Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
memintamu menjadi istriku


__ADS_3

Valera baru saja mendapatkan panggilan dari James asisten milik remigio, awalnya Valera heran mengapa remigio memintanya untuk bersiap dan berdandan secantik mungkin, terlebih Remigio baru saja tiba di Prancis


tak mau buang waktu nya terlalu lama, Valera segera bersiap diri dan menyiapkan beberapa gaun yang masih baru di dalam lemarinya seketika Valera merasa bingung karena ia mendadak tak tau harus memakai gaun yang mana


setelah sepuluh menit berlalu alhasil Valera memilih gaun berwarna pastel yang berbahan sutra halus, Valera berhias diri secantik mungkin sahnya terlalu bersinar dan terlihat sangat bahagia


satu jam berlalu Valera sudah siap, lalu ia menanti George dan Daniel ternyata mereka sedang asyik menonton televisi


" George Daniel " panggil Valera dan keduanya menoleh bersamaan, lalu Valera duduk dan ikut bergabung dengan keduanya


" mamih akan pergi ? tanya George


" iya, tapi tidak akan lama, kalian tidak apa-apa jika di tinggal " ucap Valera dan keduanya mengangguk lalu Valera meminta pelayan untuk memanggil Asnee


tak lama Asnee datang dengan langkah yang begitu tegap dan gagah, lalu ia menunduk hormat kepada sang lady


" Asnee tolong kau jaga mereka berdua aku akan pergi, jangan keluar dari mansion saat aku tidak ada, dan jika terjadi sesuatu sebaiknya hubungi aku " tegas Valera dan Asnee mengangguk patuh


setelah memberi pesan kepada Asnee untuk menjaga Daniel dan George Valera segera pergi dari Gold mansion dengan mobil mewah nya karena Valera menolak saat pihak Remigio akan menjemput dirinya, alhasil mereka akan bertemu di restoran yang sudah di janjikan


***


Remigio tampak gagah dan berwibawa mengenakan kemeja putih dengan jas yang berwarna Saleem ia nampak lebih tenang seperti biasanya


senyum bahagianya seketika terkembang sempurna karena James benar-benar membooking satu restoran hanya untuk dirinya dan Valera, kini Remigio sedang menunggu wanita yang teramat ia cintai


beberapa menit berlalu kedatangan mobil sport berwana putih mengalihkan pandangan Remigio dan muncullah seorang wanita yang bertahta dihatinya seketika rindu yang menggebu muncul tak karuan dalam benaknya


" sweatheart " lirih Remigio saat melihat Valera berjalan semakin mendekat, tak lama tubuh Valera sudah memeluk erat dirinya, Remigio membalas pelukan itu tak kalah erat bahkan ia menciumi pucuk kepala Valera berulang-ulang seakan ia tak rela untuk melepaskan nya begitu saja


" aku merindukan mu Remi " ucap Valera yang masih memeluk Remigio dengan sangat erat


" aku lebih merindukan mu sweatheart " ucap remigio lagi kini keduanya saling menatap satu sama lain, bola mata hitam milik remigio menatap penuh cinta kepada Valera, kedua tangan Remigio menangkup wajah Valera seakan-akan sedang memperhatikan wanitanya dengan sangat detail


Valera masih diam mematung saat mata hazel nya mencoba menembus mata hitam milik Remigio, binar cinta bisa Valera rasakan disana terbukti dari tatapan nya yang menghangat membuat Valera termenung sesaat


" aku mencintaimu " ucap Remigio memecah keheningan saat Valera sedang termenung menatap dirinya, Valera tersenyum manis tetapi matanya masih menatap lekat wajah yang ia rindukan selama ini


" aku pun mencintaimu " ucap Valera lagi, kini Remigio tersenyum menatap lembut Valera, Remigio tak segan membelai wajah Valera di luar gedung restoran itu, seakan mereka lupa sedang berada di mana, para satpam dan pelayan yang melihat itu hanya bisa menunduk dan tersenyum Malu karena melihat adegan dari tamu kehormatannya .

