
tiga hari berlalu Remigio selalu saja mengikuti kemana Valera pergi bahkan ia dengan rela meninggalkan pekerjaan nya demi Valera dan menjaganya dari lelaki liar lainnya.
bahkan saat Valera mengantar George pun Remigio akan ikut serta tampak George sangat senang jika Remigio mengantar dirinya bersama dengan Valera
siang ini Valera dan Remigio berencana untuk mengunjungi mansion utama keluarga Harson untuk membicarakan niat baik Remigio yang akan menikahi putri sang konglomerat itu
kali ini Valera mengunakan mobil mewah milik remigio yang berwana abu sama seperti sang pemiliknya yang memakai jas serta kemeja dengan warna senada, sedangkan Valera memakai dress brokat berwarna kuning membuatnya menjadi lebih mencolok yang pas melekat dalam tubuhnya tampak tubuh seksi Valera semakin menggoda dan menggairahkan.
para penjaga mansion utama seperti biasa sekali menunduk penuh hormat kepada Valera maupun Remigio, tak lama muncul sosok lelaki yang sudah lama mengabdi pada keluarganya pria itu membungkuk dan menyapa Valera serta Remigio dengan sopan
" selamat datang nona dan tuan " ucap Pram ramah dan Valera hanya tersenyum begitupun dengan Remigio lalu mereka melangkah masuk menuju ruang keluarga, salah satu maid disana segera berlari dan memberi tahu nyonya serta tuan besarnya jika Valera datang tentu saja nyonya sofhia sangat senang dan rindu kepada putri satu-satunya itu begitupun dengan tuan Ramius
valera dan Remigio duduk dengan tenang di sofa beludru itu, beberapa maid membawakan cemilan dan minuman untuk tamunya tak lama nyonya sofhia dan tuan Ramius ikut bergabung
" sayang " ucap nyonya sofhia dan Valera langsung memeluk erat ibunya itu dan tak lama Valera memeluk erat tubuh sang ayah
" apa kabar nya pa,ma " ucap Valera lagi
" kami baik-baik saja nak, bagaimana denganmu mama lihat sepertinya kau sedang bahagia " goda nyonya sofhia dan Valera hanya tersipu malu
tuan Ramius menatap Remigio sekilas tampaknya sang ayah mengendus niat sesuatu yang akan disampaikan oleh kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu,
nyonya sofhia pun merasakan hal yang sama mereka bisa melihat dari raut wajah keduanya yang sama-sama memancarkan aura kebahagian, akan ada hari bahagia yang menanti
" ma.. hmm aku ingin berkata sesuatu pada kalian " ucap gugup Valera dan kedua orang tua Valera mengkerutkan dahinya sesaat
" bicaralah " tegas tuan Ramius dan Valera melirik Remigio lalu tersenyum, Remigio menggenggam erat tangan Valera dan menarik nafasnya dalam-dalam
" biar aku saja yang bicara " lembut remigio menatap Valera dan Valera hanya mengangguk kecil " kedatangan kami kemari khususnya saya pribadi ingin menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting kepada paman dan bibi " ucap remigio dengan pembawaan nya yang tenang " aku datang dengan niat baik untuk menjadikan valera sebagai istriku, " ucap remigio sungguh ia pun merasa gugup pembawaan seorang Tuan Ramius tak bisa di tebak begitupun dengan Valera ia merasakan gugup luar biasa
nyonya sofhia tersenyum lembut menatap putrinya dan Remigio, hatinya sungguh senang saat mengetahui kabar jika anak bungsunya akan segera menikah, tuan Ramius menatap dalam kepada Remigio sesaat lalu menatap putrinya kembali
" apa kau yakin dengan keputusan mu tuan Adomson ? " ucap tuan Ramius dengan tegas dan lugas
