Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
iblis yang kembali


__ADS_3

disebuah ruangan yang cukup besar dan tertutup Valera duduk di kursi kebesarannya menatap intens pada lelaki asing yang baru saja dibawa oleh keempat anggota Black road, Lelaki itu memandang gugup pada Valera yang terlihat sedang menatapnya terus menerus.


" siapa nama mu ? " tanya Valera dengan datar dan dingin.


" Zay " ucap lelaki itu sedikit gugup.


" kau bekerja dengan siapa ? " ucap Valera lagi


" tuan Xander " ucap lelaki itu dan Valera terlihat sedang memikirkan nama yang baru saja terlontar dari mulut lelaki itu. Xander ? nama yang cukup asing tapi sepertinya Valera pernah mendengar nama itu.


" Lalu, apa yang tuan mu lakukan ? Aku melihat dan memantau pergerakan yang mencurigakan di wilayah milikku, Kau tau jika Paris kekuasaan penuh diriku " ucap Valera dan lelaki itu menggeleng dengan gugup otaknya tiba-tiba tak bisa berfikir dengan luas, apa wanita yang berada di hadapannya ini seorang lady ? pemimpin dari king. Detik kemudian lelaki itu seperti mendapatkan kesadarannya kembali.


" A...apa kau pemimpin King ? " ucap lelaki itu dengan gugup bukan main, Valera tersenyum miring.


" menurutmu " ucap Valera datar dan dingin. " Aku sudah mendengar penuturan mu saat diinterogasi oleh orang-orang ku. Kau mengatakan bekerja untuk king, apa itu benar " Picing Valera dan lelaki itu menunduk tak berani menatap " katakan yang sebenarnya ? " ucap Valera lagi dengan penuh penekanan.


" sungguh aku tak tau, tuan Xander hanya mengatakan jika dia bekerja untuk king. Hanya itu " ucap lelaki itu dan Valera masih tak percaya " tapi aku tak percaya begitu saja. Tuan kami memperlakukan semua anak buahnya dengan sangat buruk. Yang aku tau jika ia bekerja untuk king pasti senjata-senjata kami berlogo king. " ucap lelaki itu dan Valera diam dan mendengar Lelaki itu berkata.


" Xander ? apa hanya dia ? " ucap Valera lagi.


" masih ada beberapa petinggi lainnya lagi, mereka sama-sama melakukan bisnis jual organ tubuh manusia hanya saja jika ada yang rusak akan dijual kedalam pabrik makanan kaleng " ucapnya ragu hingga mata Valera terbelalak lebar. Gila ini sungguh gila ! organ tubuh manusia di olah menjadi makanan kaleng yang di jual di beberapa supermarket ternama.


" dimana aku bisa bertemu dengan Xander ! " ucap Valera hingga lelaki itu terlihat gugup dengan tubuh yang gemetar karena ketakutan.


" sebenarnya di tempat kemarin tuan Xander sedang berada di sana, hanya saja ia tak akan berlama-lama setelahnya ia akan pergi menggunakan helikopter menuju suatu tempat " ucap lelaki itu lagi dan Valera terlihat mengangguk-anggukan kepalanya pelan.


" hmm begitukah ? " ucap Valera dengan santai dan lelaki itu hanya mengangguk kecil " apa kau tidak tau tempat lain lagi " ucap Valera mencoba untuk bertanya lebih dalam.


" hmm Italia, tuan Xander berasal dari Italia " ucap lelaki itu dan Valera terlihat menyipitkan matanya dalam Italia lalu siapa yang memberikan akses untuk masuk ke wilayah kekuasaan king dengan begitu mudah.


valera harus menyelidiki kasus ini lebih dalam agar tak ada penyelewengan ataupun hal-hal yang membuatnya rugi di tanah kekuasaan nya sendiri. Valera akhirnya menghubungi seseorang untuk membawa lelaki asing ini dari hadapannya dengan segera, Valera akan mengintrogasi nya nanti setelah ia mendapatkan sesuatu jawaban yang akurat tepatnya.


ponsel Valera berdering tak karuan membuat si mpunya harus mengangkatnya dengan cekatan, tertata nomor Pram di ponsel mahalnya.


" Nona maaf menganggu waktu anda, tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan. Terdapat dua buah mobil sedan yang terlihat sangat mencurigakan di sekitar mansion utama. sudah beberapa jam mereka berada di sana, pergerakan nya terpantau oleh rekaman cctv dari area gerbang utama. " lapor orang dengan suara yang sedikit tak tenang.


" Aku akan segera ke sana, pantau terus keadaan dan pastikan semuanya aman sampai aku datang " ucap Valera dengan tegas dan Pram mengiyakan dengan sigap titah sang lady dari king tersebut.


Valera menggeram marah setelah mendapatkan kabar yang mengejutkan ini, siapa yang berani bermain-main dengan seorang Valera, apalagi sampai melibatkan keluarga nya sendiri. Valera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi hingga ia tak mengidahkan peringatan sebagai pengemudi yang baik.


