
BRAKKKKKK
pintu ruangan itu di dobrak kasar dan membuat kerusakan yang cukup parah, Patricia dan lain nya terperangah dan menatap tak percaya. senyum kedua orang yang kini menjadi tawanan mengembang seketika saat melihat siapa yang akan menolongnya kali ini.
Para anak buah nyonya Leah yang berada di ruangan itu langsung menodongkan senjatanya kepada vyan dan tak lama beberapa orang masuk dan melakukan hal yang sama.
di luar sana keributan benar-benar terjadi dimana saling baku tembak dan baku hantam dari Kedua belah pihak, lainnya suasana yang berada di lantai atas dimana nyonya sofhia dan tuan ramius di Tawan.
" Kau Patricia, " tekan Vyan saat melihat Patricia yang berada di sana dengan mata terbelalak lebar, Patricia hanya bisa diam dan menatap Vyan dengan diam nya. " Jadi kau yang menculik kedua orang tua ku ! " ucap Vyan menggelegar dan Patricia hanya bisa diam.
DODODODOR !!
dua anak buah nyonya Leah tewas di tangan anak buah king, membuat Patricia merasakan hidupnya kini terancam.
di luar Remigio melawan anak buah nyonya Leah yang bertugas di luar mansion di temani di Anggota black road bersama nya.
DODODORDODODOR !!
" shitt " umpat Remigio saat peluru melenceng begitu saja di dekat dirinya. " kalian benar-benar sampah " geram Remigio lagi.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
Remigio menuntaskan pekerjanya dengan menembak mati beberapa dari mereka yang menghalangi jalan.
ternyata pihak vyan menemukan lokasi itu dengan cepat dan langsung bertolak pergi tanpa menunggu lama lagi. Zizi dan anak buahnya ikut serta sedangkan sisanya tetap berada di markas sesuai perintah sang Lady.
" mereka semua sudah mati ! " pekik Zizi yang baru saja tiba dan turun dari sebuah helikopter bersama dengan anak buahnya. Remigio dan anggota black road yang mendengar kan hal itu hanya bisa melihat mayat-mayat yang bergelimpangan.
pihak Vyan tak membawa orang banyak karena mereka merasa mampu untuk menyelesaikan segalanya, begitupun Zizi yang hanya menawarkan anak buahnya beberapa orang saja dengan helikopter milik sang Lady.
Vyan marah saat melihat tubuh ayahnya yang lemas dan bergetar bahkan, nyonya sofhia hanya bisa menangis di pelukan tuan Ramius saat anak buah king membuka paksa borgol yang membelenggu tangan keduanya.
" Hahaha penyelamat ? bukan kah begitu ? " teriak Patricia marah karena rencananya hancur berantakan, sedangkan sang bibi entah pergi kemana.
" Kau memang benar-benar gila Patricia " teriak vyan lantang.
" Aku Gila ? hahaha jika bukan karena wanita sialan itu aku tidak akan melakukan hal ini pada mereka. Valera, wanita sialan itu telah merebut segalanya dari ku. '' teriak Patricia lagi.
" berani sekali kau mengatakan hal buruk terhadap istriku " geram Remigio yang tiba-tiba masuk dengan Zizi dan lainya.
mata Patricia terbelalak lebar saat melihat kedatangan Remigio yang tak disangka-sangka itu, Zizi segera menghampiri nyonya sofhia dan juga tuan Ramius. Zizi segera membawa mereka pergi dari sini karena melihat kondisi tuan ramius yang sepertinya tidak baik-baik saja.
" aku membawa nyonya dan tuan Harson pergi dari sini, aku percayakan semuanya kepada kalian " ucap Zizi dan vyan mengangguk mantap.
" Remi. Aku mencintaimu remi '' ucap Patricia lagi.
" Hentikan kegilaan mu Patricia, apa yang sudah kau lakukan terhadap mertua ku. Apa otak mu benar-benar gila " teriak Remigio marah.
" berani sekali kau membentak Patricia " pekik suara wanita paruh baya disana, Patricia langsung berlari kearah nyonya Leah. " Kau.. siapa kau ? '' tekan nya lagi.
__ADS_1
kini vyan Remigio dan beberapa anak buah king merasa terkepung karena nyonya Leah membawa banyak pasukannya dan apa entah maksud nya ini.
Vyan mengkerutkan dahinya saat menatap wajah wanita patuh baya yang sedang merangkul Patricia layaknya seorang anak, sedangkan Remigio hanya tersenyum sinis sungguh ini adegan yang sangat lucu bukan.
" Kemana tawanan mu ? '' bingung nyonya Leah saat melihat dua buah kursi yang kosong.
" mereka membebaskan nya bibi " ucap Patricia dan nyonya Leah menatap tajam pada orang-orang asing di dalamnya.
