
setelah Valera melakukan panggilan kembali kepada Remigio,pria itu tampak sangat kesal kepada Valera,dan Valera pun hanya terkekeh mendengar ocehan seorang Remigio Adomso
beda dengan Diego setelah kegagalan rencananya untuk memancing Valera untuk membalas dendam kesumat nya, ia lebih bisa mengontrol emosinya karena seorang Lavanya yang mampu meredakan amarahnya serta sifat tempramental nya walaupun masih ada sisi kasar nya , Diego pun melakukan rencana lain lagi yang menurutnya lebih matang,walaupun ia tahu Valera tidak mudah di kalahkan
Dua bulan berlalu Valera menjalani hari harinya dengan baik,rencana ia untuk pulang ke Prancis sudah ia rencanakan sedari lama
butik dan dan caffe nya ia serahkan kepada karyawan sekaligus orang kepercayaan nya
hubungan nya dengan Remigio semakin saja dekat bisa dikatakan teman tapi mesra
Maya sahabat baiknya selama ia tinggal di Indonesia pun sudah mengetahui akan kepulangan Valera ke negara adalah ayahnya itu,Hanya keluarga nya yang belum mengetahui rencana kepulangan Valera dalam waktu dekat ini
tuttt tuttt tuttt
" Hallo ada apa Maya " tanya Valera
" aku ingin makan siang bersama mu "
"apa kau sudah pulang bekerja ?" tanya Valera
" aku meminta ijin kerja setengah hari,hanya untukmu,apa kau tidak mau makan siang denganku "
" baiklah baiklah nona Maya mari kita makan siang bersama " seru Valera sambil diiringi tawaan kecil
mereka pun memutuskan makan siang di salah satu restoran yang sering mereka kunjungi,nyak kenapa tiba tiba Maya ingin makan siang bersama nya,apalagi meminta cuti kerja setengah hari.
kedua wanita itu sudah sampai di restoran A
kedua wanita itu mempunyai kharisma nya masing masing,mereka pun memesan menu menu yang ada di restoran tersebut
" huhh,kau tau aku harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas demi mendapat ijin " ucap Maya tiba tiba dan Valera pun langsung menoleh dan terkekeh
" lalu,kau sekarang menyalahkan ku,begitu " gerutu Valera
" ohh come on,aku hanya ingin makan siang bersama mu val,terlebih kau akan prancis,jika kau pergi kita tidak bisa makan siang bersama lagi,sedang kan makan siang,bertemu,hang out,mungkin kita tidak bisa lagi " ucap Maya sedih Valera pun hanya diam mendengarkan ucapan temanya itu
" aku berjanji akan datang lagi,atau kau pun bisa datang ke tempatku bersama ibu dan adikmu may " ucap Valera yang ia pun sedih akan berpisah dengan temannya ini
" baiklah,jangan lupakan aku " gerutu Maya
" hahahaha,bagaimana aku bisa melupakan sahabat ku yang cantik ini " ejek Maya dengan nada menggelikan sedemikian rupa
pesanan sudah tiba mereka pun segera menyantap hidangan yang ada di hadapan Maya dan Valera sangat berbinar binar dengan hidangan lezat tersebut,terlebih jika Valera sudah ada di Prancis ia akan sulit menemukan hidangan seperti ini...
****
tok tok tok
" masuk " suara langkah tegas seorang pria menghampiri vyan yang tengah sibuk dengan berkas berkasnya
" tuan 1 jam kedepan anda akan ada pertemuan dengan Tuan Adomson " ucap Leonel
" hmm " vyan hanya berdehem
vyan pergi bersama asisten nya Leonel mereka memasuki mobil mewah berwarna merah milik vyan sesampai ditempat yang ia tuju ternyata kliennya belum tiba ia pun mau tidak mau harus sabar menunggunya.
tak lama kliennya pun datang bersama dengan dua orang pria disampingnya
" maaf terlambat,tuan Harson " ucap remigio
__ADS_1
" tidak apa apa tuan Adomson " sambut vyan yang saling menjabat tangan itu
" ahh ya perkenalkan ini kedua asisten ku James dan Leo ucap remigio sembari memperkenalkan kan kedua asisten pribadinya mereka pun saling berjabat tangan
vyan menahan tawa karena salah satu asisten sang klien ada kesamaan nama dengan asistennya
" perkenalkan juga,ini asisten ku Leonel " ucap vyan hangat
" ternyata kedua asisten kita mempunyai kesamaan nama tuan Harson " ucap remigio terkekeh yang langsung disambut tawa kecil vyan.
