Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
jamuan tertutup.s


__ADS_3

Remigio, Valera dan juga Dave baru saja tiba di Paris pada jam tiga dini hari menggunakan pesawat pribadi milik Garvish karena Remigio yang memintanya, agar penerbangan kali ini tak memakan waktu yang lama.


keadaan Valera sudah membaik karena Remigio terus memantau kondisi sang istri pasca mendapatkan beberapa luka setelah pertempurannya dengan Utera kala itu.


'' Dave sebaiknya kau bermalam di Gold mansion, besok siang kau bisa kembali. " saran Valera kepada Dave, mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar dari bandara tersebut.


" baik lady " ucap Dave patuh karena ia pun merasa tubuhnya lelah dan perlu beristirahat yang cukup untuk menyambut hari esok yang belum ia ketahui.


tiga orang itu berjalan dengan cepat menuju sebuah mobil mewah berwarna hitam, ya Leo telah menunggu kedatangan tuannya itu setelah Remigio meminta untuk dijemput saat kedatangan nya di bandara internasional Prancis.


tak menunggu waktu lama mobil tersebut melesat pergi dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota yang sepi, Valera mengetahui jika kedatangannya kali ini membuat pihak lain sedang mengintainya.


entah siapa yang ingin bermain dengannya lagi, mungkin anak buah Damian ? atau kemungkinan antek-anteknya milik Frazzes willyam yang masih berkeliaran bebas di Paris saat ini.


Leo melirik ke arah spion dan melihat sebuah mobil yang mengikutinya dari jarak jauh, Remigio pun tahu jika ada yang mengikutinya.


" kita diikuti ? " Picing Remigio sembari menoleh kearah belakang dimana sebuah mobil berwarna hitam sedang berusaha membuntuti nya dari jarak yang cukup jauh, seperti terlihat sedang waspada.


" biarkan saja, tapi tetap waspada. Leo fokuslah menyetir " ucap Valera tegas dan Leo mengangguk mantap, kecepatan laju mobilnya ia tambah sedikit lagi, kaca anti peluru telah terpasang dengan baik oleh Leo.


" plat itu bukan berasal dari sini lady " ucap Dave yang ikut memperhatikan mobil yang berada di belakangnya, dan Valera terlihat mengeryitkan dahinya halus dan ikut menoleh kebelakang.


Manik Valera menajam, sekali lagi pertahanan dan sistem yang ia buat di Prancis masih mampu memasukkan para penyusup ke negara wilayah kekuasaannya.


sepertinya Valera membutuhkan waktu untuk rapat tertutup dengan para semua petinggi king dan para mafia yang berada dibawah naungan king yang masih setia.


" Apa kita perlu memberi pelajaran kepada mereka sweatheart ? '' tanya Remigio dan Valera menggeleng lemah.


" biarkan saja, jika mereka tak menyerang maka kita tak akan menyerang. Leo percepat kecepatan aku ingin tau apakah mereka berani memasuki area wilayah kekuasaan milikku '' tegas Valera lagi.


" baik nyonya " ucap Leo. Mobil melaju dengan pesat menuju arah Gold mansion, dan benar saja mobil yang berada di belakangnya pun ikut melaju dengan pesat Valera tersenyum miring dibuatnya.


mereka sungguh penasaran. Batin Valera.


valera lalu mengambil ponselnya dan mengotak-atik benda tersebut serta mengirim seseorang berupa pesan singkat setelah itu Valera meletakkan kembali ponsel miliknya.


Leo hampir tiba memasuki wilayah Gold mansion dan mobil itu masih mengikuti dengan epik hingga tiba-tiba.

__ADS_1


DODODORDODODOR !!


suara tembakan peringatan terdengar dari arah samping, sontak Leo dan lainnya terkejut tapi tidak dengan Valera, mobil yang berada di belakangnya mendadak berhenti dan seperti sedang ingin menghindar.


" Leo hentikan " perintah Valera dan seketika mobil itu terhenti sesuai perintah sang Lady, Remigio dan Dave menoleh kearah belakang untuk melihat apa yang terjadi.


Mobil yang mengikutinya diberondong peluru-peluru dari ketinggian sedang, sepintas mereka tak akan melihat siapa yang melakukan ini semua, mobil itu bergerak tak seimbang dan mencoba untuk pergi secepatnya dari tempat itu.


DODODORDODODOR !!!


lagi-lagi mobil itu sungguh malang karena tak bisa menghindar dan membuat mobil serta kacanya retak dan penyok.


valera segera memegang ponselnya dan menghubungi seseorang, tak lama panggilan itu tersambung secara cepat.