" sangat yakin tuan Harson, aku sangat mencintai putrimu " ucap remigio yang menatap lembut Valera dan Valera hanya tersenyum samar " aku sudah berjanji pada diriku sendiri hanya putrimu satu-satunya yang berhak menjadi istriku serta ibu dari anak-anak ku kelak " lanjut Valera lagi, nyonya sofhia dan tuan Ramius hanya tersenyum tipis " aku mohon restu paman dan bibi " ucap remigio dengan penuh harap
valera mengenggam erat tangan Remigio seakan menyalurkan jika semuanya baik-baik saja. pemandangan itu tak luput dari pantauan kedua orang tua Valera
" kau tau resiko nya jika memperistri putriku ? kau pun akan terseret dan terlibat dalam lingkaran hitam yang dijalani oleh putriku, dan kau pun harus menjaganya dari segala musuh-musuh nya kelak " tajam tuan Ramius dan Remigio hanya tersenyum tipis
nyonya sofhia dan Valera saling pandang satu sama lain, mereka tak menyangka jika tuan Ramius akan berkata seperti itu. Remigio tersenyum lembut saat melihat Valera yang mulai kesal
__ADS_1
" aku sangat mengetahuinya. Aku mencintai nya bukan karena ia siapa, bukan karena pangkat dan kedudukannya tapi karena aku dan hatiku yang memilih dirinya untuk menjadi istriku. Aku harap tuan Ramius memahami arti dari kataku ini " ucap Remigio tak lelah tegas dan tuan ramius hanya tersenyum miring
" kapan hari itu terjadi " ucap tuan Ramius membuat Valera tersenyum senang " aku ingin putriku bahagia dengan pernikahannya " lanjut tuan Ramius lagi
" secepatnya, " ucap singkat Remigio, nyonya sofhia dan tuan Ramius mengangguk setuju dan Remigio tersenyum senang begitupun dengan Valera
kebahagian akhirnya melanda keluarga mereka bagaimana tidak akhirnya putri dari seorang tuan Ramius akan melangsungkan pernikahannya dengan pengusaha yang masuk dalam jajaran tiga tertinggi di dunia dan Eropa
siapa yang tak kenal dengan seorang Remigio Adomson seorang pengusaha yang bergerak di berbagai bidang dan sosok nya yang terkenal santai tapi mematikan untuk para musuh dan lawannya, seorang penguasa ORTAXS yang selalu tampil lebih bijak tapi mengandung racun dalam dirinya
Valera sangat bahagia dan ia akan menantikan dimana dirinya akan memakai gaun pengantin yang indah dan teramat mewah serta bersanding dengan lelaki yang selalu mendampinginya.
*****
valera sudah membagi beberapa team untuk membagi tugasnya masing-masing dan para anggota B.woman akan kembali beberapa hari lagi. Mereka sudah berhasil meringkus beberapa kelompok Deddo yang berurusan dengan ladynya dan membuat onar dengan melibatkan seluruh nama king
Elena dan Syina yang mendapatkan tugas dari sang lady langsung untuk menjaga Daniel memutuskan untuk menyetujuinya walaupun mereka tau akan resiko yang diterimanya nanti, dimana Daniel dijaga ketat oleh para anak buah Mrs OTO
Lotus dan Elion turut senang mendapatkan kabar jika sebentar lagi sang lady akan segera menikah dan memulai biduk rumah tangganya.
valera akan melangsungkan pernikahannya yang sungguh mewah dan megah dengan para anak buah king langsung yang berjaga sekaligus bertugas hanya beberapa anak buah kepercayaan Remigio yang akan ikut serta dalam hal menjaga keamanan pernikahannya nanti.
keamanan serta kenyamanan akan menjadi hal utama bagi pasangan yang akan berbahagia itu. Remigio pun sudah menghungi kedua orang tuanya perihal niat dan pernikahannya tentu saja mereka sangat senang dan akan bertolak menuju Prancis menggunakan pesawat pribadi milik Remigio, sedangkan para ORTAXS yang menerima kabar ini hanya bisa senang dan turut bahagia walaupun sebagian dari mereka ada yang tidak menyetujuinya, akan tetapi Remigio tidak perduli karena keputusan hidupnya hanya dirinya seorang yang pantas untuk menentukan nya bukan orang lain.
