
tiga hari berlalu kondisi Ed kian membaik dan Elena pun tak kalah senang karena kekasih hatinya sudah pulih kembali hanya tinggal perawatan pada lukanya saja, Valera sudah sempat menjenguk Ed kemarin siang dan Ed merasa sungkan kala pemimpin king datang untuk menjenguk keadaanya.
" sayang, Bagaimana jika kita menikah ketika aku sudah keluar dari rumah sakit " ucap Ed tiba-tiba dan Elena hanya tersenyum dengan pipi yang merah merona. " bagaimana hmm ? " ucap Ed seraya menarik pinggang ramping Elena agar lebih mendekat kearahnya.
" Apa kau yakin Ed ? " cicit Elena dan Ed mengerutkan dahinya seketika, jawaban apa ini ? apa Elena masih meragukan nya. Ed tersenyum dan mengelus pipi elena lembut.
" Aku yakin dan mungkin saja kau masih meragukan ku bukan ? " ucap Ed lagi dan Elena menggeleng cepat.
" tidak bukan seperti itu Ed. Aku hanya bertanya saja " ketus Elena dan Ed tertawa kecil saat melihat Elena menampakan wajah kesalnya dengan bibir yang mengerucut ke depan, ini sungguh lucu. '' baiklah, mari kita menikah " ucap Elena dan Ed mengangguk lalu mencium bibir ranum milik Elena dan Elena membalasnya dengan gerakan perlahan dan penuh kelembutan.
Ed selalu saja di buat mabuk kepayang kala mencium bibir itu membuat pertahannya runtuh karena Elena selalu bergerak dengan gaya nya yang sensual membuat benda pusaka nya memegang seketika.
Ed mencengkram rahang Elena perlahan lalu memberikan tanda kepemilikan nya disana, suara elena yang merintih sungguh membuat Ed bergidik ngeri sekaligus membuat bulu kuduk nya meremang.
kali ini Ed mencium nya dengan buas hingga membuat Elena sedikit tersentak karena serangan tiba-tiba itu, Elena mulai mengimbangi gerakan Ed yang menurutnya penuh ***** itu.
" Ed " pekik Elena saat Ed menggigit gemas bibir bawahnya hingga sedikit membengkak dan mengeluarkan sedikit darah.
" maaf sayang, " ucap Ed dengan menyeka darah dari bibir Elena yang membengkak karena ulahnya, Elena diam saja saat ibu jari Ed mengusap pelan bibirnya dengan perlahan. " bibir ini selalu saja membuat ku candu Elena. Aku ingin memiliki mu seutuhnya " ucap Ed lagi yang matanya masih tertuju pada bibir Elena yang merah delima karena sebuah lipstik itu.
" benarkah begitu ? " Goda Elena dengan mengusap dada bidang milik Ed lalu mengelusnya secara perlahan dan mengecup basah disana.
" Sayang jangan menggodaku. " tegas Ed dan Elena tertawa terbahak-bahak Karena Ed tak bisa menahan segala sentuhan lembut Elena, Ed meraih tangan Elena dan mengecup nya dengan mesra disana. Lagi-lagi Elena dibuat tersipu malu dengan sikap romantis Ed.
siang itu Elena membantu Ed untuk membersihkan tubuhnya walaupun Ed menolak untuk Elena melakukan hal seperti itu karena dirinya masih mampu untuk bergerak, tapi Elena dengan kekeh ingin membantu Ed dengan alasan jika luka pada punggungnya basah dan jangan terkena air, membuat Ed akhirnya mengangguk patuh.
Markas utama King.
Valera mengutuskan beberapa orang untuk memindahkan Mrs OTO dan istrinya nyonya Leah kesebuah pulau khusus para tawanan king, pulau itu terletak sangat jauh dan tidak ada kehidupan ramai disana.
Beberapa helikopter telah siap mengudara tinggal menunggu instruksi dari sang lady, Valera, Dave dan Thomas hanya menatap datar pada Mrs OTO dan nyonya Leah saat mereka diseret paksa oleh para anak buah King.
" lepaskan kami. Sudah cukup kau menyiksa suamiku dan juga diriku." teriak nyonya Leah merasa frustasi karena selama ia menjadi tawanan king hidupnya seperti dalam kegelapan yang tak mempunyai secercah cahaya untuk meneranginya.
Mrs OTO hanya menatap lesu kepada Valera akan tetapi Valera tak peduli dan berlagak acuh begitupun dengan yang lainnya. Nyonya Leah terus berontak hingga Valera geram dan menyuruh anak buah king untuk menyuntikkan obat tidur selama perjalanan berlangsung.
nyonya Leah terkapar seketika dan Mrs OTO hanya menatap datar pada istrinya itu, Sorot matanya menyiratkan kebencian yang begitu mendalam dan Valera hanya tersenyum sinis.
