
DODODODOR !!
Valera meluncurkan pelurunya ke arah atas yang ternyata tempat bersembunyinya para cicak-cicak kecil. Zizi dan Dave melakukan hal yang sama tapi ada yang salah dimana peluru-peluru mereka melesat dan hanya sekedar mengecoh mereka untuk turun.
orang-orang itu seketika meloncat seakan sedang menghindari peluru-peluru itu, Valera yang melihat keatas hanya bisa tersenyum dengan sinis
TAP TAP TAP
sekelompok orang berpakaian serupa dengan penutup kepalanya serta wajah nya pun yang ikut tertutup mendarat dengan gerakan sempurna dihadapan Valera Zizi dan juga Dave
orang-orang itu seakan mengisyaratkan jika tak semudah itu untuk melumpuhkan mereka, akan tetapi Valera bersikap tenang justru Zizi menatap tajam.
" wow.. penyusup ! " ujar salah satu dari mereka dan Valera hanya diam saja tapi menampilkan senyum misterius nya " lancang, memasuki wilayah kami tanpa izin lalu membuat onar " sinis orang itu lagi dan Valera hanya terkekeh mendengarnya
" penyusup ? membuat onar ? tapi sayangnya aku tak Sudi melakukan hal itu, jika tidak karena terpaksa " tajam Valera dengan tegas
" keluar atau kalian akan mati " ucapnya lagi dengan nada mengancam dan Valera hanya tertawa mendengarnya begitupun dengan Zizi dan Dave hanya menampilkan wajah datarnya saja " kembalikan dua orang yang kalian tawan ! " ucap Valera lagi dengan sikap datar dan angkuhnya
" hahaha memangnya siapa yang kami tawan ? apa kau sedang bermimpi ? " ejek orang itu lagi dan Valera diam saja Zizi dan Dave hanya bisa menatap sang lady dengan penuh tanda tanya
" jangan berkilah, karena aku tidak suka mengulur waktu ! bukan kah kalian sudah mengatakan jika aku penyusup ? maka bisa dikatakan begitu ! kehadiranku kemari hanya untuk mencari dua orang pria, tapi tidak mungkin jika mereka hilang begitu saja jika tidak kalian yang membawanya " sinis Valera menatap tajam para orang-orang bertopeng itu
sejenak orang-orang itu terdiam beberapa waktu, memikirkan perkataan Valera yang baru saja terlontar dari bibirnya dua orang pria mereka yakin jika tawanan barunya lah yang sedang di bicarakan oleh mereka
" ohh hahahaha " ucap salah satu dari mereka langsung tertawa puas seolah sedang senang " dua lelaki tampan itu ? tapi sayang aku tidak akan memberinya padamu, mereka milik ku !! " tajam nya lagi dengan suara yang begitu tegas membuat Valera geram dan ingin sekali menghajarnya saat ini juga.
Zizi menatap tajam kepada sekolompok yang ia yakini adalah wanita karena postur tubuh dan juga suara menandakan jika mereka adalah wanita. Dave bingung apakah harus ikut melawan atau bagaimana karena ini adalah urusan para wanita.
" milik mu ? siapa yang kau sebut milik mu sialan " pekik Valera menggelegar dan para lawan itu hanya diam lalu kemudian mereka tertawa mengejek
" cihh.. mereka tampan dan sepertinya hmm kaya. Sayang jika mereka berdua tidak dijadikan budak nafsu kami " desis nya lag membuat Valera dan Zizi naik darah. Budak nafsu ? sungguh otak Zizi mendidih seketika " hmm dan sepertinya lelaki yang bersama kalian lumayan. " ucapnya lagi membuat Valera semakin marah dan menggeram serta mata nya kini berubah menjadi merah.
" banyak bicara ! " teriak Valera lalu ia bergerak maju kedepan dan melawan mereka yang menjijikan sekali. Zizi tak mau ketinggalan ia melawan dengan tangan kosong
hingga kini mereka saling beradu kekuatan dan berusaha menjatuhkan lawan nya, Dave masih saja diam berdiri memastikan keadaan dan ia merasa jika nona serta Zizi mampu mengatasi Masalah ini
para sekolompok wanita itu kini sama-sama memegang sebuah pedang ditangan nya masing-masing membuat Valera dan Zizi semakin waspada dengan situasi. Kini mereka mengelilingi Valera dan Zizi yang membentuk sebuah lingkaran
" jangan berlaga kalian berdua layaknya seorang jagoan, lihatlah sekelilingmu ! sedang berada di mana saat ini " desis salah satu dari mereka dan Valera tersenyum sinis menatapnya
" lalu aku harus bagaimana ? " polos Valera lagi seakan ia ingin sekali memancing sisi amarah dari lawan nya saat ini
" serahkan lelaki itu kepada kami setelah itu pergilah dari sini atau kepala kalian akan kami penggal " bengis wanita yang bertopeng putih
Dave sontak terkejut dalam diamnya, dalam fikirannya untuk apa mereka meminta dirinya yang seorang lelaki fikiran Dave berkelana tak jelas.
