Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
257


__ADS_3

DODODORDODODOR !!


" Shitt " umpat Remigio saat mendengar suara tembakan di luar sana, Valera yang baru saja selesai berpakaian tentu saja ia terkejut bukan main.


Frank dan Bruce serta Anggota black road melakukan perlawanan terhadap orang-orang yang baru saja menyerang kediaman singgah sang Lady.


DODODORDODODOR !!!


PRANGGG


kaca-kaca yang mengelilingi rumah singgah itu sebagian hancur akibat terkena tembakan, Remigio segera bergegas untuk mengamankan sang istri agar tak terluka.


rumah singgah ini tak memiliki fungsi dan fitur secanggih maupun seketat Gold mansion dan Lainnya, rumah singgah ini hanya rumah singgah biasa, yang cocok untuk beristirahat.


" Siapa mereka ? " tajam Valera menatap Remigio.


" Entahlah. sekarang kau tetap diam disini, biarkan aku yang mengurusnya " pesan Remigio dengan mengecup dahi Valera singkat dan Valera mengangguk lalu memberikan kepercayaan kepada sang suami.


DODODORDODODOR !!


AGHHH


SHOTTT


JLEBBB


AGHHH


anggota black road memberikan peluru-peluru yang dibaluri kimia berbahaya untuk melumpuhkan musuh, Frank dan Bruce bergerak di belakang rumah singgah untuk menghalau serangan yang masuk.


" sial. Kita terkepung " ucap white lantang. Dan semua orang mendengar teriakan itu.


Valera yang berada di dalam kamarnya segera menyiapkan senjata pribadinya, lalu ia beranjak menuju ruangan dimana Gracelina di kurung.


" BEDEBAH !! BERANI SEKALI KALIAN BERMAIN-MAIN DENGAN KU !! " pekik Remigio lantang, Lalu dengan cepat mengambil sebuah katana yang sangat tajam di dalam genggaman nya.


Rumah singgah itu memang tidak besar, dan terlalu mudah untuk di lumpuhkan akan tetapi, kepiawaian serta ketangguhan orang-orang king di luar dugaan.


Black road telah membunuh beberapa mayat dengan sadis, revolver dan belati menjadi bagian dari aksi itu. Remigio turun dan seketika berlari menuju satu arah.


KRASSSS


SRETTTT


kepala seorang pria terpisah dari tubuhnya akibat ulah Remigio, Semua orang tertegun akan tetapi mereka melanjutkan aksi nya.


" Heh.. dasar sampah ! " sadis Remigio dengan senyum tersungging.


Orang-orang asing yang kini menyerang sudah sedikit berkurang karena kekompakan anggota black road dan juga kedua bodyguard Valera.


Sedangkan di sisi lain, Valera menyeret Gracelina kasar hingga langkah wanita tua itu sedikit terseok-seok. Valera geram lalu memilih menjambak rambut Gracelina.


" AGHHH ... lepaskan tangan kotorku dari rambutku, wanita sialan ! " pekik Gracelina hingga membuat Valera terpancing emosinya. Dengan mata melebar dan nafas menderu kala menatap wajah nyalang Gracelina seketika darahnya seakan mendidih.


PLAKKK


Gracelina meringis dan terjatuh ke dingin nya lantai akibat tamparan keras dari Valera, pipinya terasa kebas dan bengkak. Belum saja Gracelina memalingkan wajahnya Valera Sudah menyeretnya kembali bagaikan hewan peliharaan.


" Dasar wanita tua sialan. Mulutmu benar-benar harus diberi pelajaran. Kau tidak pantas menjadi seorang penasihat. Aku bisa merasakan jika kau haus akan kekuasaan tapi kau pandai menutupinya dari topeng palsu mu. " ucap Valera marah sembari terus menyeret Gracelina ke lantai atas untuk melihat sesuatu.


Gracelina meringis dan ikut mencengkram pangkal rambutnya yang terasa sebentar lagi akan terlepas dari tempatnya.


DUAKKK


Gracelina menendang bagian belakang tubuh Valera saat melihat celah untuk ia membalas, Valera hanya mengeryitkan dahinya saat mendapatkan serangan balik dari Gracelina. Lalu detik kemudian ia tertawa puas.


