Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
one


__ADS_3

DODODODOR !!


valera menembakkan pelurunya kepada beberapa anak buahnya semua orang yang berada di sana tertegun dan menjadi gugup, sorot mata Valera yang tajam membuat aura disekitarnya terasa sesak


" aku tidak suka dengan orang yang berkhianat ! dan kalian telah melakukan kesalahan yang aku benci " ujar Valera santai dengan nada yang penuh penekanan jauh dalam hatinya saat ini sedang menahan gejolak api amarah yang siap tumpah


" m..maafkan kami lady, kami terpaksa " ucap salah satu dari mereka akan tetapi Valera menganggapnya seperti angin lalu saja


" terpaksa ! apa yang membuat kalian melakukannya " kali ini Zizi yang marah dan para anak buah Valera yang berkhianat menjadi semakin gugup seketika


" mereka mengancam kami, bahkan kami tidak tau jika mereka berhasil memasuki area ini " jelasnya dengan gemetaran " bahkan mereka mengancam akan meledakkan kami semua sama seperti lady yang meledakkan para anak buah mereka " jelasnya lagi dan Valera mengerutkan dahinya seketika


para pasukan Valera memilih untuk membereskan kekacauan karena para mayat-mayat yang bergelimpangan akan di bakar tanpa sisa, sedangkan Zizi semakin bingung dengan Frazzes willyam sehebat apa dirinya itu !


" jadi mereka berani memasuki area milikku ketika aku tidak ada, dan kalian mengatakan jika keadaan disini baik-baik saja begitu ? " geram Valera marah dan mereka semakin menundukkan kepalanya karena merasa bersalah


" maaf " ujar mereka serempak dan Valera tersenyum manis kepada mereka tapi sungguh senyuman itu mempunyai maksud arti lain


" kematian apa yang ingin kalian rasakan, ayo bicaralah aku akan mengabulkannya " smirk Valera


" ti...tidak jangan lady.. kami mohon.. kami salah ampuni kami " ucap dari mereka ketakutan karena ucapan sang lady tak pernah main-main


" maaf ? tapi aku tak sudi memaafkan kalian semua yang berani berkhianat, tidak ada kesempatan untuk kalian sekali berkhianat akan tetap berkhianat " tajam Valera yang menodongkan senjata miliknya dan semua orang menjadi ketakutan dan gemetaran bahkan mereka rasanya sudah lupa untuk bernafas


DODODORDODODOR !!


done, mereka semua terkapar tak bernyawa Valera menatap jijik ke arah tubuh-tubuh para anak buahnya, dan Zizi hanya diam menatap sang lady


" Zizi kau suruh pasukan mu untuk melucuti pakaian mereka, berisihkan semuanya dan geledah apapun yang ada di pakaiannya " tegas Valera dan Zizi mengangguk patuh lalu Valera melenggang pergi menuju mansion untuk membersihkan dirinya dan menenangkan fikirannya sejenak sungguh ia merasa tubuhnya lelah sekali


Frazzes willyam seakan menguji kesabaran nya kali ini musuh yang menjadi lawannya selangkah lebih maju tapi itu tak membuat Valera takut dan berfikir jika dia akan kalah justru Valera semakin tertantang dengan sosok dan sepak terjangnya seorang Frazzes willyam


" tunggu saja kematian mu Frazzes aku tau ini semua ulah mu ! jangan berfikir jika aku bodoh dan mudah kau kelabui seperti para anak buah ku yang berkhianat " geram Valera tertahan sorot matanya semakin menunjukkan rasa kebencian yang semakin mendalam tak ingin berlama-lama berendam di selama kamar mandi Valera segera mengakhiri kegiatannya itu


*****


malam harinya Valera melakukan panggilan video Dengan Remigio setelah beberapa Minggu tak bertemu akhirnya malam ini Valera memutuskan menghubungi Remigio


seutas senyuman terkembang di wajah tegas lelaki gagah itu, Valera membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis


" sweatheart, aku merindukan mu ! " ucap Remigio dengan nada memelasya


" aku lebih merindukan mu " ucap Valera dengan senyum menggodanya


" aku ingin memeluk mu dan membawa mu tidur bersama ku tak akan kubiarkan kau pergi jauh lagi sweatheart, " ucap remigio sedikit kesal membuat Valera terkekeh lalu Valera mencium Remigio dari jarah jauh dengan gerakan yang sensual membuat Remigio menelan ludahnya kasar


" bersabarlah Remi, akupun rasanya ingin memeluk mu dan tak ingin lagi melepaskannya " saut Valera dengan nada lembut penuh menggoda


" aku ingin kesana ! tidak ada penolakan " tegas Remigio dan Valera membelalakan matanya seketika


" kesana, kemana ? " bingung Valera


" katakan padaku dimana kau sekarang sweatheart, aku akan datang kepadamu " ucapnya lagi


