
Argentina.
Bie, White, Yellow dan Red telah sampai disebuah kota yang cukup terpencil dan jauh dari hiruk pikuk penduduk, perjalan mereka memakan waktu tiga jam dari ibukota. Rasa lelah dan lemas mereka rasakan saat ini.
mobil SUV dengan keamanan tingkat tinggi itu telah menemani mereka selama tiga jam perjalanan, untung saja semuanya baik-baik saja dan tidak ada kendala selama dalam perjalanan.
KLEKKK
Tiba-tiba mobil mereka terhenti karena sebuah pagar yang entah datang darimana telah berada di hadapan mereka, Bie dan lainnya terkejut bukan main.
" Apa ini ? seperti magic saja " celetuk Yellow saat melihat itu secara tiba-tiba dihadapan matanya, jalanan yang tadinya baik-baik saja kini berubah menjadi lain. Tak lama muncul empat pria bersenjata lengkap menghadang tepat didepan mobil yang Bie dan lainnya tumpangi.
" Ahh siapa mereka ? " ucap Red
" entahlah. Kemungkinan anak buah tuan Yu yang menjaga rumah itu " ucap Bie asal karena ia pun tak tau pasti.
DOK !! DOK !! DOK !!
pintu kaca mobil digedor dengan kasar, untung saja kaca mobil ini tak dapat terlihat dari arah luar, lelaki itu memasang wajah datar dan garang Bie seketika menelan ludahnya kasar, sedangkan tiga anggota black road menatapnya dengan heran saja.
Red menurunkan kaca mobil itu dengan hati-hati, mata mereka saling berpandangan satu sama lain, lelaki yang di luar sana menatap dan menelisik kearah mobil seperti sedang mengintai dan mencari sesuatu.
" Siapa kalian ? " garang lelaki itu seraya menodongkan senjata apinya pada arah kepala Red.
" Heii.. apa-apaan ini ? " pekik Bie saat mereka ditodong senjata dari arah luar, nafas Bie menderu seketika dengan sorot mata yang tajam. " Apa kalian anak buahnya tuan Yu ? " ucap Bie tanpa basa-basi dan keempat lelaki itu saling pandang satu sama lain, lalu menatap Bie secara seksama, tiga anggota black road masih diam enggan bersuara karena mereka merasa ini akan baik-baik saja. " kenapa kalian diam ! cepat jawab pertanyaan ku ! apa kalian anak buahnya tuan Yu ? " ucap Bie lagi berubah menjadi garang seketika.
" siapa kalian ? " tegas lelaki itu sekali lagi menatap Bie dan lainnya seakan mangsa yang menggiurkan. Bie menatap jengah keadaan.
" Bie, salah atau orang kepercayaan tuan Yu. Kedatangan kami disini tentu saja ada alasan " ucap Bie lagi.
CEKLEK
" wow wow wait! apa-apaan Kalian ini. " pekik Bie lagi marah karena merasa dipermainkan.
" jangan membual, sudah beberapa hari ini banyak sekali yang mengaku anak buah tuan Yu bahkan orang kepercayaan nya seperti yang anda katakan nona jadi-jadian " ucap lelaki berkumis tebal hingga mata Bie terbelalak lebar sedangkan anggota black road hanya mengulum senyuman nya, sungguh ini menggelikan apa katanya tadi. Wanita jadi-jadian ? ohh Bie seketika marah dengan wajah merah padam.
'' Kau !!! " geram Bie dengan mengeraskan rahangnya, sungguh ini bukan waktunya untuk bercanda apalagi dengan keadaan seperti ini.
" cepat pergi atau kalian tak akan pernah selamat dari tempat ini! " ancam salah satu dari mereka dan seketika Red turun karena ia merasa terlalu banyak mereka berbicara dan membuang-buang waktu nya saja.
semua orang menatap kearah Red yang berdiri dengan angkuh dihadapan keempat lelaki bersenjata lengkap itu, Bie melihat ekspresi mereka sama-sama datar dan dingin.
" Nama ku Red salah atau anggota dan jajaran King, kami semua utusan Lady kepemimpinan dari king. Kedatangan kami kemari karena ada maksud tertentu yang harus diselesaikan, jadi sekarang biarkan kami masuk dan berbincang ringan dengan kalian semua " tegas Red hingga mata keempat lelaki itu terbelalak lebar seperti sedang terkejut dengan perkataan Red barusan.
" King ? " ucap lelaki itu dengan tercekat dan pandangan mata yang menatap kearah bawah. " cepat sebaiknya kalian semua segera masuk " ucap nya lagi dengan tergesa-gesa membuat Red dan lainnya bingung sekaligus heran.
akhirnya mereka diijinkan untuk masuk, bahkan mobil SUV yang dibawanya disembunyikan di garasi bawah tanah, membuat Red dan lainnya terkagum-kagum seketika.
ruang itu memang tak terlalu besar layaknya mansion lainnya, tapi rumah itu menyimpan banyak rahasia termasuk tempat-tempat aneh yang tak akan diketahui oleh musuh ataupun pihak manapun.
kini Bie dan lainnya dijamu dengan beberapa botol wine yang tersedia di meja kayu yang terawat itu, semua perabotan yang ada sangat sederhana tapi terlihat nyaman untuk ditinggali dan digunakan.