" jangan ikut campur dengan urusan kami anak muda. " tajam nyonya Leah dengan mata yang melotot lebar seakan memberikan sebuah ancaman.
" ikut campur ? apa kau sakit jiwa wanita tua. Jelas-jelas dia " tunjuk vyan menggelegar '' telah menculik kedua orang tua ku, lalu sekarang kau sebut jangan ikut campur ? " teriak Vyan dengan lantang hingga urat-urat lehernya menonjol seketika.
semua anak buah nyonya Leah yang hadir langsung menodongkan senjatanya kepada vyan dengan serempak tapi vyan hanya terkekeh kecil.
" Kau pasti Vyan Harson bukan ? cihh adikmu itu menyusahkan ku dan banyak membuat keributan " ucap nyonya Leah lagi tapi vyan maupun Remigio hanya bisa diam saja dengan senyum menyeringai terbit di sudut bibir keduanya. " Dan kau " tunjuk nyonya Leah kepada Remigio " berani sekali kau menolak Patricia sebagai pendamping mu " pekik nyonya Leah dengan suara yang lantang.
Prokk prokk prokk
suara itu membuat semua orang memalingkan wajahnya seketika, Remigio dan Vyan syok akan kehadiran Valera begitupun dengan Patricia. Nyonya Leah menatap tajam Valera yang tiba-tiba hadir begitu saja dengan di temani keempat predator lain nya.
" kau " ucap Patricia lagi. Dan Valera menyeringai kecil bahkan sangat tipis.
'' oh selamat datang di kediaman ku nona Valera ohh maaf nyonya Adomson " sinis nyonya Leah dan Valera hanya terkekeh biasa.
" terimakasih atas pujiannya " ucap Valera lagi " hmm benar-benar mengagumkan bukan ? hahaha Patricia, sepertinya siksaan yang ku berikan padamu waktu itu kurang menyenangkan sehingga kau berbuat lebih dan melibatkan orang tua ku dalam masalah mu " ucap Valera berjalan dengan anggun dan duduk di salah atau kursi besi itu.
semua orang menatap Valera dengan tatapan heran nya, Valera bersedekah dada dan menatap tajam pada Patricia dan juga nyonya Leah.
" Lalu apa Patricia pantas untuk suami ku nyonya Leah. ? tidak kah kau ingat jika Patricia adalah anak di luar nikah yang terlahir tanpa ada status di dalam hubungan kedua orang tuanya. Dan kau nyonya Leah cihh wanita rendahan yang hanya bisa memakan harta kekayaan milik orang lain " tajam Valera dengan bengis sontak membuat Patricia dan nyonya Leah membelalakan matanya lebar.
" kurang ajar kau ! " teriak nyonya Leah lantang.
" jangan berteriak di depan ku !!! " ucap Valera yang tak kalah lantang dengan suara yang begitu tinggi hingga matanya melotot lebar menahan amarah.
DORR !!
" bibi " pekik Patricia saat nyonya Leah di tembak begitu saja dengan gerakan yang cepat, dan kini semua anak buah nyonya Leah diberondong senjata jajaran king begitupun dengan Remigio dan Vyan yang ikut menodongkan senjatanya. "Apa yang kau lakukan hah " bentak Patricia dan Valera hanya acuh saja.
valera hanya menyeringai dan mengelus lembut senjata kesayangannya dengan wajah datar dan dingin tapi kini sorot matanya ikut mendingin kala ia muak melihat wajah Patricia.
DODODODOR !!
valera menyelesaikan permainan ini dengan menebak mati beberapa orang anak buah dari nyonya Leah hingga membuat Patricia melebarkan matanya seketika.
" sweatheart , " ucap Remigio dan Valera hanya tersenyum manis.
Tak lama Bruce dan Frank masuk dengan keadaan kotor karena ada banyak darah yang mengenai tubuh mereka Valera menatap acuh sedangkan Patria semakin gemetaran.
" Dasar wanita sialan ! " ucap Patricia lagi dengan lantang.
DORR
__ADS_1
AGHHH
valera melepaskan lagi satu buah pelurunya tepat mengenai kaki Patricia hingga ia merintih kesakitan, nyonya Leah hanya mengeryitkan dahinya pekan saat merasakan sekujur tubuhnya yang mulai bergetar.
" Bawa mereka berdua menuju markas. " titah Valera lalu beranjak dan menghampiri sang suami dan merangkulnya dengan mesra. Lalu seluruh jajaran king yang berada di sana mulai meninggalkan tempat itu tak lupa Hugo dan Edgar menghancurkam rumah tersebut dengan beberapa bom bertenaga tinggi.
