
pesawat komersial telah mendarat sempurna di bandara internasional Prancis, Remigio dan Valera sepakat menggunakan penerbangan biasa dan tidak menggunakan pesawat maupun jet pribadi mereka masing-masing.
Kedatangan mereka tentunya sudah ditunggu oleh anak buah king yang Valera hubungi, terdengar helaan nafas lega dari para tetua king terdahulu, setelah mereka mengalami insiden menegangkan kini mereka merasa aman, hanya saja mereka yakin jika ini adalah kenyamanan sementara.
iring-iringan mobil SUV hitam membelah jalanan, bahkan kehadiran Remigio dan Valera di sekitar bandara menarik pusat perhatian sebagian orang-orang.
perjalan dari bandara menuju Gold mansion memang memakan waktu yang cukup banyak, tapi itu tak membuat Valera dan lainnya mengeluh. Sementara waktu keluarga paman Yu dan para tetua King terdahulu akan tinggal di Gold mansion untuk beberapa saat sampai ada perundingan kembali.
valera terlihat menatap kearah samping jendela, ternyata di luar sedang hujan deras sesaat Valera menikmati nya walaupun hanya sebentar saja.
Remigio melirik sang istri yang tampak seperti sedang termenung, tangan kekar itu mengelus lembut pucuk kepala Valera hingga membelai rambutnya, membuat si mpunya menoleh dan Remigio hanya tersenyum tipis.
" Rasanya aku ingin tidur lebih lama lagi Remi, aku merasa lelah " ucap Valera dengan suara yang manja dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Remigio tampak mengelus lembut pipi Valera, hingga ia melabuhkan kecupan penuh kasih sayang disana, Valera tampak nyaman berada di dekapan sang suami.
" Aku mencintaimu Remi " lirih Valera dan Remigio menautkan kedua alisnya heran, ada apa dengan sang istri ? tak mau ambil pusing Remigio pun mengucapkan hal yang sama kepada sang istri hingga perlahan mata Valera mulai terpejam karena mengantuk.
*******
" Dave bagaimana apa kau sudah mendapatkan petunjuk tentang orang-orang asing di bawah sana ? " tanya Gloria dengan wajah cemas. Dave hanya tersenyum tipis dan mengecup dahi Gloria dengan singkat " Dave. Bagaimana ? " kesal Gloria lagi.
" kemungkinan mereka memang anak buah ayahmu atau lelaki tengik itu " santai Dave dan Gloria hanya menatap Dave dengan wajah datar, sungguh saat ini Gloria sangat khawatir bukan main dan Dave hanya menganggapnya dengan santai. " jangan khawatir sayang, aku akan melindungi mu dengan nyawaku " ucap Dave dengan penuh keyakinan dan Gloria langsung memalingkan wajahnya dan duduk dengan kasar di sofa berwarna coklat itu.
" Ya terserah kau saja " ketus Gloria dan Dave hanya terkekeh menanggapi " sekarang kau mandi dan setelah itu kau makanlah, tadi aku memasak sesuatu untuk mu " ucap Gloria dan Dave mengangguk patuh.
Gloria masih termenung di ruang tamu, ia segera menghubungi sang ibu untuk menanyakan perihal keberadaan ayahnya, sang ibu mengatakan jika sang ayah belum juga kembali dan itu membuat sang ibu cemas, tentu saja Gloria penasaran kemana ayahnya pergi, tidak seperti biasanya sang ayah berlaku seperti ini, Lalu ingatan Gloria menuju lelaki itu, tentu saja Gloria mengetahui siapa lelaki yang dipilih sang ayah untuk menjadi calon suaminya.
Apa ayah tak mengetahui jika lelaki itu seorang Cassanova ? bukan hanya itu saja lelaki brengsek itu bisa memanfaatkan seseorang yang jauh lebih kaya darinya. Hmmm mungkin ayah tak tau dengan watak dan sifat dari lelaki sialan itu. Batin Gloria.
