
Boston, Amerika serikat
kini Dave dan lainnya sudah tiba di kota yang dimana di tinggali oleh Fandarez, Elion yang sudah menemukan titik keberadaan lewat orang-orang kepercayaannya jujur saja Dave memuji kecerdikan serta kegesitan dari seorang Elion pantas saja sang nona menempatkan dirinya di bagian pasukan khusus ternyata otak dan kemampuannya tak bisa diremehkan begitu saja
" Dave ingat ketika kita berhasil membekuk Fandarez, akan ada mobil anak buah ku yang akan membawa kalian pergi dari sana menuju tempat yang paling aman, " ucap Elion datar dan Dave diam saja
" lalu bagaimana dengan mu ? apa kau tak ikut pergi ? " tanya Dave tak kalah datar
" kau tenang saja, tak perlu khawatir aku sangat hafal Selak beluk di kota ini, dan aku akan kembali pulang dan bergabung lagi sampai kita menuju Prancis " ucap Elion
" cihh.. sombong " ketus Dave dan Elion hanya terkekeh
" ya harus kau akui bukan, jika aku memang seperti itu " ucap Elion menimpali perkataan Dave yang menurutnya sangat konyol
mereka menggunakan mobil biasa menuju kediaman Fandarez yang cukup terpencil, Elion segera melihat kondisi keadaanya melalui laptop yang ia bawa lalu tak lama ponsel milik Elion berbunyi
" ya , ada apa ? tanya Elion datar
" (........)
" baiklah, terimakasih " ucap Elion mengakhiri panggilan begitu saja "
Dave mengkerutkan dahinya seketika bingung dengan sepak terjangnya seorang Elion, para pasukan Phoenix berserta anak buah Elion yang diikut sertakan berada di mobil bagian belakang karena mereka hanya menggunakan dua mobil saja agar tak terlalu mencolok
hingga mereka berhenti di sebuah gubuk usang tak berpenghuni, Dave semakin bingung tak mungkin jika Fandarez mendiami tempat itu
" ayo, kita akan turun disini, persiapkan senjata mu Dave " ucap Elion lagi dan Dave mengangguk saja
" kenapa ditinggal ? " ucap Dave yang ingin tahu
" memang seperti itu strategi yang ku atur, nanti akan ada anak buah ku yang menjemput kita ketika misi berhasil maupun tidak " saut Elion tenang
" heii apa maksud mu ? berhasil atau tidak, aku memutuskan misi ini akan berhasil " saut dingin Dave dan Elion terkekeh
" cepatlah ! kau berisik sekali " ucap Elion mengejek akhirnya mereka berjalan menyusuri jalan setapak hingga sepuluh menit berlalu mereka telah sampai di dataran tinggi yang mirip dengan bukit seperti bukit buatan ? lucu bukan
Dave mengitari sekitarnya, hingga matanya terbelalak melihat sebuah rumah sederhana yang cukup mewah dengan penjagaan ketat disana, wajah Elion seketika bingung melihat raut keterkejutan dari Dave.
" kita harus menembak para pengawal itu dengan tembakan tak bersuara " saut Elion dan Dave mengangguk lalu para pasukan Phoenix mulai mengkondisikan senjata yang dimaksud oleh Elion mata mereka saling fokus sembari menunggu instruksi selanjutnya
" tahan dulu, biar aku lihat apakah aman jika kita meluncurkan peluru-peluru itu " ucap Dave yang langsung meneropong ruang yang ditinggali oleh Fandarez
Dave terus mengamati dengan teliti dan cermat dirasa aman Dave memberikan kode kepada pasukan Phoenix untuk bersiap sedangkan para anak buah Elion sudah mulai turun dan bersembunyi di tempat yang memungkinkan agar ketika peluru itu di luncurkan pada anak buah Elion bertindak cepat dan langsung menerobos ke dalam
SHOTTT
JLEBBB
JLEBBB
JLEBBB
tiga orang pengawal ambruk seketika tanpa suara yang di timbulkan, para anak buah Elion langsung masuk dan menyiapkan senjatanya mereka langsung masuk tanpa harus takut karena sebelumnya Elion telah memblokir alat pengaman dan sinyal disekitar rumah itu yang terhubung pada Edrall maupun Journey dan Robbin
BUGHHHHHH
JLEBBB
__ADS_1
BUGHHHHHH
JLEBBB
para pasukan Elion dengan cepat dan lincah melumpuhkan musuh dengan satu kali tikaman tepat di jantungnya, Dave dan pasukan Phoenix segera bergegas bergabung dengan mereka begitupun dengan Elion
saat Dave dan pasukan Phoenix akan memblokir bagian belakang mereka di kejutkan dengan lima orang pengawal disana mau tidak mau
SHOTTT
JLEBBB
DODODORDODODOR !
