
pihak ROLADEX dibuat tak bisa berkutik bahkan Robbin tak bisa berbuat apa-apa ia meruntuki dan memaki dalam hati seorang lelaki yang telah membantunya sampai sini
anak buah king meringkus dan menahan para ROLADEX begitupun dengan Robbin, mereka dibawa ke suatu tempat untuk menjadi kan tawanan sebelum kapal yang di maksud Valera tiba dan akan membawa para ROLADEX kembali ke tempat asalnya bukan tanpa alasan Valera tidak membunuh mereka hanya saja Valera ingin tahu siapa saja orang yang berada dibalik ROLADEX yang sesungguhnya serta para jajarannya yang membantu ROLADEX Hinga sampai pelabuhan
sedari perjalan Dave mematung dan terpaku tentang sosok wanita yang baru dijumpainya tadi, Zizi ? mungkin benar selama ini sang lady memiliki banyak pasukan khusus yang tak pernah diketahui keberadaan nya baik oleh para petinggi king maupun para mafioso yang berada di bawah naungan king sekalipun, ladynya benar-benar cerdas dan memperhitungkan segalanya
Valera baru saja tiba di markas utama miliknya, para anak buah king yang berpapasan dengannya langsung menunduk hormat tak kala mereka bertemu dengan sang pimpinan
Valera duduk di ruang kesukaannya saat ia merasa lelah, Thomas yang kebetulan lewat langsung berisiniatif membuatkan teh untuk sang nona nya
pada saat itu Dave pun lewat alhasil ia memilih duduk di hadapannya nonanya raut wajahnya masih saja sama seperti memikirkan banyak hal
" apa yang terjadi Dave ? " ucap Valera yang masih menutup kelopak matanya dan sontak Dave terkejut karena perkataan sang nona
" ahh tidak ada nona " ucap dave kikuk dan Valera hanya tersenyum tipis bahkan senyumannya tak terlihat sedikit pun tak lama Thomas membawa teh untuk nonanya
" nona " ucap Thomas yang langsung meletak kan teh itu diatas meja tepat dihadapan Valera, sontak Valera membuka matanya dan melirik ada secangkir teh di atas meja
" terimakasih Thomas " ucap Valera tersenyum kemudian Valera meneguk teh nya itu " aku tau apa yang kau fikirkan Dave, tentang Zizi ? dia salah satu pasukan khusus ku akupun tak tau dari mana ia bisa mengetahui tentang hal ini, bukankah aku sudah mengatakan jika aku akan mempertemukan kalian semua di waktu yang tepat " jelas Valera dan Dave masih saja mencerna setiap ucapan nonanya untuk Thomas ia tentu saja merasa bingung
" baik nona maafkan aku telah berfikir yang tidak-tidak " ucap Dave menunduk hormat dan Valera tersenyum tipis menimpalinya
" ohh ya, tolong siapkan dua puluh anggota kita yang memiliki kemampuan tingkat 1, enam maid, 4 penjaga seperti tukang kebun dan lain lainnya , " ucap Valera lagi yang masih memikirkan sesuatu
" itu semua untuk apa nona ? " tanya polos Thomas
" untuk aku tempatkan di gold mansion ! itu adalah mansion baru ku karena aku berencana akan tinggal di sana " ucap Valera dan sontak membuat Thomas terbelalak dan Dave tentu saja ia terkejut " nanti kita bisa pergi melihatnya , aku berencana membawa Daniel ikut serta di gold mansion " ucap Valera lagi
" aku akan menyiapkan segalanya nona " ucap Dave lagi dan Valera mengangguk pasti
tak lama seorang wanita muncul dengan senyum terkembang nya dan ia menunduk hormat kepada Valera lalu duduk disebelah sang lady
" bagaimana Zizi ? " ucap Valera
" kapalnya besok lusa akan tiba nona " ucap Zizi sopan dan Valera mengangguk samar
" ohh ya Zizi bagaimana bisa kau datang dan tau akan hal ini " tanya Valera menatap wanita yang usianya lebih tua darinya Zizi tersenyum dan terkekeh membuat semua orang menatap Zizi satu sama lain
" para pasukan khusus mu semuanya sudah tau nona dan pada saat itu aku memutuskan untuk kembali dan membantu nona secara terang-terangan seperti tadi, ya walaupun aku tau pasti kedua pria yang sedang duduk dihadapan ku ini sedang terkejut " ucap Zizi frontal dan sontak Valera menatap Dave dan Thomas secara bergantian
" apa kalian terkejut ? " tanya polos dan bingung Valera
" benar nona " ucap Dave dan Thomas serempak membuat Zizi tertawa seketika
