
Valera kini berada di ruangan dimana tuan Gil berada, diikuti oleh tuan Ramius, Vyan dan juga Gloria bersama Dave yang berada di sana. Tuan Gil menatap satu persatu wajah-wajah yang berada di hadapannya kini.
" Lepaskan aku !! kenapa kau memperlakukan aku seperti tawanan ? ingat aku ini suami bibi mu " ucap tuan Gil lantang dan Valera hanya diam saja.
" DIAM !! " pekik tuan Ramius seketika. " Kau tak pernah berubah Gil. " Sedari dulu kau selalu membuat onar, aku menyesal telah memberi restu untuk kau menikahi adikku. Bahkan dulu kau memandang rendah adikku karena ia tak menyandang gelar keluarga kami, tapi setelah kau tau siapa dia kau bahkan mengemis dan memohon pada ku serta ayahku untuk menikahi nya " ucap tuan Ramius marah dan tuan Gil hanya diam saja menatap kearah lain dan enggan menatap lawan bicaranya kini. " ingat dirimu siapa dulu Gil. Jika tidak adikku yang mencintaimu mana mungkin aku mau merestui hubungan mu dengan Lauren " sengit tuan Ramius lagi.
" Jadi saat ini kau sedang mengungkit masa lalu ? bagitu maksud mu ? " marah tuan Gil menatap kakak iparnya dengan nafas menderu.
" Yes " lantang tuan Ramius lagi. " Kau membuat semuanya menjadi rumit Gil. Hanya karena Gloria putrimu mencintai Dave kau membuat semuanya menjadi sulit dan kian runyam " tegas tuan Ramius lagi.
tuan Gil sesaat menatap Gloria dan juga Dave di sebelah kanan dirinya, lalu senyum sinis terbit di bibirnya saat ini, Dave ? lelaki yang tak sederajat menurut penilaian seorang Gil.
Gloria hanya bisa menunduk dengan air mata yang yang kini mengalir membasahi pipi indahnya, Dave menggenggam tangan Gloria dengan erat seakan memberikan kekuatan jika semuanya akan baik-baik saja.
" jangan naif kau Ramius. Saat putramu menikahi orang rendahan seperti Zizi apa kah tak merasakan malu atau sebuah pertentangan ? jangan membual nya " ucap tuan Gil menatap tuan Ramius dengan sorot mata yang penuh ejekan. Seketika suasana berubah menjadi hening bahkan tuan Ramius iku terdiam.
benar adanya jika untuk pernikahan putranya itu menjadi sebuah pertentangan antara hatinya saat itu, tapi demi kebahagian anak-anak nya tuan Ramius mengesampingkan rasa egoisnya hanya untuk Sang putra.
" perkataan mu benar sekali adik ipar. hahaha " tawa tuan Ramius seketika hingga Valera dan lainnya menatap tuan Ramius dengan tatapan heran " tapi kau tak tau dengan diriku seutuhnya. Aku melakukan itu semua demi kebahagian anak-anak ku bukan untuk mementingkan diriku sendiri. Sebagai seorang ayah memang menginginkan yang terbaik tapi jika putraku sudah memilih wanitanya aku bisa berbuat apa ? aku hanya bisa menerima semuanya dengan lapang dada. Tapi kau lihat sekarang !! putriku hidup bahagia, begitupun dengan putraku bahkan kami para orangtuanya ikut senang dan bahagia " ucap tuan Ramius panjang lebar hingga tuan Gil terdiam ditempatnya menatap Gloria dan juga Dave secara bersamaan.
" tapi dia tak pantas untuk putriku " ucap tuan Gil kekeh dengan pendirian nya " aku sudah menyiapkan calon suami yang baik untuk putriku " ucap tegas tuan Gil.
" Tidak ayah !! " tegas Gloria menatap sang ayah dengan marah " lelaki yang kau pilih tak lebih dari seorang bajingan !! dia tak pantas menjadi suamiku. Kau salah menilainya " ucap Gloria lagi.