Tiga puluh menit berlalu Valera sudah di depan pintu gerbang yang tinggi menjulang itu, ya Valera bisa melihat ada dua mobil sedang hitam sedang berada tak jauh dari Mansion utama.


BRAKKKKKK


valera membuka pintu mobilnya dengan sangat keras hingga petugas yang hendak membuka gerbang utama dibuat kaget bukan main, Valera menyiagakan senjata miliknya dan kini sorot matanya terlihat tajam dan bengis.


valera berjalan dengan langkah tegas dan menatap mobil sedan itu dengan tajam, para pengawal yang berada di sana dibuat penasaran karena nona mudanya berjalan dan menjauh dari mobil mewahnya.


para penghuni mobil sedan itu panik kala sang Lady berjalan kearah mereka dengan menggenggam senjata api jenis turbo di tangannya, di perkirakan satu buah peluru bisa meledakan sebuah mobil berukuran kecil.


Tak akan ku biarkan. Terlihat dari nopol nya bukan dari sini. Utera ! apa mereka anak buahnya? Jika ya maka aku tak akan sungkan lagi. Batin Valera.


" Lancang !! kalian semua mengintai wilayah ku cari mati !!! " lantang Valera berdiri dengan wajah tegas dan sorot mata yang tajam.


DODODORDODODOR !!


DUARRRR


satu buah mobil meledak hebat kala sang Ratu mafia itu mengamuk bukan main, ledakan itu mengudang para pengawal yang berjaga mereka berbondong-bondong menyiapkan persenjataan nya masing-masing, bahkan nyonya sofhia dan tuan Ramius dibuat terkejut akan suara ledakan tersebut.

__ADS_1


satu buah mobil hendak melarikan diri tapi usahanya sia-sia karena mobil sedan itu diberondong peluru para pengawal Valera sehingga membuat laju kemudinya menjadi tak seimbang.


BRAKKKKKK


mobil itu menghantam pohon yang berada di samping jalan utama, asap mulai mengepul dari mobil tersebut, Valera hanya tersenyum tipis dan menunggu para penghuninya keluar.


Benar saja empat orang lelaki berhamburan keluar disaat mobil sedan itu mengepul dengan asap yang pekat dan hebat. Valera melihat mereka bagaikan mangsa dan sasaran empuk.


SHOTTT


JLEBBB


AGHHH


valera melemparkan sebuah belati dengan pandangan lurus dan berhasil mengenai salah satu punggung lelaki asing.


DODODORDODODOR !!.


mereka melakukan serangan balik tapi sialnya mereka tak tau sedang berhadapan dengan siapa, Valera berjalan tanpa rasa takut sedikitpun. Para pengawal Valera dengan sigap melakukan serangan balik terhadap para pengintai yang lancang itu.


DORR !!


AGHHH


satu persatu mereka tumbang dengan peluru yang bersarang ditubuh mereka, Valera menatap penuh amarah kepada lelaki asing itu, Dengan keras Valera menendang pria yang berani mengacungkan senjata kehadapan dirinya.


BUGHHHHHH


Uhukk


lelaki itu mengeluarkan darah saat tendagan valera mengenai dadanya, ujung sepatu Valera ia tekankan sekuat tenaga hingga dada itu mengeluarkan sedikit darah segar.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


" berani sekali kalian berada di wilayah ku. Siapa yang mengutusmu sialan !! " pekik Valera saat selesai menghajar wajah lelaki itu hingga terdengar suara patahan tulang di wajahnya. Lelaki itu meringis hebat dengan tubuh yang bergetar.


" Lemah !! " sinis Valera.


DODODORDODODOR !!


Kebengisan seorang lady sungguh sangat mengerikan, lelaki itu tewas dengan tubuh bersimbah darah, lalu Valera beralih menatap yang lainnya dimana para pengawal Valera berhasil melumpuhkan sang lawan.


para penghuni mansion utama berlari berhamburan keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi, mereka semua terkejut melihat sosok Valera yang melakukan hal keji seperti ini.


valera berdiri dengan senjata yang masih ia genggam, sorot matanya tajam seakan siap untuk menghunus mangsanya saat ini, ketiga lelaki asing yang kini sedang ditatap oleh Valera menjadi gugup bukan main.


" ternyata tikus kecil seperti kalian mempunyai nyali untuk mengintai kediaman sang singa " ucap Valera santai " sungguh keberanian yang tinggi " kekeh Valera lagi. " siapa yang sedang kalian incar ? berani berbohong maka jangan salahkan aku jika senjata ku ini menghiasi tubuh kalian dengan sangat indah. " ucap Valera sedikit penuh penekanan hingga setiap orang yang mendengarnya hanya menelan ludah secara kasar.


" Tidak ada " ucap seorang lelaki berambut gondrong yang diikat rapi " kami tidak mengincar siapapun, anda salah paham nona. " ucap lelaki itu sedikit berani dan Valera tersenyum meremehkan.


" Salah paham yah ? begitu maksud mu ? " ucap Valera dan lelaki itu mengangguk dengan cepat. " JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KU !! " teriak Valera menggelegar hingga wajahnya memerah menahan amarah.