" dalam mimpimu ! " desis Valera tajam. Lalu Valera dan Zizi sama-sama melawan dan kini masing-masing belati ada pada genggaman mereka. Dua lawan delapan membuat Valera geli seketika
__ADS_1
BUGHHHHHH
Zizi melakukan gerakan salto hingga ia menepis pedang yang berada dalam genggaman salah satu lawannya, hingga
KRAKKKK
Zizi tak mau mengulur waktu ia dengan cepat mematahkan leher salah satu dari mereka. valera yang melihat itu tak perduli dan Dave mata tajamnya melihat pada tangan seseorang yang sedang menggenggam sebuah suntikan yang mengarah kepada Valera.
GREPPP
AGHHH
teriak wanita itu saat Dave mencengkram erat tangan nya laku memelintirnya dengan sangat mudah, Valera sontak terkejut akan teriakkan tiba-tiba itu dan Zizi semakin yakin jika mereka melakukan hal yang curang saat vyan dan Leonel melawan mereka.
" jangan mimpi untuk menyentuh nona ku ! " tajam Dave lalu ia lebih mencengkram erat tangan wanita itu hingga ia merintih kesakitan detik kemudian Zizi yang sudah geram datang mendatangi Dave dengan berlari dan
JLEBBB
Zizi menancapkan belatinya pada perut wanita itu Dave terperangah dengan aksi Zizi yang mana jiwa psikopatnya muncul mendadak
" akan ku buat kau merasakan neraka " desis Zizi lalu ia mengulang lagi perbuatannya hingga wanita itu lemas tak berdaya
BRAKKKKKK
seseorang menendang punggung Dave hingga ia tersungkur ke depan untung saja dengan cepat Zizi mengalihkan belatinya agar tak mengenai Dave hingga suara erangan dan rintihan kembali terdengar
" inilah akibatnya jika kalian menentang ku dan mencoba untuk melawan ku, lihat lah tiga kawanan mu sudah tergeletak tak bernyawa dengan kondisi yang begitu mengerikan. katakan kematian seperti apa yang kalian inginkan " tengil Valera dan sontak membuat mereka terdiam dari tempatnya .
GREPPP
AGHHH
Zizi dengan gerakan cepat ia menarik salah satu dari mereka dan sebuah belati siap menyayat lehernya,
" katakan dimana mereka dan bawa kami ke tempat menjijikan kalian " ucap Zizi dengan suara tegas dan wanita itu mengangguk patuh
Zizi masih menyergap salah satu dari mereka akan tetapi terlihat dari salah satunya ada yang berusaha memberontak dengan sigap Dave menodongkan pistol nya kehadapan wanita itu seketika ia diam tak berkutik
sedangkan Valera diam saja dan mulai mengikuti langkah mereka, jalan yang menjadi titik teratas menjadi tujuan mereka akan tetapi para kelompok itu berbelok ke arah kanan hingga mereka berjalan semakin dalam
Zizi dan Dave semakin waspada dan Valera tentu saja ia dengan cepat mengaktifkan GPS agar para anak buah king lainnya menyusul mereka
hingga suara siulan aneh mulai terdengar dan Valera dengan sigap menyiagakan senjatanya dan seketika orang-orang mulai berdatangan tak tentu arah Zizi dan Dave tentu saja semakin waspada begitupun dengan sang lady
" jangan macam-macam atau aku sendiri yang akan meledakkan tempat ini dengan begitu mudah ! jika kalian ingin mencobanya silahkan aku justru senang melakukannya " kekeh Valera dengan aura yang begitu mengerikan, senyumannya membuat bulu kuduk berdiri seketika.
