Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
keberadaan yang tidak di ketahui !


__ADS_3

DORRR


AGHHH


lagi lagi Dave menembak tepat di kedua kakinya, sudah diberi peringatan tapi dihiraukan alhasil Dave melepaskan pelurunya yang kedua


" bedebah kalian semuanya aghhhh !! " teriak Aldebaran marah kini kedua kakinya tertembak dan darah segar mengalir di keduanya, Valera yang melihat itu hanya diam saja tanpa belas kasihan sungguh ia menikmati hadiah yang diberikan oleh Dave


" bawa dia, dan jadikan tawanan " ucap Valera tegas dan penuh penekanan Valera berubah fikiran untuk membunuh Aldebaran


aldebaran sudah lemas tak berdaya bahkan ia tak memberontak saat kedua anak buah king membawa dan menyeret dirinya kasar untuk di bawa ke ruang tawanan dimana Chaiden dan Chaiton berada


Valera menghembuskan nafasnya kasar fikirannya berkeliaran entah kemana ia baru saja tahu jika Aldebaran mengenal Ben seperti yang dikatakan Aldebaran tadi, sungguh jantungnya berpacu lebih cepat selama ia berada di dalam kandungan ibunya pun para musuh sudah mulai mengincarnya entah dengan alasan apa, Remigio segera membawa Valera masuk sedangkan para anak buah king mengurusi kekacauan yang ada


" sweatheart, kau tidak apa apa " tanya lembut remigio yang menangkup kedua pipi Valera dengan lembut hingga akhirnya mereka berpandangan satu sama lain nya " ada apa hmm, " lanjut Remigio lagi


" tidak ada Remi, aku tidak apa apa " ucap Valera tersenyum lalu Remigio pun tersenyum dengan lembut dan hangat


" apa disini ada pakaian mu, " ucap Remi lagi dan Valera langsung mengangguk " bersihkan dirimu aku akan menunggu mu disini, " ucap remigio dan Valera pun mengangguk,


Remigio menunggu disebuah ruangan yang luas dan mewah terdapat beberapa sofa mahal berbahan beludru super berwana putih netral disana pun terdapat berbagai macam lukisan dunia yang menghiasi dinding pastel itu serta terdapat banyak guci berbagai macam ukuran, Remigio menunggu Valera dengan santai dan tenang sesekali melihat layar ponselnya untuk berbalas pesan dengan kelima sahabatnya dimana Deniz,Dion dan akayama telah berada di Indonesia


satu jam berlalu Valera menghampiri Remigio yang sedang memainkan ponselnya disana


" Remi " panggil Valera lembut dan Remigio pun menoleh


" kemarilah, ucap remigio " sambil menepuk paha nya memberi kode untuk Valera duduk dipangkuan ya " kau sangat cantik sweatheart, aku mencintaimu " ucap remigio yang memeluk Valera dengan sangat erat


" aku pun mencintaimu Remi " ucap Valera lagi


" sweatheart, tiga hari lagi pernikahan Romeo dan Audy kau ingin ikut bersama ku ke Indonesia " tanya Remigio lembut sontak membuat Valera terkejut, pernikahan Romeo dan Audy tiga hari lagi ? lalu bagaimana dengan rencana Valera yang akan terbang ke Hongkong


" benarkah ? memangnya kau kapan akan ke Indonesia " ucap Valera polos membuat Remigio gemas seketika


" nanti malam atau esok pagi entahlah " jawab Remigio membuat Valera berfikir demikian


" baiklah esok pagi saja, aku kan ikut bersama mu " ucap Valera tersenyum membuat Remigio gemas dan tahan ingin segera mempersunting valera dengan segera


****


di Amerika seorang wanita sedang asyik melihat kolam ikan bersama dengan putra semata wayang nya, wanita cantik berambut panjang bergelombang dengan postur badan yang cukup serta kulit nya yang bersih menjadi daya tarik nya tersendiri


" mom, apakah aku tidak mempunyai Dady " ucap anak lelaki itu sontak membuat sang ibu tertohok dengan pertanyaan anak nya, hingga ia mengenang masa lalunya yang sangat pahit serta penuh dengan air mata dimana ia dulu nya selalu menjadi bahan pelapisan sang kekasih nya yang ternyata seorang psikopat di saat dirinya sedang marah hingga seorang pria datang menolongnya serta memberikan nya kehidupan yang lebih baik tapi siapa disangka timbul lah benih benih cinta diantara mereka sehingga lahir lah anak lelaki yang kini sudah berusia lima tahun itu, pria itu tak tau jika dirinya sedang mengandung karena ketakutan dalam dirinya lebih besar