Valera hanya diam dan memilih meneguk teh nya kembali sedangkan Dave dan Thomas masih diam terpaku melihat dan menatap Zizi yang tertawa seakan ia melihat sesuatu hal yang lucu
" sudahlah Zizi kau membuat mereka bingung dan bertambah bingung " ucap Valera dan Zizi seketika berhenti tertawa dan menunduk hormat
" nona apa yang akan kita lakukan selanjutnya terhadap para sampah itu " ucap Zizi lagi
" Dave cari informasi tentang Robbin Hallerand, pastikan semuanya akurat dan tidak ada yang terlewatkan " titah Valera dan Dave mengangguk mantap lalu Zizi tersenyum tipis melihat Dave " siapkan segalanya aku bisa pastikan ketika kita memulangkan mereka para ROLADEX yang lain akan muncul dan menyatakan perang secara terang-terangan terhadapku nanti, kita buat mereka lari terbirit-birit " ucap Valera lagi dan semuanya hanya mengangguk saja tanpa mau berbicara
" baiklah kalau begitu aku pamit terlebih dahulu, " ucap Zizi lagi dan Valera hanya mengangguk
" pastikan misi kali ini berhasil Zizi " ucap Valera tegas
" akan saya pastikan nona ! " ucap Zizi tak kalah tegas lalu tersenyum tipis dan kemudian ia melenggang pergi meninggalkan tiga orang yang sedang menatapnya
****
__ADS_1
" tuan " ucap Leonel saat melihat tuannya sedang melamun dan menatap kearah balkon diruang kerjanya
" ada apa ? " tanya vyan
" diluar ada tuan Revan yang ingin bertemu dengan anda " ucap sopan Leonel dan vyan seketika memicingkan matanya
" suruh dia masuk ! " ucap vyan tegas dan duduk dengan tegap, Leonel mengangguk lalu meninggalkan ruangan milik tuannya itu tak lama pintu diketuk dengan alunan sama dan muncul lah sosok lelaki muda memakai setelan formal dengan jas berwarna coklat muda ia tersenyum ramah kepada vyan dan begitu pun sebaliknya
" selamat siang tuan vyan, maaf mengganggu waktu mu " ucap Revan ramah
" ahh tidak apa-apa tuan Revan silahkan duduk " ucap vyan dengan mempersilahkan Revan duduk
vyan menekan tombol sesuatu dan tak lama seorang lelaki muncul dan vyan memesan dua buah cangkir kopi, Revan terlihat santai dan duduk dengan elegan
vyan bisa melihat gerak-gerik dari lawan bicaranya itu, tak lama pintu diketuk dan muncul lah lelaki yang membawa nampan berisi kopi
" silahkan tuan " ucapnya lagi lalu menunduk sopan dan berlaku pergi
" ada apa tuan Revan datang kemari " ucap vyan dengan tenang
" aku ingin menawarkan sebuah kerja sama " ucap Revan dan vyan diam saja mendengarkan nya " kerjasama yang dapat menguntungkan diriku dan dirimu " ucap Revan lagi
" seperti apa itu ? " ucap yang penasaran, lalu Revan membisikkan sesuatu ke telinga vyan dan sontak Vyan melebarkan matanya seketika
" apa maksudnya ini ? " ucap vyan geram karena Revan mengajaknya untuk memuat perusahaan Remigio gulung tikar
" tidak ada maksud apa-apa hanya mengajak kerja sama saja " ucap Revan santai tapi vyan menatap tajam ke arah Revan
" maaf aku tidak bisa ! " tegas vyan lagu dan Revan tersenyum sinis kali ini, " silahkan cari partner yang lain untukmu " ucap vyan tegas dan tak butuh waktu lama vyan memangil Leonel " seret dia keluar ! " ucap tegas vyan dan Leonel mengangguk patuh
" apa-apaan kau ini ! sungguh tidak sopan " pekik Revan marah
" cihh. jangan naif tuan vyan aku menawarkan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak tapi kau dengan bodohnya menolak tawaranku " ucap angkuh Revan
PRANGGG
vyan melempar gelas kopinya hingga hancur berserakan, matanya menatap tajam kearah Revan tapi Revan diam saja seolah ia acuh dengan keadaan
" siapa kau beranj memerintahkahku ? perusahaan ku tak seburuk itu, tanpa harus menerima tawaranmu ! perusahaan ku tak akan bangkrut, atau kau lupa siapa aku " smirk vyan membuat Revan terdiam seketika lalu Revan berlalu pergi dengan kekesalan di wajahnya itu dan vyan yang melihat itu langsung mendengus kesal
****
DODODODOR !!!
AGHHH
Remigio menggila setelah ia mengetahui salah satu tempat anggota ROLADEX, Remigio membawa pasukan nya, kini penguasa ORTAXS itu sedang mengamuk tak terkendali
BUGHHHHHH
DORR !!
