Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
bermunculan


__ADS_3

" nona " ucap Dave dengan membungkuk hormat


" bagaimana hasil penyelidikan mu Dave, " ucap Valera tanpa basa basi lagi dan Dave pun segera memberikan berkas bekas yang ia temui selama menyelidiki identitas Ben


" imi adalah hasil penyelidikan saya nona, " ucap Dave lagi dan Valera pun segera membuka serta membaca nya dengan teliti dari kertas pertama sampai kertas terakhir


di berkas itu bahkan ada fhoto seorang gadis yang tengah tersenyum dengan manis nya yasmin tanaphon putri dari Ben tanaphon. bahan perusahaannya yang berada di Hongkong pun sudah Dave dapatkan idenintitas nya


" jadi ini putrinya " ucap Valera tersenyum menyeringai, lalu Valera kembali membawa berkas berkas milik Ben, Valera juga membaca data istrinya yang sudah meninggal beberapa tahun silam serta mafianya Ben, Hong Guy Valera hanya memberikan ekspresi biasanya Valera merasa tidak ada yang istimewa dari berkas berkas ini


" temani aku, kita keruang bawah tanah " ucap Valera yang langsung berdiri serta membawa berkas Ben ditangan nya dan diikuti oleh Dave di belakang nya


ruangan bawah tanah itu tak semenakutkan yang orang kira di sini lampunya sangat terang bahkan jauh dikatakan suram, Para pengawal yang berjaga di sana pun hanya dua orang saja, banyak sekali ruangan yang di dekat dekat seperti kamar tapi berdinding jeruji besi, Sampai Valera dan Dave berhenti tepat di ruangan keempat yang di huni Ben.


kepalanya tertunduk, kaki nya di ikat Bahkan penampilannya sangat buruk, terlihat ada sebuah piring bekas makanan disana,


" bagaimana kabar mu Ben "ucap Valera dengan gaya santainya, dan Ben langsung mendongak kan kepalanya sambil menatap kosong Valera " apa kau menikmatinya ? " tanya Valera lagi tapi Ben tidak menjawab


Valera melempar pelan berkas yang ada di tangannya tepat ke hadapan Ben yang sedang duduk terkulai. Ben yang tau apa maksud dari Valera segera membuka berkas itu dan betapa kagetnya saat ia membaca serta photo putrinya tertera disana.


" bagaimana bisa dia menemukan identitas ku. batin Ben


" Yasmin .. " ucap Valera sambil menjeda dan menghembuskan nafasnya " dia putri mu " ucap Valera sambil menatap ke arah Ben


" apa yang kau lakukan pada putriku " pekik Ben marah membuat Valera terkekeh pelan


" aku tidak melakukan apapun, " ucap Valera tenang tapi Ben semakin menajamkan mata nya


" cihh, wanita seperti mu tidak bisa di percaya " ucap Ben dengan nada sinisnya


" waw, sepertinya kau tahu banyak hal tentang diriku tuan Ben.. bagaimana kau bisa mendenifikasikan bahwa aku wanita yang tidak bisa di percaya ?? " saut Valera dengan wajah bingung nya membuat Ben semakin mendelik sinis


" jangan banyak basa basi, jika sampai kau menyentuh putriku, akan ku pastikan kau pun merasakan nya " teriak Ben dengan nafas memburunya


" aku bukan orang yang picik seperti mu, apakah kau takut aku melakukan sesuatu hal terhadap putrimu ?? lalu bagaimana dengan dirimu mu " sindir telak Valera


Ben Hanya diam saja tanpa menjawab walaupun sorot matanya tak bisa berbohong jelas dia sangat menahan emosinya, di tambah tubuhnya yang sangat lelah dan tak terurus


" apa kau mengenal mister p, " tanya Valera dengan spontan, Ben yang mendengar nama itu hanya termenung sesaat lalu menggeleng kepalanya dengan sangat cepat


" apa kau yakin ?" tanya Valera lagi dengan suara tegasnya


" bahkan aku pun tidak tahu dengan nama itu " ucap Ben dengan sinisnya dan Valera pun hanya menatap acuh pada Ben


setelah cukup berbincang dengan Ben Valera segera meninggalkan ruangan itu bersama dengan Dave di mengekor dibelakang nya


lalu mereka memasuki ruang kerja Valera, terlihat sekali di wajah Valera seperti sedang memikirkan sesuatu


" apa yang akan kita lakukan selanjutnya nona " ucap Dave membuka suaranya


" mister p ? siapa dia ? ahh nama itu membuat ku penasaran, Oh ya Dave kau tolong cari informasi atas nama Damian di new Zealand, dia orang yang ingin membeli persenjataan kita tapi dia juga ingin bertemu secara langsung dengan ku " ucap valera lagi


