
Lokanne tertidur di sebuah sofa sederhana yang cukup tak terawat, ia membersihkan terlebih dahulu sebelum dirinya merebahkan tubuh di atas sofa berwarna coklat itu, sedangkan Utera wanita itu masih penasaran siapa dalang penyerangan di kediaman Lokanne.
waktu hampir mulai gelap, mentari sudah tak bersinar seperti tadi lagi, keadaan rumah pondok itu cukup gelap, Utera segera mencari lilin yang tersedia dan ternyata ia menemukannya, Lokanne terbangun dan segera mencari sosok Kakak nya itu.
" cari apa ? " tanya Lokanne saat Utera memegang sesuatu.
'' jangan bertanya, apapun " ucap Utera ketus dan Lokanne hanya mengedikkan bahunya acuh " luka mu apa masih sakit ? " ucap Utera dan Lokanne menjawab tidak. " istirahatlah, aku akan menghidupkan lilin ini terlebih dahulu " ucap Utera dan Lokanne hanya mengangguk patuh.
rumah pondok ini sangat sederhana Utera masih penasaran siapa pemilik sebelumnya dan bagaimana mungkin sang adik bisa menemukan tempat usang ini, keadaan rumah pondok itu sedikit terang karena cahaya dari lilin yang menyala di beberapa sudut ruangan.
kini Utera duduk di sebuah sofa dengan sang adik, mereka bungkam dan asyik dengan dunianya sendiri.
" Kira-kira siapa dalang nya " ucap Utera geram. " apa kemungkinan wanita itu ? " ucap Utera dan Lokanne hanya menggeleng tak tau.
" ahhh mansion ku hancur, sial !! " pekik Lokanne saat mengingat jika mansion itu hancur tak tersisa, Lokanne geram, marah dan murka.
" kenapa kau berteriak. " pekik Utera menatap sinis sang adik.
BRAKKKKKK
Utera dan Lokanne saling pandang dengan jantung yang berdebar kencang tak karuan, lalu detik kemudian mereka menyiagakan senjatanya masing-masing.
CEKLEK
" mau lari kemana nona " ucap suara bariton pria, Utera dan Lokanne terkejut bukan main. Lelaki itu tersenyum menyeringai penuh arti.
" siapa kau !! " tajam Utera menatap nyalang lelaki yang tiba-tiba berada di rumah pondok itu. Lelaki itu justru terkekeh dan tertawa tipis membuat kedua Kakak beradik itu kian waspada.
" tak perlu tau siapa aku, itu hanya membuang-buang waktu ku saja " datar lelaki itu menatap dingin Utera yang kini sedang menatapnya tajam tanpa berkedip, lelaki itu tersenyum miring melihat kewaspadaan dua wanita yang berada dihadapannya kini. " kau ikut aku !! " tegas lelaki itu menunjuk Utera hingga wanita berparas tajam itu menatap lebih nyalang kepada sosok lelaki asing.
" aku !! hahahaha tak akan pernah " ucapnya dengan lantang hingga lelaki itu hanya tersenyum manis penuh misteri.
DODODORDODODOR !!
Utera menarik pelatuknya kearah lelaki itu tapi dengan lihai lelaki itu justru menghindar dengan gerakan tak terduga, Lokanne melakukan hal yang sama tapi lagi-lagi gerakan nya mudah terbaca oleh lelaki misterius itu.
" ohh begitukah. Baiklah " ucapnya dengan tengil.
lelaki itu tak ingin menggunakan senjata ia lebih suka dengan tangan kosong yang berarti duel dengan beradu kekuatan, Utera mengelak saat kepalan tangan lelaki itu hendak melukai wajahnya. lelaki itu kian tersenyum saat melihat wajah Utera dari dekat.
" ternyata rupamu jelek " cibir lelaki misterius itu hingga Utera melayangkan pukulan telak ke pinggang lelaki itu, tapi lelaki itu menahannya dan justru memelintirkan tangan Utera hingga wanita itu meringis kesakitan.
BUGHHHHHH
Lokanne menghantam kepala lelaki itu dengan sesuatu hingga pandangannya sedikit menggabur, tapi detik kemudian ia justru menghajar Lokanne dengan satu pukulan telak.
BUGHHHHHH
" ahhh " teriak Lokanne menjerit saat wajahnya begitu saja di pukul, Utera membelalakkan matanya seketika.
BUGHHHHHH
__ADS_1
Utera berhasil memukul dada lelaki itu hingga langkahnya terseok seketika, lelaki misterius itu menatap tajam dan bengis pada Utera.
" ahhh dasar wanita sialan !! " teriaknya dengan lantang hingga beberapa lelaki asing mulai masuk karena mendengar teriakan tuannya.
Utera dan Lokanne semakin terjebak dengan keadaan dan kian terpojok, lelaki itu menyeringai seketika.
" sebaiknya kau patuh dan ikut aku sekarang " tegas lelaki itu dan Utera hanya tersenyum dan enggan mengikuti perkataan konyol nya, Lokanne sadar jika mereka datang untuk mencari sosok kakaknya seketika bulu kuduknya meremang kala melihat alat yang dibawakan oleh lelaki misterius itu.