" Ohh melawan ? hehehehe tendangan mu cukup kuat untuk orang setua dirimu. " sinis Valera dan Gracelina semakin marah dan murka.

__ADS_1


cengkraman Valera terlepas begitu saja dan Valera membiarkan hal itu, membuat Gracelina mempunyai kesempatan untuk memberontak dan menyerang Valera.


'' Kau dasar wanita sialan ! kau harus mati. " teriak Gracelina dengan suara lantang


DORR


AGHHH


" ohh sorry ? aku tak sengaja " kilah Valera lalu berjalan dengan santai dan Kembali menyeret Gracelina hingga menuju balkon.


mata Gracelina terbelalak lebar kala melihat orang-orang seperti mengepung dari beberapa sisi, senyum manis nya terbit kala ia melihat beberapa orang yang ia kenal.


" Hahahaha !! " tawa Gracelina pecah kala melihat itu dan Valera diam saja.


suara selongsong senjata masih terus bersaut-sautan seakan tidak ada hentinya, Di sisi kiri Frank dan Bruce terus menghalau para tikus menjijikan yang mencoba untuk memasuki rumah singgah sang Lady.


valera tak bisa melihat Remigio entah ia berada di mana. lalu Valera bisa melihat anggota black road miliknya bertarung dengan tangan kosong bahkan ada yang beradu dengan senjata.


senyum Valera merekah kala melihat betapa tangguh nya orang-orang king, mereka tak mudah di kumpulkan.


DUARRRR


suara ledakan itu membuat semua orang terkejut, bahkan rumah singgah itu terasa bergetar dengan sangat kuat seperti terjadinya gempa.


tak lama Valera melihat dua orang yang dikenalnya. Elion dan Lotus ! Mereka menggunakan mobil untuk menabrak orang-orang yang menghalangi jalan nya.


mata Gracelina menatap dua orang asing yang baru saja bergabung, matanya menyipit menatap mereka. Valera jadi tertawa sumbang dibuatnya.


" Apa kau fikir antek-antek mu bisa melawan para orang-orang ku. " sinis Valera " jangan terlalu berharap Gracelina organisasi ku tidak sembarangan dan bukan level terendah. Kau salah jika ingin mengusik diriku. " tajam Valera dengan manatap Gracelina dengan tatapan membunuh.


GREPPP


Gracelina mencoba merebut senjata yang tergenggam dalam tangan Valera, akan tetap Valera pun mempertahankan senjata miliknya agar tak jatuh ke dalam tangan lawan.


mereka berdua beradu kekuatan, Gracelina terus bergerak tak karuan dan Valera menjadi geram bukan main.


DODODODOR !!


BRAKKKKKK


Gracelina membelalakan matanya saat beberapa peluru bersarang di tubuh nya, Valera tersenyum tipis. Darah mulai keluar dan begitu deras bahkan mulutnya kini mengeluarkan sedikit darah.


" sayangnya kau harus mati ! good bye " ucap Valera dan Gracelina langsung menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata melebar.


Di luar sana musuh-musuh sudah berkurang dan memilih untuk mundur karena mereka tak mampu untuk melawan anak buah king, bahkan senjata-senjata king memberondong musuh tak ada henti-hentinya.


" sweatheart. " panggil Remigio membuyarkan lamunan Valera yang sendang menatap ke arah luar dimana kekacauan terjadi. Lalu Remigio menatap ke arah tubuh Gracelina yang sudah tak bernyawa " Apa yang terjadi ? " tanya Remigio menghampiri Valera yang masih diam mematung.


" Tidak ada Remi. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Dia memberontak dan jangan salahkan aku jika senjata milik ku yang merenggut nyawa nya. " tajam Valera dan Remigio diam saja. Valera melihat pakaian Remigio yang banyak bercak dan noda darah.