mereka pun membahas kerja sama kedua perusahaan besar itu . Mereka sudah menyiapkan proposal yang sangat baik untuk menarik lawan bisnis agar terjalin kerjasama nya serta menghasilkan keuntungan di antara kedua belah pihak.dan kerjasama itu terjalin dengan sukses dan mulus serta diakhiri dengan jabatan tangan kedua belah pihak
ternyata calon kakak ipar ku tidak seburuk yang ku bayangka . batin Remigio
****
di dalam mobil James yang tengah mengemudi sesekali melirik ke arah bosnya itu yang tengah senyum senyum sendiri sambil matanya menatap ke luar jendela tidak hanya James Leo pun melihat tingkah bos nya itu kedua asisten itu saling melirik satu sama lain seakan akan tengah melakukan interaksi melalui mata
" bos apa kau baik baik saja " ucap james
" sangat baik " ucap remigio yang masih tersenyum
" aku kira kau sedang tidak baik bos " timpal leo
" kau fikir aku sakit ? begitu ? " ucap remigio kesal
" tidak bos,hanya saja kau sedari tadi tersenyum terus menerus " ucap leo
" bagaimana menurut kalian calon kakak ipar ku " ucap remigio to the point
" kakak ipar ?" bingung james
"iya kakak ipar ku " gumam Remigio,James yang terlihat bingung itu mengerutkan dahinya tanda tak mengerti akhirnya leo menceritakan tentang wanita yang disukai oleh bosnya yang ternyata adik dari rekan bisnis sekarang dan James pun mengangguk nganggukan kepalanya
mobil mewah milik Remigio akhirnya sampai di depan gerbang utama yang menjulang tinggi itu halaman saja sudah luas apalagi rumahnya kedatangan tuannya di sambut oleh para maid dan para pengawal yang mengawasi mansion milik Remigio itu semua nya berbaris rapi dan menunduk hormat pada majikannya itu
" selamat datang tuan " ucap ketua pelayan sambil membungkuk hormat,Remigio pun hanya tersenyum tipis dengan gaya maskulin nya,lelaki itu langsung menaiki lift dirumahnya untuk mencapai kamar pribadinya
rumah Remigio di Prancis sangat lah megah dan mewah,dengan 10 maid di dalamnya serta 15 pengawal yang berjaga jaga dengan pekerjaan nya masing masing di mansion milik billiorner muda itu,kedua asisten nya pun ikut tinggal di rumah tersebut karena sang tuan rumahlah yang menyuruhnya ..
" sedang apa dia disana,aku merindukannya " gumam Remi sambil menatap ponselnya ia ingin menelfon tapi Rasanya takut mengganggu Valera,karena perbedaan waktu tentunya.
akhirnya ia mengurungkan niatnya itu dan turun kebawah untuk makan malam .
" selamat malam bos " ucap kedua asisten itu dengan serentak
" hemmm " deheman singkat Remigio berikan ,dan mereka pun segera makan malam bersama tidak ada pembicaraan selama kegiatan itu,mereka menikmatinya dengan penuh khidmat,setelah usai Remigio mengajak James dan Leo ke ruang kerjanya untuk berdiskusi
" apakah kalian sudah menyiapkan anak buah untuk berjaga jaga disekitar dermaga " tanya Remigio sambil duduk di kursi ke besarannya
" sudah bos,sesuai dengan perintah mu " seru James yang hanya diangguki oleh tuannya saja
" James bagaimana keadaan ibumu?apa sudah membaik ? " sambil menatap ke arah James
" sudah bos,kesehatan nya sudah mulai membaik " seru james,
ya karena James akhir akhir ini meminta cuti kepada bosnya untuk merawat dan mengurus ibunya yang sakit,karena ibunya telah membaik dan menyewa suster untuk merawatnya sekaligus menemaninya,karena ia sangat tidak mungkin meninggalkan pekerjaan nya begitu saja
" apa kau yakin " seru Remigio kemudian
__ADS_1
" iya bos,kondisi nya sudah mulai membaik " ucapnya James mantap
tak lama ponsel James berdering
" Hallo ada apa " tanya james,Remigio dan leo saling menatap ke arah James terlihat raut wajahnya begitu kaget .