__ADS_1


kini keduanya sudah tiba di meja yang akan mereka duduki, Valera tersenyum karena Remigio bisa bersikap lebih romantis dari sebelumnya, Remigio menarik kursi untuk Valera duduki dan Valera menerimanya dengan senang hati


beberapa pelayan datang dan memberikan hidangan terbaiknya untuk tamu kehormatan itu, mereka ingin melayani yang tebaik,


baik Remigio dan Valera masih saling pandang entah apa yang mereka fikirkan seolah dunia ini hanya milik berdua, bahkan para pelayan pergi pun mereka tak menghiraukannya


" kenapa kau memandangiku Remi " ucap Valera membuka suara


" karena aku merindukan wajah ini dalam setiap waktu ku " ucap Remigio, Valera hanya diam saja dengan ucapan Remigio yang terkesan sedang menggodanya


" aku lapar " ucap Valera dan membuat Remigio mematung sesaat, oh tuhan disaat waktu romantis ini Valera masih bisa mengatakan lapar Remigio hanya tersenyum menanggapinya lalu ia mengambil hidangan yang berbahan daging dan mulai memotongnya secara perlahan lalu ia memberikan potongan nya kepada Valera dan Valera menerimanya dengan senang hati


" Remi aku bisa sendiri, dan kau makanlah " ucap Valera dan Remigio menurut dengan tersenyum kini keduanya sama-sama menikmati waktu berdua itu, baik Remigio maupun valera masih saja mencuri-curi pandang entah apa yang mereka lakukan ? seperti hal nya sejak pertama berjumpa


***


kini keduanya sedang menikmati angin malam dengan lautan yang luas membentang, ya restoran yang dipilih James adalah restoran yang paling baik di negara itu dengan pemandangan yang luar biasa indah, letak dan posisinya benar-benar eksotis


Remigio mendekap tubuh kekasihnya erat dan menghirup aroma tubuh Valera sedalam-dalamnya, Valera hanya terkekeh akan hal itu lalu ia membalikkan tubuhnya dan kini posisi mereka sama-sama saling memandang


" ada apa kau memandangiku seperti itu ? " tanya Valera polos dan Remigio hanya tersenyum tipis


" kenapa kau percaya diri sekali ? " ucap Valera


" apa kau tak ingin menjadi istriku ? apa kau tak ingin menjadi nyonya seorang Remigio Adomson ? apa kau tak ingin menjadi wanita ku ? " tanya Remigio dengan bertubi-tubi membuat Valera terdiam sesaat dengan memasang wajah yang menatapnya sendu,


Valera benar-benar tidak bisa menjawab serentetan pertanyaan Remigio yang tiba-tiba ini, Remigio hanya diam mematung melihat ekspresi wanitanya ini


" apa kau tak mau ? tanya Remigio lagi dengan menatap lurus ke hamparan laut yang luas disana tubuhnya bergerak tegap dan tegas Valera hanya tersenyum melihat itu


" kenapa kau menginginkan aku menjadi istrimu ? " tanya Valera lagi yang kini ikut menatap hamparan luas nya lautan malam itu, rambutnya tersapu indah oleh angin yang menyejukkan


pandangan Remigio kini beralih pada wajah Valera sesaat ia termenung dengan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Valera, jantungnya seketika berdetak lebih cepat kini Remigio merasa jika Valera tak ingin menjadi istrinya tatapannya berubah sendu seketika


" karena aku mencintaimu ! mencintai seluruh nya yang ada pada dirimu, tak bisakah kau melihat cinta dimata ku ? tak bisakah kau merasakan ketulusan ku dengan hatimu ? " ucap remigio yang masih menatap wajah Valera " katakan kalau kau mau menjadi istriku ! " ucap Remigio lagi dengan tegas


Remigio memutar tubuh Valera menjadi menghadap kearahnya netra hitam itu seakan menembus relung terdalam mata milik Valera tangan kekarnya menangkup kedua pipi Valera mengelusnya dengan lembut


" jadi kau sedang melamar ku ? " tanya polos Valera dan Remigio hanya mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali " Remi katakan padaku apa saat ini kau sedang melamar ku menjadi istrimu ? " tanya Valera lagi

__ADS_1


Remigio masih menatap lekat-lekat mata serta wajah Valera dengan seksama,


" katakan seperti itu ! aku sedang mengutarakan cinta dan ketulusan ku padamu ? meminta mu menjadi istriku, memintamu menjadi ibu dari anak-anak ku, meminta mu menjadi ratu yang bertahta di hatiku " ucap remigio lembut lalu mengecup dahi Valera dengan penuh perasaan Valera bisa merasakan jika Remigio benar-benar mencintainya dengan sangat tulus Valera memejamkan matanya saat remigio mengecup dahinya dengan penuh perasaan yang menghangat " katakan sweatheart , jika kau mau menerimaku menjadi suami mu " ucap remigio yang kini dahi keduanya sama-sama sedang menyatu hembusan nafas hangat sama-sama terasa oleh kedua nya aroma maskulin dari tubuh Remigio mampu membuat Valera memejamkan matanya sesaat