" shitt " umpat Dave karena mereka melakukan penyerangan yang membuat suara gaduh timbul seketika Elion hanya diam saja ketika mendengar suara itu, ia akan memprediksi jika ini akan terjadi , Elion terus menyusuri bagian dalam ruang itu yang terlihat luas
" keadaan luar tak sesuai dengan isinya " gumam Elion
DODODORDODODOR
Elion diberondong peluru oleh pengawal di lantai atas, dengan cepat Elion berlindung diantara sofa disana
para anak buah Elion langsung membidik para pengawal itu hingga tewas
DODODORDODODOR !!
" menyusahkan ! " gerutu salah atau anak buah Elion, Elion yang menyadari jika itu anak buahnya dengan cepat berlari menuju lantai dua untuk mencari Fandarez sedangkan Dave sudah berhasil menerobos bagian belakang rumah itu dan kini mereka bisa melihat beberapa mayat yang tergeletak disana
" susuri tempat ini , jangan sampai kita kecolongan dengan Fandarez melarikan diri " tegas Dave dan kelima pasukan Phoenix mengangguk mantap kini mereka berpencar Dave memilih ke bagian dapur rumah untuk mencari sesuatu karena dirinya yakin jika Elion berada di lantai dua karena bangunan ini tak begitu luas
Dave mulai menyusuri dapur yang berukuran minimalis, hingga matanya melihat pasta yang tersaji di atas piring Dave tersenyum kemudian sepertinya Fandarez memang berada di sini
kini Elion berada diantara tiga pintu yang berbeda, Elion terdiam beberapa saat hingga derap kaki terdengar disana ternyata anak buah Elion yang ikut menyusul tuannya
" dobrak pintu-pintu itu " titah Elion lagi
para anak buah Elion bersiap untuk mendobrak pintu yang berbeda dalam hitungan ketiga pintu itu terbuka sempurna dan Elion langsung menyiagakan senjatanya
BRAKKKKKK
" masuk dan cari " tegas Elion dan semuanya mengangguk tak lama Dave muncul disana Elion hanya diam saja sambil menunggu hasil anak buahnya
" kosong tuan " saut salah satu anak buahnya
" disini pun kosong " saut yang lain lagi tinggal hanya ruangan yang berada di sebelah kanan nya Dave memicingkan matanya seketika
" tuan sepertinya orang itu sedang bersembunyi " saut anak buah Elion yang tiba-tiba muncul dari ruangan yang diharapkan nya Elion maupun Dave hanya diam saja
" cari dia aku yakin dia bersembunyi tak jauh dari sini, dan aku baru saja melihat sepiring pasta yang masih hangat di dapur " ucap Dave dan semuanya mengangguk, lalu Dave memasuki ruangan dengan pintu kedua
ternyata sebuah kamar dengan ranjang yang cukup sederhana, ruangan itu tak terlalu luas Dave mengelilingi sekitar dan mengetuk-ngetuk bagian dindingnya hingga ia berdiri tepat disebuah rak yang tingginya menghabiskan plafon ruangan itu
sepuluh menit berlalu Dave dan Elion masih menunggu kabar dari para anak buahnya untuk menemukan Fandarez hingga para anak buahnya bergabung kembali dan mereka mengatakan jika Fandarez tidak di temukan Dave menyeringai mengerikan, lalu ia berdiri tepat dihadapan rak buku di salah satu ruangan
" siapkan senter kalian ! aku yakin ia bersembunyi didalam " ucap Dave dengan pelan dan mereka semua mengangguk patuh
Dave mulai memegang rak buku itu ia mencari dan meneliti benda itu hingga dirinya menemukan benda aneh berukuran kecil yang menempel di dinding, Dave menyentuh nya lalu mencoba menggerakkan ya, Dave memberikan kode untuk bersiap dan semuanya mengangguk sedangkan Elion duduk santai di ranjang itu
__ADS_1
CEKLEK
KREKKK
rak buku itu terbuka dan kini menampilkan ruangan yang sudah disorot oleh anak buah Elion, Dave tersenyum tipis kala melihat siluet orang yang dikenalnya sedang berdiri ketakutan disana
" mau keluar secara baik-baik atau secara paksa ! " dingin Dave dan Fandarez membeku di tempatnya " ohh.. ternyata kau mengabaikan perintah ku " smrik Dave " tembak dia
CEKREK
" jangan " pekik Fandarez dengan mengangkat kedua tangannya lalu dengan langkah pelan ia mulai keluar dengan sendirinya dan Dave langsung memborgol kedua tangan Fandarez tapi Elion menyuruhnya untuk memeriksa tubuh Fandarez agar tak ada benda yang mencurigakan
Dave memeriksa tubuh Fandarez hingga terlihat sebuah chip mencurigakan Dave Melihat secara seksama
" wow apa ini ? apa kau sedang meminta pertolongan ? tapi jangan harap ! " ucap Dave yang membuang chip itu begitu saja lalu mereka segara meninggalkan tempat itu dengan cepat namun saat mereka berada di luar Elion berhenti sejenak
" kalian pergilah dulu ! jalan lah ke arah sana, mereka sedang menunggu " ucap Elion dan Mereka mengangguk setuju tanpa mau bertanya setelah semuanya dirasa aman Elion mulai melakukan pekerjaannya dengan melemparkan beberapa bom kearah yang berbeda
DUARRRR
DUARRRR
BLUMMM
bangunan itu runtuh seketika dengan kobaran api yang menakutkan, Elion segera pergi meninggalkan tempat itu
*****
disisi lain Valera sedang mencari informasi data mengenai keluarga besar Daniel terutama sosok kakeknya tuan Affonso dengan segala kemampuan serta kode-kode rahasia yang dimiliki oleh Valera dengan memakai sistem andalannya Valera mencari data itu dengan sangat mudah tapi sesuatu yang menjadi pertanyaan !