" lalu bagaimana dengan lelaki yang berada disamping mu itu Gloria ?? apa dia baik, bertanggung jawab seperti yang kau katakan. Kau terlalu membanggakan dirinya Gloria " ucap tuan Gil lagi, Dave menatap ayah kekasihnya itu dengan sorot mata yang tajam. Apa maksud perkataan dari tuan Gil.
" dia bertanggung jawab melebihi dirimu ayah " sendu Gloria dan tuan Gil seketika beranjak dari kursinya dan hendak menampar sang putri tapi lagi-lagi Dave menjadi tameng untuk sang kekasih. " lihatlah ? bahkan kau ingin menamparku karena aku menilai mu ayah " sinis Gloria.
" jangan pernah kau berani menyentuh wanitaku, sekalipun kau adalah ayahnya " tajam Dave dengan sorot mata kelam menatap tuan Gil tanpa berkedip. " kami akan tetap menikah walaupun tanpa restu darimu tuan Gil yang terhormat. " lanjut Dave lagi.
BUGHHHHHH
" Dave !! " pekik Gloria saat melihat Dave mendapatkan Bogeman mentah dari sang ayah, tuan Gil memegang kerah baju Dave dengan nafas yang menderu.
BUGHHHHHH
lagi-lagi Dave menerima pukulan kedua tepat diwajahnya, Gloria berteriak histeris saat melihat Dave yang dipukul oleh sang ayah.
" Dave " ucap Gloria. " kenapa kau diam saja Dave !! " teriak Gloria lagi. Seketika Dave menyeringai kala mendengar perkataan kekasih hatinya itu.
valera dan lainnya hanya menjadi penonton saja tanpa mau ikut campur, tuan Gil saat itu memang harus diberi pelajaran, Vyan menatap muak pada suami bibinya itu.
" akan ku bunuh kau !! " teriak tuan Gil kepada Dave.
BUGHHHHHH
tuan Gil mendapatkan pukulan telak di hidungnya hingga mengeluarkan darah segar dari lubang itu, pandangan tuan Gil seketika menggabur, Gloria seketika melemas ketika harus melihat itu semua.
" kurang ajar kalian semua. Kalian menginjak-injak harga diriku ini. Dan Kau " tunjuk nya pada Dave " sampai kapan pun aku tak akan mengakui mu sebagai menantuku " teriak tuan Gil lagi Dave hanya menyeringai tipis dengan sorot mata layaknya seorang psikopat.
tuan Gil tertegun, saat mendapati sorot mata yang menakutkan dari calon menantunya ini, keberanian tuan Gil seketika hilang saat bersitatapan dengan Dave yang menatapnya tanpa berkedip.
" Aku akan tetap menikah dengan Dave walau tanpa restumu ayah '' ucap Gloria sendu lalu beranjak pergi dari ruangan itu, Valera menatap kepergian Gloria dengan pandangan yang sulit diartikan.
keheningan seketika melanda diruangan itu, Valera bahkan tuan Ramius laut dengan pemikirannya sendiri, Dave dan vyan memilih bersandar di dinding entah apa yang mereka fikirkan, dan tuan Gil ia duduk dengan angkuh tanpa bersuara sepatah katapun.
" ngomong-ngomong kau sedang memata-matai siapa paman ? " Picing Valera dan seketika tuan Gil menoleh kearah Valera.
" bukan urusanmu " ketus tuan Gil dan Valera mengerutkan dahinya pelan.
__ADS_1
" buka urusanku ? tentu saja ini menjadi urusanku kau membawa benda itu tepat saat aku sedang mengadakan rapat tertutup paman. Apa kau sedang bersekongkol dengan seseorang ? " tebak Valera dan tuan Gil diam saja " lihatlah berarti dugaan ku benar '' sinis Valera tajam. " Dave pulangkan tuan Gil yang terhormat kembali ke Inggris, blokir identitas miliknya untuk mencapai wilayah ku suatu saat nanti '' tegas Valera dan Dave mengangguk lalu menyeringai tipis.