" jika begitu aku menunggu hari itu datang Remi, aku menunggu ketika hari dimana aku menjadi wanita yang paling bahagia karena telah memilihmu menjadi pendamping hidupku, menjadi teman hidupku dan menjadi ayah dari anak-anak kita nantinya " ucap Valera menatap lekat-lekat wajah Remigio nadanya penuh keyakinan matanya meneduh setelah melontarkan pertanyaan itu, Remigio tersenyum bahagia wajahnya seketika berbinar cerah waktu yang selama ini di tunggu-tunggu nya akhirnya tiba dimana wanita yang yang merajai hatinya mampu menerima niat baik nya itu


mata Remigio berkaca-kaca seolah ia tak menyangka jika Valera menerima nya, Remigio mengecup kedua tangan Valera secara bersamaan Valera diam saja ketika Remigio berlaku seperti itu


" terimakasih sweatheart, aku sangat mencintai mu, dan aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini, " seru Remigio memeluk Valera dengan erat dan Valera membalas pelukan itu


" aku juga mencintaimu Remi, aku harap kau tak akan pernah mengecewakan aku " ucap Valera lagi


" ya aku janji, aku akan melakukan apa saja untukmu, seperti yang kau inginkan " ucap mantap Remigio


kini bibir keduanya saling menyatu dan menyalurkan rasa yang ada, Valera menyambut setiap gerakan yang Remigio berikan, malam itu seakan menjadi saksi antara dua insan yang sedang mabuk dilanda asmara, Remigio melakukan gerakan yang sangat lembut agar wanitanya merasa nyaman


mata keduanya sama-sama terpejam tangan kekar Remigio melingkar sempurna di pinggang Valera begitupun dengan Valera ia melingkarkan tangannya di pundak Remigio mereka sama-sama tak ingin saling melepaskan, ciuman itu masih berlanjut menuntut, sesaat nafas mereka sama-sama tersengal


" aku mencintaimu " ucap remigio lagi di sela nafasnya yang tersengal akibat kegiatan indah yang baru saja terjadi


*****


Boston, Amerika serikat waktu setempat


Dave dan Elion kini tinggal untuk sementara waktu dirumah sahabat milik Elion, sedangkan Fandarez masih dengan keadaan terbolgol rapi


" persiapkan diri kalian kita akan pergi menuju Prancis dua jam lagi " saut tiba-tiba Elion dan Dave terkejut dengan keberangkatannya yang dadakan itu


" apa sesuatu terjadi ? kenapa mendadak ? " tanya Dave lagi bingung


" tidak ada Dave hanya saja jika kita segera pergi dari sini aku jamin tidak akan ada masalah yang akan kita hadapi nanti terlebih mereka tau bahwa Fandarez berada dalam genggaman kita dan akupun meledakkan kediaman milik Robbin yang ditempati oleh penghianat itu " ucap Elion dan Dave mengangguk paham


Dave beserta kelima pasukan Phoenix segera bersiap membereskan perlengkapan nya masing-masing para anak buah Elion yang membantu misi kemarin sudah kembali dengan selamat ke markas milik Elion dan Lotus


Fandarez hanya menatap tajam keduanya tanpa tanpa berbicara sepatah pun, Dave yang melihat itu hanya acuh saja sembari membereskan laptop dan menaruhnya Kembali disebuah tas ransel


" bersiap lah Fandarez kau tidak akan pernah lepas dari genggaman Lady " ucap sinis Dave dan Fandarez hanya diam saja terlihat jelas ketahuan terpancar dari sorot matanya


dua jam berlalu Dave beserta yang lainnya sudah siap pergi menuju Prancis dengan pengawalan yang begitu ketat dari pihak lain Dave tak mempedulikan, kini Fandarez dijaga oleh pasukan Phoenix, setelah beberapa saat menunggu pesawat yang ditumpangi mereka sudah lepas landas dan mengudara dengan gagah membelah cakrawala

__ADS_1


Dave memilih untuk menuangkan wine kedalam gelasnya karena ia merasa tubuhnya terasa lelah begitupun dengan Elion keduanya sama-sama menikmati rasa yang khas dari minuman berkelas itu, hingga mata keduanya sama-sama terpejam menikmati perjalanan yang memakan waktu cukup lama untuk sampai di tempat tujuan


__ADS_2