan melakukan yang terbaik untuk nya " ucap Thomas lagi dan Valera mengangguk kecil
" Zizi, kau boleh menemui ku di mansion Shizuka jika kau mau, " ucap Valera dan Zizi mengangguk setuju " baiklah, aku pergi ! " ucap Valera lagi dan semuanya menunduk penuh hormat, Valera melenggang pergi dan melangkah kan kakinya untuk naik ke pesawat yang sudah menunggunya,
Dave dan lain nya memandang kepergian Valera sampai pesawat itu benar-benar mengudara dengan gagah
Dave dan lainnya kembali menuju markas utama, selama perjalanan mereka hanya diam dengan seribu bahasa. Thomas lebih fokus menyetir dan Dave ia sibuk melihat jalanan dengan mata elangnya
" ternyata ada yang mengetahui keberangkatan nona " ucap Dave membuat Thomas dan Zizi memandang dave secara bersamaan
" maksud mu ? " ucap Zizi lalu ia mengedarkan pandangannya dan melihat kearah belakang dan ternyata tidak ada hal yang mencurigakan Dave mendengus kesal.
Dave memerintahkan para anak buah king, untuk segera cepat dan tiba di markas karena ia merasa hal bahaya akan muncul dan tentu saja para anak buah king mengangguk setuju dua mobil SUV melaju kencang seperti yang diperintahkan oleh Dave sedangkan Thomas ia mengemudikan mobilnya dengan santai
Zizi mengambil senjatanya dan bersiap jika ada penyerangan tiba-tiba dan Dave masih terus mengintai pergerakan mobil asing yang diam-diam mengikutinya itu
" apa kita tembak ? atau bagaimana " ucap Thomas bingung karena jalanan begitu sangat ramai,
" tidak ! kita alihkan mereka, menuju restoran terdekat kita akan makan " ucap Dave dan Thomas mengangguk setuju
Zizi menyelipkan senjata dibelakang pinggangnya itu, bahkan jaket yang ia gunakan sudah terselip sebuah belati untuk berjaga-jaga Dave hanya memasang wajah datar dan mereka pun memasuki restoran yang cukup ramai
Dave memilih kursi yang sangat terbuka agar mata elangnya bisa bekerja dengan baik, sedangkan Thomas ia hanya bersikap polos saja, Zizi segera memesan beberapa cemilan dan minuman karena mereka setuju untuk tidak memakan makanan berat hanya untuk mengelabui musuhnya
Zizi beranjak dan hendak ke toilet akan tetapi mata nya menangkap sosok pria yang ia kenal bahkan Zizi memicingkan matanya saat orang yang mengikutinya adalah dia
jadi itu orangnya. batin Zizi
Zizi segera menyelesaikan keinginannya dan berpura-pura tak mengetahui keberadaan pria itu, Zizi hanya tersenyum sinis
sedangkan Dave ia menyunggingkan senyumannya saat orang berpakaian serba hitam dengan sebuah topi dan kacamata yang menutupi sebagian wajahnya duduk tak jauh di dekat kursi mereka.
Thomas yang mengetahui arah pandang Dave hanya bisa diam saja, ia mengetahui jika orang itu sedang berada di belakangnya tak lama Zizi datang dan membawa sebuah air mineral tanpa ia sengaja ia menumpahkan air itu tepat kepada pria berpakaian hitam
" shitt " pekik pria itu kesal dan Zizi ia hanya diam saja
" maaf, sungguh aku tak sengaja " ucap Zizi polos dan alangkah terkejutnya saat orang itu mengetahui jika Zizi yang melakukan hal itu, dengan cepat orang itu menundukkan kepalanya " maaf tuan, " ucap Zizi lagi dan orang itu hanya mengangguk saja
Zizi tersenyum tipis saat melihat itu sedangkan Dave dan Thomas hanya diam tanpa ekspresi
" kau mengetahuinya " ucap pelan Dave dan Zizi mengangguk cepat
" kita akan menyergapnya di jalan, bawa mereka ke tempat yang sepi " ucap Zizi dan Thomas mengangguk
satu jam berlalu Zizi dan lainnya menyudahi aktifitas itu dan Thomas pun harus mengantar Malvin ke sekolah barunya begitupun dengan Dave yang harus merekrut beberapa anak buah nya untuk berjaga di sekitar mansion utama keluarga harson atas titah sang lady
mobil Dave melaju dengan kecepatan sedang dan Zizi melirik sekilas kearah belakang dan ternyata orang itu masih mengikutinya