" Remi, " ucap Valera memelas

__ADS_1


" tidak ! katakan padaku sweatheart, " ucap Remigio dengan memelas


" Rusia ! aku berada di Rusia " ucap Valera tersenyum penuh arti


" baiklah tunggu aku disana, besok aku akan pergi ke Rusia dan memeluk mu sepuas yang aku mau " ucap Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk kecil


setelah melakukan panggilan Vidio dengan di akhiri kata-kata mesra dan penuh menggoda dari, kini Valera lebih memilih memejamkan matanya sesaat menikmati waktu yang tersisa sedemkian rupa


keesokan harinya Valera melakukan rapat bersama dengan Zizi dan seluruh pasukan yang berada di mansion milik mendiang Marcell Harson


para anak buah yang bertugas berjaga sebelumya sudah tewas ditangan sang penguasa, kini Valera tidak membutuhkan para pengawal yang mempunyai nyali nol


" kalian tau jika misi kita kali ini sedikit berbahaya, Frazzes willyam bahkan aku sendiri belum pernah bertemu dengan orangnya akan tetapi ia sangat menantikan kedatangan ku sungguh membuatku terkesan " serius Valera dan semuanya menyimak dengan seksama


" nona hmm.. menurutku kita harus membuat rencana baru mengingat mereka selalu mengawasi mu nona " saran Zizi dan Valera diam saja


" awalnya aku ingin sekali menyusun rencana yang berbeda akan tetapi jika kita bermain sembunyi tangan akan memakan waktu yang lumayan banyak, aku tak suka itu " ucap Valera lagi kini ia menatap layar tablet miliknya


" apapun yang kau rencanakan nona kami akan mendukung mu dan siap membantu mu melumpuhkan para musuh " ucap Deon ikut bersuara dan Valera hanya tersenyum tipis


" terimakasih " ucap singkat Valera dan semuanya mengangguk kecil mata Valera terus menuju dan fokus pada layar laptopnya sesaat ia memicingkan matanya kala melihat titik merah tak jauh dari area Valera berada


" kita kedatangan tamu " gumam lirih Valera


Zizi dan lainnya bingung seketika, tak lama Emil segera berlari dan menuju lantai teratas mansion untuk meneropong keadaan sekitar dan Valera membiarkan Emil mengerjakan tugasnya


" bertarung lagi ? hmm ini sangat menyenangkan " celetuk Zizi dan Valera terkekeh


" berhati-hati lah mereka cukup sulit " pesan Valera dan semuanya mengangguk patuh


*****


kini ia menyuruh semua nya ikut berkerja dan mematikan aliran listrik, satu ruangan rahasia telah tersedia dengan beberapa komputer dan alat pengendali lainnya Valera Sudah mempersiapkan segalanya dengan matang


sudah hampir dua jam Valera menunggu tikus memasuki jebakan akan tetapi belum ada pergerakan sama sekali kini semua sudah standby di tempatnya masing-masing


" nona, ada sesuatu lihatlah " seru Zizi menunjukkan layar tablet milik nya kepada Valera " sebuah pergerakan tertangkap, itu artinya mereka mulai mendekat " ucap Zizi


" pantau semuanya, setelah mereka mendekat pastikan wajah-wajahnya tersimpan baik " tegas Valera dan Zizi mengangguk patuh walaupun keadaan gelap akan tetapi beberapa cctv mempunyai kecanggihan yang lebih tinggi


" mereka mengepung " ucap Zizi lagi dan Valera mengangguk paham


" Emil, mereka mulai memasuki mansion, tembak mereka tanpa ampun " ucap Valera melalui MH milik nya yang sudah terhubung


" mengerti nona " ucap Emil paham


Emil menunggu waktu yang tepat ia bahkan bisa melihat beberapa orang bersenjata mulai memasuki mansion, pasukan khusus sudah siap ditempat


" ready " ucap Emil lirih


DODODORDODODOR !!


DODODODOR


tekankan mengejutkan itu sungguh membuat pihak asing terkejut, bahkan sebagian dari mereka tewas dan beberapa dari mereka tak bisa menembak balas karena keadaan dan cahaya yang terlihat suram

__ADS_1


DODODODOR !!


kini bagian pasukan Phoenix yang beraksi mereka memberikan tembakan tak beraturan untuk memecah fokus pihak asing, terbukti kini mereka dibuat panik dan Valera yang menontonnya hanya tertawa bahagia dan Zizi hanya tersenyum tipis melihat semuanya


pihak asing melakukan tembakan perlawanan mereka membidik apa saja yang mereka curigai tempat persembunyian kubu Valera


" terus bidik " ucap seorang lelaki bermata biru yang sempat berduel dengan Valera


valera kini yakin jika mereka saling berkaitan, tak begitu sulit untuk menebaknya hanya saja Valera membutuhkan sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melumpuhkan Frazzes willyam


didalam ruangan Zizi dan Valera terlihat fokus dengan pertunjukan mengesankan itu, bahkan Zizi mengambil satu mahluk popcorn untuk ia nikmati bersama dengan sang nona