" bagaimana dengan pekerjaan dan usaha dari kalian ? " tanya Valera menatap satu persatu Matt, zumba, Edgar dan Hugo.
" semuanya sangat baik nona, penghasilan begitu sangat pesat bahkan stok dan bahan pemesanan pelanggan terus meningkat " ucap Matt dan Valera mengangguk tersenyum
" bahan untuk produksi wine sangat diminati oleh para pengusaha-pengusaha dunia dan ada beberapa kelompok mafia yang menggunakan wine dari perusahan kita nona " ucap Edgar dan Valera yang mendengarnya semakin senang
" begitupun dengan bisnis-bisnis klub malam, semuanya bersih dari penyeludupan berbagai obat-obatan terlarang nona, bahkan seluruh club malam yang berada di bawah naungan king bersih dari penyidikan pihak berwajib bahkan ada beberapa aparat dan beberapa orang penting negara yang menjadi pelanggan tetap di beberapa club " ucap Hugo menambahi dan Valera mengangguk tipis
walaupun bisnis sebuah club malam dilakoni Valera akan tetapi Valera tidak akan mengijinkan para penghuninya dan pengunjungnya dinyatakan tidak bersih, bahkan pengawasan dan CCTV diseluruh bisnis club malam milik Valera sangat terjaga dan aman dari segala apapun karena Valera sangat teliti dalam masalah pekerjaan dan bisnis-bisnis nya
" hmm.. baik lah aku rasa bisnis yang kalian kerjakan sangat memuaskan, dan di luar ekspetasi, aku sudah membaca detail dari hasil yang Dave rangkum sungguh mengejutkan, aku beruntung memiliki kalian. Terimakasih " ucap Valera tersenyum tulus dan keempat predator hanya mengangguk dan menunduk penuh hormat
" Dave apa selama kepergian ku ada hal yang mencurigakan ? " tanya Valera kepada Dave
" saat kami mengantar kepergian nona menuju Jepang, Robbin Hallerand menyerang kami nona, " ucap Dave pelan dan Valera memicingkan matanya seketika. Robbin Hallerand ? pengacau itu, tapi untuk apa ? Dave yang mengerti akan kebingungan nonanya hanya bisa melirik kearah Zizi " dia menginginkan Zizi nona " ucap Dave terkekeh sontak Zizi terkejut begitupun dengan yang lainnya dan sang nona
" Dave ! apa yang kau katakan " pekik Zizi marah akan tetapi Dave hanya tersenyum polos seakan tidak ada yang salah dengan ucapannya. Sedangkan Thomas hanya mengulum senyum nya Valera yang menyadari jika ini sebuah lelucon menghela nafas lega
__ADS_1
" maaf nona, aku rasa Dave asal bicara. lelaki itu datang hanya untuk balas dendam dengan apa yang telah aku lakukan saat ia dulu memasuki wilayah pelabuhan nona " sopan Zizi dan Valera mengangguk tanpa sadar
" jadi dia datang ? " tanya ulang Valera dan Zizi mengangguk saja " ada dua kepastian jika dia datang. Balas dendam dan maksud tujuan lain " tajam Valera dan semuanya menyimak dengan serius " lalu dimana orang itu ? " ucap Valera lagi
" berada di ruang tawanan nona " ucap Zizi
" good " singkat Valera, lalu Valera mengingat Daniel yang masih dalam cengkraman Mrs OTO Valera sungguh khawatir bahkan dalam silsilah keluarga Daniel Valera belum mengetahui semuanya
valera takut jika Daniel di persalah gunakan. Belum lagi Valera yang memikirkan George dimasa depan ia takut jika George bernasib sama dengan Daniel dan tiba-tiba ada orang yang mengaku jika mereka adalah pihak keluarganya
