Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
pengakuan Thomas


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, kini Valera telah kembali dan berkumpul lagi bersama dengan Remigio dan juga bayi kecilnya. Valera pun telah mendapat kabar jika Alland telah ditemukan hanya saja Valera belum bisa mengunjungi markas utama dikarenakan ia harus menghabiskan waktunya bersama dengan suami dan juga anak-anak nya.


seperti hari weekend ini, George terus menempel dengan Valera dan juga di kecil Athena. Bahkan Remigio pun tak mau kalah membuat Valera hanya geleng-geleng kepalanya saja.


" George bagaimana dengan sekolah mu ? " tanya Valera.


" baik " ucap George seraya sedang menggenggam tangan mungil Athena dengan lembut.


" sweatheart, aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama dengan mu menggunakan kapal pesiar '' ucap tiba-tiba Remigio hingga pandangan Valera kini beralih menatap sang suami.


" maksud mu ? " tanya Valera lagi.


" aku ingin sekali menghabiskan waktu hanya berdua dengan mu " bisik lirih Remigio tepat ditelinga Valera hingga membuat bulu kuduk Valera meremang seketika.


Valera mencubit gemas paha Remigio hingga membuat si mpunya meringis kecil akibat ulah nakal istrinya itu. Remigio gemas bukan main saat mendapatkan tatapan tajam sang istri.


" Aku akan memikirkan nya nanti. " ucap Valera lagi dan Remigio hanya mengangguk kecil lalu mengecup pipi Valera singkat hingga George hanya bersikap acuh saat melihat kemesraan dua orang dewasa di hadapannya itu.


Athena tiba-tiba menangis hingga membuat Valera dengan sigap menggendong bayi mungil itu, George menatap cemas pada bayi Athena yang menangis dengan kencang.


" ada apa dengan nya ? '' tanya George penasaran.


" tidak apa-apa sayang, ia hanya haus saja " ucap Valera dan terbukti bayi Athena berhenti menangis kala ia langsung meminum susu dari sumbernya. George mengangguk pelan dan perlahan ia menyingkir agar Valera lebih leluasa untuk menyusui Athena.


waktu terlalu cepat berlalu, waktu menunjukkan pukul empat sore waktu setempat. Valera mendapatkan kabar jika Thomas ingin berbicara empat mata dengan sang lady. Dan Valera pun mengijinkan Thomas untuk berkunjung ke Gold Mansion hanya untuk menemui dirinya.


Athena sedang tidur dengan lelap ditemani George disampingnya, sedangkan Remigio ia berada di sisi George dengan menyeruput segelas kopi kesukaan nya.


" Remi. Aku akan berbicara dengan Thomas terlebih dahulu. Tolong kau jaga Athena sebentar saja " ucap lembut Valera dan Remigio mengangguk patuh.


Thomas sudah berada di depan pintu rumahnya, dengan segera Valera mempersilahkan Thomas untuk mengikuti dirinya menuju ruang kerja pribadi sang Lady.


Disebuah ruangan luas dan mewah.


Kini Valera duduk sebagai seorang pemimpin wajahnya tegas dan dingin. Thomas yang duduk berhadapan dengan sang ratu gugup bukan main tapi dia adalah seorang pria, dan seorang pria harus berkata jujur dan tegas tanpa harus merasakan keraguan sedikitpun.


" katakan " tegas Valera menatap wajah Thomas dengan intens.


Thomas terlihat mengangguk kecil dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, lalu mulai memandang wajah sang lady.


" sebelumnya aku minta maaf, karena aku tak bisa menjaga semuanya jika nona ingin menghukum ku maka aku siap. " ucap Thomas tak kalah tegas dan Valera mengeryitkan dahinya seketika.


" bicarakan apa masalah mu " ucap Valera lagi dan pada akhirnya Thomas menceritakan kejadian awal hingga akhirnya Valera diam menyimak tanpa mau menyela dengan mata yang menatap kearah kakinya yang hanya mengenakkan kaos kaki berwarna hitam itu.


Thomas pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dari dirinya. Valera akui Thomas cukup Berani mengambil langkah seperti ini hingga benih darinya kini bersemayam di rahim seorang wanita di luar sana.


" katakan siapa gadis itu " ucap Valera lagi.

__ADS_1


" Aranna Dutton " ucap Thomas dengan pandangan tertunduk hingga membuat Valera membelalakkan matanya lebar-lebar. Thomas masih enggan menatap wajah sang lady karena Thomas tau dirinya merasa salah karena telah menodai seorang gadis dari keluarga terpandang.


" apa yang kau lakukan Thomas " pekik Valera terlihat marah dan Thomas diam saja." Dutton !! kenapa harus gadis dari keluarga itu yang mengandung anak mu. Lalu bagaimana dengan keluarganya " ucap Valera lagi dengan mata yang memerah menahan amarah.


" keluarganya hanya satu nona, tuan Asyur Dutton " ucap Thomas lagi.


