
Bayi cantik itu kini tepat berumur satu bulan, semakin hari pertumbuhannya semakin pesat membuat Valera dan Remigio yang selaku orangtuanya sangat bahagia. Athena tak pernah kekurangan kasih sayang kedua orangtuanya bahkan nenek dan kakeknya pun selalu menyempatkan diri untuk menemui si cantik Athena.
Minggu ini Valera mengadakan makan malam bersama di Gold mansion milik nya bahkan Valera mengundang jajaran nya untuk datang dan ikut bergabung, tak lupa Valera dan Remigio menyiapkan beratus-ratus kotak makanan untuk mereka bagikan keseluruhan anak buah king yang tersebar bahkan di kota Paris maupun di luar kota.
tentu saja ini bukan dana yang sedikit Remigio harus rela mengocek dana yang cukup besar demi kebahagian keluarganya.
" Zizi wajah mu pucat sekali ? apa kau sakit ? " tanya Valera saat Zizi sedang asyik menggendong bayinya.
" aku, sepertinya tidak. Hanya saja beberapa hari ini aku merasakan mual yang hebat di pagi hari " keluh Zizi dan Valera mengejutkan dahinya seketika.
" apa kau sudah memeriksakan diri ke dokter ? " tanya Valera dan Zizi hanya menggeleng pelan " atau mungkin kau hamil ? " celetuk Valera dan Zizi langsung menatap wajah Valera sekaligus adik iparnya itu lekat-lekat.
" apa mungkin ? dan akupun baru sadar jika satu bulan ini aku belum datang bulan " ucap Zizi dan Valera tersenyum tipis, lalu tak lama Elena datang dengan Syina kedua wanita itu merengek untuk menggendong Athena.
akhirnya Zizi memberikan Athena kepada Elena dan Syina untuk mereka ajak bermain, Zizi membatu Valera untuk menyiapkan makan malam bersama yang tinggal beberapa jam lagi.
Setelah kelahiran Athena Valera sangat suka mengundang jajarannya untuk makan malam bersama, hanya untuk berbagi kebahagiaan nya kepada seluruh jajaran king. Daniel dan Aldo pun berada di sana karena mereka mengambil cuti libur selama tiga hari karena ingin melihat bayi Athena yang mencuri perhatian itu.
untungnya Gold Mansion yang sangat luas dan megah dapat menampung banyak orang di dalamnya. Ternyata para lelaki sedang berbincang ringan dan membentuk sebuah lingkaran di taman depan disana pun Ed nampak akrab dengan jajaran king lainnya bahkan Remigio ikut bergabung dengan orang-orang istrinya.
valera dan para wanita serta maid sibuk menyusun makanan agar tersaji rapi di meja makan yang sangat panjang luar biasa itu, Gloria tampak asyik menggendong Athena yang terus berusaha menatap wajah Gloria lekat hingga tanpa sadar bayi cantik itu tersenyum manis membuat Gloria memekik kaget bukan main.
George asyik di taman belakang untuk memberi Riley makan dan pada saat George asyik menatap Riley yang lahap dengan makananya pendengarannya sungguh tajam dimana terdapat sebuah deru helikopter yang melintas tak jauh dari kawasan Gold mansion.
apa lagi ini. batin George
George segera beranjak dan masuk kedalam, rupanya semua orang tampak asyik dengan kegiatannya masing-masing dimana Valera pun masih asyik dengan membawa beberapa hidangan untuk ia letakkan di atas meja bahkan George melihat Athena sedang berada di gendongan Gloria.
langkah kecil George segera menuju ruang pusat kendali untuk melihat keadaan luar mansion dimana hatinya merasakan akan terjadi sesuatu hal di sini.
George dengan lihai mengotak-atik komputer yang kini sudah siap beroperasi. Bahkan George menyambungkan kode komputer miliknya dengan kode komputer milik Valera dimana cara itu berhasil dan George tersenyum tipis.
manik biru itu menatap serius layar monitor yang berukuran besar, Tak salah lagi ada tiga buah helikopter yang mengudara bebas di area Gold mansion dari radius cukup jauh sehingga alat pendeteksi tak bisa menjangkau nya dengan baik.
" siapa mereka ? musuh king ? " gumam George hingga George bisa melihat jika para penjaga yang berada di wilayah luar sibuk memberikan tanda bahaya ke mansion. George berlari dan menuruni anak tangga dengan cepat, dimana semua orang sedang duduk dengan santai dan berkumpul ria.
" penyusup " teriak lantang George hingga suaranya membuat orang menoleh kearah George yang terus berlari menuruni anak tangga. " mamih, papih ada penyusup beberapa helikopter berada di luar mansion " pekik George hingga membuat semua orang terbelalak lebar.