" ada apa " tanya Leo
" bos,barang barang yang akan kita berangkat kan ke Argentina,di serang bos " ucap James serius
" apa "ucap remigio terlihat wajahnya sudah murka " sudah ku bilang lebih ketat lagi penjagaannya " marah Remigio
Dengan langkah tergesa Remi dan kedua asistennya menuju sebuah ruangan yang menyimpan alat alat senjata yang biasa mereka gunakan untuk menembak musuh, akhirnya mereka bertiga pergi ke daerah dermaga di mana kapal milik nya yang membawa alat alat senjata yang di pesan oleh pengusaha asal Argentina di serang tiba tiba,Leo mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi ia apalagi bosnya selalu berbicara " lebih cepat lagi " membuat dia menginjak pedal rem lebih Dalam lagi dan menambah kecepatan nya,setelah satu setengah jam akhirnya mereka sampai terdengar suara bunyi senjata Laras panjang itu saling bersautan sautan dan menggema di area itu
" leo James habisi mereka semua " lantang Remigio kepada kedua kepercayaannya itu
" siapbos " ucap nya serempak
James dan leo berjalan menuju anak buahnya yang lain untuk membantu mereka,walaupun jumlah mereka tidak begitu banyak
Dorr Dorr Dorr...
AKHHHHHH..
" mati saja kau " pekik james yang menembak snipher yang ingin mencelakai kawannya itu
suara baku hantam tembakan itu terus berbunyi nyaring beberapa pihak musuh telah tumbang dengan luka tembak di dada,kaki,perut,bahkan sampai ada yang berlubang di kepala Remigio menembak dengan penuh nafsu ke arah lawan
DORR DORR DORR
AKHHHHHH
DORR DORR
ketika amunisi milik remigio habis seseorang dari arah samping ingin menembak Remigio tapi belum sampai peluru itu melukai tubuhnya dari arah samping yang berlawanan Leo sudah menembak lebih dulu orang yang ingin melukai tuannya itu
DOR DOR
AKHHHHH
lawan pun tumbang seketika Leo segera memberi senjata yang lainnya dan memberikannya kepada bosnya
" cari ketua dari kelompok menjijikan ini , berani berani nya mereka mengusik ku " pekik Remi dengan amarah yang sudah murka
di pihak James musuh sudah berkurang dan tumbang satu per satu James yang melihat seseorang yang diyakini ketua kelompok penyerang langsung berlari dan terjadi baku tembak kembali , orang itu terus saja melepaskan tembakannya kepada James tapi selalu melesat,orang itu terus berlari menjauh seraya terus menembak tapi sungguh sial nasib orang itu dari arah berlawanan Remi sudah menembak tangan milik pria itu dan senjatanya pun ikut terpental
DORRR
AKHHH
semua anak buah kelompok yang menyerang sudah tewas dengan luka tembaknya masing masing,mereka menembak secara handal dan tepat sasaran kepada target,Remigio berjalan dengan langkah besarnya lalu menyeret orang itu dan langsung menendang tepat dibagian dada,pria itu merintih kesakitan
" siapa yang menyuruhmu " dengan nafas yang masih memburu,pria itu hanya diam menahan sakit ditangan dan di dadanya
" jawab " teriak nya lagi
" kaa..kamii..hanya disuruh untuk menggagalkan kapal itu berlayar menuju Argentina tuan,hanya itu saja " sambil ketakutan
" siapa yang menyuruh mu,dan bagaimana kau tahu kapal itu akan ke Argentina " suara Remigio semakin kian menjadi ia menunggu jawaban dari pria itu tapi tak kunjung memberi tahunya,pria itu hanya menggeleng lemah tanpa basa basi lagi Remigio menembak mati ke arah kepala pria itu dalam hitungan detik pria itu ambruk dengan mata melotot dan mulut menganga
__ADS_1
" Leo bereskan semuanya,dan kau James cari orang itu,aku yakin ada salah satu penghianat di sekitar kita,atau seorang mata mata" titah Remigio tak bisa dibantah keduanya mengangguk mantap dan patuh terhadap perintah tuannya
mereka pun segera membereskan mayat mayat yang berserakan disekitar dermaga dengan bantuan anak buah yang lainnya, mereka salah besar masuk ke dalam kekuasaan seorang Remigio Adomson,mereka hanya mengantarkan nyawanya secara cuma cuma