
Gold Mansion.
Pagi ini Valera akan sibuk seperti wanita beristri pada umumnya, menyiapkan sarapan untuk suami serta anaknya dan menyiapkan berbagai kebutuhan Remigio untuk bekerja.
sebelum itu Valera menyempatkan waktu untuk menuju kamar George, dan ternyata George masih terlelap dalam tidurnya, sesaat Valera menatap lekat-lekat wajah damai George yang tampak polos dan lucu.
tampak dalam hatinya yang paling dalam Valera tak rela jika suatu saat nanti George bertemu dengan keluarga kandungnya dan mereka akan membawa George pergi dari hidup Valera sungguh Valera tak bisa membayangkan itu semua.
" George, bangunlah " ucap Valera lembut dan mengusap lembut kepala George. " sayang, apa kau tak ingin bangun ? " tanya Valera tepat di telinga George dan itu membuat si mpunya sedikit terusik dan perlahan membuka matanya lalu ia tampak tersenyum saat melihat wajah Valera.
" mamih, " serak George dan Valera hanya tersenyum " mamih, kau disini ? " tanya George lagi
" hmm.. ini sudah pagi sayang, dan kau belum bangun jadi mamih membangunkan mu, sekarang bangun dan mandi setelah itu sarapan " ucap Valera lembut dan George hanya mengangguk kecil dan tak lama salah atau maid yang bertugas untuk membantu menyiapkan kebutuhan George datang
maid itu tampak sungkan saat melihat jika ada nyonya besarnya di dalam ruangan, maid itu hanya menunduk sopan dan Valera tampak tersenyum dengan ramah.
" tolong kau bantu George, Selly " ucap Valera dengan ramah dan Selly mengangguk kecil, lalu ia mulai menyiapkan air hangat sedangkan Valera menyiapkan pakaian untuk George sekolah.
setelah itu Valera keluar dan menuju kamar utamanya untuk membangunkan sang suami yang masih terbuai dalam mimpinya, dan benar saja Remigio Bahkan masih bergelung dengan selimut tebalnya.
" Remi, " panggil Valera dengan mengusap rahang Remigio dan sedikit menggodanya " Remi, kau tak ingin bangun ? bukan nya pagi ini kau ada acara penting " ucap Valera lagi dan Remigio langsung membuka matanya lalu menarik Valera masuk kedalam selimutnya. " Remi, apa yang kau lakukan " ucap Valera terkejut
" sweatheart, kau sungguh wangi sekali " ucap remigio dengan suaranya yang khas seperti orang yang baru bangun tidur. " apakah kau menggodaku ? " tanya Remigio lagi dan Valera hanya mengeryitkan dahinya saja.
" remi, bangunlah mandi setelah itu sarapan. " ucap Valera lembut dan memberi satu buah kecupan dibibir Remigio.
" hmm baiklah, kau sungguh istri yang sangat perhatian. Aku mencintaimu " ucap remigio dengan mengecup singkat pucuk kepala Valera lalu ia bangkit dan menampilkan dada bidangnya yang bertelanjang karena mereka habis melakukan kegiatan panas nya tadi malam sampai Remigio melakukanya berkali-kali.
valera menatap tak berkedip otot-otot kekar yang menghiasi tubuh Remigio serta dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu halus seakan menambah kesan yang begitu menggoda. Valera sesaat terpaku menatap tubuh itu sampai hilang dibalik pandangan kemudian ia baru tersadar dan dengan cepat menyiapkan pakaian untuk Remigio.
satu jam berlalu kini keluarga kecil itu sedang duduk dan sarapan dengan tenang, bahkan Remigio dan George menambah menu sarapan baru yang dibuat oleh Valera.
hanya memasak nasi goreng mereka berdua begitu lahap memakannya, Ya Valera belajar memasak dari sang ibu yang asli Indonesia itu bahkan sang ayah Tuan Ramius pun sungguh menyukai masakan Indonesia yang dibuat oleh nyonya Sofhia.
" mamih, ini sungguh lezat. Aku ingin sarapan ini setiap hari " ucap George dan valera tersenyum senang.
" Ya papih juga ingin memakan sarapan ini setiap hari " ucap remigio dengan mulut yang penuh dengan makanan, George hanya tertawa kecil saat melihat Remigio yang berbicara seperti itu bahkan Valera hanya tersenyum menanggapi.
*****
satu bulan berlalu, semuanya tampak dalam keadaan stabil tidak ada peperangan antar kelompok tidak ada keributan yang terjadi bahkan seluruh jajaran king dibuat sibuk dengan menyambut acara besar itu.
pria bernama Lettan telah dipulangkan dan bebaskan oleh pihak Valera karena tak dianggap membahayakan selamatan George hanya saja Valera masih terus menyuruh seseorang untuk mengawasi pergerakan Lettan.
selama satu bulan itu juga Patricia selalu sibuk menganggu waktu Remigio dan tentu saja James dan Leo dengan sigap menghalangi keinginan Patricia, sedangkan Valera hanya membiarkan wanita itu bertindak karena ia pun masih banyak tugas serta pekerjaan yang lainnya.