" jangan main-main dengan ku, kalian tiba-tiba datang dan menyerang kami begitu saja, siapa yang menyuruh kalian semua !! " pekiknya geram hingga lelaki itu mulai mendekat dengan sebuah alat penyetrum.
" Apa yang kalian inginkan ! " datar Lokanne dan lelaki itu hanya diam menatap Lokanne dari atas hingga bawah.
" Aku tak ada urusannya denganmu, tapi dengan nya. Seseorang menginginkan nyawanya " tunjuk lelaki itu pada Utera.
" jangan lancang !! " geram Lokanne, hingga ia menyerang lelaki itu dengan beringas tentu saja gerakannya disambut baik oleh sang misterius. Utera melepaskan pelurunya kepada berapa orang yang berada disana.
DODODODOR !!
sebagian dari mereka ambruk ke lantai dan sebagian dari mereka berhasil menghindar dengan cepat.
" sebaiknya kau lari kak " pekik Lokanne saat telinganya mendengar suara riuh di luar sana, Utera merasa bingung dengan pemintaan adiknya tapi pada saat ia berbalik tiba-tiba.
" AGHHH " jerit Utera saat benda asing menyentuh tubuhnya hingga ia menegang dengan mata yang terpejam.
" sialan !! "
BUGHHHHHH
Lokanne segera menarik tangan kakaknya untuk kabur tapi lagi-lagi kaki nya ditarik dari arah belakang hingga kedua wanita itu terjatuh dan terjerembab begitu saja.
" menyusahkan !! " geram lelaki itu lagi hingga ia hendak memukul Utara tapi lagi-lagi Lokanne menahannya hingga Utera aman begitu saja.
" Run !!! " pekik Lokanne menatap tajam sang kakak hingga Utera bangkit dan mulai menjauh dari sana. Lelaki itu geram dan mencoba melepaskan cengkraman erat Lokanne. " tak akan kubiarkan kau !! " pekik nya lagi semakin mencengkram erat leher lelaki itu.
suara diluar tampak riuh dan suara selongsong senjata bersaut-sautan, Lokanne berharap jika sang Kakak lari sejauh mungkin dan selamat dari mereka yang mengincarnya.
BUGHHHHHH
lelaki itu memukul telak dan melakukan aksi balas hingga kesadaran wanita itu terenggut dan ambruk begitu saja, lelaki itu menarik nafasnya secara perlahan dan mulai merapihkan baju nya yang acak-acakan karena ulah Lokanne.
Prancis, waktu setempat.
Valera baru saja mendapatkan kabar jika seseorang yang mengatasnamakan king sudah ditemukan titik lokasinya, Mrs X yang menjadi nama samaran itu membuat Valera geram bukan main.
" dimana letak lokasinya !! " tajam Valera menatap Greta dan Thomas.
" Piana. Lelaki itu telah sadar dan akhirnya ia tak bungkam dan memilih untuk berbicara. " ucap Greta lagi.
" Piana. " Picing Valera dan Greta mengangguk saja. " temukan dan bawa dia hidup-hidup ! " tegas Valera terlihat marah Greta dan Thomas hanya mengangguk pasrah jika sudah melihat kemarahan sang lady pasti mereka semua tidak bisa berkutik.
keesokan harinya Thomas dan Greta sudah mengirim beberapa anak buah menuju lokasi tersebut, Piana ! bahkan keempat predator pun dibuat terperangah karena wilayah kekuasaan mereka disusupi oleh sebutir sampah tak berguna.
__ADS_1
valera tak mau tau, kali ini ia benar-benar muak dan membiarkan para orang-orang nya bertindak dan bergerak tanpa mengikutsertakan dirinya.
saat ini Valera sedang duduk berhadap-hadapan dengan sang suami Remigio beserta Dave yang ikut dalam perbincangan serius, Dave merasa kali ini benar-benar harus diselesaikan secara tuntas hingga ke akar-akarnya.
" ada apa sweatheart ? aku merasa jika kau sedang memikirkan sesuatu " ucap Remigio lagi dan Valera hanya menghela nafasnya secara kasar.
" Remi. Kali ini aku akan pergi untuk mencari Utera. Para orang-orang ku tak bisa menemukan keberadaanya walaupun beberapa pertanda mulai muncul tapi hasilnya tetap nihil. Wanita itu sampai kini belum ditemukan " ucap dingin Valera hingga Remigio menelan ludahnya secara kasar pasalnya masalah ini Remigio tak memberi tahukannya kepada sang istri jika ia pun ikut andil dalam pencarian wanita keturunan India itu. " Dia ancaman untuk ku " lanjut Valera lagi.
valera melihat jika sang suami sedang memalingkan wajahnya kearah lain, ia tau dan sudah mengetahuinya jika Remigio ikut andil dalam mencari Utera melalui antek-anteknya yang lain, Valera tersenyum sinis kemudian.
" sebaiknya kau disini saja, biarkan aku yang mencarinya " ucap Remigio lagi.
