Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
perdebatan


__ADS_3

dua hari setelah pernikahan Vyan putra sulung sang konglomerat kelas atas, kini keluarga besar itu sedang berada dalam satu lingkaran di sebuah hunian mewah.


kabar pernikahan Vyan menyebar dengan cepat dikalangan para pembisnis handal, bahkan berita-berita yang menayangkan hari bahagia itu banyak sekali tersiar, akan tetapi satu pertanyaan dibenak mereka kenapa pernikahan Vyan tidak semegah dan semewah Valera.


desas-desus mengabarkan jika menantu tuan Ramius, istri sang putra berasal dari kalangan biasa yang tidak sepadan, adapun yang mengatakan jika sang putra melakukan hal yang tidak senonoh, akibatkan nya mereka dinikahkan paksa.


atas kekuasaan Ramius selaku sang ayah yang tidak terima dengan berita-berita murahan itu, ia menyuruh anak buah nya untuk menekan setiap media yang menyiarkan berita tidak benar itu, bahkan salah satu perusahaan media terancam bangkrut.


" apa kau tidak terganggu dengan berita-berita itu ? " tanya Gil menatap kakak iparnya dengan intens.


" terganggu ? tidak sama sekali, mereka tidak mengetahui hal sebenarnya, itu sebabnya mereka membuat kabar yang tidak benar " saut tuan Ramius santai dan Gill hanya tersenyum tipis.


" bukankah berita itu pun ada benarnya ? jika menantu mu itu dari kalangan biasa ? " tanya Gill lagi hingga membuat semua orang menatap serempak pada Gil selaku suami dari Lauren Harson.


" apa yang sedang ingin kau sampaikan Gil ? " tajam tuan Ramius menatap asik iparnya


" tidak ada kakak ipar, aku hanya berkata semestinya, jika berita itu memang sedikit ada faktanya. " ucap Gil lagi dan tatapan tuan Ramius semakin menajam.


Vyan hanya menatap tajam paman nya, sedangkan Zizi yang berada di sampingnya hanya diam sembari menunduk, Valera yang duduk di kursi single tak jauh dari ibu dan ayahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


" Jaga bicara mu Gil, ucapan mu bisa menyakiti hati menantuku " ucap Nyonya sofhia dengan tegas dan Gil hanya diam saja.


" Kenapa kalian marah ? bukankah memang itu kenyataannya ? aku merasa aneh padamu kakak ipar kenapa kau mengijinkan putramu menikah dengan wanita biasa-biasa saja, tidak seperti Valera yang bersuamikan kalangan atas serta pengusaha muda yang patut diperhitungkan. " ucap polos Gil dan Valera terlihat menyipitkan matanya, itu " Aku pun mempunyai seorang putri, tentu saja aku ingin yang terbaik untuknya dan aku tidak bisa menerima menantu dari kalangan rendah " ucap tajam Gil dan nyonya Lauren menatap tajam suaminya saat ini.


" perhatikan ucapan mu Gil ? " tegas nyonya Lauren dan Gil hanya diam tak menatap wajah istrinya yang saat ini sedang diliputi amarah dan kekesalan.


" paman jangan melebihi batasan mu, ini hidupku dan aku yang akan menjalaninya perihal aku menikah dengan siapa itu bukan menjadi patokan utama " dingin Vyan sembari menyeruput teh hijau yang selalu dibuatkan oleh ibunya itu, sedangkan nyonya sofhia dan tuan Ramius memilih diam dan bungkam karena mereka yakin jika anak-anak nya dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi.


" Ya paman tau. Tapi apakah ini tidak merusak reputasi ? " Picing Gul menatap Vyan.


" Tidak ! apa yang harus dirugikan ? tidak ada sama sekali. " tegas Vyan lagi.


" sudahlah. Jangan berdebat nanti malam kita akan ada jamuan keluarga. " ucap nyonya sofhia tegas " nak " ucap nya lagi kepada Zizi dan Zizi menatap wajah ibu mertuanya itu. " mamah sudah menyiapkan gaun untuk kau gunakan nanti malam sayang. " ucap nyonya sofhia dan Zizi tersenyum lembut.


" terimakasih. Mah " ucap Zizi sopan dan nyonya sofhia tersenyum lembut.


valera memutuskan untuk naik ke lantai atas dimana kamar pribadinya masih tertata rapi di mansion utama, Remigio mengikuti langkah sang istri yang menuju kamar utamanya.


semua orang memandang kepergian Valera, tuan Ramius hanya menghela nafasnya secara perlahan-lahan lalu menatap adik perempuannya kini, Lauren yang mengerti arti tatapan sang kakak yang sedang marah hanya bisa menunduk saja.