Dan tak lama suara alarm berbunyi nyaring menandakan tanda bahaya di luar sana, semua orang terkejut bukan main bahkan mereka berhamburan dan menyiagakan senjatanya masing-masing.
valera dengan cekatan membawa Athena menuju kamar pribadinya dimana kamar miliknya mempunyai fitur yang canggih, salah satu pelayan di seret Valera untuk menemani Athena, bahkan Aldo, Daniel dan George memaksa ikut untuk menemani Athena nya dan Valera mengangguk memberikan ijin.
sedangkan para maid yang lain segera memasuki ruangan rahasia yang tidak bisa diketahui musuh untuk menghindari terjadinya serangan tak terduga.
__ADS_1
" Gloria segera masuk ke kamar ku " pekik Valera lantang dan Gloria mengangguk panik.
suara ledakan di luar cukup membuat semua yakin jika ada seseorang yang berani bermain-main dengan king. Valera masuk menuju pusat pengendalian untuk melihat keadaan sedangkan yang lain dengan sigap membentuk sebuah lingkaran untuk melindungi Gold mansion di masuki penyusup lebih dalam.
" siapa mereka ? " ucap Zizi bergumam saat matanya menangkap seorang wanita sedang tersenyum sinis di atas sana.
DUARRRR
DUARRRR
ledakan hebat di luar sana membuat jajaran king semakin waspada. Dave, Thomas dan lainnya bergerak ke sisi kanan karena mereka melihat sebuah helikopter dari arah sana.
DODODODOR !!!
senjata otomatis yang tersimpan rapi dibagian samping kanan bangunan yang meluncurkan misil untuk menghancurkan helikopter yang tertangkap sinyal.
ledakan hebat di udara membuat riuh langit malam yang semula tenang kini berubah menjadi bencana di langit Gold mansion.
Zizi terus memperhatikan seorang wanita yang duduk dengan tegas di atas helikopter tanpa mau melakukan perlawanan. Tiba-tiba wanita itu melemparkan tubuh seseorang hingga Zizi terkejut bukan main.
sedangkan disisi lain, Valera menatap keadaan sekitar hanya tiga buah helikopter asing yang menyerang tapi apa mereka bodoh ? bahkan Valera melihat satu buah helikopter gugur oleh serangan senjata otomatis.
" Utera " gumam Valera terkejut karena mengenali sosok itu sedang tersenyum memikat entah apa maksud nya itu. Hingga Valera menyadari jika ia mengenali sosok tubuh yang tergelatak tak sadarkan diri di halaman laut mansion.
nafasnya begitu menderu saat melihat sebuah helikopter yang tepat berada di depannya saat ini, wanita itu tersenyum sinis. Bahkan seluruh jajaran king bersiaga termasuk Remigio.
" UTERA AKAN KU BUNUH KAU " teriak Valera lantang dengan urat-urat leher yang terlihat menonjol dengan mata yang memerah.
semua orang terkejut bukan main saat Valera berteriak lantang, dengan sangat menggelegar Utera siapa orang itu.
DODODORDODODOR !!
valera melesatkan bidikan nya kearah helikopter yang ditumpangi oleh seorang wanita itu, akan tetapi ia mengendalikan helikopternya dengan lihai hingga membuat Valera geram bukan main.
" AGHHHHH " teriak Valera lantang, Hingga membuat semua orang panik bukan main, dua helikopter yang masih bertahan dengan cepat meninggalkan tempat itu, seakan sedang mempermainkan sang Lady.
sisa pertempuran masih terlihat basah, para jajaran king bingung bukan main, ini seperti sebuah peringatan pada sang Lady, Utera nama wanita itu seakan menjadi tanda tanya untuk semua.
valera menyeka air matanya dan berlari dengan kencang di luar mansion, hingga ia membentak siapa saja yang menghalangi jalannya, Remigio dengan cepat menyusul Valera keluar begitupun dengan yang lain.
tubuh Valera merosot kala melihat tubuh seseorang tergeletak tak berdaya dengan beberapa luka tusukan di bagian tubuhnya bahkan hidung dan telinganya mengeluarkan darah segar begitu saja.
" Ya tuhan " ucap remigio saat ia mengenali sosok tersebut, begitupun dengan yang lain mereka tak menyangka jika salah satu anggota black woman mengalami hal yang sangat tragis.
__ADS_1
" L " lirih Valera dengan mengguncang tubuh L yang tak berdaya bahkan tak merespon apapun, Zizi termenung dalam diam nya berarti tubuh yang dilempar dari atas helikopter itu adalah L. Valera menangis dalam diam.
" sweatheart. " ucap Remigio dengan mendekap tubuh Valera.
" hiks.. hiks.. Remi mereka melakukan nya, mereka melakukan nya '' Isak Valera dengan lirih.
" sebaiknya cepat, kita bawa dia ke rumah sakit " ucap Syina dan beberapa orang dengan segara membopong tubuh L dengan cepat untuk menuju rumah sakit.
bagaimana bisa L mengalami hal seperti ini ? lalu bagaimana dengan Lamora dan bagaimana dengan anggota B woman yang lainnya yang berada di sana, Valera tak mendapatkan kabar apapun akan hal ini. Utera ia kembali dan kini membawa dendam yang belum tuntas.