DUARRRR
valera yang melihat itu dari helikopternya hanya tersenyum sinis, bangunan itu hancur seketika dan lilin lantah, hanya dalam satu kali ledakan saja. Lalu iring-iringan helikopter yang mengudara dengan serempak mulai menjauh dari kawasan tersebut.
*****
dirumah sakit tuan Ramius segera dirawat karena selama perjalanan wajahnya sudah pucat dan tubuhnya terlihat lemah hanya saja matanya masih bertahan untuk tetap sadar.
nyonya sofhia menangis dalam pelukan Zizi dan Zizi dengan lembut mengelus punggung nyonya sofhia, untung saja dokter mengatakan jika kondisi tubuh tuan Ramius tidak terlalu parah hanya syok dan mengalami luka luar saja, awalnya dokter yang bertugas yang menangani nya cukup syok karena melihat luka itu seperti bekas cambukan tapi para dokter diam saja tak mau berkomentar.
" tenang lah nyonya, tuan Ramius akan baik-baik saja " ucap Zizi lembut dan nyonya sofhia hanya diam dan mengusap pelan air matanya yang mengalir.
Tak lama rombongan Valera datang dengan beberapa orang di belakangnya bahkan Vyan pun ikut datang dan langsung menghampiri ibunya yang sedang menangis.
" bagaimana keadaan ayah ku Zizi ? " tanya Valera dengan cemas.
" beliau baik-baik saja nona, hanya mengalami syok saja " ucap Zizi lagi dan Valera hanya diam lalu menatap wajah sang ayah dari luar jendela, Remigio mengelus lembut punggungan dan Valera hanya menatap Remigio dengan sendu.
" semuanya akan baik-baik saja " ucap remigio meyakinkan dan Valera mengangguk kecil.
setelah beberapa jam kemudian tuan Ramius sudah sadar dan kini dirungan besar itu hanya terlihat anggota keluarga saja. Nyonya sofhia terus berada di samping sang suami dengan mengenggam tangan sang suami erat.
valera dan Vyan yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan merasa bahagia karena kedua orangtuanya saling mencintai satu sama lain, hingga usia mereka kini tak lagi muda.
" sudahlah sayang aku tak apa-apa jangan menangis " kekeh tuan Ramius dan nyonya sofhia langsung mencubit pelan lengan suaminya.
" kau, apa kau tak tau jika aku sangat mengkhawatirkan mu. Di depan mataku wanita itu mencambuk mu dengan begitu tega " ucap nyonya sofhia dengan kesal dan Valera yang mendengarnya langsung berubah menjadi datar dan dingin.
tuan Ramius yang melihat aura kemarahan dari putrinya langsung menyuruh Valera untuk mendekat dan Valera menurut begitu saja, tangan kekar tuan Ramius mengelus lembut perut Valera yang mulai membuncit, Valera tertegun karena merasakan sentuhan lembut dari ayah nya.
'' jaga dia baik-baik nak, kehidupan kalian sangat lah sulit dan rumit, akan banyak sekali cobaan di depan sana, dan papah harap cucuku baik-baik saja " ucap tuan Ramius lembut dan Valera mengangguk mantap.
" papah tenang saja aku akan melindungi keluarga ku dari ancaman apapun terlebih jika orang itu berani mencelakai anak dan istriku " ucap Remigio tegas dan mantap.
Tuan Ramius mengangguk kecil, hatinya merasa bahagia karena putri kecilnya sudah memiliki suami yang siap melindunginya dan kehidupannya bahkan Valera terlihat sangat bahagia.
Nyonya sofhia hanya bisa tersenyum pada tingkah suaminya yang kini lebih sensitif terhadap Valera yang sedang mengandung, Vyan sang kakak hanya bisa menatap lurus ke arah jendela rumah sakit fikirannya menerawang jauh dan mengingat perkataan Zizi kala itu.
Tak lama suara dering ponsel milik Valera bergetar dengan cepat Valera mengangkat nya tanpa basa-basi dan alangkah terkejutnya saat ia mendapatkan kabar jika George tidak berada di sekolah begitupun dengan Malvin, hati Valera berdebar tak karuan saat mendapat kabar ini
Remigio yang melihat raut wajah istrinya yang menatap kosong, segera menghampiri Valera dan menyadarkan nya dari lamunan.
" Ada apa ? " tanya Remigio ikut cemas saat air mata Valera turun membasahi pipinya. Vyan dan kedua orang tuanya Valera yang melihat nya tak kalah bingung dan cemas.
" George hilang, begitupun dengan Malvin. Kemana perginya dua anak itu." ucap Valera dengan Isak tangis dan tentu saja semua orang yang mendengarnya terkejut bahkan Vyan langsung menghungi seseorang untuk meretas CCTV di sekolah George menuntut ilmu.
__ADS_1