Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Dia disini


__ADS_3

Valera diam dengan tatapan lurus nya, Dion yang merasa ada yang janggal memilih ikut diam tak ingin bertanya, hingga mereka tiba di lantai empat milik ruangan Deniz.


" kalian, apa dia tak mengenali salah satu dari kalian ? '' ucap valera dengan langkah terhenti hingga membuat semua orang pun ikut terhenti dan menatap bingung. Valera menatap White dan Blue bergantian Dion yang mendengar ucapan Valera sontak ikut menoleh.


" Maaf lady, mereka tak tau. Tapi kami tau itu sebabnya dia tak mengenali kami '' tegas Blue dan Valera diam saja.


Valera terus memandang kearah Blue dan White, sebagai anggota black road yang peka mereka berdua mengetahui arti tatapan dari sang Lady, Valera mengangguk samar lalu dibalas anggukan pula oleh kedua anggota black road.


Kepergian White dan Blue menjadi tanda tanya di benak Dion, matanya memicing kearah Valera dan sang Lady itu hanya diam saja dengan senyum tipis nya.


" Apa kita akan berdiam diri disini ? '' ucap Valera dingin dan Dion terkekeh lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan milik sahabatnya.


CEKLEK


Dion membuka dan mempersilahkan Valera masuk dengan yang lainnya, Deniz yang saat itu sedang menyesap rokok mahalnya sontak terkejut bukan main karena Valera membawa beberapa orang seperti hendak berperang.


Dion mempersilahkan Valera dan lainnya untuk duduk dan Deniz mendadak diam dengan keterbungkaman nya, ia fikir Valera akan datang sendiri tapi dugaannya salah.


" Selamat datang nyonya Adomson '' ucap Deniz terdengar ramah dan Valera hanya terkekeh biasa karena kedua sahabat suaminya bersikap formal " Suatu kehormatan untuk ku karena kedatangan anda nyonya '' ucap Deniz lagi dan Valera diam saja.


" langsung saja intinya tuan Deniz, maaf jika kedatangan ku berserta lainnya mengganggu ketenangan anda tuan Deniz '' ucap Valera bersikap profesional.


" Tidak masalah nyonya, ada apa gerangan hingga kau datang dan menghubungiku ? '' ucap Deniz mulai berbicara dan menatap manik hazel itu lekat-lekat.


Valera menyunggingkan senyumannya, dan menatap Deniz dengan tatapan tak bisa di artikan hingga membuat mpunya memicingkan matanya seketika.


Elion bergerak cepat dan menyodorkan sebuah tablet dengan menampilkan visual seorang pria , Deniz menerima nya dengan dahi berkerut.


Matanya menelisik telah wajah lelaki itu, begitupun dengan Dion yang ikut melihat karena penasaran.


" bukankah dia pria tadi ? '' gumam Dion dan Deniz mengeryitkan dahinya pelan semakin bingung dengan keadaan " Ya, apakah dua lelaki tadi sedang mengikuti pria ini dan menyamar menjadi mata-mata ? '' tebak Dion dan Valera diam saja.


" kau mengenalnya ? '' ucap Valera menatap Deniz dan ia menggeleng samar.

__ADS_1


" tidak tapi aku tau dia, Mehmet seorang pengusaha juga dan hmm aku dengar dia memiliki usaha ilegal jual beli persenjataan '' ucap Deniz lagi.


" Dia adalah target ku '' ucap Valera hingga Deniz dan Dion seketika menatap Valera secara bersamaan, manik keduanya seakan penasaran dan ingin tau apa yang sedang terjadi dengan Lady dari king itu. " Alasan ku menghubungi mu karena aku ingin meminta bantuan jika sewaktu-waktu aku membuat kekacauan di wilayah mu aku harap kau bisa menekannya agar tak ada media atau pihak berwajib yang ikut campur '' terang Valera lagi dan kini kedua anggota ORTAXS itu di buat diam dengan perkataan Valera. " bagaimana tuan Deniz ? '' ucap Valera dingin karena kesal melihat Deniz diam dengan mata yang berkedip polos seakan ia sedang mencerna ucapan nya dengan lama.


" Apa ada masalah besar yang terjadi ? '' ucap Deniz dengan sorot mata yang tajam dan Valera menyunggingkan senyuman nya.


" kita mafia Deniz jangan lupa itu, tentu saja terjadi beberapa banyak hal seperti yang ku alami, hidup dalam lingkup dunia hitam tak semanis yang kita harapkan bukan '' ucap Valera terdengar ambigu dan Deniz hanya diam seraya menyesap sampanye miliknya.


Valera dan jajarannya diam saat melihat keterbungkaman Deniz dan juga Dion tak lama ponsel milik Deniz berdering hingga membuat si mpunya terkejut bukan main, saat melihat siapa yang menghunginya tiba-tiba Deniz memijat pelan pelipisnya.


" lihatlah suamimu menghubungiku, entah mengapa aku merasakan firasat buruk '' ucap Deniz dan Valera terkekeh walaupun ia tak menyangka jika Remigio akan menghubungi rekannya itu.


Deniz mengangkat panggilan tersebut, terlihat mereka berbincang sesaat hingga Deniz memperlihatkan Valera yang berada bersamanya kini.


Valera tersenyum kikuk saat melihat wajah suaminya dilayar ponsel milik Deniz, tentu saja wajah Remigio tak bersahabat dan terlihat marah.


" Aku berada di Thailand, dan kau pergi menuju turki tidak mengabariku terlebih dahulu ! " ucap Remigio ketus dan Valera diam saja tersenyum tipis. " Aku akan kesana menyusul mu sayang, kau akan aku rantai hingga tak bisa pergi kemanapun. " ucap Remigio terdengar ngeri ditelinga Valera, Remigio memutuskan panggilan tersebut secara sepihak hingga membuat Deniz mengumpat seketika.