" hei apa-apaan kau !! '' sentak tuan Gil dan Valera segera mengajak sang ayah untuk segera keluar dari ruangan itu bersama dengan yang lainnya.
tuan Gil mengamuk dan mengumpat tak karuan setelah mendengarkan perkataan Valera, deportasi ? tuan Gil justru membayangkan hal lainnya, tidak ini tak boleh terjadi. Kemarahan semakin besar di hati tuan Gil bahkan kini tuan Gil sedikit membenci keluarga Valera.
Keesokan harinya.
Dave dan Valera sudah berkompromi terlebih dahulu dengan pesta pernikahan yang akan berlangsung, sebuah hotel mewah menjadi pilihan Dave untuk meminang Gloria menjadi istrinya dan mengucap janji suci pernikahan disana.
hampir delapan puluh persen keseluruhannya sudah siap, hanya saja gaun pengantin Valera tak bisa menentukan biarkan Gloria yang memilih atau pun Dave, tuan Ramius telah berbincang dengan Lauren perihal masalah ini, untung saja sang adik tak mempermasalahkan semuanya justru ia berterimakasih karena sudah mau membantu, tuan Ramius kekeh meminta Lauren kembali ke Paris dan meninggalkan Inggris yang mana membuat Lauren merasa bimbang.
" sayang " ucap Dave saat melihat Gloria yang sedang melamun menatap kearah jendela yang hanya menampilkan pemandangan kota di siang hari.
" Dave kau sudah kembali " tanya Gloria berusaha tersenyum dan segera memeluk Dave dengan erat, Dave balas memeluk dan mengecup dahi wanitanya dengan lembut.
" ada apa hmm ? kau masih memikirkan perkataan ayahmu ? apa kau masih ragu dengan ku ? " ucap Dave lembut dan Gloria diam saja " Gloria dengar kan aku, jika kau ragu maka jangan diteruskan, aku tak mau kau seperti ini, masih ada waktu untuk kau berubah fikiran sebelum semuanya terlambat " ucap Dave dan Gloria melepaskan pelukannya lalu menatap dalam manik abu milik Dave seakan mencari sesuatu disana.
Dave pun membalas tatapan Gloria dengan sendu, entah apa yang ia fikirkan, tangannya terulur membelai lembut pipi Gloria serta merapihkan rambut yang menutupi kecantikan wanitanya.
'' aku mencintaimu Dave, sangat. " lirih Gloria dan Dave menyimak saja " aku ingin kita menikah ya seperti itulah harapanku, tapi bagaimana dengan ayahku ? perkataanya kemarin membuatku tak habis fikir Dave, tak mau mengakui mu bahkan tak memikirkan kebahagiaanku, sungguh egois bukan ? '' ucap Gloria dan Dave terkekeh.
'' jadi kau mau menikah denganku atau tidak ? '' tanya Dave sekali lagi dan Gloria tiba-tiba mencubit gemas pinggang Dave hingga Dave terkejut karena geli.
" tentu saja aku mau '' ketus Gloria berbalik meninggalkan Dave tapi sebuah tangan melingkar erat di pinggangnya, jantung Gloria berdebar-debar tak karuan saat ini, ia bisa merasakan hangatnya tubuh Dave dalam memeluk dirinya. '' Dave lepaskan '' ucap Gloria merengek.
" hmmm aku hanya memelukmu sebentar saja Gloria, sore ini ikutlah denganku untuk memilih gaun pernikahan kita '' ucap Dave dan Gloria hanya mengangguk patuh. '' aku menginginkan kau menjadi pengantin yang paling bahagia '' ucap Dave lagi.
'' ya aku mau menjadi pengantin paling bahagia Dave '' ucap Gloria lagi dan Dave mengangguk lalu mengecup kilas dahi Gloria.
Gloria segera pergi untuk membersihkan dirinya, Dave hanya tersenyum menatap kepergian Gloria, lalu ia melihat jam yang melingkar erat di pergelangan tangannya, masih ada waktu beberapa jam untuk ia kembali memantau semuanya, jangan lupa Dave adalah lelaki bertanggung jawab akan semua hal itu sebab nya Valera sangat setuju jika Gloria bisa bersanding dengan salah satu orangnya yang ia kenal selama ini.
