
Hari ini langit begitu sangat cerah bahkan Awan biru seakan ikut mendukung, para wajah-wajah mafia yang tegas dan sangar sudah mulai berdatangan ke markas utama.
mereka terkagum-kagum akan modifikasi yang dilakukan oleh pihak Valera yang sangat totalitas, para jajaran king siap dan menyambut para tamu-tamu terhormatnya dengan sangat ramah dan sopan.
seluruh tamu tentu saja harus melewati pembersihan terlebih dahulu, yang dilakukan oleh orang-orang sang Lady bahkan Thomas dan Greta bekerja sama di ruang kendali untuk memantau dan melihat situasi selama acara ini berlangsung.
satu jam berlalu kini halaman hijau nan luas yang terbentang indah seakan sesak oleh orang-orang yang hadir, mereka tampak duduk dengan tenang menunggu kehadiran sang Lady untuk duduk di kursi singgasana nya.
Tak tak tak
suara ketukan pada hills seakan membuat semua orang beralih ke arah sumber suara, Valera datang bersama dengan Remigio yang berada tepat di sisinya, seluruh orang mulai bangkit dari kursinya dan menunduk sopan kala kedatangan pemimpin tertinggi dari king itu.
valera berjalan dengan langkah tegas, wajah dingin,datar dan angkuhnya tidak ada senyum tipis ataupun senyum manis yang menghiasi wajah indahnya, Valera benar-benar menunjukan kepada semua orang siapa dirinya
valera duduk di kursi yang tersedia akan tapi sebelum itu Remigio manariknya terlebih dahulu agar sang istri tidak perlu melakukan hal seperti itu, semua orang tak luput memperhatikan sikap Remigio yang teramat manis dan juga perhatian kepada Valera sang Lady.
" Baiklah, selamat datang para saudara mafia ku sekalian, Sudah lama kita tak berjumpa hanya beberapa dari kalian saja yang bertemu dengan ku waktu itu " ucap Valera dengan candaan kecil dan semua orang terkekeh di buatnya, Valera mulai memegang sesuatu dan tiba-tiba.
Dok Dok Dok
suara itu seakan menjadi pembuka the they king di mulai, kini semua orang mulai berwajah serius dan datar begitupun dengan Valera yang tadinya senyum tipis terukir kini kembali dengan tegas.
" dengan ini aku ucapkan the they king di mulai ! " lantang Valera dengan suara tegas nan lugas, Dave segera membunyikan suara yang mirip seperti lonceng dan suara itu bergetar sebanyak tiga kali hingga suaranya sampai pada halaman utama. " ini adalah hari bersejarah untuk king dimana pemimpin terdahulu yang sangat kalian agungkan adalah sosok pendiri dari organisasi yang sudah berkembang sangat pesat dari dulu hingga kini bahkan aku mendirikan beberapa markas dibeberapa negara. Kali ini sungguh ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumya dimana beberapa kejutan akan membuat kalian semua tercengang tentunya " ucap Valera datar tanpa ekspresi dan kini semua orang sibuk mencerna beberapa ucapan terakhir sang lady.
orang-orang terhormat dan tentunya mempunyai kekayaan, kekuasaan serta kepemimpinan yang kuat tepat berada di hadapan sang Lady kini, mereka kini saling pandang satu sama lain bahkan dari mereka ada yang mengajukan beberapa pertanyaan dan tentu saja Valera menjawabnya dengan cepat dan singkat.
" senjata ! kalian semua pasti sudah tau jika senjata dari industri milik ku yang ku beri logo King sudah tersebar dikalangan mafia elit seluruh dunia bahkan dari luar organisasi kita pun berbondong-bondong untuk memesan senjata dari king. Dan apakah kalian tau apa maksud nya ? itu artinya organisasi kita sangat disegani, bukan kah begitu ? " tanya Valera dan semua orang mengangguk setuju. " lalu kerja sama yang terjalin diantara seluruh mafia di bawah naungan king membuat keuntungan yang lebih besar bukan kah begitu ? " ucap Valera lagi dan semua nya mengangguk benar " maka dari itu terus pertahankan seluruhnya " tegas Valera dengan suara lantang.
" Aku setuju dengan semua ucapan mu Lady " ucap sopan seorang wanita berambut panjang dan berwarna biru " akan tetapi banyak sekali para pembelot di organisasi kita " sengit nya dan Valera tersenyum sinis, " maaf jika ucapan ku lancang atau kurang sopan tapi akupun merasakan beberapa keganjilan dengan beberapa bisnis yang terjalin antara aku dengan pihak mu Lady " ucapnya lagi dan kini semua orang merasa semakin tegang.
" seperti apa yang kau maksud Selena ? " tajam Valera tanpa ekspresi.
" contohnya wine ! aku memesan seribu Wine untuk ku edarkan dalam bisnis club malam milikku, akan tetapi yang ku terima tidak seribu melainkan sembilan ratus lalu sisa nya kemana ? " ucap Selena dan kini semua orang menunggu jawaban sang Lady.