" biarkan mereka pergi, tandai dan berikan peluru pelacak pada mobil itu " tegas Valera dan langsung mematikan sambungan telepon yang ada.


mobil itu akhirnya melesat pergi setelah diberikan alat pelacak pada kendaraan roda empat tersebut, Valera menyunggingkan senyumannya dan ia yakin jika mereka adalah antek-anteknya Frazzes willyam.


akhirnya Leo melajukan mobilnya kembali menuju pelataran Gold mansion, dimana para penjaga disana langsung membukakan pintu gerbang utama untuk sang Lady nya masuk, Leo dan Dave memilih bermalam di Gold mansion atas saran sang Lady, dan keduanya mengangguk patuh tanpa membantah.


******


Kini markas utama sangat ramai karena Valera mengumumkan akan mengadakan rapat dengan para jajaran king yang terlibat, anggota b.woman, pasukan Phoenix, pasukan khusus, pasukan black road, keempat predator dan lainnya berada di markas atas perintah sang Lady.


valera mengundang empat koki ternama untuk menghidangkan makanan yang lezat untuk para jajarannya, Sontak semua ini disambut meriah oleh orang-orang king yang ada.


Remigio tak bisa ikut dan terlibat dalam acara ini karena ia harus menuju Amerika Kembali karena ada panggilan mendadak dengan organisasinya. Sore itu markas utama terlihat sudah ramai dengan orang yang berlalu lalang.


valera masih berada di ruangan pribadinya untuk melakukan panggilan Vidio dengan orang-orang nya yang berada di Indonesia serta para petinggi terdahulu secara tertutup, mereka membicarakan perihal bisnis yang ada bahkan beberapa anggota yang berada di Indonesia kini terlihat lebih tangguh dari sebelumya.


" hmm lama tak berjumpa dengan kalian semua " ucap Valera terlihat datar tapi terkesan memberikan senyum tipisnya kepada orang-orangnya yang berada di indonesia, mereka terlihat sungkan bahkan para anggota baru dibuat gugup karena baru pertama melihat sang pemimpin mafia yang memegang kendali penuh akan beberapa negara di dunia. " apa ada kendala selama satu tahun terkahir ini ? " ucap Valera dengan sorot mata yang tajam.


" senang bisa bertatapan muka dengan dirimu lady, Semuanya aman terkendali dan tidak ada masalah atau kendala apapun, tapi jika masalah kecil itu adalah hal yang wajar kami masih bisa mengatasinya dengan baik " ujar Danang dengan sopan dan Valera mengangguk mantap. " anggota kita bertambah tapi aku tak akan menerima sembarang orang sesuai dengan perintah mu lady " lanjut Danang lagi dan Valera lagi-lagi mengangguk.


" baiklah, aku percaya kamu semuanya pada kau Danang, dan kalian " ucap Valera menunjuk tiga teman Danang yang lainnya. " Kalian ku beri kepercayaan tinggi untuk mengurus kepemilikan ku yang berada di Indonesia, aku suka cara kerja kalian yang terlihat kuno tapi hmm mengangumkan dengan hasil akhirnya. Good job " puji valera tersebut tipis dan orang-orang yang melakukan panggilan video hanya bisa menunduk dengan hormat pada pemimpin mereka.


setelah melakukan perbincangan ringan akhirnya Valera memutuskan untuk mengakhiri telekomunikasi tersebut, karena ada hal yang harus ia kerjakan, Valera bangkit dan kini melakukan panggilan video dengan para petinggi king terdahulu.

__ADS_1


wajah-wajah tua terlihat di layar lebar milik Valera, mereka terlihat senang saat Valera menghunginya lewat panggilan Vidio bersama.


" akhirnya kau menghubungi kami nak " ucap pan Jiro dan Valera tersenyum tipis. " bagaimana dengan misi mu ? hmm bisa aku tebak pasti berhasil bukan ? " ucap paman Jiro.


" aku memang selalu berhasil paman " kekeh Valera percaya diri dan paman Jiro serta lainnya menanggapi dengan senyum tipisnya.


" kau memang pemimpin yang hebat, dunia harus mengakuinya. " timpal paman Loose dan Valera terlihat mengangguk samar dengan sungkan.