" hanya Damian saja nona ?? " tanya Dave lagi


" entahlah, tapi ku rasa dia pasti punya marganya, hanya saja di sembunyikan. Aku pun mengetahui nya dari Matt " ucap Valera lagi sambil menopang dagunya di atas meja " Dave kita membutuhkan orang lebih banyak lagi mengingat minggu ini acara tahunan perusahaan, aku takut terjadi sesuatu mengingat musuh ku banyak di luar sana, hanya saja mereka belum menampakan batang hidung nya " ucap Valera dengan nada datar nya


" aku akan menambahkan pasukan khusus untuk berjaga keamanan disana agar lebih ketat lagi nona " ucap Dave memberi saran dan Valera pun mengangguk kan pelan kepalanya


rasa khawatir meliputi hati nya saat ini, mengingat acara ini di datangi oleh orang orang pembisnis dari berbagai negara, Bahkan beberapa konglomerat teman seangkatan tuan ramius pun akan hadir di tambah para teman billiorner sang kakak nya


kalangan kalangan pembisnis dalam maupun luar pun turut hadir memeriahkan acara nya


akan menjadikan peluang para musuh untuk menyerang dan bergerak, Valera harus memastikan keamanan disana bukan hanya nyawa keluarga nya, masih banyak nyawa yang harus dilindungi agar tetap aman selama jalan nya proses acara berlangsung


*****


saat ini di mansion milik remigio sangat lah ramai, bahkan Remigio pun tak masuk ke kantor nya James dan Leo lah yang menghandle nya

__ADS_1


mereka kini sedang bersantai di ruangan mewah dan elegan di kediaman Remigio dengan televisi yang terpampang besar dan menempel di dinding


" remi apa kekasih ku tidak akan datang ke sini, " Tanya audy,


" aku akan menghubunginya " ucap remigio yang mengambil ponsel di saku celananya lalu dan menghubungi Valera. Suara kalem dan lembut itu terlontar dari bibir remigio ia akan mengubah ekspresinya menjadi sangat hangat ketika berbincang dengan Valera


para temannya hanya mendengar dengan seksama saat remigio berbincang manis melalui ponselnya itu. Remigio sangat terkejut kala sang kekasihnya akan menaiki taksi, dengan cepat Remigio akan menjemputnya tapi Valera tidak mau dengan segala bujuk rayu yang Valera berikan akhirnya remigio mengalah dan membiarkan Valera menaiki taksi dengan cepat Remi memberi tahukan alamat mansion nya, karena ini kali pertama Valera akan berkunjung di rumahnya.


setelah beberapa lama menunggu seseorang satpam mengabarkan bahwa ada sebuah taksi yang berhenti di depan gerbang halaman utama. Dan Remigio pun segera memerintahkan nya untuk mengijinkan taksi itu masuk ke area mansion nya


Valera turun dari taksi dengan menggunakan dress berwarna kuning cerah yang pas melekat di tubuhnya senyum mengembang terkikis di wajahnya, Remi yang melihat kedatangan Valera langsung menghampiri dan memeluk serta memberikan sebuah kecupan di pipinya seakan itu menjadi sebuah aktifitas yang wajib di saat mereka bertemu.


" sweatheart, ayo kita masuk " sambil menuntun tangan Valera dan berjalan memasuki bangunan yang mewah itu


Valera melihat para sahabat kekasihnya itu sedang asyik bersantai sambil menonton dan menyeruput kopinya.


" hai " sapa Valera ramah ke arah mereka, dan merak pun membalas sapaan valera sembari tersenyum bersahabat


" vale, duduk lah " ucap Audy yang langsung menarik lengan Valera dan duduk di kursi empuk berwana abu itu


" terimakasih, apa kalian hanya menghabiskan waktu seperti ini " tanya Valera sambil menatap natap orang yang sedang berduduk santai dihadapanku


" hemmm, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan, selain menonton apa lagi cuaca di luar sedang begitu buruk " timpal Dion sambil memakan cemilan nya itu


" niat berlibur, tapi Paris sedang menangis " canda Audy sambil terkekeh dan Valera pun ikut tertawa akan candaan Audy itu


Remigio duduk disamping kekasih nya itu, seakan akan tak ingin berjauhan dengan valera membuat Audy berpindah dari tempatnya dan menghampiri Romeo sambil mengerucutkan bibirnya


Remigio tidak menanggapi kekesalan Audy, ia hanya ingin berdekatan saja dengan Valera tanpa ingin di ganggu.


" sayang nya Maya tidak ada disini " ucap Valera sambil merebahkan kepalanya ke sandaran sofa .