__ADS_1


" mom, mommy " ucap anak lelaki itu yang memutarkan lamunannya


" ehh iya sayang, " ucap Diandra yang terkejut


" mommy melamun '' ucap sendu anak lelaki itu membuat Diandra merasa bersalah


" tidak ! mommy tidak melamun '' ucap Diandra yang memberi pelukan hangat, ya anak lelaki itu bernama Malvin,


" mommy apakah uncle Joni akan kemari " tanya Malvin lagi


" entahlah sayang, uncle Joni pun sibuk bekerja mungkin akhir pekan ia akan kemari " ucap Diandra dengan lembut dan Malvin pun mengangguk serta ia segera menuju kamar nya untuk memainkan komputer canggihnya


di usia Malvin yang baru berumur lima tahun tapi otak cerdas nya mampu menguasai komputer diusia dini serta Malvin pun menguasai beberapa bahasa di dunia untuk ukuran seorang anak sepertinya


Malvin terus mencari informasi asal usul Diandra sang ibu karena selama ini mommy nya tak pernah bercerita tentang keluarganya seperti kakek nenek bahkan ayahnya sekalipun


tapi Malvin tidak memaksa ia akan menunggu sampai mommy nya siap menceritakan semuanya walaupun ia harus menunggu hingga dewasa nanti,


Malvin tidak mendapat petunjuk apapun untuk menggali informasi tentang Diandra mommy nya hanya saja ia menemukan sebuah fhoto seorang pria gagah dan tampan yang hampir mirip dengan dirinya, Malvin yakin bahwa itu adalah ayahnya tapi ia bertingkah layaknya seorang anak kecil yang polos dan tidak tahu apa apa


" aku harus menemukan Daddy " gumam Malvin yang semangat,


beberapa tahun silam Diandra di selamatkan oleh macky dari kejaran anak buah Chaiden, hingga dirinya tak sengaja bertemu dengan Macky di jalan xx kondisi Diandra waktu itu tidak bisa dibilang baik baik saja karena ia mendapat beberapa luka di sekitar tubuhnya serta beberapa bekas sayatan yang mulai mengering disana hingga takdir mempertemukannya dengan seorang Macky yang menjadi penyelamat nya


macky yang bingung akhirnya membawa Diandra kesebuah rumah yang cukup besar, Macky lah yang mengobati luka Diandra pada saat itu hingga ia sembuh total sampai rasa trauma itu sedikit demi sedikit hilang karena Macky setelah satu bulan Diandra tinggal bersama dengan Macky akhirnya Diandra menceritakan semua nya hingga beban dalam dirinya hilang begitu saja


pada saat itu Diandra meminta ijin untuk keluar karena ada kepentingan yang ingin ia selesaikan tentu saja Macky mengijinkan nya dengan syarat ditemani orang yang mengaku saudaranya dan Diandra pun tak keberatan


sejak saat dirinya keluar dari mansion entah bagaimana orang suruhan Chaiden bisa menemukannya tentu saja itu membuat Diandra takut setengah mati ia sangat tahu bahwa Chaiden memiliki sifat yang nekat dalam bertindak Diandra tak ingin Macky terluka atau sebagai nya lalu ia merencakan kepergiannya dengan menulis pesan dalam sebuah kertas tentu saja kepergian Diandra membuat macky terpuruk tapi ia pintar dalam menutupi masalah nya sampai sang lady pun tak mengetahui masalah apa yang menimpa dirinya. Diandra pun tidak mengetahui jika dirinya pergi dalam keadaan hamil waktu itu apalagi tentang jati dir Macky yang sebenarnya


Diandra akhirnya memutuskan untuk pergi ke Indonesia di mana kedua orang tuanya tinggal tapi malang sekali nasib Diandra ia di usir oleh orang tuanya saat mereka mengetahui Diandra hamil dan akhirnya ia bertemu dengan seorang tentara asal Amerika yang menolongnya sampai saat ini pria itu bernama Joni seseorang lelaki yang sudah dianggap kakak oleh Diandra begitupun dengan Joni ia sudah menganggap adik kepada Diandra dan pada akhirnya Diandra di bawa ke Amerika dibawah perlindungannya, bahkan kabar kematian Macky pun Diandra tidak mengetahuinya sampai detik ini


Diandra merenung di kamarnya ia memikirkan perkataan Malvin yang ingin sekali bertemu dengan ayahnya tapi apakah Macky akan percaya bahwa Malvin adalah darah dagingnya, Diandra menangis dalam diam bohong jika ia tak merindukan lelaki yang sangat ia cintai, sampai detik ini pun Diandra sangat merindukan Macky lelaki malaikat nya