Malam harinya suasana mansion utama keluarga harson begitu ramai akan hadirnya kerabat-kerabat yang datang dari pihak tuan Ramius dan nyonya Lauren.


meja makan utama kini sudah tersedia hidangan yang begitu menggoda lidah, nyonya sofhia dan nyonya Lauren duduk di kursinya begitupun dengan tuan Ramius dan tuan Gil yang duduk tenang di kursinya.

__ADS_1


Tak lama vyan datang dengan menggenggam tangan Zizi lembut, Zizi tampil cantik dengan dress mewah berwarna nude yang terkesan kalem dan elegan, rambut panjang Zizi ia geraikan begitu saja dan hanya memberikan aksesoris biasa di sisi kanan rambutnya.


semua orang menatap kearah pengantin baru itu, tak lama Valera turun dengan Remigio disampingnya mereka tak kalah menawan Valera menggunakan sebuah dress hitam panjang menjuntai kebawah dengan belahan pundak dan dada yang begitu seksi.


valera duduk dan memasang wajah datar dan dinginnya, terlihat Remigio tersenyum menatap beberapa orang disana.


" diamkan Gloria ? " tanya nyonya sofhia lembut


" Dalam perjalanan " saut Valera singkat dan semua orang hanya mengangguk saja.


Marcell harson masih mempunyai saudara kandung di Paris yaitu sang kakak Matteo Harson, kini usianya tak lagi muda memiliki dua anak dan dua orang cucu sama seperti sang adik.


kehidupan mereka jauh dari dunia hitam karena Matteo lebih memilih hidup dengan damai tanpa mau terlibat dengan dunia hitam seperti sang adik, padahal ayahnya dulu juga seorang mafia.


" maaf lama menunggu " ucap Gloria tiba-tiba dengan menggandeng lengan Dave begitu posesif, semua orang menatap kearah Gloria dan Dave, nafas tuan Gil begitu sangat menderu saat melihat kedatangan sang putri bersama dengan lelaki yang tak disukainya.


" duduklah " ucap tuan Ramius dan Gloria mengangguk patuh, akan tetapi Dave merasa tak nyaman ia seperti ragu untuk duduk dan ikut bergabung dengan keluarga sang kekasih.


" duduklah Dave " seru Valera lagi dan Dave hanya bisa menunduk sopan kepada Valera lalu ia duduk di samping Gloria, nyonya sofhia tersenyum saat melihat itu semua begitupun dengan tuan Ramius yang diam saja.


" apa-apaan kau ini Gloria ! " pekik Gil dengan suara lantang hingga membuat semua orang menatap Gil dengan tatapan heran.


" Apa maksud mu ayah ? memangnya apa yang aku lakukan ? '' saut Gloria bersikap tenang, walaupun ia mengerti arti kemarahan sang ayah, nyonya Lauren memegang lengan suaminya berusaha untuk mencegah akan tetapi emosi Gil benar-benar seperti anak remaja saja.


" Berani sekali kau membawanya kemari ! Dia bukan siapa-siapa di keluarga ini, ingat siapa dirimu Gloria jangan bermain-main " ancam Gil dan Gloria hanya tersenyum tipis.


" Jaga nada bicara mu Gil ! " tegas tuan Matteo tak suka karena ada orang yang berbicara lantang saat di meja makan apalagi saat jamuan keluarga berlangsung yang sudah menjadi tradisi kebangsawanan keluarga Harson.


Gil mencoba untuk menenangkan emosinya tapi lagi-lagi ia tak bisa karena melihat sang putri yang sedang tersenyum puas menatap ayahnya.


" Aku sudah memutuskan kau akan kembali ke Inggris, kau akan ku jodohkan dengan anak dari teman ku. " tegas Gil dari tempat duduk nya membuat mata Gloria membulat lebar tak percaya. Semua orang hanya bisa diam saat mendengar perkataan itu.


" tidak ! jangan memaksaku. " ucap tegas Gloria menatap tajam ayahnya dengan penuh rasa kebencian. Nyonya Lauren merasa sangat sedih akan hal ini.


" Tidak ada kata tidak, kau harus tetap kembali ke Inggris dan jangan temui lagi lelaki rendahan sepertinya " ucap marah tuan Gil.


BRAKKKKKK


suara itu seakan mengalihkan pandangan semua orang lagi-lagi mereka seperti terkena serangan jantung, sang pelaku yang tak lain Valera hanya menatap tajam kearah pamannya.


" rendahan seperti apa yang kau maksud itu paman ! " tanya Valera dengan nada sinis " Dave adalah orang ku. Lelaki yang mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, dan lelaki yang selalu menepati semua ucapan nya, jangan sekali-kali kau menghina nya apalagi di hadapan ku. Berani menghina nya itu sama saja paman menghina ku " tajam Valera dengan sorot mata yang sangat tajam diiringi dengan nafas menderu nya, tuan Gil merasa nyalinya menciut akan tatapan Valera yang seperti itu.


