Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Disneyland


__ADS_3

satu minggu kemudian Valera sudah pulih dari luka nya, bahkan kini ia sudah berpergian ke markas dan tempat lainnya yang ingin ia kunjungi selama satu Minggu itu Valera belum lagi bertemu dengan Chaiden karena ia ingin menghabiskan waktu nya bersama orang orang terdekatnya sebelum peperangan selanjutnya di mulai.


Valera mengajak Goerge untuk berkeliling kota Paris tentu saja Goerge sangat senang mengingat maminya selalu saja sibuk, entahlah jika George bertanya dimana Valera pasti mereka mengatakan jika Valera sedang bekerja, tentu saja itu membuat George menekuk wajahnya menjadi muram karena Valera selalu sibuk dalam pekerjaan nya walaupun ia sudah membagi waktunya sebaik mungkin tapi bagi George itu masih saja kurang.


hari ini cuaca kota Paris sangat panas Valera membawa empat pengawal yang berjarak dekat dengan nya, nasib siapa yang tahu jika kita tidak menggunakan dan menyiapkan perisai untuk berlindung


" mami kata kakek mulai esok aku akan bersekolah " ucap Goerge yang memberi tahu Valera dengan antusias nya,


" hmm.. apakah Goerge senang " tanya Valera dengan lembut semabari merangkul bahu George


" aku pasti akan banyak teman disana mami, aku tidak akan kesepian lagi " celoteh George kepada Valera, seketika Valera tersentak akan perkataan polos George kesepian ? bukankah di mansion itu banyak sekali penghuninya bahkan di taman belakang Valera menyediakan taman bermain yang lengkap dengan permainan anak seusianya,


" mungkin dia butuh teman seusianya yang bisa bermain dan tertawa bersama. batin Valera bergumam


valera membawa George ke sebuah wisata yang sudah tak asing lagi Paris Disneyland banyak sekali tokoh tokoh Disney disana, berbagai atraksi pun di suguhkan disana yang tentunya akan sangat menghibur.


Valera dan George sudah memasuki kawasan itu dengan empat pengawal lelaki yang bersenjata di balik jas yang mereka kenakan untuk mengawal majikannya, tentu saja itu mengundang perhatian pengunjung dan sebagian dari mereka ada yang mengetahui identitas valera sebagai putri konglomerat atas yang selalu saja menjadi sampul majalah bisnis ternama.


Goerge sangat antusias bahkan dirinya tak henti henti nya terkagum akan suasana disini seperti dunia dalam magic dan dongeng. Goerge sibuk mengamati bangunan megah layaknys sebuah istana ia memandang lekat lekat bangunan itu


" apa yang sedang kau perhatikan George " yang Valera menatap George dengan lembut


" bangunan itu " tunjuk George polos, ada sebuah kekaguman yang terpancar dalam sorot matanya


" mengapa dengan bangunan itu " tanya Valera memancing George untuk mengatakan imajinasi nya saat ini, Goerge nampak sedang berfikir sesuatu membuat Valera terkekeh akan tingkah anak angkatnya yang sudah seperti layaknya orang dewasa


" suatu saat nanti aku akan membangun istana seperti itu untuk masa depanku, bahkan aku akan membangun nya lebih besar dari lebih mewah " celoteh George dengan senyum manis nya membuat pesona anak berusia lima tahun itu terpancar layaknya seorang pangeran


tawa Valera pecah seketika ia sudah menduga apa yang di fikirkan oleh George ia sudah berfantasi akan bangunan cantik itu, tapi ide Goerge bangus juga akan seru jika ia mempunyai bangunan layaknya istana Disneyland


Valera dan George melangkahkan kakinya untuk melihat lihat seluruh isi dari kawasan ini,tentu saja itu membutuhkan waktu yang sangat lama mengingat Paris Disneyland sangatlah luas,


Goerge sangat tertarik akan dunia magic yang disuguhkan oleh orang orang ahlinya, ia terlihat sangat serius melihat serta menelisik tempat yang kakinya sekarang berpijak, Valera membiarkan George menikmati waktunya