" ohh thanks " seru Valera sambil mencomot popcorn dari mangkuk yang Zizi sodorkan


" aku seperti melihat pertunjukkan layar lebar " kekeh Zizi dan Valera hanya tersenyum menanggapinya


" Emil awasi pergerakan pria bermata biru itu, aku inginkan dia menjadi tawanan ku " ucap Valera melalui MH miliknya dan Emil yang mendengar itu hanya mengiyakan permintaan sang nona


DODODODOR !!


anak buah Frazzes willyam benar-benar banyak akan tetapi mereka hanya menjadi sampah yang tak berguna, pasukan khusus dengan mudah melumpuhkan pihak asing hanya dengan sebuah senjata berjenis revolver


Deon bersama dengan kawanan nya berlari ke sisi kiri bangunan untuk melihat apakah ada pasukan bantuan dari pihak asing, sedang kan sebagian dari pasukan bayangan sedang melumpuhkan para musuh-musuhnya


kini mansion itu terlihat begitu mengerikan dengan mayat-mayat yang tergelatak tak bernyawa serta darah yang mengalir dari tubuh mereka yang mulai mengeluarkan bau amis itu akan tetapi pihak Valera tak begitu perduli


" bajingan ! " pekik pria bermata biru kala melihat para anak buahnya banyak yang gugur dan tewas dengan mengerikan, ia menggertakkan giginya kuat sorot matanya seakan siap untuk menghunus para lawannya


" hai senang bertemu dengan mu " ucap Emil dengan wajah tengilnya membuat pria bermata biru itu menatap tajam kearah Emil


" cihh hanya lelaki sampah " ucap nya asal membuat Emil tertawa terbahak-bahak apakah lelaki itu sedang membuat lelucon ? sampah ? seakan itu kata yang menggelikan untuk Emil


" untuk apa kau kemari dengan membawa rombongan tak berguna mu, " tajam Emil dan lelaki itu hanya memicingkan matanya " aku lihat tangan mu sudah lebih baik yah hmm atau kau mau merasakan juga bagaimana aku mematahkan tangan mu itu " ucap Emil dengan nada mengejek


" hahaha ! kau tidak berani melakukan itu " tantang nya lagi dan Emil hanya tersenyum mengejek saat Emil sedang memandang lekat-lekat wajah pria bermata biru itu seketika suara Valera terdengar di telinga Emil yang sudah terpasang oleh MH


" Emil jangan memperlambat waktu aku melihat ada pergerakan lagi di luar itu artinya pihak bantuan mereka telah datang, lumpuhkan dia dan bawa ke tempat rahasia setelah itu tarik semua pasukan dan kalian berjalan lah lewat pintu darurat yang aku persiapkan " ucap Valera lagi dan Emil mengangguk mengerti


JLEBBB


Emil menembakkan peluru bius kepada pria bermata biru, dengan segera lelaki itu linglung dan ambruk


lalu dengan cepat Emil menyeret tubuh nya dengan kasar dan menarik semua pasukan yang bertugas untuk mengosongkan mansion dan berlari menuju pintu darurat sesuai dengan arahan sang nona


tak lama dari itu suara tembakan terdengar sangat riuh bahkan pasukan bantuan datang lebih banyak Valera dan Zizi melihatnya dari layar monitor begitu santai dan menikmati popcorn yang hampir setengahnya habis itu


DUARRRR


BLUMMM


mereka benar-benar menghancurkan mansion milik mendiang Marcell Harson itulah yang Valera inginkan setelah itu mereka akan siap-siap menerima amukan sang lady yang sesungguhnya


" huhh aku harus menggelontorkan uang yang banyak untuk merenovasi ulang mansion ini, " kesal Valera dan Zizi terkekeh seketika


" aku rasa ini bagian dari rencana mu nona " ujar Zizi tersenyum menggelikan dan Valera diam saja

__ADS_1


hingga mereka melihat bagaimana pihak asing mengobrak-ngambrik mansion yang Valera diami dan mengacak-acak isinya bahkan mereka terlihat mencari sesuatu disana, untung saja kini semua pasukan telah bergabung bersama dengan Valera dan Zizi serta membawa satu tahanan bersama dengan Emil


hingga mata Valera terbelalak kala salah satu dari mereka menghancurkan photo mendiang Marcell Harson yang terpajang indah menghiasi dinding, seketika amarah Valera mencapai puncaknya Zizi melihat perubahan dari nonanya seketika panik tanpa basa-basi Valera beranjak dari kursinya dan mengambil beberapa senjata kesayangannya lalu ia berlalu pergi meninggalkan semuanya tanpa sepatah katapun


__ADS_2