Deg


Valera terlihat menahan api amarahnya kini, ia tak mau kehilangan kontrol dan melampiaskannya kepada Thomas yang berakhir di ranjang rumah sakit. Tidak ! ini adalah jalan takdir hidup Thomas yang memang harus ia jalani tapi apakah Asyur menerima dengan lapang dada ? fikiran Valera bercabang kemana-mana. Antara syok dan tidak.


" Kita adakan pertemuan tertutup dengan pihak mereka. Katakan aku ingin bertemu. " ucap Valera tegas dan Thomas mengangguk mantap tanpa mau membantah.


sore itu Thomas diijinkan pulang dan merasa lega karena sudah memberitahukan masalah ini kepada sang lady setidaknya dirinya harus mempunyai persiapan yang matang untuk masa depannya kelak.


valera terlihat memijat pelipisnya pelan setelah mendengar cerita dari Thomas. Asyur Dutton lelaki itu kenapa harus kembali lagi. Tapi Valera tau jika mereka semua harus bisa melewati masalah-masalah yang ada dengan kepala dingin.


pada saat bersamaan Remigio masuk dan menampilkan senyum manisnya saat menatap sang istri yang sedang duduk dengan mata terpejam, Remigio mengecup bibir Valera hingga membuat si mpunya terkejut bukan main.


" Remi " ucap Valera dengan mata terbuka dan memegang bibirnya seketika. Remigio gemas bukan main.


" apa yang kau fikirkan sweatheart. " ucap Remigio kini mengungkung tubuh seksi sang istri dan mengecup leher jenjang nya dengan gerakan sensual. Valera mengalungkan tangannya ke leher Remigio dan menghirup aroma tubuh sang suami dalam-dalam.


" tidak ada Remi " ucap Valera dengan mata terpejam.


" katakan padaku. Jangan berbohong " ucap remigio lagi dan kini tangannya sudah bermain-main di bokong Valera dan meremasnya dengan gemas dan keras hingga membuat Valera mendesah lirih.


valera mencium leher Remigio dengan mesra hingga memainkan dada bidangnya dengan gerakan sensual, Remigio tersenyum menyeringai dan menelusuri punggung sang istri dengan tangan kekarnya.


" Aku akan bertemu dengan mereka " ucap Valera lagi dan Remigio masih diam. " untuk membantu Thomas agar ia tak salah mengambil langkah selanjutnya dan berakhir dengan penyesalan " ucap Valera lagi.


" Hmm " ucap Remigio singkat. " Kapan kalian akan bertemu " ucap Remigio.


" aku belum tau, Thomas akan mengabariku nanti " ucap Valera lagi dan Remigio hanya mengangguk kecil. Pada saat Remigio hendak mencium bibir Valera suara ketukan terdengar disana baik Remigio dan juga Valera saling pandang satu sama lain dan akhirnya tertawa kecil bersamaan.


Valera merapihkan kembali pakaian miliknya dan menuju ke pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu ruang kerjanya. Dan ternyata Salah satu maid yang berada di ambang pintu ia mengatakan jika Athena menangis dan ingin menyusu, lalu Valera dengan cepat turun ke bawah dan melihat bayinya itu.


terlihat George sedang menenangkan bayi cantik itu yang wajah nya kini sudah memerah dan matanya yang berair karena menangis, Valera dengan sigap menggendong Athena dan mendekapnya secara perlahan baru bayi itu bisa berhenti dari tangisnya.


George menatap Athena dari duduk nya, senyum kecil terbit di sudut bibir George ia bisa melihat mata hitam milik Athena sedang menatapnya dengan penuh ejekan.


" Kau mengerjai kau " seloroh George hingga membuat Valera tersenyum ringan. " Kau tau betapa paniknya aku saat kau menangis dan tak mau berhenti. Sepertinya kau memang suka untuk mengerjai ku. " ucap George lagi dengan senyum manisnya hingga manik hitam milik Athena menatap tanpa berkedip kearah George.


******


Disisi lain Gloria baru saja selesai membersihkan diri setelah dirinya pulang dari perusahan karena melakukan pekerjaan yang di buat oleh kakak sepupunya karena sang istri saat ini sedang mengandung, Gloria semakin lihai dalam hal perusahaan tentunya Dave tak luput berada di belakangnya untuk memberikan sebuah dukungan tinggi untuk sang kekasih.


Tubuh Gloria ia biarkan polos begitu saja, berjalan melenggang sembari memilih baju tidur untuk ia kenakan malam ini, jari-jari lentiknya menyusuri banyaknya gaun tipis yang begitu sangat menggoda. Tanpa ia sadari Dave sedari tadi terus memperhatikannya tanpa berkedip benda pusaka miliknya kini telah tegang sempurna dan siap untuk menerobos lubang kenikmatan milik Gloria.

__ADS_1


" ehemm " dehem Dave hingga membuat Gloria terkejut bukan main, ia panik saat melihat Dave berada di ambang pintu dengan cepat Dave mengambil handuk dan menutupi tubuh kekasihnya dengan tatapan lembut.


jantung Gloria berdetak tak karuan ia bisa merasakan hawa panas dari Dave bercampur dengan aroma parfum mewah yang begitu sangat menenangkan nya, Pipi Gloria bersemu merah tatkala Dave membelai lembut pipi nya.