" hmm Thomas apakah kau sudah memberikan sebuah pekerjaan untuk Diandra ? " ucap Valera lagi dan Thomas mengangguk mantap
" beberapa waktu lalu dia berkata padaku ingin bekerja dan membuka usaha butik nya, dan aku langsung menyetujui ide dan saran nya nona. itu sebuah bisnis yang lumayan maju dan pesat di jaman sekarang ini. " ucap Thomas dan Valera diam menyimak
" lalu apakah kau sudah mendapatkan lokasi yang strategis untuk nya ? '' lanjut Valera dan Thomas lagi-lagi mengangguk
" dekat jalan XX nona, bukankah disana tempatnya para pembisnis untuk para pemula ? walaupun tempat itu hanya sebagai pemula tapi produk-produk yang dihasilkan nya cukup diacungi jempol " ujar Thomas lagi dan semua hanya mengangguk setuju dengan ucapan Thomas
" baik lah, kau urus segala nya beri dia kenyamanan " tegas Valera dan Thomas mengangguk mantap " oh ya dan tambahkan lah pengawasan serta pengawal untuk George dan Malvin aku mendapatkan kabar dari guru yang mengajari mereka jika akhir-akhir ini akan banyak kegiatan di luar area sekolah. Aku yakin Asnee akan cukup kewalahan apalagi dua anak itu selalu menempel satu sama lain " kekeh Valera dan Thomas mengangguk dengan sigap " awasi keduanya Thomas " ucap Valera lagi
drrttt
ponsel Valera menyala dan menampilkan titik merah dan GPS sang kakak seketika Valera mengkerutkan dahinya, ada apa gerangan ? tapi kenapa sang kakak tidak menghubungi lewat panggilan darurat ?
valera segera menghadap ke arah belakang dan berkutat langsung dengan layar monitor dengan berbagai komputer-komputer canggih dan melacak posisi sang kakak yang pasti bersama dengan asistennya itu Leonel.
semua orang tampak serius dengan yang Valera lakukan hingga titik-titik mereka itu muncul dan kemudian menampilkan sebuah rekaman aksi kejar-kejaran dan saling baku tembak satu sama lain
" kerahkan anak buah, kakak ku butuh pertolongan " tegas Valera dan semuanya mengangguk bahkan Zizi hanya diam mematung dan menatap layar itu dengan sangat fokus dimana mobil vyan dengan lihai berbelok-belok dan menghindar bidikan-bidikan peluru
valera memicingkan matanya saat mobil mereka memasuki wilayah asing, dan jauh dari pantauan
" ohh shitt.. bukankah mereka orang-orang yang menyerang kami saat berada di kawasan Hidden forest " pekik Zizi dan Valera terkejut seketika " maaf nona, aku akan ikut mengambil misi ini " ucap Zizi dan Valera mengangguk
" gunakan helikopter Zizi, akan sangat cepat dan tak memakan banyak waktu " ucap Valera lagi dan Zizi lagi-lagi mengangguk setuju lalu berlari dengan tergesa-gesa dan melakukan hal semestinya
valera masih diam dan menatap layar itu dimana mobil sang kakak dihujani peluru-peluru dari sisi kanan dan kiri sampai vyan melawan dan membuka kap mobil bagian atasnya dan melawan para pengganggu itu seorang diri,
" kenapa jadi kakak ku ? apa hubungannya ? " bingung Valera dengan raut wajah yang tak ada ditebak
lalu Valera berlari dan melihat Zizi serta anak buah nya yang akan ikut serta dan Dave serta anak buahnya. sedangkan keempat predator menunggu perintah sang lady untuk sesi kedua jika pihak pertama benar-benar membutuhkan bantuan
__ADS_1
valera yakin jika Dave serta Zizi dan para anak buahnya mampu melumpuhkan mereka di tambah Vyan dan Leonel sangat mampu untuk membantu.