Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Hari bahagia Thomas.


__ADS_3

Satu bulan berlalu kabar pernikahan Thomas sungguh mengejutkan bagi kalangan dan jajaran king, mereka tak menyangka jika lelaki yang diam-diam seperti tak tertarik dengan seorang wanita akan segera menikah.


pernikahan Thomas terbilang cukup mewah karena ia benar-benar menempati janjinya kepada Aranna yang akan membuat gadis itu menjadi pengantin yang paling bahagia, tentunya Asyur pun ikut andil dalam hal ini, ia tak ingin pernikahan adiknya terbilang biasa-biasa saja karena dirinya mengundang para rekan kerja dan bisnisnya, awalnya Thomas menolak tapi mendengar penuturan Asyur akhirnya Thomas mengangguk setuju.


Bayi cantik itu kini berusia tiga bulan, tubuhnya semakin montok dan pipinya semakin gembul saja, manik hitamnya lagi-lagi membuat semua orang jatuh cinta, akan pesona dari putri pertama pasangan fenomenal itu.


seluruh jajaran king kini kembali berbahagia karena salah satu dari mereka melepas masa lajangnya dan akan menempuh hidup yang baru setelah ini, Dave tampak berbincang ringan dengan Thomas.


" selamat Thomas, aku tak menyangka jika kau akan mendahuluiku. " kekeh Dave dan Thomas pun ikut terkekeh.


" maka jangan terlalu lama Dave. Kasihan Gloria '' seloroh Thomas dan Dave tersenyum dalam diam.


" kau tenang saja, aku akan segera menyusul jika semuanya telah siap. " ucap Dave dan Thomas menepuk bahu kekar Dave pelan.


disisi lain Valera sedang menemani Aranna yang tampak gugup karena acaranya akan berlangsung beberapa menit lagi. Gaun mewah milik Aranna tentu saja berasal dari desainer ternama dan terkemuka. Asyur benar-benar membantu mewujudkan mimpi adiknya yang akan menjadi pengantin paling bahagia.


" Kak aku gugup " cicit Aranna dengan menatap dirinya kearah cermin dan melihat gaun mewah yang indah panjang menjuntai itu.


" tenang lah Aranna jangan gugup, kau cukup tersenyum dan menatap calon pengantin mu seorang. " ucap Valera dan Aranna mengangguk kecil " kau sungguh cantik Aranna " puji Valera lagi.


" benarkah ? " ucap ragu Aranna dan Valera mengangguk kecil dengan senyum manisnya.


semua para tamu undangan telah duduk di kursinya masing-masing bahkan Valera duduk berdampingan dengan Remigio dan memangku si kecil Athena.


Thomas berdiri dengan gagah sembari menatap kearah pintu yang besar dan lebar, tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang akan menjadi istrinya dengan di dampingi Asyur yang menggandeng lengan kecil milik Aranna.


Aranna gugup bahkan ia tampak mengeratkan jari-jari nya di lengan sang Kakak, Asyur tersenyum kikuk saat melihat adiknya yang tampak gugup dan merasa tak percaya diri. Thomas tersenyum lembut menatap kearah Aranna.


" aku serahkan adik kesayangan ku kepadamu Thomas. Jaga dia dan cintai dia seumur hidupmu. Jika suatu saat nanti kau tak mencintainya lagi maka kembalikan ia padaku dengan cara baik-baik " tegas Asyur menatap tajam Thomas.


" Aku akan mencintai Aranna dalam hidupku tuan Asyur. " ucap Thomas tak kalah tegas dan Asyur tersenyum tipis, Asyur menyerahkan tangan Aranna untuk digenggam Thomas menuju kehadapan seorang pendeta untuk melakukan acara sakral mengucap janji suci dihadapan Tuhan.


Aranna tersenyum saat Thomas menatapnya tanpa berkedip, Ya Thomas terkesiap akan kecantikan Aranna yang terbilang sangat cantik untuk wanita muda seusianya. Acara pun dimulai pengucapan janji suci yang dilakukan oleh Thomas dan Aranna berjalan dengan khidmat, bahkan Asyur terlihat meneteskan air matanya karena telah melepaskan adik satu-satunya itu untuk dipersunting seorang lelaki.

__ADS_1


suara tepuk tangan terdengar riuh dan menggema saat kedua mempelai melakukan ciuman penuh cinta dihadapan para tamu undangan. Valera tersenyum saat melihat Thomas akhirnya sudah menikah.


acara pun berlangsung meriah para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang tersedia termasuk George dan juga Malvin yang asyik mencomot kue coklat disana.