" ya tuhan, mengapa aku baru ingat akan hal itu, " pekik Audy membuat kaget Romeo yang disampingnya


" sayang kau ini " ucap Romeo sambil mengelengkan kepalanya


" apa kau sudah lupa dengan teman ku yang satu itu " ucap Valera lagi tapi kenov memang tidak ingat, dan akhirnya Deniz menjelaskan siapa Maya itu, bahkan mereka sempat beberapa kali bertemu


tanpa mau berfikir Valera langsung meraih ponsel nya dan melakukan Vidio call dan tak lama kemudian Maya mengangkatnya


" valera " teriak histeris Maya membuat orang orang di ruangan itu terkejut dengan suara lengkingan Maya dan tak lama Audy pun ikut bergabung dengan Valera


" Audy, kau sedang bersama Valera " tanya Maya bingung


" Maya kau membuatku senam jantung " gerutu Valera " kau sedang apa " tanya Valera lagi


" aku sedang bekerja di ruangan ku Valera, kau tahu omset kita bertambah pesat " girang Maya dengan senang membuat Valera tersenyum bangga


" benarkah ??? wahh kau sungguh hebat Maya, bagaimana kabar ibumu dan adikmu " tanya Valera menanyakan kabar keluarga Maya


" mereka baik Vale, aku pun baik, aku merasa senang bisa bekerja ditempatmu ini " ucap Maya dengan antusiasnya " tunggu, jika Audy berada di dekatmu ! apa ia berada di Prancis " tanya Maya menduga


" haii, Maya kau benar aku berada di Prancis bersama tunangan ku kami akan berlibur, maaf aku tak mengingatmu, aku lupa " ucap Audy dengan sedikit bersalah sungguh ia melupakan satu wanita lagi, walaupun pertemuan mereka baru saja, tapi Audy merasa sudah akrab dengan Valera dan Maya


" sudahlah tidak apa, jika aku ada waktu aku akan ke sana " ucap Maya tanpa mempermasalahkan nya


" dimana vio dan rud " tanya Valera lagi dan Maya pun mengatakan mereka sedang berbelanja. Para lelaki hanya diam dan mendengarkan pembicaraan para wanita itu, setelah mereka cukup lama berbincang Valera mengakhiri nya


mereka masih saja berkumpul di ruangan itu bahkan Audy menyandarkan kepalanya di pangkuan Romeo, dan Valera menyandarkan kepalanya di dada Remi


" sweatheart apa kau lapar " tanya Remigio sambil mengusap lembut punggung Valera


" tidak Remi, apa kau lapar " tanya Valera balik dan Remigio pun menggeleng cepat


" aku ingin jalan jalan keluar, bagaimana jika kita jalan jalan " ucap Valera memberikan usul nya seketika Audy bangkit dengan senyum lebarnya


" aku setuju, akupun ingin jalan jalan, aku kan bosan " ucap Audy dengan semangat nya jika soal jalan dan berbelanja para wanita jagonya

__ADS_1


" dasar wanita " gerutu kenov dan akayama bersamaan, tapi Audy dan Valera tak menghiraukan gerutuan itu


" baiklah, jika kalian enggan untuk pergi, bagaimana jika aku dan Audy saja, Romeo aku pinjam tunangan mu " ucap Valera dengan nada khas wanitanya, seketika Remigio langsung mencegah kekasihnya itu membuat Valera mendecak kesal dan tak lama ponsel Valera berdering


" Hallo " ucap Valera dengan datarnya


" (.......)


" apa ! bagaimana bisa? " pekik Valera kaget membuat orang orang dihadapan nya beralih menatap Valera yang sedang terkejut


" (.......)


" apa mereka sudah kau tangani Dave ?" tanya Valera dengan nada yang sedikit kesal


" (.......)


" baiklah, aku akan segera kesana kau menyusul lah, dan bawa beberapa anak buahmu yang lainnya " ucap Valera dengan nada memerintah semua orang menatap penuh dengan pertanyaan, baru saja menginjak kan kakinya di Prancis para musuh dan pembuat onar mulai menampakan batang hidung nya


" ada apa sweatheart " ucap remigio dengan panik


" maaf Remi seperti nya aku harus pergi, ada sesuatu yang harus ku selesaikan " ucap Valera yang langsung memakai kan mantelnya


" kau seperti seorang mafia saja, " ucap Deniz entah mengapa ia berfikiran seperti itu dan membuat Valera menghentikan langkahnya


" bukankah kau juga seorang mafia Deniz kemal " ucap Valera spontan yang sontak membuat mereka terkejut dengan perkataan Valera terlebih Audy ia menjadi sangat bingung " kau, kau, kau, kau dan kau juga Remi bukankah kalian itu satu kelompok, satu organisasi " ucap Valera dengan dinginnya membuat mereka diam seketika entah Valera tau darimana akan hal ini


" sweatheart, kau akan kemana kali ini ' ucap remigio mengalihkan pembicaraan membuat Valera tersenyum tipis