" Ya sudah. Kita harus pindah dari tempat ini. " ucap Remigio dan Valera hanya mengangguk.


hanya beberapa saat rumah singgah itu kembali sunyi dan hening meninggalkan orang-orang yang tewas mengenaskan. Frank dan Bruce segera memasuki rumah untuk melihat kondisi yang nyonya.


mayat Gracelina di bawa oleh orang-orang Remigio untuk diawetkan, Elion dan Lotus hanya saling lirik satu sama lain sedangkan Valera hanya menatap datar Elion dan Lotus.


*****


Keesokan harinya, Remigio mengajak Valera dan para rombongannya ke suatu tempat yang sungguh indah bahkan Valera merasa senang hingga matanya tak mau beralih ke tempat yang lain.


" Ada apa sweatheart ? " tanya Remigio yang melihat dirinya tersenyum dengan wajah yang begitu berseri-seri.


" ini sungguh indah " ucap Valera dengan senyum merekahnya dan menatap Remigio dengan tatapan penuh cintanya, Remigio memeluk tubuh sang istri dari arah belakang dan menghirup aroma Vanila dari tubuh istrinya saat ini.


" Kita akan tinggal di sini untuk beberapa hari. Setelah itu kita akan pulang. Kasian George disana " ucap Remigio lembut dan Valera mengangguk kecil setuju.


sedangkan di luar sana Elion dan Lotus sedang duduk dengan pemikirannya masing-masing, tempat yang saat ini mereka singgahi salah satu aset penting dan tersembunyi milik Remigio.

__ADS_1


ponsel Elion berdering nyaring, nama Zizi yang tertera di layar ponselnya.


" Ya Hallo " ucap Elion.


" Elion kami tidak bisa ke Amerika, Karena kami merasa ada hal buruk yang akan terjadi, beberapa hari yang lalu ada yang mengawasi markas wine yang dikomandoi oleh Hugo. Jadi kami akan berbagi tugas di Paris. " jelas Zizi


" Ya tidak apa-apa. Kami sudah bertemu dengan nona, dia baik-baik saja walaupun saat kami tiba, kami disambut baik oleh selongsong senjata " ucap Elion dan Zizi yang disebrang sana hanya terkekeh


" baiklah. Jika begitu Tetap berhati-hati. Feeling ku musuh kali ini adalah musuh yang berada di dekat dengan Kita. " ucap Zizi lagi.


" Ya baiklah " ucap Elion memutuskan panggilan telepon. Lotus memandang Elion dengan penuh pertanyaan dan Elion hanya menghela nafas nya kasar.


keesokan harinya Remigio pergi dari mansion dan meninggalkan Valera di mansion untuk beristirahat. Bruce dan Frank tetap berada di sekitar sang Nyonya hanya Elion dan Lotus yang pergi entah kemana.


siang ini Valera merasakan kenyamanan dan kedamaian, Valera melupakan sejenak masalah yang ada ia tak ingin menjadi stres dan mengakibatkan hal buruk pada bayi nya.


" Lady " ucap seseorang dan Valera seketika melirik


" Ada apa ? " tanya Valera lagi.


" Maaf jika saya lancang atau berkata hal buruk dan lainnya " ucap Blue dan Valera mengeryitkan dahinya seketika, tatapan nya penuh kebingungan.


" Katakan " ucap Valera santai.


" sepertinya anggota tuan Remigio yang melakukan pembelotan halus sedang merencakan sesuatu yang buruk. Aku bisa merasakan nya lady. Sebaiknya kita berhati-hati apalagi kita sedang di Amerika, walaupun kekuasaan penuh berada di tangan tuan Remigio tapi kita tak tau apa yang akan terjadi untuk di masa mendatang " ucap Blue dengan rasa penuh kecemasan.


valera seketika merenung dan merasa hal yang dikatakan oleh Blue ada benar nya juga, walaupun mereka penguasa tapi kemungkinan besar petaka akan terjadi di depan matanya.


Valera seketika melihat ke arah perutnya yang kian membesar, dirinya tak bisa bergerak terlalu berat atau lainnya.


" Kami akan melindungi mu " Ucap Blue dan Valera menatap kearah Blue.