Di rumah sakit.
" maaf, korban tak bisa diselamatkan karena mendapatkan beberapa luka tusukan dan beberapa luka pukulan di anggota tubuhnya bahkan hidung dan telinganya pun tak berhenti mengeluarkan darah. Sudah dipastikan jika korban mengalami penyiksaan yang hebat. " jelas dokter dengan gugup dan takut saat Valera menatapnya tajam.
sesak itulah yang dirasakan Valera kini, salah atau jajaran nya tewas dan gugur, Valera menangis dan memeluk kencang Remigio, Zizi dan Dave tentu saja ia terkejut dan syok bukan main.
kabar tewasnya L mengguncang seluruh jajaran king, bahkan Anggota B.woman yang lainnya segera bergegas saat mendapatkan kabar duka itu termasuk pasukan Phoenix.
awan hitam kini menyelimuti hati mereka yang berduka, wajah sendu menyelimuti pemakaman salah satu anggota B woman yang paling berjasa untuk Lamora, Valera mengingat masa-masa dulu saat dirinya dan para wanita tangguh itu bertarung dan mempertahankan Lamora agar tak jatuh ke tangan yang salah, hingga harus kehilangan dua lelaki yang sangat handal yaitu Brandon dan juga Alland.
valera yang memakai gaun hitam dipadukan dengan jacket denim sederhana serta kacamata hitamnya tak menutup kesedihan yang begitu mendalam, mata Valera tak pernah kelas dari gundukan tangan yang baru saja menutupi peti jenazah L.
Remigio mengelus punggung istrinya lembut untuk memberikan kekuatan agar istrinya bisa ikhlas menerima kepergian salah satu jajarannya.
" hikss.. hikss " tangis A pecah begitu saja hingga ia berlutut di atas tanah kuburan L, dadanya sesak tat kala wanita yang sangat dekat dengan dirinya harus pergi untuk selama-lamanya. " apa yang telah wanita itu lakukan terhadapmu, dan bagaimana bisa kau bertemu dengan nya " Isak A dengan air mata yang berderai begitupun dengan C, dan B sedangkan K ia hanya memasang wajah datarnya tanpa ekspresi.
Brandon yang mengikuti penghormatan terakhir untuk L hanya bisa menundukkan wajahnya dalam-dalam, Hari ini benar-benar duka besar untuk jajaran king, bahkan para keempat predator turut hadir di acara itu.
" Utera " gumam Valera dengan nada penuh pemakaman " Tunggu kedatangan ku, tunggulah kematian mu dan pada saat itu juga kau tak dapat menghindar lagi, mungkin dulu kau masih bisa kabur dan bersembunyi dariku tapi tidak untuk kali ini, aku sendiri yang akan datang dan memenggal kepala mu untuk ku jadi pajangan di mansion Lamora milikku " geram Valera hingga suaranya hanya mampu membuat orang-orang terdiam.
Aura hitam sang lady seakan muncul kembali dan menampilkan sosok lain dalam diri seorang Valera, sorot matanya menghitam dengan tangan-tangan yang terkepal sempurna bahkan urat lehernya timbul dengan nafas yang terdengar begitu memburu.
" Apa itu artinya Lamora dalam bahaya ? " ucap Brandon.
" Jika ia bisa membunuh L maka aku yakin wanita itu pasti mengincar kami " saut K datar dan dingin.
" tidak akan ku biarkan mereka menyentuh kalian, ingat janji kita dulu " ucap tegas Valera dan keempat wanita tangguh mengangguk bersamaan " jika salah satu dari kalian gugur maka nyawa dibalas dengan nyawa. Dan L kini telah gugur maka kita harus bisa menemukan Utera dan membuatnya hilang dari muka bumi ini " ucap Valera lantang dan keempat wanita tangguh itu mengangguk setuju. " persiapkan diri kalian, aku yakin jika wanita sialan itu akan datang dan membuat keonaran, " tegas Valera.
" kami siap ratu " ucap keempat wanita tangguh dan para pasukan Phoenix serempak, lalu Valera mengangguk samar. Semua orang kini mendoakan L di alam sana, walaupun mereka mafia tapi mereka masih mempunyai tuhan dan memegang teguh kepercayaan nya masing-masing.
Iring-iringan mobil mewah meninggalkan area pemakaman khusus milik king untuk para anggotanya yang gugur, Valera memberikan fasilitas hingga tempat peristirahatan terakhir dalam jajaran nya.
dendam dan Duka berbaur menjadi satu seakan siap untuk membara, Hati keempat wanita tangguh kini diliputi rasa amarah yang sangat mendalam, haus darah dan sisi bringas seakan muncul dalam diri mereka masing-masing.
__ADS_1
tenanglah di alam sana L kami semua menyayangimu. Dan aku janji akan membalas kematian mu dengan cara yang lebih tragis lagi. terimakasih atas kebersamaan kita selama bertahun-tahun lamanya kawan aku tak akan pernah melupakan mu. Batin K