" nona " sapa Dave dan Valera segera menatap kearah Dave.


" ada apa Dave ? " tanya Valera saat melihat Dave seperti sedang mencari seseorang.


" sedari tadi aku tak melihat Gloria, apa ia tak datang ke pernikahannya Thomas ? " tanya Dave hati-hati dan Valera mengerutkan dahinya seketika. Pasalnya ia pun tak tau jika Gloria tak ada ditengah-tengah mereka.


" coba kau hubungi ponselnya. " titah Valera dan Dave mengangguk patuh. Ponsel Gloria berdering tapi tidak ada jawaban sama sekali, hingga ketiga kalinya Dave melakukan panggilan tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali dari ponsel Gloria. " bagaimana ? " tanya Valera dan Dave menggeleng pelan " lacak saja lokasinya " ucap Valera lagi dan Dave mengangguk tanda mengerti.


valera menatap kepergian Dave jujur ia sendiri bingung ada apa dengan dua orang itu, baik Dave dan Gloria sama-sama memilih bungkam dan Valera tak mau ikut campur dalam urusan mereka.


Dave terpaksa meninggalkan acara bahagia nya Thomas demi mencari kekasihnya itu, Ya Dave telah mengetahui dimana lokasi keberadaan Gloria berada ternyata ia berada di sebuah bar ternama dekat kota.


Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena takut terjadi sesuatu hal terhadap kekasihnya itu, hingga tiga puluh menit berlalu akhirnya Dave telah tiba disebuah bar mewah di kota Paris.


Dave segera masuk dan mencari sosok yang dikenalnya, tapi tidak ada Gloria disana, hingga Dave terpaksa menanyakan kepada petugas yang berjaga.


Ya Gloria hanya memakai pakaian biasa tidak ada riasan yang menghiasi wajahnya, Dave melihat Gloria benar-benar kacau dengan beberapa botol wine yang menemaninya saat ini, hati Dave tercubit saat melihat kondisi Gloria tak seperti biasanya.


" sayang " ucap Dave dengan suara tercekat dan Gloria menatap kearah Dave dengan pandangan kosong. " apa yang kau lakukan disini seorang diri ? " ucap Dave lalu ia duduk berhadap-hadapan dengan Gloria.


Gloria nampak masih bungkam walaupun maniknya kini menatap sosok lelaki yang dicintainya. Dave menatap manik Gloria dalam-dalam, semenjak kejadian malam itu Dave sangat sulit untuk berbicara dengan Gloria dan ketika Dave akan berkunjung ke apartemen yang ditinggali Gloria nyatanya sosok itu tak ada dan memilih berdiam diri lebih lama di perusahaan.


" ada apa kau mencari ku Dave " ucap datar Gloria tanpa mau menatap kearah Dave dan ia lebih memilih menatap kearah kaca luar yang terkena guyuran air hujan yang nampak begitu deras.


" aku menghawatirkan mu Gloria, kenapa kau seperti ini ? '' ucap Dave tercekat Gloria hanya tersenyum samar.


" seperti ini bagaimana Dave ? Aku hanya sedang memikirkan bagaimana cara nya agar ayahku membatalkan acara pernikahan ku dengan lelaki lain " lirih Gloria hingga membuat Dave tersentak bukan main.


terkejut ? Ya Dave sungguh terkejut tuan Gil telah melakukan sesuatu yang akan membuat dirinya dan juga Gloria menderita, bulir bening itu lolos begitu saja di kedua sudut mata Gloria pandangan Gloria kembali menunduk saat ia merasakan nasibnya tak semulus orang lain.

__ADS_1


" dua Minggu terakhir ayahku telah memutuskan untuk menikahkan aku dengan lelaki pilihan nya sendiri Dave. Aku tak tau harus bagaimana. Aku sudah menolak dengan cara ku sendiri dengan memberontak tapi nihil Ayahku tetap ayahku. Ia tak perduli akan perasaan ku Dave. Bukankah sudah kukatakan pada malam itu bukan ? " ucap Gloria sendu dengan menyeka airmatanya perlahan " kini aku benar-benar tak berdaya Dave. Kau pun tak kunjung menikahi ku dan kau bilang semua nya akan baik-baik saja tapi ternyata semuanya tak berjalan sesuai keinginan mu bukan " ucap Gloria tersenyum getir dan Dave masih diam membisu, kini ia marah terhadap tuan Gil yang seenak nya mengambil keputusan tanpa mau memperdulikan perasaan putrinya, api amarah tercetak jelas di sorot mata Dave.