Gloria memutuskan untuk menuju ke balkon apartemennya, hembusan angin malam yang sejuk sungguh membuat Gloria nyaman, gaun tidur berwarna merah terang itu seakan melambai-lambai karena hembusan angin.
manik Gloria menatap kearah bawah dimana terdapat seorang pria yang sedang memperhatikannya dengan intens, Gloria menelan ludahnya kasar lelaki itu tersenyum manis menatap Gloria membuat si mpunya merinding seketika.
sial. Siapa dia ? . Batin Gloria lagi.
" Sayang, " ucap Dave langsung memeluk tubuh Gloria dari arah belakang dan Gloria terkejut bukan main, lelaki itu masih memperhatikan gerak-gerik keduanya, Gloria masih enggan menatap hal lainnya selain ia menatap balik lelaki itu. " Apa kau tak kedinginan ? " tanya Dave berbisik lembut di telinga Gloria dan menghirup lembut aroma wangi rambut Gloria.
" Tidak Dave, tapi aku merasa nyaman " ucap Gloria yang masih menatap intens lelaki itu dan Dave pun menatap kearah bawah dan lelaki itu hanya tersenyum simpul lalu pergi begitu saja.
Dave dan Gloria saling pandang satu sama lain, siapa lelaki itu ? Dave masih memeluk tubuh Gloria dengan wajah yang heran dan bingung, sedangkan Gloria terus menelisik kearah sekitar.
__ADS_1
" Si..siapa lelaki itu ? " gugup Gloria ia merasakan firasat yang buruk, Gloria memegang dadanya yang terasa berdebar tak karuan.
" Tidak perlu takut ada aku disini " ucap Dave meyakinkan " atau begini saja, bagaimana jika kau tinggal di Mansion utama keluarga Harson setidaknya kau aman disana sayang, " ucap Dave memberikan saran dan Gloria masih diam tak menjawab. " Jangan berfikir buruk sayang, aku tak ingin terjadi sesuatu kepadamu, aku akan menempatkan anak buah ku ketika kau hendak berpergian " ucap Dave lagi.
" Ya bagaimana baiknya saja Dave, jujur aku merasa cemas dan khawatir saat ini " ucap Gloria dan Dave memeluk erat tubuh sang kekasih.
" Jangan terlalu cemas, sayang. Kau hanya boleh memikirkan kebahagian mu hidup bersama dengan ku " ucap Dave terdengar menggoda ditelinga Gloria hingga manik Gloria menatap Dave dengan tatapan geli nya, Dave mencubit gemas pipi sang kekasih lalu mengelusnya secara perlahan.
Sekali lagi manik keduanya bertatapan satu sama lain seperti sedang menyalurkan cinta yang menggebu dihatinya, baik Gloria dan Dave telah memilih keputusan yang bulat untuk menjalani sebuah bahtera rumah tangga.
Gloria memeluk erat tubuh sang kekasih, Gloria akui Dave sangat jantan menentang keputusan tuan Gil ayah dari Gloria, sejauh ia mengenal lelaki belum ada yang seperti Dave gigih akan keputusan nya hingga harus bersitegang dengan ayahnya.
" Aku akan menemui kak Valera nanti, untuk merundingkan pernikahan mu dengan ku. Aku ingin secepatnya Dave aku ingin secepatnya menjadi milikmu satu-satunya " ucap Gloria lirih dengan mata terpejam dan masih dalam posisi memeluk tubuh kekar Dave.
Dave seketika terdiam mendengar ucapan Gloria yang teramat ingin menjadi istrinya, Dave bukan pria kaya yang mempunyai kekuasaan layaknya keluarga Harson, ia hanya lelaki beruntung yang dididik sejak usianya masih remaja oleh Marcell Harson dulu dan diangkat menjadi orang kepercayaan sang Lady hingga Dave bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah dan sekarang ia sedang menikmati hasilnya.