" Goerge apakah kau haus ?" tanya valera karena sedari tadi mereka berjalan hampir mengelilingi seperempat tempat wisata ini, George hanya mengangguk pelan, lalu Valera menyuruh salah satu anak buahnya untuk membelikan minum serta cemilan untuk George


Kini mereka sedang duduk disebuah kursi panjang dengan berlapis emas layaknya disebuah kerajaan lagi lagi George menatap minat entah apa yang ia fikirkan di kepalanya


" mami lihatlah ini sebuah kursi layaknya di negeri dongeng " ucap George dengan wajah imutnya


" iya, menang nya kenapa ?" tanya Valera " apakah ini menjadi kursi masa depanmu jika kau sudah mempunyai bangunan yang sama persis di negeri dongeng " tebak Valera dengan senyum manisnya


" ya kau benar mami " ucap George lagi, Valera hanya menggeleng kepalanya pelan George seorang anak lelaki tapi untuk apa ia berfantasi membangun rumah layaknya istana dalam negeri dongeng, Valera hanya berfikir George sedang mengenal dan mencoba untuk membuka imajinasi nya layaknya anak seusianya yang lain, tapi untuk seukuran Goerge membicarakan tentang masa depan sangat lah aneh .


seorang pengawal sudah membawa satu kantung plastik berukuran sedang yang berisi minuman serta cemilan untuk George.


wisata ini tidak pernah sepi pengunjung selau saja ramai, saat Valera sedang mengawasi sekitar sorot matanya tak sengaja menangkap sosok yang persis seperti Chaiden hanya orang itu memakai penutup kepala, orang itu sadar jika Valera sedang menatapnya pria itu lalu tersenyum penuh arti lalu menghilang dari pandangan nya. Valera segera menghubungi Dave untuk menanyakan keberadaan Chaiden


" Hallo, nona " saut Dave di sebrang sana

__ADS_1


" Dave, bagaimana dengan orang itu " ucap Valera lagi yang matanya tak lepas dari George yang sedang menuntun salah satu pengawalnya


" dia masih saja sama nona, yang kondisi nya terikat " ucap Dave tanpa menaruh curiga


" kau yakin, dia tidak kabur " ucap Valera membuat Dave diam seketika


" tidak nona, bahkan Thomas baru saja memberi nya makan " jelas Dave bingung


" baiklah, kalau begitu " ucap Valera yang mengakhiri panggilan nya dengan Dave, Valera mengedarkan tatapan nya mencari sosok lelaki itu, Valera yakin dia masih saja mengawasi nya sekarang


setelah beberapa jam bermain di Disneyland bersama George akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke mansion utama keluarga harson, Valera masih saja memikirkan lelaki itu


" ya tuhan, mengapa aku bisa lupa jika Chaiden mempunyai kembaran, apa itu kembarannya ? apa mungkin mereka sudah mengetahui jika aku yang menyerang mansion itu. batin Valera menduga duga


*****


Di markas utama Dave masih saja bingung dengan perkataan nona nya, bahkan seperti meragukannya apa ada yang salah ? Dave segera menuju ruang bawah tanah untuk melihat sendiri keberadaan Chaiden karena ia belum juga melihat para tawanan King disana


langkah kakinya yang tegas dengan aura yang hampir mirip dengan ladynya membuat para pangawal yang berjaga di sana menunduk hormat kepada Dave mereka sangat menghormati petinggi king lady nya


mata tajam Dave memperhatikan setiap ruangan ruangan yang terisi para tawanan disana, tetapi tidak ada yang mencurigakan disana tetapi apa maksud perkataan dari nonanya, langkah kaki nya terhenti tepat di ruangan milik Peter yang sedang meringkuk kan tubuhnya di pinggir ranjang membuat Dave mengerutkan dahinya, lalu Dave membuka kan pintu ruangan itu