" mencarinya ? bukan kah kau sudah menyuruh para orang-orang mu untuk mencari mereka hingga Alland dan Brandon menemukan sesuatu yang ganjil dalam misi pencariannya ? " Picing Valera hingga Remigio mengerutkan dahinya seketika. " sudahlah. Jangan berbohong padaku Remi. Terimakasih karena kau telah membantuku tapi biarkan aku yang mencarinya langsung " ucap Valera lagi hingga Remigio akhirnya terkekeh kecil menanggapi.
'' lihatlah Dave wanitaku memang pintar dan genius " puji Remigio menatap Dave dan Dave hanya mengangguk patuh dengan wajah polos " kita akan mencarinya bersama-sama " tegas Remigio.
" terserah kau saja. " ketus Valera " aku harus menyelesaikan satu persatu masalah yang tak kunjung berakhir ini, karena misi selanjutnya sedang menungguku. " ucap Valera hingga Dave diam dan menyimak perkataan sang lady. " musuh mendiang kakek ku ternyata malah berkaitan dengan musuh ku kini. Frazzes willyam aku khawatir diluar sana antek-anteknya sedang merencakan sesuatu yang buruk " lirih Valera.
" tak perlu khawatir nyonya, semuanya akan baik-baik saja. Kami semua akan berkerja keras untuk menumpas segala kejahatan yang ada, termasuk maaf tuan Remigio, termasuk para anggota ORTAXS yang secara terang-terangan menginginkan perang dengan king " ucap Dave dan Remigio tersenyum samar.
valera menatap sang suami yang hanya tersenyum penuh misteri, entah apa maksud nya tapi benar yang dikatakan oleh Dave jika para anggota ORTAXS pun kini menjadi daftar hitam untuk king, ditambah Gracelina yang tewas. Remigio bahkan Valera tak memperdulikan itu semua.
" Aku tak akan ikut campur perihal mereka " ucap remigio menanggapi " bahkan aku berencana untuk membuat sistem baru dan menyingkirkan orang-orang pemberontak yang tak tau berterimakasih " ucap Remigio hingga Valera dan Dave saling pandang satu sama lain.
" benarkah ? " ucap Valera.
" Ya " saut Remigio singkat.
" baiklah. Dave kau akan tetap ikut dalam misi bersamaku. Pastikan Gloria aman dan tak mendapat masalah apapun, persiapkan semuanya. Kita akan bergerak saat Thomas dan lainnya bergerak " ucap Valera dan Dave mengangguk tegas.
hari itu Dave sibuk mempersiapkan semuanya, peralatan, persenjataan yang mumpuni untuk misinya kali ini begitupun dengan Valera dan Remigio yang akan ikut serta. Kepergian sang lady ditutupi oleh orang-orang king untuk mengantisipasi musuh yang memanfaatkan keadaan.
Apartemen Thomas.
Aranna menatap bingung pada sang suami yang datang dengan wajah lelah seperti sedang memikirkan sesuatu, Aranna berisiniatif untuk membuatkan secangkir teh hangat dengan aroma yang begitu menenangkan.
" terimakasih sayang " ucap Thomas dan Aranna mengangguk lalu duduk disamping sang suami, Thomas tersenyum dan mengusap perut Aranna yang sudah membuncit itu.
Thomas merasa tak ingin meninggalkan Aranna di apartemen sendirian, karena ia akan bertolak menuju Piana untuk menjalankan misinya bersama dengan yang lain.
Aranna merasa ada sesuatu yang ingin dibicarakan Thomas tapi apa, bahkan Aranna tak tau apa itu, Aranna hanya menatap Thomas dengan tatapan penuh tanda tanya nya.
" apa ada yang ingin kau katakan Thomas ? " Picing Aranna menatap penuh perhatian pada Thomas.
" Aranna besok aku akan keluar kota untuk menyelesaikan suatu masalah, hanya beberapa hari " ucap Thomas dan Aranna mengangguk serta menyimak perkataan Thomas " Aku memikirkan mu Aranna " ucap Thomas lagi dan Aranna terkekeh akan hal itu, ternyata sang suami begitu mencemaskan keadaan dirinya Aranna begitu bersyukur karena Thomas selalu saja perhatian.
" aku tidak apa-apa Thomas, aku bisa jaga diri. Atau aku akan menghubungi kakak ku untuk menginap disini kebetulan kakak ku belum pulang " ucap Aranna dan Thomas diam saja tak menjawab.
akhirnya Thomas mengangguk setuju dan ia sendiri yang menghubungi Asyur Dutton untuk membahas masalah ini, tentu saja Asyur mengerti dan bersedia untuk menjaga sang adik, Thomas begitu sangat berterimakasih dan Asyur mengatakan jangan sungkan ini semua demi keselamatan adik nya sendiri dan calon anak dari Aranna.
Asyur tau jika dunia hitam tak selalu mulus, bahkan Asyur sudah mewanti-wanti kepada adik iparnya jika terjadi sesuatu hal yang tak memungkinkan atau membutuhkan bantuan, maka jangan sungkan untuk membicarakannya dan Thomas sangat menghargai apa yang ditawarkan oleh kakak iparnya itu.
__ADS_1