__ADS_1
" Edgar ? apa itu benar ? " tanya Valera dan Edgar selaku penanggung jawab segera berdiri dan mengangguk sopan lalu ia mulai tersenyum kaku. " silahkan bicara " lanjut Valera lagi.
" terimakasih atas waktunya Lady. Seperti yang kalian ketahui jika aku Edgar selaku penanggung jawab atas hal tersebut membenarkan ucapan nona Selena Morraz " ucap lantang Edgar dan kini semua orang tampak mengkerutkan dahinya seketika " awalanya aku pun menerima laporan pertama yang tertulis jika pesanan nona Selena berjumlah seribu akan tetapi ada satu hal yang dilewatkan aku menyebarkan mata-mata disetiap pergerakan orang-orang yang ku percayai dan tenyata mereka semua berkomplot untuk menjadi seorang korupsi serta menggelapkan dana yang sudah tertulis " ucap Edgar sehingga membuat semua orang terkejut dan beberapa dari mereka ada yang berwajah pucat seketika. valera tersenyum sinis saat Edgar berkata demikian.
" maksud mu penghianat ? " Picing Selena dan Edgar mengangguk mantap. sontak mata Selena membulat seketika " bagaimana bisa ? itu mustahil " ucap Selena lagi.
" kenapa harus mustahil Selena ? seorang yang berkhianat tidak akan pernah memikirkan kemungkinan terburuknya apa yang ia dapatkan nanti sehingga mereka melakukan langkah yang tergesa-gesa " tajam Valera lagi dan Selena hanya bungkam dibuatnya.
" Kau tenang saja nona Selena Morraz, aku sudah menyuruh beberapa anak buah ku untuk mengirim sisanya ke kediaman pribadi anda " ucap Edgar dan Selena mengangguk lalu berterimakasih.
suasana tampak semakin hening dan sunyi ini seakan menjadi tegang demikian saat beberapa orang datang dengan tangan terborgol dan dikawal ketat oleh anak buah king bersenjata lengkap.
para orang-orang itu menundukkan kepalanya seketika saat menjadi tatapan tajam para tamu yang datang, Dave menyuruh mereka untuk berlutut.
" ada apa dengan mereka nona Valera. Penghianat ? pembelot ? " ucap seorang lelaki yang merupakan seorang mafia dari Italia. Valera hanya tersenyum sinis dan meliriknya sekilas dengan sorot mata yang tajam dan Remigio yang berada di sampingnya hanya diam dengan wajah datar dan menjadi pendengar setia untuk istrinya itu.
" hmm mungkin " singkat Valera membuat orang-orang yang berada di sana semakin penasaran. " Calm down, lebih baik tinggalkan terlebih dahulu topik ini saudara ku, ada yang lebih penting yang ingin aku sampaikan " ucap Valera dengan serius dan kini semua orang diam menyimak " suruh mereka masuk dave " ucap Valera lirih melalui MH miliknya yang terpasang dan terselip dibalik gaunnya.
Dave mengangguk patuh dan tak lama muncul beberapa sosok yang sudah tak muda lagi dari arah mansion yang terletak di belakang markas, semua orang seakan menelisik siapa mereka, langkah mereka semakin dekay dan kian mendekat hingga pekikan seseorang membuat semuanya kaget.
" Hallo tuan Oslo " ucap nyonya Mecca dengan senyum tipisnya. Oslo Philips seorang mafia yang berkuasa di tanah Rusia dan sekitarnya yang bergabung dengan king pada masa kepemimpinan Marcell hingga saat ini ia masih mempercayakan King sebagai panutan nya, seorang lelaki yang berusia sudah tak lagi muda akan tetapi kharisma pada wajahnya tak pernah luntur.
Valera tersenyum tipis saat Mecca melirik nya dan Mecca ikut tersenyum, bahkan Remigio pun ikut tersenyum saat tatapan Mecca begitu menyapanya.
semua orang yang hadir dalam acara itu tertegun saat orang-orang terdahulu yang di anggap mati dan hilang bahkan tak diketahui keberadaan nya kini kembali dan bergabung pada the they king tahun ini.
" selamat datang '' sapa Valera ramah kepada kelima orang yang baru saja bergabung.
" terimakasih lady " ucap mereka serempak membuat Valera terkekeh seketika karena usia mereka yang tak lagi muda bisa menyebutnya begitu formal.
" baiklah, kalian tentu saja tau siapa kelima orang-orang itu terkecuali para anggota baru yang direkrut oleh Kakak ku tiga tahun yang lalu " ucap Valera tegas, Valera menjelaskan siapa mereka ini dengan menyebut namanya satu persatu sungguh mereka terkejut bukan main ternyata mereka adalah orang yang berpengaruh untuk king dimasa lalu.
" lalu tujuan mereka bergabung dan datang pada acara ini apa ? " ucap salah satu mafia bertampang garang akan tetapi ia bertanya dengan polosnya.