CEKLEK


seketika Peter melihat siapa yang mendatangi ruangan yang di huni oleh nya, tatapan mata nya sayu wajahnya sudah tidak terurus, bahkan tubuhnya sudah semakin kurus, membuat Dave bertanya tanya apa yang terjadi


Ornaf adalah salah satu dokter medis dalam jajaran Valera untuk mengobati para anak buah king yang terluka atau sakit, Ornaf baru beberapa hari tinggal di markas utama karena mengobati Asnee dan yang lainnya dalam aksi di hidden forest minggu lalu


'' ada apa ?" tanya Ornaf yang berdiri di ambang pintu seketika Dave menoleh


" tolong kau cek pria ini, tubuhnya panas dan berkeringat " jelas Dave datar dan Ornaf segera memeriksa tubuh Peter dengan sangat teliti dan peter hanya menurut


" apa dia seorang pencandu narkotika " tanya Ornaf tiba tiba membuat Dave mengedikkan bahunya tidak tahu " ini baru saja perkiraan ku, bahwa dia pengguna narkotika " jelas Ornaf lagi " aku akan mengambil sedikit darahnya untuk ku tes terlebih dahulu " lanjut Ornaf dan Dave hanya mengangguk, Ornaf segera menghubungi seseorang untuk mengambil peralatan medisnya dan tak lama seorang pria muda sudah menenteng tas berkotak tebal milik Ornaf, dia segera melakukan tugasnya agar cepat selesai karena Ornaf tak ingin berlama lama berada di ruangan ini


" hasilnya akan kelihatan beberapa jam lagi, " ucap Ornaf dan meme seakan peralatan nya lalu keluar dari ruangan yang di huni Peter dan diikuti Dave tentunya


Dave melangkahkan kakinya menuju ruangan yang di huni oleh Chaiden seketika pandangan nya menatap tajam pria itu, Chaiden masih saja terikat dengan rantai besi yang melingkar di kakinya sangat erat dan mustahil jika Chaiden bisa melarikan diri lalu Dave hanya tersenyum sinis kepada Chaiden.


" nikmatilah neraka untuk mu " desis Dave lalu meninggalkan ruang tahanan itu, dengan wajah datarnya


Dave segera keruangan kerja miliknya untuk mengecek setiap bisnis yang dijalankan oleh nona nya, dering ponsel mengejutkan Dave yang baru aja ingin membuka laptopnya


" Hallo " ucap Dave datar


" (.....) "


" apa " pekik Dave tersentak


" (.....) "

__ADS_1


" kau selesai kan masalah ini, jangan sampai nona Valera gurun tangan mengurusi hal sepele ini " ucap dingin Dave lalu memutuskan panggilannya


Dave mencoba memejamkan matanya dan bersandar pada penyangga kursi ia mencoba untuk merilekskan tubuh dan fikirannya.


tak lama seseorang mengetuk ruangan miliknya membuat Dave membuka kan matanya


" masuk " suara dingin Dave membuat orang dibalik pintu itu langsung membukakan pintunya, Dave seketika tersentak melihat kedatangan nona nya " nona " ucap Dave menetralkan keterkejutan nya


" Dave siapa yang membereskan kekacauan serta menghilangkan jejak kita saat penyerangan di hidden forest minggu lalu " ucap Valera yang kini duduk berhadapan dengan Dave


" anak buah kita nona, dengan intruksi ku tentunya " ucap Dave tegas tapi jelas ia heran dengan pertanyaan nona nya


" sepertinya kita meninggalkan jejak Dave, tadi saat aku mengajak George untuk mengunjugi wisata Disneyland aku melihat sosok pria yang mirip dengan Chaiden aku yakin itu kembarannya, Chaiton. " ucap Valera dengan menatap lekat lekat wajah Dave