" sepertinya memang begitu paman, semakin aku berjaya dan berada di puncak tertinggi semakin banyak musuh yang ingin mengusik diriku, sungguh menggelikan bukan ? " sinis Valera lagi. " jadi aku ingin berdiskusi tentang aset-aset tersembunyi milik mendiang kakek ku. Aku memutuskan untuk mengambil nya secara langsung " ucap Valera dengan tegas dan keempat petinggi king terdahulu terdiam dan saling bungkam, itu sama saja akan ada pertempuran selanjutnya, tapi apa boleh buat itu semua bukan milik mereka melainkan milik Marcell harson yang beberapa asetnya dicuri dan di klaim oleh kelompok lain.


" kapan kau akan bertindak ? setidaknya kita harus menyiapkan persiapan yang matang terlebih dahulu. Banyak sekali aset-aset milik kakek mu yang jatuh ke tangan orang yang salah. Untung saja aset ya berada di tangan paman Yu sudah berada di tanganmu jika tidak nasib nya akan sama jatuh ke tangan yang salah " ucap nyonya Mecca dan Valera terlihat menajamkan matanya sesaat.


" Setelah pernikahan Dave dan juga Gloria aku akan bergerak dengan cara ku sendiri." ucap Valera dan semua orang hanya mengangguk saja.


" paman doakan semoga kau berhasil dan kita semua hidup dengan damai tanpa ada lagi parasit yang menggerogoti ini dan itu. " ucap paman Zorfan dan Valera terkekeh akan perkataan lelaki berbaju formal itu, damai ? apa mungkin bisa, kehidupan seorang mafia tak akan pernah damai walaupun berusaha untuk mencobanya, jika tidak di usik, maka kita yang mengusik, ironi ? hmm sepertinya begitu.


valera akhirnya memutuskan panggilan tersebut karena merasa hari sudah mulai malam, dan acara akan berlangsung setelah makan malam usai.


valera segera bersiap dan ia telah menyiapkan sebuah gaun yang mencolok dengan aksen berwarna ungu glamournya yang terkesan sangat mewah.


valera menggulung rambutnya secara sederhana tapi kecantikan serta sorot mata yang tajam masih menjadi pesona dan daya tarik seorang Lady.


ruangan luas yang terdapat di markas utama didekorasi dengan se formal mungkin karena akan diadakan rapat khusus, bahkan Zizi datang bersama dengan sang suami begitupun dengan tuan Ramius yang berada di sana membuat para jajaran king yang lainnya tampak sungkan.


waktu hampir menunjukkan pukul tujuh malam, orang-orang terlihat sudah duduk di kursi nya masing-masing, tinggal menunggu kedatangan sang Lady yang akan menduduki kursi kebesarannya.


akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang dan sedang berjalan dengan anggun bagaikan seorang putri raja, gaun yang mewah cukup menarik perhatian orang-orang king disana, mereka mengagumi sosok berwibawa yang tampak mematikan itu layaknya bisa seekor ular.


Valera berjalan dengan santai menuju kursi kebesarannya dengan senyum tipis yang tersemat di sudut bibirnya, sontak semua orang berdiri dan menunduk penuh hormat pada sang ratu.


" Duduklah, dan jangan sungkan. Nikmati jamuan yang ada setelah itu kita berbicara " ucap Valera dengan anggun dan penuh ketegasan dalam setiap nada bicaranya membuat orang- terlihat sungkan dibuatnya. Sang ayah tampak duduk disamping sang putri, Valera tersenyum manis menatap sang ayah.


Valera telah menyiapkan beberapa hidangan terbaik dunia dengan harga yang cukup fantastis untuk sebuah jamuan sederhana seperti ini, makan malam telah dimulai tak ada pembicaraan selama jamuan berlangsung dan hanya ada suara dentingan sendok yang terkadang beradu dengan pisau daging dan garpu yang ada.


setelah semuanya selesai, tampak Valera memperhatikan satu persatu orang-orang dalam jajarannya, Zizi tampak asyik memakan cemilan manis yang menurutnya mengunggah selera hingga membuat Valera tersenyum tipis.


" ckckck. apakah paman mu ini tidak di undang ke acara jamuan penting ini ? " ucap suara tiba-tiba yang berdiri di tangga dengan gaya tengilnya, sontak Valera menajamkan matanya seketika karena kehadiran tuan Gil yang tiba-tiba berada di markas miliknya.

__ADS_1


tuan Ramius dan Vyan saling bertatapan satu sama lain, mereka tak tau jika tuan Gil suami dari Gloria harson akan datang pada acara tertutup ini, tuan Gil berjalan dan terlihat menyapa beberapa orang yang ada Valera masih diam dan menatap gerak-gerik sang paman.


__ADS_2