Valera kini berada di ruangan dimana tuan Gil berada, diikuti oleh tuan Ramius, Vyan dan juga Gloria bersama Dave yang berada di sana. Tuan Gil menatap satu persatu wajah-wajah yang berada di hadapannya kini.
" Lepaskan aku !! kenapa kau memperlakukan aku seperti tawanan ? ingat aku ini suami bibi mu " ucap tuan Gil lantang dan Valera hanya diam saja.
" DIAM !! " pekik tuan Ramius seketika. " Kau tak pernah berubah Gil. " Sedari dulu kau selalu membuat onar, aku menyesal telah memberi restu untuk kau menikahi adikku. Bahkan dulu kau memandang rendah adikku karena ia tak menyandang gelar keluarga kami, tapi setelah kau tau siapa dia kau bahkan mengemis dan memohon pada ku serta ayahku untuk menikahi nya " ucap tuan Ramius marah dan tuan Gil hanya diam saja menatap kearah lain dan enggan menatap lawan bicaranya kini. " ingat dirimu siapa dulu Gil. Jika tidak adikku yang mencintaimu mana mungkin aku mau merestui hubungan mu dengan Lauren " sengit tuan Ramius lagi.
" Jadi saat ini kau sedang mengungkit masa lalu ? bagitu maksud mu ? " marah tuan Gil menatap kakak iparnya dengan nafas menderu.
" Yes " lantang tuan Ramius lagi. " Kau membuat semuanya menjadi rumit Gil. Hanya karena Gloria putrimu mencintai Dave kau membuat semuanya menjadi sulit dan kian runyam " tegas tuan Ramius lagi.
tuan Gil sesaat menatap Gloria dan juga Dave di sebelah kanan dirinya, lalu senyum sinis terbit di bibirnya saat ini, Dave ? lelaki yang tak sederajat menurut penilaian seorang Gil.
Gloria hanya bisa menunduk dengan air mata yang yang kini mengalir membasahi pipi indahnya, Dave menggenggam tangan Gloria dengan erat seakan memberikan kekuatan jika semuanya akan baik-baik saja.
" jangan naif kau Ramius. Saat putramu menikahi orang rendahan seperti Zizi apa kah tak merasakan malu atau sebuah pertentangan ? jangan membual nya " ucap tuan Gil menatap tuan Ramius dengan sorot mata yang penuh ejekan. Seketika suasana berubah menjadi hening bahkan tuan Ramius iku terdiam.
benar adanya jika untuk pernikahan putranya itu menjadi sebuah pertentangan antara hatinya saat itu, tapi demi kebahagian anak-anak nya tuan Ramius mengesampingkan rasa egoisnya hanya untuk Sang putra.
" perkataan mu benar sekali adik ipar. hahaha " tawa tuan Ramius seketika hingga Valera dan lainnya menatap tuan Ramius dengan tatapan heran " tapi kau tak tau dengan diriku seutuhnya. Aku melakukan itu semua demi kebahagian anak-anak ku bukan untuk mementingkan diriku sendiri. Sebagai seorang ayah memang menginginkan yang terbaik tapi jika putraku sudah memilih wanitanya aku bisa berbuat apa ? aku hanya bisa menerima semuanya dengan lapang dada. Tapi kau lihat sekarang !! putriku hidup bahagia, begitupun dengan putraku bahkan kami para orangtuanya ikut senang dan bahagia " ucap tuan Ramius panjang lebar hingga tuan Gil terdiam ditempatnya menatap Gloria dan juga Dave secara bersamaan.
" tapi dia tak pantas untuk putriku " ucap tuan Gil kekeh dengan pendirian nya " aku sudah menyiapkan calon suami yang baik untuk putriku " ucap tegas tuan Gil.
" Tidak ayah !! " tegas Gloria menatap sang ayah dengan marah " lelaki yang kau pilih tak lebih dari seorang bajingan !! dia tak pantas menjadi suamiku. Kau salah menilainya " ucap Gloria lagi.