Dave masih terus berfikir apa yang ia lupakan saat membersihkan jejak, tapi nihil ia rasa semuanya bersih ia sudah sangat teliti dan yakin baru kali ini nona nya mengeluh akan kinerja dirinya


dan Valera pun aneh baru kali ini Dave melakukan kesalahan walaupun Valera tidak memarahinya hanya Valera mencoba mengingatkan untuk lebih berhati hati lagi dalam melakukan penghilangan jejak


" maaf nona jika kali ini aku melakukan kesalahan, tapi aku merasa sudah sangat yakin tidak ada yang tertinggal jejak sedikitpun " ucap Dave bersungguh sungguh, Valera tahu Dave tidak pernah mengecewakan nya tapi dari mana Chaiton bisa membututi dirinya disaat sedang bersama George pasti dia sudah menandai George juga untuk menjadi senjata andalan nya


lalu valera bergegas menuju ruang yang dihuni oleh Chaiden dan diikuti oleh Dave dibelakang nya, saat ia hendak menuju ruang tawanan ia berpapasan dengan Thomas disana, membuat Thomas mengikuti langkah nonanya beserta Dave.


Dave menghembuskan nafasnya perlahan baru aja ia dari ruangan terkutuk ini dapat sekarang ia menginjakan kakinya lagi di tempat ini, Valera membuka kan pintu ruangan yang di huni oleh Chaiden secara kasar membua Chaiden tersentak kaget lalu menatap Valera dengan tajam


" dasar wanita gila " desis Chaiden tapi Valera masih bisa mendengar karena pendengaran nya begitu peka


" geledah tubuhnya, " ucap Valera dingin sontak membuat Dave dan Thomas segera menggeledah tubuh Chaiden yang terus saja berontak tak karuan membuat Valera geram dan akhirnya mendapat tamparan yang kuat di pipinya


PLAKKK


Chaiden sangat terkejut dengan tamparan kasar Valera, lalu ia berdesis seperti ular dan menatap horror ke arah Valera, Dave dan Thomas masih aja sibuk menggeledah lalu merobek baju celana yang digunakan oleh Chaiden hanya meninggalkan pakaian dalam nya saja


" hei apa yang kalian lakukan, berhenti bertindak seolah-olah kalian mesum " pekik Chaiden tapi Dave dan Thomas tidak perduli


" tidak ada yang mencurigakan nona " ucap Thomas dan Valera mendekat ke arah Chaiden sembari menatap tajam wajah nya membuat Chaiden seketika merona, karena ia memakai dalaman saja yang melindungi keperkasaan nya, detak jantung Chaiden semakin berdetak tak beraturan kala wajah Valera semakin mendekat bahkan hanya menyisakan beberapa jarak saja membuat Chaiden menahan nafasnya


" sial, aku baru menyadari betapa ia sangat menggairahkan wajahnya benar benar cantik, mengapa ia harus menjadi musuhku jika tidak aku sudah memilikinya dan membuatnya mengerang nikmat di bawah kungkungan dan keperkasaan ku. batin Chaiden


Valera tersenyum sinis kala melihat wajah Chaiden yang sudah memerah bagaikan tomat yang matang, seketika membuat Chaiden tersadar akan dirinya


" untuk apa kau menatap ku seperti itu, " sinis Chaiden kepada Valera


" mengapa wajahmu memerah seperti ini " ucap polos Valera dengan wajah lugunya membuat Chaiden menatap gemas wajah wanita yang sudah menawan nya saat ini " apa kau demam ?" tanya Valera lagi, dan Chaiden hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dave dan Thomas yang melihat tingkah nona nya tidak habis fikir, mengapa nonanya bersikap seolah olah tidak tahu dengan wajah memerah yang dipancarkan Chaiden tadi


Valera masih menatap lekat lekat wajah Chaiden dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, wajah datar wajah dingin tak berekspresi nya kini tidak bisa di tentukan, Dave ingin sekali bertanya ada apa dengan nona nya tapi ia tak berani dan ia memilih diam dan mengamati nona nya saja


tapi tiba tiba Valera mendekat lagi dan


CLETAK

__ADS_1


__ADS_2