" bahkan kau mengalihkan pembicaraan Remi, sudahlah nanti saja kita bicara " ucap Valera yang melenggang pergi tapi di tahan oleh remigio


" aku akan mengantar mu, jangan menolak " ucap remigio dengan nada yang tak ingin di bantah Valera hanya diam saja, sedangkan yang lainnya masih terpaku dengan ucapan Valera tadi terlebih kenov,


Remigio pun mengantar Valera sesuai dengan alamat yang Valera ucapkan, Valera seperti tidak sabaran, ia ingin segera tiba disana


Valera masih saja diam sambil menyorotkan mata tajamnya dengan pandangan lurus ke depan sedangkan Remigio ia hanya fokus dengan menyetirnya walau terkadang ia melirik ke arah kekasih nya


" bagaimana dia tahu tentang hal itu. batin Remigio


mobil melaju ke daerah yang yang sangat sepi bahkan sepanjang pinggir jalan hanya ada hutan saja, Remi ingin bertanya, tapi seperti nya tidak mungkin, sampai lah mereka ke tempat tujuan bangunan yang begitu luas dengan halaman rerumputan yang terawat sangat rapih serta banyak para penjaga di sekitar sini dan tak lama kemudian munculah wajah yang tak asing lagi yaitu Dave


Valera dan Remigio segera turun dari mobilnya, semua para pengawal menunduk hormat tak kala sang lady tiba,


" nona, dua orang yang tertembak sudah dilarikan ke rumah sakit st.louis " ucap Dave memberi kabar


" kumpulkan semua para pengawal disini " ucap valera dingin dan Dave pun segera mengumpulkan para pengawal yang bertugas dan berjaga di markas persenjataan milik king


Remigio masih saja diam, bahkan dirinya duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari kekasihnya. Valera yang tau Remi sedang duduk hanya membiarkan nya saja


" lady " ucap mereka serempak sambil menunduk penuh hormat


" dimana kalian ketika ada pihak lawan yang mendekat ke daerah sini bahkan teman kalian pun tertembak " pekik Valera yang menatap tajam para anak buah nya " jelaskan kepadaku bagaimana bisa ada yang memasuki kawasan terlarang ini " lanjut Valera lagi


" maaf lady, dua orang yang tertembak itu sedang melakukan pengawasan di bagian depan, sedangkan kami berada di dekat markas, kami sangat terkejut saat mendengar suara tembakan yang begitu sangat nyaring saat kami memeriksanya sudah ada yang tertembak lady " ucap salah satu pengawal berambut cepak dengan berwajah manis itu.


" apakah orang itu tertangkap dengan kamera cctv, Bahkan aku menaruh beberapa cctv di luar area ini " ucap Valera lagi dengan wajah seriusnya


" kami belum melihatnya lady, karena kami langsung mengevakuasi yang tertembak serta melakukan pengawasan lebih lanjut lagi " ucap salah satunya, Valera pun berdiri dan pergi ke ruang kendali beserta Dave dan beberapa kepala pengawal di markas ini bahkan remigio pun mengikutinya


sebuah ruangan yang sangat luas dengan berbagai perangkat komputer yang begitu canggih lengkap berada di sini, Valera menyuruh salah satu untuk mengecek cctv saat jam kejadian berlangsung, mereka menatapnya dengan seksama terlihat belum ada yang mencurigakan sampai kedua pengawalnya tertembak bahkan pelaku nya belum terlihat di cctv, Valera mencoba memutar berulang ulang rekaman itu sampai ya seseorang yang bersembunyi sangat rapi di antara pepohonan yang sangat rimbun terlihat jelas oleh Valera


" tolong perbesar di bagian ini ," titah Valera sambil menunjuk kan jari telunjuk nya seketika semua orang terkagum kagum dengan kemampuan sang lady nya. sosok seorang lelaki yang memakainya pakaian dengan warna serupa dengan objek tempat persembunyiannya terlihat oleh cctv


" tato naga " gumam Dave yang melihat orang itu memakai tato berlambang naga


" Austin dobre " geram Valera " baru saja aku menginjakan kaki ku Kembali disini para mereka sudah mengusik ku, seakan tak membiarkan aku ini beristirahat " geram Valera tertahan " lalu Valera menekan tombol pengaktifan senjata otomatis serta beberapa kawat laser di sana


" Dave hentikan pengiriman senjata kepada Austin dobre, buat dia tidak bisa menerima apapun dari king, aku tak perduli dengan itu dia berurusan dengan ku, berarti dia juga sudah siap dengan hadiah yang ku berikan nanti " ucap Valera menyeringai

__ADS_1


" kau ingin merasakan bermain denganku Austin , tunggu saja apa hadiah mu. batin Valera menyeringai


__ADS_2