" lalu bagaimana dengan lelaki yang berada disamping mu itu Gloria ?? apa dia baik, bertanggung jawab seperti yang kau katakan. Kau terlalu membanggakan dirinya Gloria " ucap tuan Gil lagi, Dave menatap ayah kekasihnya itu dengan sorot mata yang tajam. Apa maksud perkataan dari tuan Gil.
" dia bertanggung jawab melebihi dirimu ayah " sendu Gloria dan tuan Gil seketika beranjak dari kursinya dan hendak menampar sang putri tapi lagi-lagi Dave menjadi tameng untuk sang kekasih. " lihatlah ? bahkan kau ingin menamparku karena aku menilai mu ayah " sinis Gloria.
__ADS_1
" jangan pernah kau berani menyentuh wanitaku, sekalipun kau adalah ayahnya " tajam Dave dengan sorot mata kelam menatap tuan Gil tanpa berkedip. " kami akan tetap menikah walaupun tanpa restu darimu tuan Gil yang terhormat. " lanjut Dave lagi.
BUGHHHHHH
" Dave !! " pekik Gloria saat melihat Dave mendapatkan Bogeman mentah dari sang ayah, tuan Gil memegang kerah baju Dave dengan nafas yang menderu.
BUGHHHHHH
lagi-lagi Dave menerima pukulan kedua tepat diwajahnya, Gloria berteriak histeris saat melihat Dave yang dipukul oleh sang ayah.
" Dave " ucap Gloria. " kenapa kau diam saja Dave !! " teriak Gloria lagi. Seketika Dave menyeringai kala mendengar perkataan kekasih hatinya itu.
valera dan lainnya hanya menjadi penonton saja tanpa mau ikut campur, tuan Gil saat itu memang harus diberi pelajaran, Vyan menatap muak pada suami bibinya itu.
" akan ku bunuh kau !! " teriak tuan Gil kepada Dave.
BUGHHHHHH
tuan Gil mendapatkan pukulan telak di hidungnya hingga mengeluarkan darah segar dari lubang itu, pandangan tuan Gil seketika menggabur, Gloria seketika melemas ketika harus melihat itu semua.
" kurang ajar kalian semua. Kalian menginjak-injak harga diriku ini. Dan Kau " tunjuk nya pada Dave " sampai kapan pun aku tak akan mengakui mu sebagai menantuku " teriak tuan Gil lagi Dave hanya menyeringai tipis dengan sorot mata layaknya seorang psikopat.
tuan Gil tertegun, saat mendapati sorot mata yang menakutkan dari calon menantunya ini, keberanian tuan Gil seketika hilang saat bersitatapan dengan Dave yang menatapnya tanpa berkedip.
" Aku akan tetap menikah dengan Dave walau tanpa restumu ayah '' ucap Gloria sendu lalu beranjak pergi dari ruangan itu, Valera menatap kepergian Gloria dengan pandangan yang sulit diartikan.
keheningan seketika melanda diruangan itu, Valera bahkan tuan Ramius laut dengan pemikirannya sendiri, Dave dan vyan memilih bersandar di dinding entah apa yang mereka fikirkan, dan tuan Gil ia duduk dengan angkuh tanpa bersuara sepatah katapun.
" ngomong-ngomong kau sedang memata-matai siapa paman ? " Picing Valera dan seketika tuan Gil menoleh kearah Valera.
" bukan urusanmu " ketus tuan Gil dan Valera mengerutkan dahinya pelan.
" buka urusanku ? tentu saja ini menjadi urusanku kau membawa benda itu tepat saat aku sedang mengadakan rapat tertutup paman. Apa kau sedang bersekongkol dengan seseorang ? " tebak Valera dan tuan Gil diam saja " lihatlah berarti dugaan ku benar '' sinis Valera tajam. " Dave pulangkan tuan Gil yang terhormat kembali ke Inggris, blokir identitas miliknya untuk mencapai wilayah ku suatu saat nanti '' tegas Valera dan Dave mengangguk lalu menyeringai tipis.