__ADS_1
anggota black road segera menyesap rasa wine yang disuguhkan oleh lelaki asing yang entah siapa namanya mereka pun tak tau, Bie hanya melirik sekilas saja.
" Tadi kalian menyebut nama king, apakah benar ? " ucap lelaki bertubuh tegap dengan perut sedikit membuncit dan Red mengangguk tegas dan masih menggenggam segelas wine ditangannya itu. " King ? Jadi siapa kalian ini " ucap lelaki itu bertanya lagi.
" Anggota black road " saut Yellow tegas dan lelaki itu seketika terbelalak dengan mata yang melebar besar " Dan dia ! " tunjuk Yellow kearah Bie " dia salah satu orang kepercayaan tuan Yu yang telah tewas dibunuh beberapa hari yang lalu " celetuk Yellow hingga lagi-lagi membuat lelaki asing dihadapannya terkejut bukan main, bukan hanya ia tapi tiga lelaki kawan nya itu ikut syok seketika.
" Te...tewas " lirih lelaki bertubuh gempal " kapan ? " lirihnya lagi menatap Bie.
" beberapa hari yang lalu. Kedatangan kami kemari adalah untuk mengamankan aset-aset berharga milik paman Yu yang ia titipkan disini, apa itu benar ? " Picing Bie dan seketika para lelaki itu gugup bukan main. " katakan apakah tuan Yu ada datang kemari akhir-akhir ini. " tanya Bie lagi dan mengangguk tanpa ragu. " benarkah ? " ucap Bie lagi.
" Ya, tuan Yu memang mengamankan aset-aset berharga nya, tapi.. " ucap nya lagi dengan gugup " itu semua hanya salinan nya saja, yang asli ada di suatu tempat yang jauh dari sini " ucap lelaki itu hingga ketiga anggota black road menghela nafasnya perlahan.
" Dimana " ucap Bie lagi
" Weston ! " ucap lelaki berperawakan lebih kecil dari ketiga temannya.
" tempat apa lagi itu " gerutu white akhirnya bersuara. " Mana salinan nya tidak masalah, setidaknya kita pulang tidak dengan tangan kosong dan kekecewaan " ucap white lagi.
" Tunggu aku akan mengambilnya sebentar " ucap lelaki bertubuh gempal beranjak dan berjalan menjauh dari ruangan itu untuk menuju suatu tempat. Red dan lainnya menghela nafasnya secara perlahan, Tak butuh waktu lama lelaki itu sudah datang dan membawa sebuah map berwarna merah dan diserahkan begitu saja kepada Bie.
" itu adalah salinannya, bukan yang asli. " ucap lelaki itu dan Bie mengangguk mantap.
TET....TET....TET....
Semua orang menjadi saling pandang satu sama lain, keempat lelaki asing itu beranjak dari kursinya masing-masing dengan menyiagakan senjatanya. Ketiga anggota black road tau jika ini sebuah alarm peringatan, tapi apa yang terjadi ?
" RUN.. " pekik salah atau dari mereka menatap Bie dan lainnya, sontak semua orang beranjak dan mulai panik bukan main.
DODODODOR !!!
" sial !! mereka sudah berada di sini. Kalian cepat lagi dan bersembunyi. Masuk ke ruangan bernomor 12 dibalik cermin terdapat jalan rahasia. Cepat Sudah tak ada waktu lagi " ucap lelaki bertubuh lebih kecil seraya memasukkan beberapa alat-alat miliknya ke sebuah tas ransel.
DODODODOR !!!
DODODORDODODOR !!
" sial.. Mereka semakin memberondongnya. Untung saja rumah ini dilapisi anti peluru " gerutu lelaki itu hingga mata White dan lainnya terbelalak kaget, anti peluru ? apakah benar.
kini mereka berkumpul disuatu tempat, tapi Bie merasa gugup bukan main, seharusnya mereka keluar menggunakan mobil SUV itu agar lebih cepat lagi.
" siapa mereka ? dan bagaimana dengan mobilnya ? " ucap Bie panik.
" oh sial, aku lupa jika kalian datang menggunakan mobil. Baiklah sekarang kita masuk sebelum mereka menemukan keberadaan kita. Jaga berkas itu baik-baik dan tetap waspada " ucap lelaki berbadan gempal dengan sorot mata yang tajam berwajah bengis sontak Bie yang memegang map itu mengangguk gugup.
