Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
welcome back


__ADS_3

Hari ini keberangkatan keempat jajaran penting dalam king menuju Italia untuk sebuah perawatan lebih lanjut sesuai dengan perintah sang lady.


Menggunakan jet pribadi king untuk mereka gunakan, Vyan dan Valera tidak bisa mengikuti Mereka menuju Italian karena sedang kedapatan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.


Sebelum itu Dave sudah menugaskan empat anak buah kepercayaan nya untuk menjaga Gloria selama kepergiannya di Italia. Gloria yang sudah mengetahui hal itu hanya bisa mengangguk pasrah tanpa mau membantah.


Edgar dan Matt kini betugas di markas utama dengan Elion dan juga Lotus, bahkan Syina dan Elena pun berada di sana. Kabar sang lady sedang mengandung tertutup rapat dibibir mereka atas perintah sang lady, tentu saja mereka sembah bukan main.


Adomson Crop's


Entah mengapa hari ini begitu banyak pertemuan membuat CEO dari Adomson Crop's kesal bukan main, bahkan ingin sekedar beristirahat sebentar saja pun rasanya sulit.


James memberikan kabar jika tuan Simon berada di luar bersama dengan Patricia membuat Remigio bingung serta mengkerutkan dahinya seketika.


Remigio lalu mengijinkan mereka masuk kedalam ruangannya seketika tuan Simon dan Patricia datang dengan senyum lebar nya.


" maaf menganggu waktu anda tuan Adomson " sopan tuan Simon dan Remigio bersikap profesional seperti biasa terlihat sangat berwibawa dan berkuasa itulah dimanata Patricia.


" Ada apa tuan Simon ? " tanya Remigio langsung pada intinya, dan tuan Simon terdiam seketika.


" hmm aku ingin mengatakan sesuatu, mungkin aku sedikit lancang jadi sebelum aku berkata sebaiknya aku meminta maaf terlebih dahulu pada mu tuan Adomson " ucap tuan Simon dan Remigio hanya diam menyimak karena sebenarnya ia pun tak mengerti. " perihal kejadian beberapa bulan lalu, dimana putriku Patricia melakukan kecerobohan secara tak sengaja menyinggung istrimu. Beberapa kolega bisnis ku serta saham ku dibeberapa perusahan lainnya menurun begitu saja " ucap tuan Simon menghela nafas panjangnya " apa ini ada kaitannya dengan istrimu tuan Adomson ? " tanya tuan Simon menatap Remigio dengan lekat-lekat.


Remigio tidak mengetahui perihal ini, bahkan ia pun sama sekali tak ingin mengetahuinya, perihal yang dikatakan oleh tuan Simon tentang kecerobohan itu bukanlah sekedar kecerobohan melainkan penghinaan kepada istri sang penguasa ORTAXS.


Patricia hanya diam menatap lekat-lekat wajah tegas dan menggoda milik remigio tanpa ia sadari Remigio menatap tajam pada dirinya.


" lalu apa hubungannya dengan ku ? " Picing Remigio lagi.


" hmm bisakah kami berbicara dengan nyonya Valera ? " ucap tiba-tiba Patricia dan Remigio seketika menatap intens wajah Patricia membuat si mpunya terdiam dan sedikit menunduk.


CEKLEK


pintu ruangan itu terbuka dan muncul lah sosok wanita yang sangat anggun dan mempesona dengan balutan gaun berwarna cerah dengan senyum manis nya sembari menenteng sebuah bingkisan mewah di tangannya.


" sweatheart, kau datang ? " ucap Remigio lembut menatap sosok itu dengan penuh cinta. Tuan Simon merasa beruntung karena sosok yang sedang dibicarakan datang begitu saja tapi tidak dengan Patricia matanya mengkilat api cemburu yang begitu sangat kentara.


" ternyata ada tamu " ucap Valera dengan senyum ramah dan sopan nya. Remigio menuntun sang istri dengan mengaitkan tangan kekarnya di pinggang Valera.


'' duduklah sweatheart, kau jangan terlalu lelah " ucap remigio dengan penuh perhatian dan Valera mengangguk dengan senyum manis nya


" kebetulan sekali nyonya Valera datang, ada yang ingin saya sampaikan kepada anda nyonya " ucap tuan Simon sopan dan Valera mengangguk kecil. " maaf jika perkataan ku kurang sopan hanya saja aku ingin bertanya perihal saham ku di beberapa perusahaan yang mulai menurun, apa ini ada hubungannya dengan anda nyonya ? '' tanya tuan Simon dan valera menatap tuan Simon dalam diam.


Remigio pun hanya diam saat sang istri tersenyum dengan tipis, tangannya tak berhenti menggenggam tangan Valera.


" Aku tidak ada hubungan nya dengan hal itu tuan ! " ucap Valera lagi dan tuan Simon mendesah pelan karena ia pun tak tau mengapa, Patricia yang melihat ayahnya begini hanya bisa diam tanpa mau berbicara.