" Ya terimakasih. Tetap berhati-hati, awasi pergerakan semuanya mintalah bantuan pada Elion dan Lotus hanya mereka yang tau Selak beluk negara ini. " tegas Valera dan Blue mengangguk mantap lalu ia segera pamit undur diri.


selepas kepergian Blue Valera segera masuk ke kamar pribadinya dan melihat pantauan CCTV yang berada di Gold mansion dari tablet canggih nya, semuanya tampak baik-baik saja tidak ada keributan dan kerusuhan selama ia meninggalkan Paris.


Valera melakukan panggilan video melalui tablet, seketika wajah-wajah yang dikenalinya muncul disana, mereka semuanya menunduk penuh hormat dan Valera hanya tersenyum tipis.


" Apa ada sesuatu hal yang terjadi ? '' tanya Valera tanpa basa-basi.


" Ya tapi kami bisa mengatasinya. Nona tenang saja dan percayakan semuanya pada kami " ucap Dave dan Valera mengangguk.


" Apa ada hal lain ? " tanya Valera lagi.


" hmm ya nona, pengiriman wine yang di komandoi oleh Hugo ke beberapa negara telah dimasuki oleh seorang mata-mata lebih tepatnya mereka mengintai serta markas wine pun mendapatkan perhatian pihak lain. Aku sedang berusaha untuk mencari tau siapa mereka Nona, semua usaha milik nona yang berada di kota Piana telah mendapatkan pengawasan yang sangat ketat. Aku hanya tidak ingin kecolongan atau mendapatkan masalah ketika semua orang sedang mengurusi urusan nya. " ucap Zizi dan Valera terlihat setuju akan hal itu.


" Lalu bagaimana dengan Elena ? disekitar apartemen nya banyak sekali anak buah Mrs OTO yang mengawasinya. " Picing Valera terlihat semua orang saling pandang satu sama lain.


" dia baik-baik saja nona. Percayakan semuanya pada Ed ia tak mungkin lengah dan membuat kekasihnya terluka. " saut Syina dengan sopan


" ya baiklah. Maaf jika aku merepotkan kalian semua " ucap Valera lagi semuanya hanya diam dan menunduk sopan, bagi mereka Valera tidak perlu berterimakasih karena ini adalah bagian dari tugas yang harus dijalankan oleh mereka terlebih seorang mafia.


valera menatap satu persatu wajah-wajah para jajarannya yang selalu setia, membantu sang lady ketika sedang kesulitan dan sebagainya. valera bersyukur memiliki jajaran yang seperti mereka dan Valera telah menganggap mereka layaknya saudara.


" K bagaimana keadaan Lamora ? " tanya Valera menatap K yang sedari tadi hanya diam menyimak.


" tidak ada yang perlu di khawatirkan nona semuanya baik-baik saja. " saut K dan Valera hanya mengangguk dan merasa lega karena semuanya baik-baik saja walaupun terjadi sesuatu masalah di wilayah king.


saat Valera hendak mengakhiri sambungan Vidio yang tersambung matanya terbelalak lebar kala melihat wajah yang tak asing untuk dirinya. Semua orang menatap bingung termasuk K.


" nona " panggil mereka karena Valera terlihat syok dengan mata yang melebar.


" Brandon " ucap Valera dan semua orang diam saat Valera menyebut nama Brandon ! hanya K yang syok saat Valera menyebut nama itu. " Brandon. itu benar kau ? K kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu kan ? " tanya Valera lagi dan K hanya bisa diam dengan menunduk merasa bersalah " K jawab aku ! " tegas Valera lagi dan semua orang bingung seketika.


" Maaf nona, ia memang Brandon. Ceritanya sangat panjang hingga ia sendiri yang datang ke Lamora. " seru K menjelaskan dan Valera merasa tersentak saat salah satu jajarannya yang sudah lama hilang dan dinyatakan telah tewas tiba-tiba muncul kembali.


" Aku butuh jawaban. Jelaskan semuanya padaku setelah urusan ku disini selesai. Bawa ia ke markas utama ! " ucap Valera dengan tegas lalu mematikan sambungan Vidio yang tersambung, semua orang semakin bingung lalu mereka menatap ke arah K dan seorang pria asing di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2