" Bawa mereka !! " titah Valera dengan tegas dan anak buah yang betugas untuk mengantar Mrs OTO dan istrinya, mengangguk patuh. " Dave, Thomas kau kawal mereka semua, pastikan selama perjalanan tidak ada hal yang menganggu termasuk orang-orang yang menyerang Ed dan Elena kala itu " ucap Valera berwajah tegas dan bernada datar.
" baik lady, serahkan semuanya pada kami. " ucap Thomas dan Valera mengangguk mantap.
Dave dan Thomas mulai memasuki helikopter dengan logo King di ekor helikopter berwarna hitam itu. Baling-baling besar nan gagah telah berputar dari gerakan perlahan hingga stabil. Valera menatap kepergian empat buah helikopter naungannya dari landasan helipad milik king di markas utama.
__ADS_1
setelah kepergian Dave dan lainnya. Valera segera memasuki markas dan menuju ruang kendali untuk memantau situasi terkini para wilayah king yang berada dalam genggamannya.
Valera lansung terhubung pada sambungan milik Greta, dan ternyata Greta melakukan hal yang sama yaitu memantau setiap gerakan dari semua wilayah king hanya dengan jari-jari lincahnya.
" apa yang kau temukan Greta ? " ucap Valera melalui MH miliknya.
" tidak ada yang mencurigakan Vale. Semuanya masih aman dan kondusif tapi aku tak berani jamin untuk beberapa hari kedepan " saut Greta dengan menyeruputi minuman dalam gelas miliknya.
" Dave dan lainnya sedang menuju pulau kematian, pastikan perjalanan mereka tak menemui hambatan apapun " ucap Valera dan Greta terlihat diam seketika.
" untuk apa mereka kesana ? " tanya Greta penasaran
" memindahkan dua tawanan ku. Karena kehadiran mereka di markas milik ku membuat situasi tak aman Greta. " ucap Valera dan Greta menganggukkan kepalanya dengan mantap.
" baiklah. " ucap Greta lagu dengan jari-jari tangan yang lincah mengutak-atik keyboard miliknya.
valera melakukan hal yang sama yaitu meninjau beberapa bagian wilayah lainya, seperti jalur perairan dan Valera bisa melihat ada beberapa kapal besar yang akan memasuki dermaga dalam beberapa hari ke depan.
Apa yang mereka bawa ? aku yakin ini bukan kapal penumpang. Ini semacam kapal barang hanya saja tampilannya begitu mewah layaknya sebuah kapal pesiar. batin Valera.
valera menandai tiga buah kapal asing itu dari jarak yang jauh, sinyal mereka pun tertangkap oleh satelit milik king Valera bisa membaca data-data para awak yang berada di dalam kapal tersebut.
Lalu munculah tanda merah disalah satu kapal tersebut Valera memicingkan matanya seketika. Tanda merah itu menunjukkan tandanya bahaya atau semacamnya, Valera dengan cekatan mengutus anggota black road untuk bersiaga di dermaga B dan mengintai apa yang kapal itu lakukan disana.
Para anggota black road dengan cepat menerima pesan tersebut dan mereka terlihat bersiap untuk menerima tugas dari sang Lady.
Greta sudah melakukan apa yang menjadi perintah Valera, ia memantau setiap pergerakan helikopter yang berada di bawah naungan king untuk menuju sebuah pulau kematian.
Dave dan lainnya akan terbang menggunakan helikopter selama kurang lebih tiga jam lamanya, bukan hanya jaraknya yang jauh akan tetapi tempat itu juga dijaga ketat oleh orang-orang pilihan sang Lady yang berada di tingkat satu dengan pelatihan khusus dari mendiang Marcell Harson.
******
PLAKKK
tamparan mendarat di pipi mulus Yolanda, Zizi sang pelaku menatap datar wanita yang menjadi mantan kekasih suaminya itu. Ya Yolanda mengajak bertemu secara pribadi dengan Zizi dan herannya entah darimana ia mendapatkan nomor ponsel pribadi milik Zizi.
" Dasar tak tau malu. Kau berharap apa dari suamiku ? " tajam Zizi dengan berapi-api dan Yolanda hanya diam saja.
" Aku berharap dia kembali kedalam pelukan ku " ucap Yolanda lagi tanpa merasa bersalah dan Zizi tersenyum sinis. '' Aku masih mencintainya " ucap Yolanda dengan tiba-tiba hingga membuat Zizi memicingkan matanya seketika.