'' ahh maaf kan atas kelancangan ku nyonya " ucap tuan Simon dan Valera mengangguk paham. " sebaiknya kita bahas mengenai kerja sama kita tuan Adomson " tandas tuan Simon dan Remigio hanya mengangguk kecil.


Patricia mulai berbicara dan memberi tahu jika pembangunan hotel yang sedang dikerjakan sudah berjalan, Remigio serta Valera menyimaknya dengan seksama. Bahkan Patricia menyarankan beberapa ide-ide cemerlang untuk kerja sama ini.


valera mengakui jika Patricia wanita yang pintar dengan sejuta ide yang brilian akan tetapi valera merasakan masih ada rasa cemburu dari sorot matanya saat melihat kemesraan Remigio dan juga anak istri.

__ADS_1


hingga satu jam berlalu akhirnya mereka telah selesai membicarakan perihal ini, baik Remigio maupun Valera setuju dengan ide-ide Patricia. Dan tuan Simon senang bukan main karena usaha putrinya untuk menemukan ide yang bagus diterima sangat baik.


Tuan Simon berterimakasih kepada Remigio dan juga Valera mereka pun berjabat tangan begitupun dengan Patricia walaupun matannya tak lepas dari sosok Remigio.


setelah kepergian dua orang tersebut Valera menyadarkan kepala nya di dada bidang sang suami dengan memejamkan kedua matanya sejenak.


Remigio mendekap tubuh Valera dan mengusap perut sang istri dengan lembut seakan sedang memberikan rasa nyaman ya kepada Valera.


" aku lelah " lirih valera


" ada apa ? " tanya Remigio dengan pelan " apa kau merasa tak nyaman ? atau sakit dan sebagainya ? " tanya Remigio sedikit panik akan tetapi Valera hanya menggeleng pelan.


" tidak Remi.. aku hanya lelah dan akupun tak tau.. dan aku juga mengantuk " ucap Valera dan Remigio terkekeh akan hal itu.


" tidurlah jika begitu " ucap remigio yang masih membelai rambut Valera yang tergerai indah.


" aku ingin tidur di pelukan mu " ucap Valera.


" seperti yang kau inginkan sweatheart. " ucap Remigio lagi dan Valera mencari posisi ternyaman dan Remigio hanya bisa tersenyum dan memberikan rasa nyaman nya kepada Valera, tak lama kemudian nafas Valera terdengar sangat beraturan.


dia benar-benar tertidur ? hmm mungkin ini efek dari awal kehamilan nya. batin Remigio


Remigio segera membopong tubuh Valera untuk menuju ruang pribadinya, dengan penuh rasa hati-hati Remigio membaringkan tubuh Valera dengan perlahan.


*****


George dan juga Malvin kini sedang menikmati cemilan yang dibawa oleh Diandra ke sekolah elit itu. Ya Diandra menyempatkan diri untuk memasak cemilan sehat untuk Malvin dan juga George.


" ini sangat lezat, aunty " puji George dan Diandra hanya tersenyum lembut.


" Mom, tumben sekali mommy memasak kan ini untuk kami " celetuk Malvin membuat Diandra terdiam dengan celetukan putranya.


" apa mommy tidak boleh membawakan makanan ini untuk kalian ? " ucap Diandra.


" boleh, bahkan setiap hari pun tak masalah " ucap Malvin dengan senyum tengilnya membuat George ikut tersenyum.


" apa disekolah kalian tidak ada yang berjualan ? " tanya Diandra bingung karena tidak melihat anak-anak yang bersekolah di sini berbelanja atau sebagainya. George terlihat bingung tapi tidak dengan Malvin.


" disini tidak ada yang seperti itu mom, kami bebas mendapatkan makanan yang kami mau di ruangan itu " tunjuk Malvin dan Diandra ikut menoleh kemana arah putranya menunjuk.


" hmm begitukah ? apa semua makanan disana sangat enak ? '' tanya Diandra dan kedua pria kecil itu mengangguk serempak.


" semua makanan serta cemilan yang tersedia berbasis internasional Mom. Aku bahkan sangat suka dengan hidangan puding coklat disana " senang Malvin dan Diandra diam saja.


pantas sekolah ini memiliki tarif yang begitu tinggi dan menjadi sekolah nomer satu di Paris bahkan fasilitas yang tersedia pun sangat mumpuni. Diandra hanya bisa bersyukur dengan keadaanya kini bisa hidup jauh lebih baik.


hingga kedua bocah kecil itu telah menghabiskan makanan yang dibawa oleh Diandra, Malvin merapikan kembali kotak makanan yang ibunya bawa dan meletakkan nya disebuah paper bag.


" terimakasih mom " ucap Malvin dan Diandra hanya mengangguk. Tak lama Asnee datang dan memberi tahu jika George dan juga Malvin harus segera kembali, mereka berdua patuh dan tak lupa mengecup pipi Diandra terlebih dahulu.