" Aku menyayangimu " ucap Dave dan Gloria tersenyum.
Keesokan harinya, rumah utama keluarga Harson.
valera dan Gloria telah sepakat bertemu di rumah utama keluarga Harson, saat ini nyonya sofhia pun berada di samping Valera yang terlihat asik memangku bayi kecilnya, sedangkan tuan Ramius sedang berpergian dengan putranya Vyan harson.
" kau semakin hari semakin bulat sayang " celetuk Valera dan Athena bayi mungil itu hanya mengerjap-ngerjapkan matanya lucu menatap wajah sang ibu laku tersenyum tipis.
" Sayang, Rasanya mamah mu ini ingin sekali mengunjungi Indonesia " ucap nyonya sofhia dan Valera melirik ibunya langsung.
" Kau rindu dengan negara mu mah ? " ucap Valera dan nyonya sofhia mengangguk mantap. Valera meletakkan bayi mungil itu di dalam box beserta mainan nya yang menggantung indah di bingkai box berwarna pastel itu.
" sangat rindu, mamah rasanya ingin mengunjungi rumah nenek mu disana " ucap nyonya sofhia lagi dan Valera diam menyimak. " Bagaimana jika kita berlibur akhir tahun nanti, dan Athena sudah sedikit besar untuk berpergian jauh menggunakan pesawat. " ucap nyonya sofhia antusias.
" hmm baiklah, aku akan mencoba untuk mengabulkan keinginan mamah, dan aku akan segera menyelesaikan urusan serta pekerjaan ku terlebih dahulu " ucap Valera dan nyonya sofhia mengangguk senang, hingga suara lengkingan Gloria mengejutkan keduanya baik Valera dan sang ibu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
" Aku datang " ucap Gloria dengan senyum manisnya dan duduk di samping box milik Athena lalu menatap bayi itu dan sedikit mencubitnya dengan gemas. " kau menggemaskan sayang " ucap Gloria lagi.
" Kau datang bersama siapa nak ? " tanya nyonya sofhia menatap keponakanya itu.
" sendiri bibi " ucap Gloria lagi.
" baiklah jika begitu, kalian berbincang lah terlebih dahulu. " ucap nyonya sofhia dan langsung beranjak meninggalkan dua wanita muda itu dengan segera.
kini Valera menatap lekat wajah adik sepupunya itu, Valera tau jika ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan nya tapi Valera memilih diam agar Gloria berkata terlebih dahulu.
__ADS_1
Gloria menarik nafasnya secara perlahan sebelum kata demi kata ia lontarkan kepada kakak sepupunya itu, lalu mulai mencomot cemilan enak di atas meja yang berada di hadapannya.
" Kak. Aku ingin berbicara serius padamu " ucap Gloria
" katakan lah " saut Valera dengan santai.
" Bisakah kau lacak keberadaan ayahku dimana, sungguh aku sangat khawatir semenjak pertemuan kami dengan lelaki itu sampai saat kini ayahku belum pulang ke Inggris, dan apakah kau tau jika kemarin ada yang mencari ku di apartemen bahkan ada beberapa orang yang terlihat mencurigakan disana. " jelas Gloria dan Valera memicingkan matanya seketika.
" mencurigakan bagaimana maksud mu ? " ucap Valera lagi.
" Entahlah kak, orang-orang itu terlihat sangat mencurigakan. Untung aja Dave cepat kembali ke apartemen jika tidak.." ucap Gloria menggantung karena ia memikirkan hal yang buruk terjadi pada dirinya " Aku akan tinggal disini untuk sementara waktu " ucap Gloria lagi menatap kakaknya.
" Ya terserah kau saja. Bagaimana baiknya " ucap Valera dan Gloria tersenyum.
" Lalu pernikahan ku " rengek Gloria hingga Valera langsung menatap adik sepupunya dengan cepat " kapan aku akan menikah kak ? " rengek nya lagi.