" omong kosong " sarkas Zizi. Yolanda menatap lekat-lekat wajah Zizi tanpa takut. Dan Zizi ia menatap tajam pada Yolanda seperti ingin memangsanya begitu saja. Yolanda terpaku saat melihat tatapan Zizi. " aku peringatkan padamu jangan bermain-main dengan ku jika kau masih menyayangi nyawa mu. " ancam Zizi dengan nada bengis hingga membuat Yolanda diam mematung.
" Aku tak takut dengan ancaman mu " ucap Yolanda lagi dan Zizi hanya terkekeh dengan gerakan pelan sebuah pistol mengarah tepat ke wajah Yolanda hingga membuat wanita itu terperanjat kaget bukan main, lidahnya tiba-tiba kelu bagaimana mungkin Zizi bisa mempunyai senjata itu dengan bebas.
__ADS_1
" coba saja jika kau berani. Maka aku tak akan sungkan untuk menembak ku saat itu juga " ucap Zizi dengan penuh penekanan.
" Hahahaha kau berusaha sedang menggertak ku bukan ? aku tak takut. " ucap Yolanda lagi dan Zizi tersenyum manis.
DORR
" AGHHH " jerit Yolanda saat tangannya benar-benar ditembak oleh Zizi. wanita itu mengerang kesakitan dan cairan berwarna merah itu keluar dengan cepat dari sela-sela luka tembaknya. Yolanda menjerit histeria kala melihat itu hingga beberapa orang tak dikenalnya muncul dan langsung menyerang Zizi tanpa aba-aba.
Zizi lambung menghindar dan melawan serangan itu, hanya preman jalanan yang dibayar oleh Yolanda entah apa maksud dan tujuannya.
" Aku tekan kan sekali lagi jangan bertindak bodoh jika tidak ingin bernasib sama " ucap Zizi dengan santai dan keempat lelaki itu hanya saling pandang satu sama lain. Zizi melihat jika Yolanda menangis tak karuan dan Zizi hanya tersenyum sinis.
" dasar wanita gila !! kau menembak ku. Aku tak akan segan untuk melaporkan mu ke pihak berwajib agar kau mendekam di penjara " ucap Yolanda.
" Hahaha " tawa Zizi begitu menggelegar hingga membuat Yolanda bergidik ngeri. " lakukan apa mau mu Yolanda. Tapi aku ingatkan jika cara mu tak berhasil maka akan ku pastikan kau hancur di tangan ku. " ucap Zizi tersenyum manis dan Yolanda diam saja ia merasa ada yang lain dalam diri Zizi seperti seorang psikopat berwajah cantik, senyum yang Zizi berikan memiliki makna tersendiri.
Zizi langsung pergi meninggalkan Yolanda yang masih diam dan menatap dirinya. Zizi tak perduli ia tak ingin melihat wajah Yolanda lebih lama lagi karena ia merasa muak jika harus bertatapan wajah dengan wanita perusak itu.
tanpa Zizi sadar dua orang lelaki sedang mengikuti langkahnya, Zizi berjalan dengan santai hingga seseorang memegang tangannya erat. Zizi tersentak dan langsung melepaskan genggaman itu dengan cara kasar.
" mau apa lagi kalian ? " gumam Zizi menatap datar dua lelaki berwajah sangar dengan tubuh yang bertato layaknya seorang preman.
" jangan banyak bertanya sekarang ikut kami " ucap salah satu lelaki dengan sedikit membentak membuat Zizi mengkerutkan dahinya seketika mata tajam Zizi menelisik kedua pria itu dengan intens.
" jika aku tak mau ? " ucap Zizi dengan santai dan tersenyum polos.
" maka kami akan bersikap kasar " ucap nya lagi dengan sedikit menyunggingkan senyumnya dan Zizi hanya terkekeh.
" persetan dengan kalian. Aku tak perduli " ucap Zizi datar dan dingin hingga salah satu lelaki itu maju dan langsung menyerang Zizi tentu saja Zizi mengelak dan melawan dengan sangat lihai.
cihh ingin bermain rupanya. Baiklah mari kita coba. batin Zizi.
salah satu lelaki itu terus menyerang Zizi hingga tersudut dan Zizi hanya mengelak setiap serangan yang lelaki itu berikan, Zizi geram karena waktunya diganggu secara tiba-tiba. Hingga membuat Zizi langsung mengeluarkan kemampuannya dalam bertarung.
BUGHHHHHH
KRAKKKK
AGHHH
jerit lelaki itu karena tangannya dipatahkan dengan mudah oleh seorang wanita, Zizi tersenyum sinis dan lagi-lagi teman lelaki itu menyerang Zizi dari arah belakang tapi Zizi tak bodoh, ia menggunakan kakinya untuk menyerang telak lelaki berambut sedikit gondrong itu.
BUGHHHHHH
__ADS_1
" jangan main-main dengan ku " ucap Zizi bengis
DORRR. !