Diandra menatap kepergian dua anak kecil itu sampai benar-benar hilang dari pandangan setelah itu baru beranjak dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat itu seorang wanita memperhatikan situasi dan gerak-gerik sekitar, tampak dirinya sedang mencari celah untuk melancarkan aksinya.


" Tidak mungkin aku beraksi di sini,lihat saja banyak orang yang berjaga. " dengus wanita itu kesal lalu, ia menghubungi seseorang disana untuk memberi tahu kondisi terkini.


wanita itu tampak berbicara serius bahkan terlihat beberapa kali mengumpat seseorang diseberang sana dengan raut wajah kesal.


" apa kau yakin anak itu adalah anak yang aku buang di hutan pada beberapa tahun silam ? " tegas seorang pria lagi.


" heh.. kau pikir aku buta ? bahkan wajahnya saja mirip sekali dengan Hans Maxwell terlebih bola matanya yang berwarna biru, aku rasa orang gila pun lebih tau dari ku " ketus wanita itu lagi " Tapi sepertinya dia mempunyai keluarga sekarang, kemungkinan besar bayi itu ditemukan oleh seseorang " ucap nya lagi.


" apa kau bisa mengambil wajah anak itu. " tanya lelaki itu dengan pemasaran.


" ya, tunggu saja kabar selanjutnya dari ku " ucap nya lalu memutuskan panggilan tersebut secara sepihak dan meletakkan nya dengan begitu kasar. " awas saja bahkan anak kecil itu telah berani melukai punggung ku ! siapa sebenarnya wanita dan pria yang aku temui pada malam hari itu " Picing wanita itu lagi dengan menerka-nerka dengan sendirinya.


Wanita itu lalu pergi meninggalkan area itu untuk merencakan sesuatu lebih lanjut lagi, ia merasa tak terima dengan apa yang sudah terjadi pada malam itu dan ia gagal untuk membunuh Hans Maxwell kali ini.


*****


sesuai perkataan Remigio yang akan menempatkan dua orang pengawal yang terlatih untuk menjaga Valera dan calon anak nya telah terbukti.


dua lelaki bertubuh tegap dengan otot sempurna serta kulitnya yang berwarna coklat dan wajahnya yang tegas serta garang menjadi pilihan Remigio kali ini, mereka baru saja tiba di Paris tadi pagi atas keinginan tuan nya.


" Welcome Bruce and welcome Frank " sapa Remigio dan kedua lelaki itu menunduk dengan hormat. " aku memanggil kalian karena sebuah tugas " tegas Remigio.


" apa itu tuan " ucap Frank


" menjaga istriku dan calon anak ku, lindungi ia dari segala macam marabahaya. Aku tak mau terjadi sesuatu hal pada mereka " ucap Remigio tegas.


'' serahkan semuanya pada kami tuan " ucap Bruce menimpali.


Remigio memberikan sedikit penjelasan perihal dan mengenai istrinya, tentu saja mereka berdua terkejut bukan main karena istri tuannya bukan wanita sembarangan.


Bruce dan Frank merasa tugas ini mempunyai tantangan tersendiri, karena wanita yang akan mereka jaga bukan wanita polos dan tidak tau apapun.


" bagaimana, apa kalian sanggup ? " ucap Remigio dan keduanya mengangguk mantap. " baiklah, aku akan membicarakan nya kepada istriku dimana kalian akan tinggal " ucap remigio lagi dan keduanya mengangguk mantap.


Remigio berlalu pergi dan meninggalkan kedua lelaki itu untuk menemui Valera, untuk sementara Remigio menempatkan mereka di hotel milik nya selama mereka tinggal dan keduanya tidak keberatan.


hari sudah berganti dengan malam Valera dan Remigio baru saja menyelesaikan acara makan malam bersama dengan George, kini mereka bertiga sedang duduk santai sembari menonton televisi.


" Mamih, tadi di sekolah aku tak sengaja melihat wanita itu " ucap George dengan menatap wajah Valera.


" wanita itu ? " bingung Valera dan Remigio pun tak kalah bingung.


" wanita yang mengganggu acara makan malam kita saat bersama dengan Daddy Hans " ucap polos George membuat Valera dan Remigio terkejut bukan main.


" apa kau tak salah melihat ? '' tanya Valera lagi dan George menggeleng dan berkata tidak dengan dengan tegas. " apa paman Asnee berada di sampingmu waktu itu ? " tanya Valera lagi.


" Ya. Paman Asnee berada tak jauh dari kami, karena aunty Diandra berkunjung dan membawakan makanan untuk aku dan juga Malvin. " jujur George dan Valera diam saja menyimak perkataan anak nya. " mamih tenang saja aku akan membuat perhitungan pada wanita itu jika berani menyentuh ku " tegas George dan Valera hanya tersenyum geli.


valera jadi mengingat dimana George dengan berani melempar benda tajam dan itu tepat mengenai punggung di wanita itu, Valera jadi penasaran bagaimana George bisa melakukan hal itu diusia nya yang masih kecil sungguh sesuatu yang sangat mengejutkan.

__ADS_1


__ADS_2