" jangan ikut campur, ini semua demi kebahagian putriku '' ucap kekeh tuan Gil.

__ADS_1


" jangan berlaga paman bisa mengatur kehidupan Gloria sepenuhnya, ia memiliki hak untuk menentukan hidup dan kebahagiannya, siapa bilang jika aku tak bisa ikut campur tentu saja aku akan ikut campur karena Gloria adik sepupuku dan Dave adalah orang kepercayaan ku. Jangan berani untuk menantang ku paman " ancam Valera marah menatap Gil sangat tajam semua orang yang berada di meja makan seakan bungkam akan perkataan dari Valera yang begitu sangat menusuk.


Gloria tersenyum kearah Valera, dan Dave ia merasa terharu karena nonanya berani memperjuangan cinta dan kebahagiaan dirinya bersama dengan Gloria, semua orang mendadak tegang seketika kala Valera Sudah berkata dengan nada marah.


" sudah hentikan, ini meja makan tidak sebaiknya kita berdebat di sini '' ucap tuan Matteo lagi dan semua orang kini melanjutkan acara hidangan keluarga nya.


valera tampak masih berwajah kesal karena perkataan dari paman nya itu, Remigio hanya menenangkan sang istri dengan mengelus punggungnya pelan.


Dave tampak canggung untuk menikmati hidangan yang tertata rapi di meja makan mewah itu, alhasil Gloria melayani Dave layaknya seorang istri, Gloria tersenyum lembut begitupun dengan Gloria.


" makanlah, jangan sungkan Dave " saut tuan Ramius dan Dave mengangguk sopan, semuanya makan tampak tenang dan hening hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar seirama.


tuan Gil tampak makan sembari matanya tak luput menatap Dave dan Gloria, sorot matanya memancarkan amarah yang tersirat. Nyonya Lauren hanya bisa diam tanpa mau memperdulikan suaminya yang selalu berbuat onar.


tidak ada yang bersuara di acara itu semuanya menikmati hidangan dengan suka cita, hanya beberapa perdebatan kecil yang terjadi disana baik Valera maupun Vyan hanya memasang wajah datar dan dingin nya.


*****


" babe, sedang apa kau disana ? " tanya Ed yang melihat Elena sedang melamun seorang diri di balkon apartemennya.


" hanya sedang menikmati angin malam saja " ucap Elena singkat tanpa menatap ke arah Ed.


" masuklah diluar dingin, nanti kau sakit " ucap lembut Ed memeluk tubuh sintal Elena dari arah belakang. Elena sangat menikmati pelukan hangat dari kekasihnya sembari mencium aroma parfum mewah milik Ed. " kita akan pindah dari apartemen mu babe " ucap Ed berbisik di telinga Elena.


" kapan ? " ucap Elena dengan mengeryitkan dahinya pelan.


" secepatnya babe " ucap Ed dan Elena diam saja " biarkan mereka terus mengintai sampai mereka lelah " seru Ed yang ikut arah pandang kekasihnya itu.


" Ed jika Mrs OTO dan istrinya tertangkap, lalu siapa yang menyuruh mereka untuk terus mengintai apartemen milik ku " tanya Elena penasaran.


" entahlah babe, aku harap anak Mrs oto belum mengetahui fakta jika orangtuanya di tawan oleh king. " seru Ed dan Elena semakin penasaran akan anak dari Mrs OTO itu.


" hmm begitukah ? baiklah, secepatnya kita akan pindah " ucap Elena lalu berbalik dan kini menatap wajah tampan kekasihnya yang sedang tersenyum lembut.


tangan kekar Ed meremas gemas pinggul Elena hingga membuat Elena sedikit gelisah akan perlakuan Ed, bibir indah milik Ed kini sudah menyapu manisnya bibir Elena.


kedua lengan Elena ia lingkarkan di leher Ed hingga mereka terbuai dengan ciuman penuh kelembutan itu, nafas Elena tersengal kala Ed menyudahi aksi panasnya.


" aku tak akan berbuat hal yang lebih jauh lagi sebelum kita menikah, biarkan aku menyentuh mu lebih dalam lagi ketika malam pertama pernikahan kita nanti " ucap Ed berwajah serius dan Elena tersenyum.


" aku pegang kata-kata mu tuan '' seru Elena mengedipkan matanya sebelah, lalu mereka berlalu dan masuk kedalam karena udara semakin dingin di luar.


Elena memilih untuk tidur lebih awal karena keesokan harinya ia akan pergi menemui Syina karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikan.

__ADS_1


tak lama Ed menyusul elena yang sedang memejamkan matanya, tak lama Ed memeluk tubuh Elena dari arah belakang sembari mengecup lembut pucuk kepala Elena.


'' good night babe. " ucap Ed lembut.


__ADS_2