AGHHH
Remigio menerjang para anak buah musuh yang bertugas di mansion salah satu anggota ROLADEX
" hancurkan semuanya ! " teriak lantang Remigio, para penghuni mansion itu dibuat kalang kabut karena kedatangan Remigio yang tiba-tiba dan bagaikan halilintar yang siap membumi hanguskan apa saja yang ditemuinya
para anak buah Remigio mulai mengepung di sana, suara tembakan saling bersaut-sautan bahkan pemiliknya berlari menyelamatkan diri kesebuah ruangan rahasia dengan di temani satu orang kepercayaannya
__ADS_1
DUARRRR
pihak Remigio melempar bom ke sisi Utara bangunan dimana para anak buah ROLADEX berusaha melarikan diri, suara erangan dan rintihan sangat memilukan disana dan teriakan kesakitan seakan menjadi pengganggu gendang telinga para anak buah Remigio
" tuan orang itu melarikan diri melalui ruang rahasia '' ucap Peter lagi
" cari dia sampai dapat ! " tegas Remigio pihak remigio berhasil menguasai mansion itu, mereka mengobrak-abrik isinya bahkan para mayat dibiarkan bergelimpangan disana
" OUT " teriak lantang Remigio seketika para anak buah Remigio berhamburan lari keluar mansion begitupun dengan Remigio dan Peter
enam helipad milik remigio sudah mengelilingi mansion Journey, mereka seakan siap menunggu instruksi dari tuannya,
" ledakan sekarang juga ! " titah Remigio lagi dan seketika .
DUARRRR
BLUMMM
DUARRRR !!!
empat helipad itu menembak kan bom besarnya tepat kearah bangunan, dan mansion Journey seketika luluh lantah dan hancur lebur bahkan suara robohan terdengar nyaring dan sangat keras
Remigio tersenyum penuh arti tapi dalam hatinya ia merasa kesal karena tak bisa melihat Journey untuk terakhir kalinya
para anak buah Remigio terus menggempur mansion itu hingga benar-benar hancur tak tersisa di rasa cukup Remigio mengangkat tangannya ke atas pertanda untuk berhenti
" cukup ! cari mayat Journey dan pastikan ia benar-benar tewas " tegas Remigio dan semuanya mengangguk
lalu Remigio menaiki salah satu helipad miliknya dan mulai menjauh dari titik lokasi Remigio tersenyum miring kala melihat bangunan itu luluh lantah dari atas helipad
ini baru permulaan ! selanjutnya akan kupastikan kalian semua musnah tak tersisa . batin Remigio lagi
****
Zizi duduk santai disebuah kursi kayu dengan pandangan yang sulit diartikan dimana dihadapannya seorang pria sedang meringkuk dan meringis kesakitan
" beritahu aku bagaimana bisa kalian memasuki pelabuhan itu " ucap datar Zizi kepada Robbin
" cihh.. untuk apa aku memberi tahumu ! " pekik Robbin tapi Zizi justru tertawa menggelegar Robbin menatap heran pada wanita berkuncir satu dengan pakaian serba hitam yang melekat pada tubuhnya
" dalam keadaan seperti ini pun kau masih saja angkuh tuan Robbin yang terhormat " sinis Zizi lagi " aku yakin salah satu jajaran king ada yang membantu mu ! " tajam Zizi dan sontak membuat jantung Robbin berdegup kencang, orang-orang dalam jajaran king tak bisa di remehkan " jika kau tidak ingin memberi tahuku maka tidak apa-apa tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan mu " ucap Zizi dengan dingin
" apa maksud mu ? " tanya gugup Robbin
" aku rasa kau cukup mengerti apa yang ku maksud ? nona ku tak akan berbaik hati pada musuh atau para penyusup seperti kalian ini " ucap Zizi dan
SHOTTT
AGHHH
tak lama kesadaran Robbin hilang dan ia tak sadarkan diri di tempat, Zizi menembak kan peluru bius tepat di kaki Robbin
" lakukan " perintah Zizi kepada salah satu anak buah king yang bertugas disana, Zizi tak lebih seperti Valera cantik dan mematikan !
anak buah king itu mulai melakukan tugasnya dimana mereka mulai meletakan alat penyadap yang paling kecil di dalam tubuh Robbin, Zizi tersenyum miring melihat Robbin seperti itu
tidak ada yang tidak Zizi ketahui, di Amerika Robbin selalu dipuja oleh kaum hawa tapi disini ketampanan Robbin dihiraukan begitu saja
aku akan melakukan hal yang terbaik dalam misi ini nona, tak akan aku mengecewakan dirimu Sudah cukup aku bersembunyi dan tidak terlibat dalam misi apapun. batin Zizi
__ADS_1