" jika benar tuan Affonso berasal dari Inggris ! lalu Daniel ... mengapa wajahnya seperti orang Indonesia kebanyakan ya walaupun segi dan paras Daniel cukup diperhitungkan " gumam Valera menerka-nerka, jari-jari nya berselancar indah memindai data-data yang menurutnya janggal
" Affonso Gyellez " gumam Valera lagi " sepertinya aku pernah melihat wajah lelaki yang sudah berumur ini, tapi dimana " ucap Valera lagi yang sedang berfikir keras lalu ingatan nya berlalu ke masa lampau, dan ya betapa ia terkejut jika Affonso Gyellez adalah orang yang cukup dekat dengan kakeknya Marcell Harson seketika Valera termenung dan terpaku pada kursi nya saat ini
oh tuhan apa yang kau rencanakan untuk hidupku ini, betapa semuanya secara kebetulan tapi mengapa harus dirinya Valera benar-benar dibuat pusing
Valera memutuskan untuk menghentikan pencarian data mengenai Affonso Gyellez walupun ia tak terlalu mengetahui asal usul kakek dari Daniel tapi setidaknya ayahnya tuan Ramius pasti mengenal sosoknya terlebih Valera menunggu sampai Kemila pulih total
Valera mencoba untuk membuka ponselnya seketika matanya terbelalak karena ia membaca sebuah notifikasi jika Remigio sudah tiba di Prancis, antara percaya dan tidak seketika senyum manisnya terkembang sempurna kerinduan akan sosok lelaki yang merajai hatinya telah kembali menempati janji yang ada
Valera terlihat begitu senang karena sebentar lagi ia akan melihat wajah yang amat ia rindukan selama beberapa Minggu terakhir ini
disisi lain Remigio baru saja tiba di mansion megah miliknya para pengawal dan maid menunduk hormat kepada sang pemilik James dan Leo pun ikut menyambut kedatangan sang tuan
" selamat datang kembali tuan " ucap mereka serempak dan Remigio hanya mengangguk saja
" James tolong siapkan restoran yang romantis untuk ku malam ini " seru Remigio membuat James mengerutkan dahinya seketika pasalnya sang tuan baru saja tiba dan sekarang ia sudah menyuruh James untuk memesan kan sebuah restoran yang paling romantis
" baik tuan " ucap James menunduk hormat
" tolong buatkan aku teh hangat " seru Remigio dan Leo segera memerintahkan salah satu maid untuk membuatkan teh yang dimaksud tuannya
tak lama maid datang dengan pesanan sang tuan, Remigio menyeruputnya secara elegan dan menyesap rasa yang khas dari teh itu
" apa ada kendala selama aku tidak ada " tanya Remigio
" semuanya aman tuan " ujar Leo dan Remigio menghela nafas lega karena perusahaan nya baik-baik saja Leo dan James pun tak kalah senang saat sang tuan kembali dengan selamat
__ADS_1
" tuan aku sudah menyiapkan restoran seperti yang anda bayangkan " ucap James yang tiba-tiba datang dan memberikan tablet nya kepada Remigio untuk sang tuan melihat nya Remigio tersenyum puas karena James selalu mengerti tentang hal romantis bahkan jauh dari kata romantis
" terimakasih James, persiapkan semuanya aku mau membersihkan diri ku terlebih dahulu, kau tolong hubungi wanita ku minta dia berdandan secantik mungkin karena ada kejutan yang akan menantinya " pesan Remigio dan keduanya mengangguk patuh lalu Remigio beranjak dan menaiki lift untuk sampai ke kamar pribadinya