" ohh tuhan aku lupa, maafkan aku Gloria aku terlalu sibuk dengan urusan ku. Kau ingin pernikahan seperti apa aku akan mengaturnya untukmu. " ucap Valera lagi dan otak Gloria seketika langsung membayangkan pernikahan yang megah dan mewah dengan bertabur berlian sebagai dekorasi pernikahan nya itu " Tapi bagaimana dengan ayahmu ? " ucap Valera lagi dan seketika Gloria langsung tertunduk lemas, memikirkan setiap perkataan ayahnya yang selalu menghina Dave membuat dada Gloria kian sesak, bagi dirinya Dave adalah pria tangguh dan bertanggung jawab bahkan beberapa kali Dave menyelamatkan nyawanya. valera melihat wajah sendu Gloria ia merasa permasalahan cinta lebih rumit ketimbang mencari musuh di lubang semut.
" ohh rupanya kau disini Gloria " ucap suara bariton seorang pria hingga kedua wanita muda itu langsung menoleh kearah sumber suara.
mata Gloria terbelalak saat melihat keberadaan ayahnya bersama dengan lelaki yang hendak di jodohkan kepadanya, Valera menatap datar dua lelaki yang baru saja tiba, Johan ia tersenyum saat maniknya bertatapan dengan manik hazel milik Valera.
" ayah kau disini ? " heran Gloria dan tuan Gil hanya diam saja.
" sebaiknya kita pulang Gloria. Jangan memberontak dan jangan menolak " tegas tuan Gil sontak Gloria menggeleng cepat dan sedikit menjauh dari ayahnya itu.
" Tidak ayah ! jangan memaksaku. Kenapa kau tidak pernah mengerti " ucap Gloria dengan datar menatap sang ayah.
" Gloria " ucap tuan Gil penuh penekanan, Gloria tak menjawab dan justru tersenyum sinis menatap ayah dan lelaki yang bernama Johan. Emosi tuan Gil memuncak seketika saat menerima penolakan putrinya itu, nafasnya begitu menderu " jangan bertindak lebih dari ini " tegas tuan Gil lagi.
" justru ayah yang jangan bertindak lebih dari ini jika ayah tidak ingin menyesal '' ucap Gloria balik mengancam hingga tuan Gil terdiam dan Johan menatap tajam pada Gloria lalu detik kemudian ia tersenyum tipis menyeringai.
untung saja ada pelayan yang lewat kesana, dan Valera segera memanggilnya lalu ia menyuruh pelayan itu untuk membawa Athena menuju nyonya sofhia dan pelayan itu mengangguk patuh.
Valera menatap sinis pada paman dan lelaki yang bernama Johan, Gloria mendadak diam saat melihat tatapan tak biasa yang dilayangkan oleh kakak sepupunya.
" Paman, lancang sekali kau membawa orang asing untuk masuk ke mansion ini " tegas Valera hingga tuan Gil menatap Johan dan lelaki itu terlihat tak menerima dengan ucapan Valera yang terkesan angkuh.
" Gloria ayo " ucap tuan Gil lagi dan Gloria enggan lalu pergi meninggalkan tempat itu dan menuju kamar tamu yang selalu ia tempati bila menginap di kediaman paman dan bibinya.
valera menatap sekilas kepergian Gloria dan tuan Gil tentu saja ia menahan amarahnya saat ini, lalu menatap tajam Valera dan Valera tersenyum tipis.
__ADS_1
" jangan membuat onar jika kalian tidak ingin aku seret secara tidak hormat dari mansion ini " ucap Valera lagi memalingkan wajahnya tanpa mau menatap dua lelaki yang baru saja bergabung.
''Kau.. sungguh tak sopan " ucap tuan Gil dan Valera diam dan berlalu pergi dari tempat itu meninggalkan tuan Gil dan Johan. Kedua lelaki itu geram dengan tingkah Valera yang sangat angkuh bahkan tuan Gil mengumpat dalam hati.