" nona, Elion dan Lotus akan tiba pada esok malam, " ucap Zizi memberikan laporan dan Valera menutup bukunya yang sedang ia baca lalu mengalihkan pandangannya kepada Zizi.
__ADS_1
" benarkah ? " ucap Valera lagi dan Zizi mengangguk sopan. " baiklah, kau atur tempat untuk mereka istirahat dan kau minta pada para anak buah yang lainnya untuk menyiapkan beberapa tempat di mansion belakang " ucap Valera lagi dan Zizi mengangguk patuh.
" para anggota B.Woman akan tiba pada malam hari bersama dengan para pasukan Phoenix " ucap Zizi lagi dan Valera hanya mengangguk.
" maaf jika aku merepotkan mu Zizi " ucap valera dan Zizi seketika mengeryitkan dahinya heran.
" tidak perlu berterimakasih nona, itu sudah menjadi tugas dan kewajiban ku " ucap Zizi merasa kikuk dan Valera hanya terkekeh dibuatnya.
setelah itu Zizi pamit untuk melakukan tugasnya begitupun dengan Valera yang akan pergi untuk membasmi kecoa yang terus menganggu itu.
valera pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh seakan Valera mengejar waktu yang sangat berharga, Valera mendengus kesal saat mendapat kabar dari anak buahnya jika Patricia sedang berada di perusahaan Remigio.
hingga mobil sport itu telah memasuki pelataran kawasan Adomson Crop's valera segera keluar dan berjalan dengan anggun, pandangannya mencari sosok wanita itu. Ternyata dia sedang duduk di kursi loby Valera dengan santai menghampirinya.
" nona Patricia " ucap Valera ramah dan sontak Patricia terkejut bukan main tapi ia pandai menyembunyikan keterkejutanya.
" ohh.. nona Valera " ucap Patricia dengan ramah dan tersenyum tipis
" kau sedang apa disini ? " polos Valera
" ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan suamimu tentang bisnis yang terjalin, hanya saja tuan Remigio masih sibuk alhasil aku menunggunya disini saja " ucap Patricia dengan cepat dan Valera hanya mengangguk-angguk kepala nya saja, senyum menyeringai muncul di wajah Valera.
" jika begitu ayo ikut aku, akupun akan menuju ruangan suamiku. Siapa tau dia bisa meluangkan waktunya sebentar untuk berbicara dengan mu " ucap Valera lagi dan Patricia seakan mendapatkan kesempatan ini hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala sopan.
mereka berdua berjalan seiringan, bahkan satpam yang ditugaskan untuk mencegah Patricia masuk hanya bisa menunduk saat tatapan Valera begitu mengintimidasinya.
Patricia yang berjalan dibelakang Valera hanya bisa tersenyum menyeringai entah apa yang ia fikirkan saat ini, apa kemungkinan ia akan melakukan sesuatu yang membuat hubungan suami istri ini renggang sedikit demi sedikit ?
" hai James hai Leo " sapa ramah Valera bersikap akrab bahkan ia tak pernah menyapa keduanya seperti ini.
" nyonya " ucap keduanya menunduk dengan sopan dan Valera hanya tersenyum tipis
" suami ku di dalam ? " ucap Valera ramah.
" tuan berada di dalam nyonya " ucap James menimpali dan Valera langsung melenggang pergi dengan menarik tangan Patricia untuk mengikutinya kedalam.
James dan Leo saling pandang satu sama lain, mengapa nyonya nya itu membawa parasit untuk masuk, bahkan Leo berfikir jika nyonya nya itu akan merencanakan sesuatu.
saat pintu ruangan itu terbuka Remigio terkejut akan kehadiran istrinya dan lebih terkejut lagi karena Valera datang bersama dengan Patricia, Valera tersenyum dan memeluk erat Remigio dan Remigio membalas pelukan itu lalu melabuhkan kecupan lembut pada pucuk kepala Valera dan tak lupa ia pun mengecup singkat bibir Valera, Patricia yang melihatnya hanya bisa menahan kesal dengan mengepalkan tangannya.
" sweatheart ? " ucap Remigio lalu mengalihkan pandangannya kepada Patricia. Valera yang tau arti tatapan itu hanya tersenyum dan mengedipkan salah satu matanya sebelah.
" hmm Patricia bukan kah kau ingin bertemu dengan suamiku untuk membahas tentang bisnis ? '' polos Valera dan Patricia hanya mengangguk akan tetapi Remigio hanya diam tanpa mau menoleh kearah Patricia.
" Ya kau benar nona Valera, hmm tapi ini masalah pribadi aku jadi sungkan untuk membicarakannya jika ada orang lain " ucap Patricia sedikit memelas dan Valera serta Remigio saling berpandangan sejenak. Valera tau apa maksud nya itu akan tetapi Valera tidak sebodoh yang Patricia kira.
" jika kau ingin bicara maka bicara ! tidak perlu berbasa-basi " ucap Remigio dengan tegas dan penuh penekanan sehingga membuat Patricia sedikit gugup akan hal itu.