" sepertinya kau dalam masalah '' celetuk Dion menatap Valera dan wanita bergelar lady itu hanya tersenyum tipis menanggapi tapi tidak yang lainnya, mereka merasa gugup saat berhadapan dengan penguasa ORTAXS yang jarang menunjukkan sisi kemarahannya.


TITTTT PIPPPP PIPPPP


semua orang terkejut akan suara yang tiba-tiba itu, Deniz langsung berlari dan mengetik sesuatu di layar laptopnya tak lama kemudian sebuah layar lebar muncul di dinding berwarna hitam yang mirip dengan tampilan rekaman cctv di tempat bar miliknya.


ternyata sebuah alarm kebakaran telah dinyalakan dengan sengaja oleh seseorang, Deniz melihat seorang lelaki berhodie berwarna hitam yang menekan sebuah tombol darurat disana


tak lama MH yang terhubung satu sama lain milik Valera dan jajaran king mendapat laporan dari White jika lelaki itu sepertinya menyadari dan mengenal dirinya walaupun mereka tak yakin, mendengar perkataan White sontak Valera melirik kearah Dave dan Elion.


" susuri tempat ini dan bergabunglah dengan White serta Blue aku yakin orang itu belum menjauh dari tempat ini. '' ucap Valera hingga Deniz dan Dion saling lirik seketika.


Dave dan Elion mengangguk lalu dengan segera pergi dari ruangan itu, sementara Valera berfikir lain akan hal ini, bagaimana bisa mereka tau keberadaanya nya walaupun White dan Blue mengatakan jika Mehmet tak pernah mengetahui nya.


Malam itu para tamu dan pengunjung bar milik Deniz riuh dan ricuh setelah mereka mendengar peringatan alarm kebakaran mereka lari berhamburan menuju pintu darurat, para anak buah Deniz sibuk mengatur keadaan serta mencari tau apa yang terjadi.

__ADS_1


" Siapa lelaki itu !! Berani sekali ia membuat kekacauan ditempat milikku '' geram Deniz dengan wajah memerah karena amarah.


semua orang diam saat melihat kemarahan Deniz dan Valera serta jajaran king lainnya diam memperhatikan layar yang terus bergerak itu.


" Lady.. Mereka kabur. Sudah dipastikan jika ini ulah Mehmet dan anak buah nya " ucap Dave melalui MH yang terhubung itu.


" Biarkan saja mereka kabur malam ini, tapi tidak lain kali, kembali secepatnya " ucap Valera tegas.


" Apa ini ada hubungannya dengan kalian ? " Picing Deniz menatap Valera dengan tatapan curiga dan Valera mengedikkan bahunya acuh.


" orang itu berada di tempat milikmu tuan Deniz. Hmmm... mungkin ia menyadari kedatangan kami sehingga ia memilih membuat keributan hanya untuk melarikan diri, tapi ini sungguh lucu bagaimana bisa mereka berfikir demikian ? hmm aneh " ucap Valera lagi terlihat menajamkan matanya menatap layar tersebut.


" Apa nyonya Mecca yang memberi tahukan kepergian kita kepada paman Jiro sehingga ia menyampaikan kembali pada putranya " tebak Ellara dan Valera terdiam mencerna perkataan Ellara yang mencurigai nyonya Mecca.


Ornaf dan keempat anggota predator ikut memikirkan hal ini jika benar perkataan Ellara memang adanya itu artinya nyonya Mecca pun ikut andil dalam hal masa lalu.


Valera bangkit lalu menatap kearah Deniz dan Dion semua orang bingung dan ikut menatap Valera dengan heran.


" aku harus pergi, orang yang ku cari menjadi salah satu pelanggan mu disini " ucap Valera sontak Deniz memijat kepalanya dengan pelan Valera terkekeh bukan main " maaf melibatkan mu hanya saja aku butuh bantuan mu jika aku membuat kekacauan disini dan kau tau apa yang harus kau lakukan " ucap Valera dan Deniz hanya mengangguk pasrah menentang pun ia tak sanggup karena Deniz tau betul siapa wanita yang sedang bernegosiasi dengan nya kini. " jika begitu aku pergi " lanjut Valera lagi dan Deniz mengangguk kecil.


*******


" Ayah mereka benar-benar ada disini. " ucap seorang lelaki yang terlihat sedang menghubungi seseorang diseberang sana.


" benarkah ? ohh tuhan.. ini semua gara-gara kau Glen !! jika saja kau tak terlibat maka semua ini tak akan terjadi " ucap seorang lelaki lanjut usia dengan nada frustasinya.


" sudahlah ayah diam saja !! bukan nya mendukung apa yang ku lakukan justru kau menceramahiku sedemikian rupa. " kesal lelaki muda itu lagi.


" hentikan semuanya sebelum terlambat. Kau tau jika aku tak bisa membantumu banyak bahkan aku tak menyangka jika kau pun ikut terlibat " ucap lelaki tua itu dengan tegas hingga memutuskan panggilannya cepat.


Mehmet ya orang itu adalah Mehmet yang menghubungi Jiro ayahnya perihal keberadaan Valera dan jajarannya, ia mengumpat kesal dan marah saat ini ia harus lebih berhati-hati.


Mehmet pun tau jika king tak bisa diremehkan dengan begitu mudah Mehmet harus segera pergi dari negara itu untuk sementara waktu hingga keadaan benar-benar aman hingga orang-orang king sudah tak ada di negara ini lagi.

__ADS_1


__ADS_2