" menyingkir ! " teriak salah satu dari mereka dan sontak membuat orang-orang terkejut dan perlahan mulai menyingkir
__ADS_1
tak lama mereka masuk kedalam sebuah gua akan tetapi Zizi dan Dave mengangguk pelan mereka masing-masing masih mengunakan tawanan nya sebagai alat jaminan untuk tak berniat macam-macam
valera yang berjalan di belakangnya menatap penuh selidik gua tersebut ia tak menyangka jika di dalam hutan ini ada sebuah gua rahasia hingga mereka melihat luas gua itu yang cukup dan berbagai alat yang mumpuni
" dimana dua pria itu " tegas Zizi lagi dan seketika seseorang menyuruhnya untuk membawa vyan dan leoenel kehadapan mereka
setelah mereka menunggu tak lama beberapa orang-orang berjalan dengan menggandeng dua orang tawanan nya, mata Valera dan Zizi terbelalak lebar saat melihat kondisi vyan dan Leonel yang tanpa busana bahkan Dave hanya memalingkan wajahnya sekilas.
valera tampak marah dengan apa yang dilakukan oleh wanita-wanita menjijikan itu begitupun dengan Zizi ia geram dan murka .
" apa yang kau lakukan sialan ! " pekik Valera lantang membuat semua orang terbelalak kaget bahkan Leonel dan vyan ikut terkejut akan suara itu karena mata nya ditutup sebuah kain " kalian menyentuhnya ! " teriak Valera lagi
" Vale " ucap vyan pelan akan tetapi suara itu masih saja didengar oleh Valera
" sudah ku katakan jika mereka akan menjadi budak nafsu kami, " saut enteng salah satu dari mereka membuat nafas Valera terlihat begitu menderu
SRETTTT
AGHHH
teriakan itu sungguh menggema di ruangan, bagaimana tidak Zizi menyayat leher salah satunya yang menjadi tawanan nya, Zizi marah melihat dan mendengar itu
" dasar tidak bermoral ! dasar kalian para wanita penyakitan ! sungguh menjijikan " pekik Zizi lagi dan sontak Vyan lagi-lagi terkejut ternyata Valera datang bersama dengan Zizi " apa yang kalian lihat cepat bawa pakaian untuk mereka ! sungguh tidak sopan " pekik Zizi lagi dan Valera hanya memijat pelipisnya pelan sungguh ia pun tak akan menyangka
vyan dan Leonel kini sudah berpakaian walaupun masih bertelanjang dada setidaknya itu lebih baik, dari pada tidak ada sehelai benang pun yang melekat dalam tubuh mereka
" siapa kalian ini ! datang-datang dan membuat keributan ditempat ku. Bahkan kau membunuh orang-orang ku " desis salah satu dari mereka berambut panjang yang diikat dengan memakai pakaian seperti jubah yang tiba-tiba saja datang dari arah yang sama seperti vyan dan Leonel. valera yakin jika wanita itu sudah melakukan hal yang tak senonoh dengan vyan maupun Leonel .
" untuk apa kau ingin mengetahui siapa kami, yang jelas kami akan membawa pergi dua orang pria itu " saut Dave yang ikut berbicara dan wanita itu terlihat memicingkan matanya seketika lalu tatapan nya beralih kepada Zizi dan Valera
" lalu ? " ucapnya lagi dan Valera hanya tersenyum tipis
" tidak ada ! kami datang hanya untuk membawa mereka yang menjadi tawanan mu. Mereka keluarga ku dan aku menjemputnya " tegas Valera dan lagi-lagi wanita itu hanya diam lalu tersenyum
" jika aku tidak mau ! " ucap nya menantang Valera
" maka bersiap-siaplah lah untuk melihat neraka didepan matamu setelah orang-orang mu ku bantai habis lalu tiba giliran mu dan aku akan memberikan neraka yang paling bagus untuk diri mu " tajam Valera berwajah bengis membuat wanita itu tertegun dengan aura yang Valera keluarkan sungguh ia sempat takut melihat sorot mata Valera yang begitu tajam " jika tidak, kau dan tempat mu ku jadikan neraka. Berikan mereka dan kami akan pergi " ucap Valera lagi
" aku tidak mau ! " kekeh wanita itu dan Valera diam saja tak lama suara kebisingan terdengar disana dan beberapa kelompok dari mereka berlari menuju luar gua, suara helikopter sungguh memekikkan telinga Valera dan Zizi mereka sudah tau jika itu adalah para anak buah king
tak lama Valera maju dan menarik kasar tangan vyan serta Leonel sehingga wanita itu sedikit tersentak dan menatap tak percaya. Vyan dan leoenel hanya bisa menunduk dan Dave ia hanya terkekeh melihat ekspresi kedua nya
" lancang kau !! " teriak nya menghadap Valera
DORR
AGHHH
__ADS_1