BRAKKKKKK
suara pintu dibuka paksa dan terkesan pendobrakan, mereka yang berada di sebuah ruangan bertulisan dua belas dibuat panik dan kalang kabut, Red segera menggeser sebuah cermin besar dan lebar dengan cepat dan seketika pintu lengkap dengan sidik jari muncul dihadapannya.
" sidik jari " pekik Red tertahan dan tanpa menunggu lama lelaki bertubuh buncit langsung menekan sesuatu dengan jempol tangannya. Terdengar suara bantingan barang-barang diluar sana dengan cepat mereka masuk dan menekan tombol sesuatu untuk menggeser kan kaca itu secara otomatis tepat pada saat itu pintu lagi-lagi di dobrak paksa dan untung saja mereka telah memasuki ruangan rahasia yang tak akan diketahui oleh musuh
Bie menyalakan senter hp nya karena keadaan sangat gelap tak bisa melihat apapun, semua orang berjalan dengan sangat hati-hati. Ruangan itu masih terbuat dari tanah dan bebatuan yang berusia ratusan tahun lamanya, tempat ini persis seperti gua.
__ADS_1
lorong yang panjang dan hawa dingin seketika mereka rasakan entah mengapa Bie menjadi gugup dan takut seketika
" Mereka tak akan menemukan tempat ini. " ucap salah satu dari mereka. " Kita pergi menggunakan mobil kalian tadi saja bagaimana, dengan istilah kami menumpang " ucap nya dengan malu-malu.
" tapi bukankah mobil kami digarasi bawah tanah, lalu bagaimana bisa kita kesana ? " bingung white.
" Tenang saja tempat ini saling terhubung " saut nya santai.
akhirnya mereka telah sampai di garasi bawah tanah bangunan milik paman Yu, mereka segera memasuki mobil itu, tapi seketika suara tembakan masih terdengar dari kejauhan itu artinya mereka masih berada di sekitar sini.
mereka mengurungkan niatnya untuk menghidupkan mesin mobil karena dikhawatirkan akan mengundang pihak lain untuk mengejar mereka.
" mobil ini lengkap dengan persenjataan, anti peluru, bahkan roda ban nya pun aman terkendali, " celetuk Yellow merasa sesak saat mereka berlama-lama diruang garasi bawah tanah,
" benarkah ? " saut salah satu lelaki asing itu.
" sebaiknya kita segera pergi dari sini, Entah siapa mereka, bisa datang bersamaan dengan kedatangan kita " ucap white tegas dan semua orang mengangguk setuju dengan perkataan white yang harus segera keluar dengan segala resiko yang mereka alami.
DUARRRR
DUARRRR
" Sial apa-apaan ini ! apa mereka berniat untuk menghancurkan tempat ini juga " pekik Red yang mulai marah saat ini, ia mulai menghidupkan mesin mobilnya dan melaju kesebuah terowongan pendek yang tak terlalu panjang. Salah satu dari lelaki asing itu menekan tombol diantara dinding seni ukir.
" Oke.. kita harus bersiap. " ucapnya dengan menghela nafas kecil dan seketika.
KLEK
sinar matahari mulai terlihat dan dengan cepat red menancapkan gas nya dalam-dalam lalu Bie dan lainnya betugas untuk menghalau pengganggu yang mengalami laju kendaraan roda empat itu.
DODODODOR !!
" Mereka disana !! " pekik suara itu dengan lantang, Red melajukan mobilnya tanpa ragu-ragu dengan kecepatan tinggi, Bie rasa adrenalin nya seketika mencuat saat ini, ia bergegas dan berpindah ke posisi belakang pada mobil lawan yang mulai mengejarnya.
" Akan ku beri hadiah untuk kalian semua ! " seringai Bie lagi.
DODODODOR !!
DUARRRR
Mata Bie terbelalak karena ada pihak lain yang datang tiba-tiba mengambil bagian nya, Bie sesaat termenung dan mobil makin melaju dengan jauh.
" siapa mereka ? " gumam Bie dengan mata terbelalak lebar.
" kemungkinan anak buah tuan Remigio " ucap red yang masih fokus dengan kendali setir nya.
" ohh syukurlah. Setidaknya kita dibantu dalam keadaan seperti ini " ucap lega Bie dengan mengelus dadanya perlahan.
" ckckck ini tak seberapa " gumam yellow merasa aksi kali ini kurang memukau dan terbilang biasa-biasa saja tanpa ada acu adrenalin yang tinggi.
Bie menatap wajah datar yellow yang tak bersahabat, Bie akhirnya diam dan menatap map yang tersimpan aman dibalik baju kemeja hitam miliknya.
__ADS_1
mobil mereka mulai menjauh dari kawasan itu, Red yang mengemudikan mobilnya terus melaju tanpa berhenti dan tanpa tujuan, sudah satu jam mereka berkendara dan memakai jalur lain dari sebelumnya sesuai dengan instruksi salah satu lelaki asing itu.
akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan untuk beristirahat sejenak sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke suatu tempat lainnya.