" cihh.. untuk apa dia melakukan ini, apa belum juga jera dengan kejadian waktu itu " kesal Zizi " hmm aku rasa hukuman yang lalu kurang " ucap Zizi asal dan Dave hanya terkekeh mendengarnya
Thomas sudah menuju kesebuah tempat yang cukup sepi, dan Zizi segera bersiap begitupun dengan Dave
__ADS_1
" berhenti " ucap Dave dan Thomas mengangguk, Tak lama orang itu keluar dengan beberapa anak buahnya. Zizi menatap nya dengan malas lalu ia keluar terlebih dahulu
" mau apa kau ? " teriak Zizi lantang karena ia mulai kesal
" memberimu pelajaran " ucap orang itu dan Zizi hanya tertawa sumbang
" lakukan jika kau mampu ! " tajam Zizi dan ia segera menyerang salah satu dari mereka sedangkan Dave dan Thomas melakukan sisanya
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
AGHHH
Zizi dengan cepat melumpuhkan satu orang dengan sekali hentakan, begitupun dengan Dave dan Thomas
Zizi merasa lucu dengan pria yang atau UNJ datang dengan membawa empat anak buahnya yang dengan satu kali pukulan langsung terkapar
GREPPP
entah sejak kapan Zizi berada di hadapan pria itu dengan mencengkram erat lehernya dengan erat
Dave dan Thomas membiarkan Zizi melakukan hal itu, Dave sudah tau jika pria itu yang memasuki wilayah king lewat jalur pelabuhan
" Robbin Hallerand, senang bertemu dengan mu lagi " seringai Zizi dan Robbin dengan cepat mengunci gerakan Zizi hingga Zizi cukup tersentak dengan perubahan pria yang berada di hadapannya ini
" Sudah ku katakan jika aku akan datang untuk membalas semua perlakuan mu " sinis Robbin dan Zizi tertawa kecil
" sudah kukatakan jika kau mampu " ucap enteng Zizi dan dengan cepat Robbin menyerang Zizi begitu pun dengan Zizi yang melawan setiap gerakan lawannya
Dave dan Thomas hanya menjadi penonton saja, sembari matanya menelisik ketempat dimana mereka berada
BUGHHHHHH
AGHHH
" berani sekali kau menyentuh ku ! " pekik Zizi lantang dengan kilat amarah yang begitu bernafsu dengan cepat ia bangkit dan mulai menyerang Robbin dengan gerakan tak terbaca kali ini giliran Robbin yang cukup kewalahan hampir tak bisa mengimbangi gerakan Zizi
" dasar lelaki tak tau malu, kau akan ku buat merasakan neraka " desis Zizi disela-sela gerakannya hingga kaki Zizi membelit erat pinggang Robbin dan
BUGHHHHHH
AGHHH
Zizi menghajar tulang bahu sang lawan, hingga Robbin memekik kesakitan
BUGHHHHHH
tak cukup sampai disitu, Zizi menghajar wajah pria itu dengan kakinya, hingga Robbin lagi-lagi harus rela menerima serangan yang menyakitkan itu
" jika belum mampu untuk apa kau menampakan wajah menjijikan mu itu ," tajam Zizi dengan bengis nafas Robbin begitu tersengal setelah mendapatkan serangan dari Zizi
Dave sedang bergelut dengan fikirannya bagaimana bisa Robbin Hallerand memasuki Prancis ? bukankah waktu itu sang nona sudah mendaftar hitamkan identitas Robbin Hallerand ? Dave menjadi curiga akan hal itu
" Zizi mau kau apakan orang itu ? menyekapnya atau membiarkan nya begitu saja " teriak Thomas membuat Zizi menoleh kearah dua pria yang sedang berdiri dengan santainya
" menyekapnya ! dan bukankah tuan Remigio sedang mencari orang ini ? " seringai Zizi membuat Robbin mendadak gugup seketika, pasalnya tidak ada yang mengetahui kepergian dirinya baik sang kakak maupun Journey
Robbin melakukan hal ini atas dasar balas dendam karena tak terima atas perlakuan Zizi yang begitu bar-bar terhadapnya beberapa waktu lalu,
__ADS_1
GREPPP
Robbin bangkit dan mencekik leher Zizi saat Zizi sedang lengah, membuat wanita itu terkesiap
" matilah kau ! " pekik Robbin lagi dan Zizi berusaha untuk melepaskan cengkraman dari Robbin dan itu berhasil Zizi memutar tangan Robbin seketika hingga posisinya kini Zizi yang berada di belakang
KRAKKKK
AGHHH