*****


malam hari Valera Sudah tiba di kediaman utama keluarga harson dengan diantar oleh Remigio


" terimakasih Remi, apa kau ingin mampir terlebih dahulu " tawar Valera


" hmm tidak sweatheart, sampaikan salam ku kepada ayah dan ibu mu, aku akan pulang dan beristirahat karena besok kita melakukan perjalan yang panjang kau pun segera lah beristirahat " lembut remigio dengan mengecup dahi Valera sangat lembut hingga membuat si mpunya merasakan kenyamanan yang tiada duanya


" baiklah God night my lord " ucap Valera membuat Remigio terkekeh dengan perkataan kekasihnya

__ADS_1


" good night to sweatheart, " ucap remigio lagi dan akhirnya Valera segera masuk ke dalam mansion


Valera tampak bingung karena ayah dan ibunya serta George sedang berada di ruang tamu dengan seorang pria disana


" mamih " teriak George dan langsung berhamburan ke dalam pelukan Valera dan membuat orang menoleh seketika


" kau belum tidur hmm.. " ucap gemas Valera dan mencium pipi George


" belum aku menunggu mu " ucap George polos dan kini Valera ikut bergabung dengan ayah dan ibunya


" kenov " ucap Valera yang terkejut lalu kenov hanya tersenyum manis


" Hay apa kabar Vale " ucap kenov lagi


" aku baik, lalu bagaimana dengan kabarmu ' ucap Valera ramah dan tersenyum


" tentu saja aku baik Vale, " ucap kenov


" nak, kenov sudah menceritakan semuanya bahwa kau akan pergi ke Indonesia untuk menghadiri pesta pernikahan Audy dan Romeo " jelas tuan ramius dengan lembut


" ia pah, rencana nya aku kan pergi esok pagi bersama dengan Remigio " jelas Valera lagi sambil mengelus punggung George dengan lembut perlakukan Valera tak luput dari perhatian kenov entah apa yang pria itu fikirkan


" mamih apakah George boleh ikut " tanya George polos seketika membuat Valera bingung antara mengijinkan atau tidak apalagi perjalanan nya sangat jauh


" apa kau ingin ikut sayang " tanya nyonya sofhia dengan lembut dan George pun mengangguk antusias membuat Valera tak tega jika menolak keinginannya lagipula George belum pernah berpergian


" bawalah Asnee untuk menjaga George selama di Indonesia " ucap nyonya sofhia lembut dan Valera hanya mengangguk patuh


" baiklah, sekarang kau pergi tidur besok kita akan berangkat " ucap Valera lembut dan George pun mengangguk dengan mengecup singkat pipi Valera


" good night mamih " ucap George


" night to George " ucap Valera tersenyum sampai ia melihat George pergi keluar lantai atas


Valera menghembuskan nafasnya secara teratur lalu pandangannya beralih pada kenov yang sedang menatapnya membuat Valera tersenyum tipis


" baiklah, aku pergi beristirahat dan aku pun belum menyiapkan keperluan kami selama di Indonesia " ucap Valera lagi dan semua pun hanya mengangguk pelan tanda mempersilahkan Valera untuk pergi beristirahat


Valera segera mengemasi beberapa pakaian yang diperlukan selama ia di Indonesia terlebih Valera pun akan bertemu dengan para sahabatnya disana, setelah selesai mengemasi pakaian nya ia berlalu menuju kamar George, ternyata George sudah tidur Valera tersenyum saat melihat pria kecilnya itu terlelap dalam damai dengan perlahan Valera mengambil beberapa baju serta yang lainnya untuk keperluan George setelah selesai ia berlalu dan mencari keberadaan Asnee di rumah belakang yang cukup mewah itu, Valera terus menyusuri halaman belakang rumah nya untuk menuju rumah para pengawal dan maid disana, ya Valera membangun rumah yang sangat mewah untuk para bawahannya yang berkerja di mansion utama


valera menemukan Asnee yang sedang membaca buku disana


" Asnee " ucap Valera sontak membuat Asnee terkejut akan kehadirannya nonanya

__ADS_1


" ada apa nona " ucap Asnee sopan


" persiapkan dirimu serta beberapa pakaian mu kita akan berangkat ke Indonesia esok pagi " ucap Valera datar dan Asnee pun hanya mengangguk patuh walaupun ia terkejut akan keberangkatan nya yang mendadak tapi Asnee tak mau membantah ia segera mengemasi pakaian nya setelah sang nona tak ada lagi di tempatnya


__ADS_2