PLAKKK


PLAKKK


PLAKKK

__ADS_1


masing-masing dari mereka mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras hingga rona kemerahan terlihat jelas di pipi para lelaki itu, seakan tak puas dengan apa yang dilakukannya Valera menerjang dada mereka satu persatu hingga tersungkur dan merintih kesakitan.


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


" katakan yang sebenarnya atau.." ucap Valera dengan seringai iblis nya memainkan sebuah belati kecil dalam genggamannya dan Valera sengaja membelai wajah salah satu dari mereka dengan belati miliknya " atau belati ini yang akan membuat kalian berbicara '' smirk Valera hingga mata lelaki itu membulat sempurna dengan pandangan yang mengikuti pergerakan benda tajam yang berada di wajahnya.


sungguh Valera menjelma seperti wanita psikopat yang mengerikan, nafas lelaki itu terasa tercekat karena tingkah Valera yang tepat berada di hadapannya, para pengawal Valera seakan dibuat bungkam oleh kekejaman nona nya.


" masih bungkam hehh ? baiklah " ucap Valera.


SRETTTT


valera sengaja menyayat pipi salah satu dari mereka dengan sangat lihai, hingga suara rintihan dan kesakitan terdengar begitu merdu di telinga Valera.


SRETTTT


" AGHHH sakit...sakit " rintihan memilukan itu membuat siapapun yang melihatnya mendadak lemas dengan tubuh yang gemetar. Valera tertawa kecil saat melihat korbannya merintih dan mengerang kesakitan, sungguh ini sangat menyenangkan.


" Hentikan....Akan aku katakan. " ucapnya dengan nafas yang begitu memburu dan berusaha tenang walaupun rasa sakit ia rasakan saat ini, pedih luka yang dibuat oleh Valera membuat dirinya harus bertahan.


" Good boy " santai Valera,


" Bayi ! incaran kami adalah seorang bayi " ucapnya lagi dan Valera diam seakan mendalami perkataan dari lelaki itu, bayi ? apa maksud nya ini. Athena satu kata yang melintas di otak Valera. Ya putrinya saat ini sedang berada di mansion utama, apa bayinya yang menjadi incaran mereka ?


" sialan !! Kalian mengincar putriku.. Tak akan ku biarkan " marah Valera berapi-api " siapa dalangnya !! " ucap Valera seraya menekan dada korban nya dengan ujung sepatu nya yang lancip.


" AGHHH !! " jerit lelaki itu dengan mata terpejam, Valera menekan nya lebih dalam lagi hingga lelaki itu bergetar dengan wajah yang mulai memucat, Valera menatap datar dan dingin, kini putrinya yang menjadi incaran para musuhnya.


DORR !!


lagi-lagi Valera membuat korbannya mati dengan sangat mengenaskan, hingga tersisa dua orang lelaki yang terkuat bergetar dan tak berani menatap kearah Valera.


" siapa dalangnya !! Kalian benar-benar punya nyali. " ucap Valera lagi.


" nona Lokanne ! " ucap lelaki itu akhirnya membuka suaranya dengan gugup, Valera menyipitkan matanya sesaat, benar-benar tak bisa dibiarkan.


nama yang sangat aneh, apa itu nama samaran ? . batin Valera lagi.


" Dimana orang itu berada saat ini ? " tajam Valera dan lelaki itu menggeleng tak tau.


AGHHH


lelaki itu menjerit kala Valera menekan benda keramatnya dengan kaki jenjang sang lady hingga paha putih nan mulus terekspos begitu saja dengan sangat indah, Valera marah karena menurutnya para lelaki itu bertele-tele.


" sa..sakit.. Ampun.. " keluh lelaki itu dengan nafas yang tersengal dan mata terpejam menahan rasa sakit dibawa sana. " aku.. sudah mengatakan nya dengan jujur " ucapnya lagi karena tak sanggup menahan rasa sakit sekaligus ngilu dibawah sana.


" Baiklah, jika begitu aku hanya membutuhkan satu dari kalian berdua untuk menjadi informan ku. Dan sisanya " ucap Valera tersenyum polos.


DORR !!


lelaki yang menatap nyalang pada sang Lady ditembak mati dengan peluru yang bersarang di kepalanya dan darah segar mengalir dari sela lubang itu. Valera terkekeh dengan gaya tengilnya sungguh seperti wanita psikopat yang sangat berbahaya.


" ikat dan bawa lelaki itu ke markas, aku membutuhkannya ! " tegas Valera menatap anak buahnya yang berdiri tegap di dekat sang lady. Orang-orang itu mengangguk dengan patuh atas perintah sang lady.


lelaki itu berontak tak karuan tapi mereka tak perduli dan semakin menyeret nya dengan kasar, mobil mewah milik Valera melesat masuk ke kawasan mansion utama dengan kecepatan yang tinggi karena emosional dalam dirinya saat ini tak bisa ia tahan lagi.

__ADS_1


__ADS_2