" apa yang kau lakukan tadi hmm ? kau berusaha untuk menggodaku ? " bisik Dave tepat didepan bibir Gloria yang berwarna merah muda.


" A..aku.. tidak. " ucap gugup Gloria tanpa memandang kearah Dave, sungguh dirinya saat ini sedang malu luar biasa. Pasti Dave sedari tadi sedang memandang tubuhnya secara intens.


" kenapa kau gugup sayang " goda Dave dengan suara serak nya bohong jika saat ini Dave tidak tergoda apalagi ia melihat tubuh polos kekasih nya yang sangat sempurna itu.


" Dave " pekik Gloria kesal saat Dave mengungkung tubuh Gloria tanpa memberikan jarak sedikitpun diantara mereka.


" sttt " ucap Dave dengan membelai sisi wajah Gloria dengan mesra lalu bibir Dave mendekat dan mencium bibir Gloria begitu lembut hingga gerakan itu kini lebih liar lagi.


Gloria terkesiap saat Dave menciumnya dengan penuh nafsu hingga Gloria terbuai dan terlena, Dave memeluk tubuh Gloria dengan begitu posesif bahkan kini ia meremas benda kenyal yang begitu sangat menantangnya.


lenguhan kecil Gloria sukses membuat Dave menyeringai kecil, tatapan Gloria kini berubah menjadi sayu bahkan bibir Gloria sedikit membengkak karena ulah Dave yang menciumnya dengan buas dan nafsu.


" Aku ingin sekali segera menikah dengan mu Dave " lirih Gloria menatap Dave dalam-dalam.


" aku pun demikian sayang, tapi semua itu butuh proses ayahmu masih tak merestui hubungan kita. " ucap Dave lembut dan merapihkan rambut Gloria yang sedikit berantakan.


Gloria menatap sendu pada manik abu tersebut, jika benar ayahnya tak merestui hubungan percintaan nya dengan Dave maka Gloria akan berbuat nekat, ia akan melakukan segala cara untuk bisa melaksanakan pernikahan dengan Dave secepatnya. Biarkan ia menjadi egois untuk cintanya.


" jika begitu buat aku hamil anak mu " tegas Gloria dan Dave tersentak bukan main. Perkataan Gloria bukan sekedar main-main ia benar-benar serius dalam ucapannya terlihat dari tatapan mata Gloria yang penuh harap pada Dave.


Dave tersenyum menatap kekasihnya saat ini, ia tahu jika Gloria saat ini sedang tak baik-baik saja, sebisa mungkin Dave menenangkan Gloria dengan cara lain.


" aku tak bisa melakukan nya sayang " ucap lirih Dave hingga membuat Gloria menatap tajam pada Dave, Gloria menghempaskan tangan Dave yang melingkar sempurna di pinggangnya, Dave diam saja saat Gloria sedikit menjauh darinya.


" Kenapa ? apa kau tak benar-benar mencintaiku. Hanya ini satu-satunya cara agar kita secepat nya menikah Dave. Aku sedang berusaha memperjuangkan cinta kita. " marah Gloria dengan mata yang memerah akan tetapi Dave memilih diam " Katakan sesuatu Dave jangan diam saja. " marah Gloria hingga kini nadanya makin meningkat satu oktaf.


" Aku sudah berjanji pada diriku sendiri Gloria jika aku tak akan menyentuhmu hingga pernikahan kita berlangsung. " tegas Dave lagi.


PRANGGG


Dave terkejut saat Gloria memecahkan lampu kristal kamarnya, nafasnya terlihat menderu dan tatapan nya terluka saat menatap Dave demikian.


" sayang " ucap Dave mencoba untuk menenangkan Gloria agar kekasihnya tak lepas kendali. Gloria menjauh dan kini ia melempar teko kristal hingga jatuh berserakan tak tentu arah.


" Kau tak mencintaiku dengan tulus Dave. Sampai kapan ? sampai kapan kita akan menunggu hingga ayahku merestui hubungan kita. Aku pun lelah dan ingin hidup bahagia bersama mu seperti kedua kakak sepupuku. " teriak Gloria lagi hingga rambutnya berantakan dengan airmatanya yang mengalir deras. Dave terdiam di tempatnya saat melihat kekasih hatinya menangis seperti itu. " Apa kau tak melihat betapa merasa kepalanya ayahku itu " ucap Gloria lagi dan kini ia terduduk di sisi ranjang.


" bersabarlah Gloria " sendu Dave dan Gloria hanya bisa menangis terisak. Apa ini salah ? apa Gloria salah meminta Dave menghamilinya ? kacau benar-benar kacau.


Dave mendekat kearah Gloria akan tetapi Gloria menggeleng keras dan berlari menuju kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Dave panik dan mencoba untuk membujuk Gloria akan tetapi hanya suara tangisan pilu yang terdengar dari arah dalam.


" pergilah Dave. Tinggalkan aku sendiri " ucap Gloria terdengar tegas akan tetapi Dave tak menghiraukan ucapan Gloria ia terus membujuk Gloria dengan kata-kata penuh cinta dan berharap jika Gloria mempercayakan segala hal kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2