__ADS_1
" memangnya apa yang ingin kau katakan ? dan mengapa jadi masalah pribadi nona Patricia ? " ucap Valera dengan memicingkan matanya seketika.
" hmm..Karena aku.. " ucap Patricia seakan ia tak mampu untuk menjawab pertanyaan Valera " maaf tapi ini masalah pribadi nona, aku harap kau mengerti ! " ucap Patricia sedikit tegas dan Valera hanya tersenyum ringan.
" jaga sikapmu Patricia ! " tegas Remigio dengan menaikan sedikit intonasinya.
valera melangkahkan kakinya untuk menuju sofa dan duduk dengan anggun lalu ia menatap intens kepada Patricia dan Remigio hanya menatap heran dengan tingkah istrinya itu.
Patricia dengan tidak tau malunya berjalan dan mendekat kearah Remigio sehingga membuat Remigio sedikit terkejut akan hal itu tapi tidak dengan Valera ia terlihat santai melihat Hama itu.
" Rem, " cicit Patricia akan tetapi Remigio menatap tajam kepada wanita yang berada di hadapannya ini " aku.. aku ingin minta maaf untuk kejadian beberapa tahun lalu " cicit Patricia lagi
BRAKKKKKK
" Hentikan omong kosong mu itu Patricia, apa kau tidak menghargai jika istriku sedang ada disini " ucap Remigio dengan marah dan matanya melotot seketika.
" tapi aku masih mencintaimu " cicit Patricia dengan lirih sehingga ia tak bisa lagi memendam apa yang ia rasakan selama ini. Remigio tersentak kaget dengan perkataan lancang dari mantan kekasihnya itu.
PROK PROK PROK
" Patricia Montella putri kedua dari Simon Montella dan juga Iriana Luggage yang merupakan istri kedua tuan Simon " ucap Valera dengan nada sinis menatap rendah kepada Patricia bahkan Remigio cukup terkejut dengan hal ini " kau adalah mantan kekasih dari suamiku yang artinya kau hanya masa lalunya saja " lanjut Valera dengan terkekeh membuat Patricia kesal seketika.
" sebaiknya kau diam saja " sentak Patricia geram.
" kau bermain dengan orang yang salah Patricia ! kau mulai mengganggu dan mengusik milik ku, jelas-jelas kau tau jika Remigio pria beristri ! " pekik Valera dengan menggelegar " kau wanita rendahan ! maka jangan salah kan aku jika aku memberimu pelajaran " tajam Valera dengan sorot mata yang siap memangsa musuhnya itu.
" jangan mengancam ku ! " pekik Patricia lagi dan Valera berjalan cepat kearah nya
PLAKKK
valera menampar Patricia dengan keras dan membuat wanita itu sedikit terhuyung saat Patricia akan berbicara lagi-lagi Valera menampar pipinya tanpa perasaan.
PLAKKK
" dasar kau wanita tak tau diri ! aku sudah cukup bersabar saat kau mencoba untuk mendekati suamiku. Tapi aku tak akan tinggal diam " ucap Valera menyeringai
" AGHHH.. kau gila..! lepaskan ! " teriak Patricia saat rambutnya dijambak kasar oleh Valera dan seketika Valera mendorong tubuh Patricia sampai ia terjatuh.
" sampah ! tempatmu adalah sampah dan jangan mengujiku " pekik Valera dengan lantang membuat Patricia sedikit tersentak akan perubahan dari dalam diri Valera.
" kau gila ! " pekiknya lagi dengan mata yang memerah dan Remigio segera mengelus punggung Valera lalu membisikkan cinta ditelinga istrinya itu dan Valera kini menatap tajam kepada Remigio.
" jangan bermain api Patricia jika kau tidak ingin terbakar. Jika kau berani berkelakuan di luar batas akan ku pastikan kau dan keluarga mu hancur sampai tak bisa bangkit lagi. Dan jangan lupa selama ini aku memata-matai mu jadi semua rekaman cctv saat kau datang ke perusahan suamiku semuanya tersimpan rapi dalam genggaman ku. Jika kau tidak ingin nama baikmu serta keluarga mu tercoreng maka jauhilah suamiku saat ini juga " tajam Valera tanpa berkedip menatap Patricia.
" Remi kau lihatlah istrimu itu, apakah pantas seorang wanita terhormat berlaku kasar ? " balas nya lagi dan Valera seketika tertawa.
" lalu apakah pantas seorang wanita terhormat berencana merebut lelaki yang telah beristri. " sinis Valera tajam dan Patricia seakan di buat bungkam dengan perkataan balik dari istri Remigio itu.
__ADS_1
lalu Patricia melangkah pergi dengan sejuta amarah yang menumpuk dalam hatinya saat ini ia menjadi benci dengan sosok Valera bahkan Patricia mengumpat nya dalam hati.
James dan Leo yang melihat wajah kesal Patricia hanya bisa menahan senyum nya mereka berdua yakin jika telah terjadi sesuatu yang sangat menyenangkan di dalam sana, sedangkan Valera hanya bisa menahan segala amarahnya dan Remigio segera memeluknya dengan erat akan tetapi Valera tidak membalasnya sedikit pun.