Zizi dengan mudah mematahkan tangan Robbin hingga suara retakan tulang terdengar begitu sangat ngilu
" gila ! kau gila " ucap Robbin merintih dan nafasnya mulai tersengal kembali
BRAKKKKKK
Zizi menendang boking Robbin dengan kaki nya yang menggunakan sepatu boot itu,
" berani sekali kau mempermainkan aku ! " pekik Zizi lalu ia mendatangi Robbin dan langsung menyeretnya dengan kasar hingga mendekat kearah Dave dan juga Thomas
" ayo aku akan memberinya pelajaran di markas nanti, Berani sekali dia mencekik leherku " marah Zizi dan langsung memborgol kedua tangan Robbin seketika. Dave dan Thomas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sedangkan Robbin yang duduk disamping Zizi menatap tajam kearah wanita ini
" dasar wanita kasar " gumam Robbin dan Zizi langsung menampar Robbin dengan sangat keras
PLAKKK
Robbin begitu meringis kesakitan, sedangkan Dave dan Thomas yang mendengarnya hanya bisa tersenyum ringan, hingga mereka tiba di markas utama king dan Zizi langsung menyeret tubuh Robbin tanpa perasaan
*****
kini Thomas sudah berada di depan sebuah gedung tempat George bersekolah seketika Thomas menelan ludahnya kasar pasalnya sekolah ini bertaraf fantastis bahkan fasilitas nya pun sangat mumpuni dan Diandra yang pada saat itu ingin ikut seketika terbelalak kaget
" Thomas, apakah benar ini sekolah nya ? " ucap Diandra begitu tak yakin sungguh gedung sekolah ini sangatlah luas dan berkesan modern sedangkan Malvin begitu tampak berbinar
" paman, apakah George berada di dalam ? " ucap Malvin dan Thomas mengangguk seketika dengan senyum manisnya tak lama seseorang datang menghampiri Thomas
" ahh maaf dengan tuan Thomas ? " ucap seorang wanita yang berpakaian sangat rapi serta rambutnya yang digelung sempurna, wanita itu menampilkan senyum ramahnya
" benar itu saya " ucap Thomas tegas dan wanita itu hanya tersenyum pasalnya Valera sudah memberi tahu sebelumya
" silahkan , ikuti saya " ucap wanita itu sopan dan Thomas mengangguk lalu mengajak Diandra dan Malvin mengikuti dirinya
tak jauh dari sebuah ruangan terlihat Asnee yang sedang duduk dengan tenang Thomas tau jika Asnee bertugas untuk menjaga George.
Malvin begitu sangat menikmati sekolah yang akan ditempatinya, terutama ia akan bertemu dengan George setiap hari
kini mereka sedang berada di sebuah ruangan yang besar dengan seorang lelaki paruh baya yang sedang tersenyum kepada tamunya, pria itu mempersilahkan tamunya untuk duduk.
" selamat datang tuan Thomas saya sudah mendapatkan sebuah perintah dari nona Valera untuk membantu anda " ucap pria itu dan Thomas hanya mengangguk " silahkan tanda tangani disini " ucap pria itu dan Thomas hanya menurut saja
lalu seorang wanita membawa beberapa baju khusus untuk Malvin bersekolah, Diandra tampak berkaca-kaca melihat itu semua sedangkan Malvin ia sangat senang
" tuan muda Malvin " seru pria itu dan Diandra langsung terkejut mendengarnya sedangkan Thomas begitu tak mengerti " kau akan mendapatkan kelas yang sama dengan tuan muda George " ucap pria itu dan Malvin sungguh senang mendengarnya bahkan Diandra hanya tersenyum bahagia melihat Malvin yang senang bukan main
pria paruh baya itu menjelaskan sedikit perihal tentang sekolah dan kegiatan yang akan dijalani oleh Malvin, Diandra mendengarkan nya begitu sangat detail
Malvin bisa bersekolah pada keesokan harinya dengan Thomas yang menjemput Malvin, Diandra begitu berterimakasih kepada Thomas dan juga Valera karena dipertemukan oleh orang yang sangat baik.
****
__ADS_1
maaf ya readers terkadang up nya kurang atau waktunya yang tidak menentu dikarenakan owee sibuk dengan kegiatan owee yang lainya, sesudah lebaran owe akan up dua episode perharinya yahh readers. Jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah ❤️❤️