" hei apa-apaan kau !! '' sentak tuan Gil dan Valera segera mengajak sang ayah untuk segera keluar dari ruangan itu bersama dengan yang lainnya.
tuan Gil mengamuk dan mengumpat tak karuan setelah mendengarkan perkataan Valera, deportasi ? tuan Gil justru membayangkan hal lainnya, tidak ini tak boleh terjadi. Kemarahan semakin besar di hati tuan Gil bahkan kini tuan Gil sedikit membenci keluarga Valera.
Keesokan harinya.
Dave dan Valera sudah berkompromi terlebih dahulu dengan pesta pernikahan yang akan berlangsung, sebuah hotel mewah menjadi pilihan Dave untuk meminang Gloria menjadi istrinya dan mengucap janji suci pernikahan disana.
hampir delapan puluh persen keseluruhannya sudah siap, hanya saja gaun pengantin Valera tak bisa menentukan biarkan Gloria yang memilih atau pun Dave, tuan Ramius telah berbincang dengan Lauren perihal masalah ini, untung saja sang adik tak mempermasalahkan semuanya justru ia berterimakasih karena sudah mau membantu, tuan Ramius kekeh meminta Lauren kembali ke Paris dan meninggalkan Inggris yang mana membuat Lauren merasa bimbang.
" sayang " ucap Dave saat melihat Gloria yang sedang melamun menatap kearah jendela yang hanya menampilkan pemandangan kota di siang hari.
" Dave kau sudah kembali " tanya Gloria berusaha tersenyum dan segera memeluk Dave dengan erat, Dave balas memeluk dan mengecup dahi wanitanya dengan lembut.
" ada apa hmm ? kau masih memikirkan perkataan ayahmu ? apa kau masih ragu dengan ku ? " ucap Dave lembut dan Gloria diam saja " Gloria dengar kan aku, jika kau ragu maka jangan diteruskan, aku tak mau kau seperti ini, masih ada waktu untuk kau berubah fikiran sebelum semuanya terlambat " ucap Dave dan Gloria melepaskan pelukannya lalu menatap dalam manik abu milik Dave seakan mencari sesuatu disana.
Dave pun membalas tatapan Gloria dengan sendu, entah apa yang ia fikirkan, tangannya terulur membelai lembut pipi Gloria serta merapihkan rambut yang menutupi kecantikan wanitanya.
'' aku mencintaimu Dave, sangat. " lirih Gloria dan Dave menyimak saja " aku ingin kita menikah ya seperti itulah harapanku, tapi bagaimana dengan ayahku ? perkataanya kemarin membuatku tak habis fikir Dave, tak mau mengakui mu bahkan tak memikirkan kebahagiaanku, sungguh egois bukan ? '' ucap Gloria dan Dave terkekeh.
'' jadi kau mau menikah denganku atau tidak ? '' tanya Dave sekali lagi dan Gloria tiba-tiba mencubit gemas pinggang Dave hingga Dave terkejut karena geli.
" tentu saja aku mau '' ketus Gloria berbalik meninggalkan Dave tapi sebuah tangan melingkar erat di pinggangnya, jantung Gloria berdebar-debar tak karuan saat ini, ia bisa merasakan hangatnya tubuh Dave dalam memeluk dirinya. '' Dave lepaskan '' ucap Gloria merengek.
" hmmm aku hanya memelukmu sebentar saja Gloria, sore ini ikutlah denganku untuk memilih gaun pernikahan kita '' ucap Dave dan Gloria hanya mengangguk patuh. '' aku menginginkan kau menjadi pengantin yang paling bahagia '' ucap Dave lagi.
__ADS_1
'' ya aku mau menjadi pengantin paling bahagia Dave '' ucap Gloria lagi dan Dave mengangguk lalu mengecup kilas dahi Gloria.
Gloria segera pergi untuk membersihkan dirinya, Dave hanya tersenyum menatap kepergian Gloria, lalu ia melihat jam yang melingkar erat di pergelangan tangannya, masih ada waktu beberapa jam untuk ia kembali memantau semuanya, jangan lupa Dave adalah lelaki bertanggung jawab akan semua hal itu sebab nya Valera sangat setuju jika Gloria bisa bersanding dengan salah satu orangnya yang ia kenal selama ini.