__ADS_1
" tentu saja ada, menguak masa lalu saat kepemimpinan Marcell Harson kakek ku. " tajam Valera dan membuat orang semakin bingung.
" menguak ? maksud mu " bingung Oslo.
valera masih tersenyum samar saat melihat tampang- tampang wajah bingung dan terkejut itu Valera sungguh menikmatinya, hingga beberapa orang asing masuk dengan pengawalan yang sangat ketat hingga mata sang Lady terbelalak lebar saat ia mengenali beberapa orang diantaranya.
" berikan mereka kursi ! " pekik lantang paman Jiro saat mereka tampak dicurigai oleh orang-orang jajaran king " mereka bagian dari king " ucapnya lagi dan sontak para anak buah king menurutinya. Dan mereka kini duduk dan bergabung dengan para kelima jajaran terdahulu.
Remigio tampak bingung dengan hadirnya orang-orang berwajah asing dan sungguh misterius bahkan dirinya berfikir jika king tampak sebuah organisasi yang tertutup dan penuh akan kejutan.
" nona " ucap mereka menunduk sopan kala Valera masih terus menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. " maaf jika kedatangan kami mengganggu hari sakral ini. " ucapnya lagi dan Valera masih bungkam tak berbicara.
'' kalian bagaimana bisa ? " Picing Valera menatap tak percaya.
" maaf jika kami lancang nona, mungkin kau sudah tau diantara beberapa orang yang berada di sana. Mereka selalu dekat dan ternyata selama ini mereka selalu berada di sekitar anda nona " ucap paman Jiro dengan sopan dan lagi-lagi Valera tertegun dan dada nya berdegup dengan kencang. Bagaimana bisa ? bahkan Valera tak pernah merasa jika dirinya diikuti maupun diawasi.
" memangnya siapa mereka ? " ucap salah satu mafia dengan rasa penasaran yang begitu menggebu.
" Benar memangnya siapa mereka ? dilihat dari usianya mereka jauh dari kami-kami semua yang masih muda " ucap mafia dengan rasa penasaran nya sehingga membuat nyonya Mecca terkekeh seketika.
" jadi maksud mu kami sudah tua ! " tajam salah satu dari mereka yang baru saja hadir dengan sorot mata yang tajam. suasana seketika gugup saat suara tegas dan sinis itu tampak menggelegar.
Valera tampak bingung begitupun dengan sang suami, Remigio mengelus punggung sang istri dengan lembut dan Valera tersenyum manis lalu Remigio melabuhkan kecupan lembut di pelipis sang istri.
suara gaduh terdengar mulai riuh saat bisik-bisik mulai terdengar dan mengusik sedikit ketengan Valera yang baru saja terganggu itu, dengan memijat pelipisnya pelan Valera menembakkan pelurunya ke atas langit pertanda semuanya harus diam dan kembali tenang.
DORR
semua orang diam dan tampak terkejut bahkan dada mereka begitu bergemuruh karena sikap dan perangai seorang Valera sungguh dikenal oleh para jajarannya, berbahaya dan mematikan seolah-olah itulah julukan sang Lady.
" jadi bisa jelaskan semua ini, paman Jiro? mereka semua adalah pasukan khusus milik kakek ku. " ucap Valera lagi dan paman Jiro hanya tersenyum tipis rupanya sang pewaris king yang sudah menjadi pemimpin beberapa tahun ini tak pernah mengetahui Selak beluk sang kakek Marcell Harson. Tentu saja pikiran mereka berbeda cara dan kepemimpinan mereka pun sangat berbeda tapi harus diakui Valera sukses membuat king dan para mafia dunia bertekuk lutut dibawah kekuasaan nya bahkan para kepala pihak berwajib pun seakan bungkam dibuatnya, pada masa mendiang Marcell Herson king belum seluas dan selebar ini.
" Black road itulah namanya ! mungkin dari kalian sungguh lah asing, hanya beberapa anggota lama serta jajaran lama yang mengetahui mereka " jelas paman Jiro dan Valera mulai menyimak, dan beberapa dari mereka mengangguk kecil. " baiklah seharusnya memang sudah harus kami katakan kepada kalian semua saudara-saudara ku. Black road diketahui Pasukan khusus atau pasukan bayangan milik sahabat kami Marcel Harson dan pesan serta amanat untuk terakhir kalinya mereka kini menjadi milik sang Lady. " jelas paman Jiro dan sungguh Valera terkejut bukan main.
__ADS_1
valera menatap tak percaya pada sekumpulan orang-orang terdahulu rupanya teka-teka lagi ternyata sang kakek banyak menyimpan rahasia juga termasuk black road yang disembunyikan dan sekarang menjadi pasukan milik Valera.
valera bahkan tidak mengetahui bagaimana sepak terjangnya orang-orang itu, tapi Valera sangat menghargai keputusan sang kakek yang menyerahkan orang-orang hebat untuk dirinya.