dengan kasar Dave menarik tangan Gloria untuk mengikutinya dan Gloria diam saja saat Dave membawanya entah kemana. Dave memasukan tubuh Gloria ke dalam mobil miliknya dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.


marah dan kecewa bercampur jadi satu, Gloria hanya miliknya hanya milik Dave. tidak kah semuanya bersabar. Dave memukul setir kemudinya berkali-kali dengan mata yang memerah, dan Gloria diam saja bahkan kini ia memilih memejamkan matanya sesaat.


kau milikku Gloria tak akan kubiarkan orang lain yang akan menjadi suamimu. Hanya aku, ya hanya aku. Batin Dave emosi.


Mobil mewah milik Dave berhenti disuatu tempat, Gloria membuka matanya dan ia sangat mengenali jika ini adalah apartemen mewah yang ditinggalinya. Dave menarik tangan Gloria hingga langkah Gloria terseok-seok.


" Dave. " sentak Gloria saat Dave terlihat seperti menyeretnya dan Dave menatap tajam pada Gloria, tanpa basa-basi Dave membopong tubuh Gloria agar lebih cepat lagi.


Gloria memberontak dan memukul-mukul punggung kekar Dave tapi Dave tak peduli setelah ia berhasil membuka pintu apartemen Gloria, dengan cepat Dave meletakkan tubuh Gloria di atas ranjang dan menatap lekat-lekat manik yang kini sedang menatapnya.


" Kau milik ku Gloria. Bukan milik orang lain " ucap Dave dengan penuh penekanan dan Gloria tersenyum miring.


" Jika aku milikmu, maka jadikan aku milikmu seutuhnya saat ini juga Dave " tantang Gloria dan Dave menyunggingkan senyuman nya menjadi sebuah seringai kecil. Tapi detik kemudian Dave menggeleng pelan.


" jangan berkata seperti itu sayang. Apa kau ingin aku menjadi pria yang melanggar janjinya sendiri ? " tanya Dave menangkup wajah Gloria dan memandangnya dengan lembut.


" tapi ini hanya satu-satunya cara agar ayahku membatalkan pesat pernikahan ku bersama dengan lelaki pilihannya " sendu Gloria dan Dave memanas saat Gloria berkata demikian.


" kau hanya Kaka menikah dengan ku Gloria tidak dengan yang lain. Ingat kata-kata ku ini dengan baik. " ancam Dave dan Gloria hanya mengangguk kecil.


Dave membelai lembut rambut Gloria hingga ia mencium dahi Gloria dengan penuh perasaan, Dave membelai pipi Gloria dengan lembut dan membisikkan kata-kata cinta penuh makna telah di telinga Gloria.


Gloria masih diam mematung saat mendengar pernyataan cinta dari Dave yang begitu besar dan mendalam, Dave hanya menurutnya untuk percaya dan sedikit bersabar dan Gloria hanya mengangguk kecil tanpa mau berbicara.


Gloria memberanikan diri untuk mengecup bibir Dave hingga kegiatan itu berubah lebih dalam lagi, Gloria mengalungkan lengannya di leher Dave dengan bibir yang saling bertautan.


" jangan bertindak bodoh lagu sayang. Aku khawatir padamu '' lembut Dave dan Gloria hanya tersenyum lalu mengecup pipi Dave dengan mesra. " bersihkan tubuh mu terlebih dahulu aku akan mengajakmu makam malam bersama di luar " ucap Dave dan Gloria mengangguk antusias " jangan lupa dandan lah yang cantik untukku " ucap Dave dan Gloria terkekeh kecil lalu dengan cepat langkah kakinya menuju kamar mandi.


setelah kepergian Gloria Dave segera menghungi seseorang untuk memata-matai tuan Gil ayah dari Gloria sekalian mencari tahu identitas lelaki yang menjadi pilihan lelaki tua itu. Dan akan bertindak lebih kejam jika tuan Gil berlaku dan bertindak di luar batas.

__ADS_1


*****


kembalinya sang ratu mafia season dua udah ada yah tapi belum naik, sabar aja. Dan kepoin terus alur ceritanya silahkan klik profil author yang reader-reader ku tersayang. ❤️❤️


__ADS_2