Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* Bahagia


__ADS_3

Dave menatap indahnya pemandangan kota dimalam hari dengan menghisap sebatang rokok nya secara perlahan, manik abunya menatap jauh kedepan rasanya apa yang ia perjuangkan selama ini berbuah manis walaupun Dave harus menerima kenyataan jika ayah mertuanya tak akan pernah memberi nya restu.


Gloria yang baru saja membersihkan dirinya menatap bingung karena pintu balkon terbuka lebar sehingga angin malam masuk begitu saja, terlebih cuaca akhir-akhir ini kurang baik.


'' Dave '' panggil Gloria dengan melingkarkan sebuah tangannya di pinggang Dave dengan begitu erat, Dave bisa mencium aroma blossom dari tubuh Gloria.


" kau sangat wangi sayang '' ucap Dave membalikkan tubuhnya seraya menatap wajah tanpa riasan itu, benar-benar natural dengan bibir yang merekah indah. " aku akan mandi terlebih dahulu " bisik Dave dengan sensual hingga bulu kuduk Gloria meremang saat nafas hangat Dave menyapu lehernya.


" Ya. " ucap singkat Gloria dan Dave tersenyum nakal menatap wanita yang kini menjadi istrinya.


setelah Dave memasuki kamar mandi, Gloria segera memilih beberapa lingerie di almari yang tersedia, matanya menyapu setiap baju yang ada dihadapannya kini.


" merah, hitam, putih ? hmm aku bingung. '' ucap Gloria lagi dan pada akhirnya Gloria memilih lingerie berwarna hitam.


dirinya bersiap karena malam ini pasti Dave meminta haknya sebagai suami, berbagai rangkaian perawatan telah Gloria lakukan bahkan ia memakai parfum mewah beraroma coklat yang sangat manis.


" kau menggodaku hmm ? '' ucap tiba-tiba Dave berada dibelakang Gloria hingga membuat si mpunya terkejut bukan main. Gloria membalikkan tubuhnya hingga kini giliran Dave yang gugup.


" menggoda mu ? tidak " ucap Gloria kini ia berjalan perlahan menuju sang suami dengan senyum samar nya, dan Dave melihat itu


lengan Gloria melingkar indah di leher Dave, bahkan Gloria terlihat mengendus aroma Dave yang memiliki aroma lelaki jantan yang memabukkan.


Dave mencium bibir Gloria dengan lembut hingga Gloria membalasnya tak kalah lembut, keduanya larut dalam kegiatan itu, tangan kekar Dave mengelus punggung sang istri yang sangat halus itu, bukan hanya punggung saja beberapa bagian tertentu tak luput dari tangan kekar Dave.


" aku tak akan membiarkan mu malam ini '' ucap Dave disela-sela kegiatannya hingga Gloria hanya bisa mengangguk saja. Keduanya larut dalam gelora asmara yang terpendam.


Gloria tampak gugup melakukan nya dengan Dave terlebih ini adalah hal yang pertama, takut dan gugup ia rasakan semuanya sedangkan Dave hanya tersenyum lembut dan membisikkan kata-kata penuh cinta untuk sang istri.


" Dave " pekik Gloria saat dirinya merasakan sakit dan pedih sekaligus. Dave mengalihkan rasa sakit itu dengan mengecup dan mencium lembut bibir Gloria. Hanya ada suara erangan tertahan terkadang kuku-kuku Gloria menggores indah di punggung kekar Dave.


Gloria mulai menikmati permainannya begitupun dengan Dave keduanya larut dalam pergelutan malam, suara indah Gloria membuat Dave semakin bertambah semangat, hingga satu jam lebih baru keduanya menyelesaikan kegiatan sakral itu dengan nafas yang terengah-engah.


Dave mengecup dahi Gloria lembut dan mengucapakan rasa terimakasih nya pada sang istri, Gloria hanya bisa tersenyum dan kemudian ia terlelap begitu saja, melihat sang istri yang kelelahan akhirnya Dave membiarkan Gloria untuk beristirahat sejenak.


******


Mansion utama keluarga Harson.


Valera tampak ikut bergabung dengan para keluarganya, disana sang bibi nyonya Lauren pun sedang berbincang dengan tuan Ramius serta nyonya sofhia.

__ADS_1


" Apa keputusan mu Lauren ? " tanya tuan Ramius menatap sang adik yang kini sedang menyesap teh berperisa vanila buatan nyonya Sofhia.


" apa ? " jawab nyonya Lauren seakan tak mengerti dengan perkataan sang kakak.


" suamimu ! apa lagi. Jujur dia sudah kelewatan " tuan Ramius berkata dengan penuh penekanan.


" entahlah aku pun tak mengerti, dia memang tak pernah berubah selalu memandang seseorang dari status dan derajatnya tanpa ia sadari dulu dirinya seperti apa " ucap nyonya Lauren terkekeh geli menimpali ucapan sang kakak.


" lalu apa rencana mu selanjutnya ? " tanya tuan Ramius lagi.


" lihatlah kak, aku baru meninggalkan nya beberapa hari tapi ia berniat ingin mencuri aset-aset milikku " ucap nyonya Lauren seraya memperlihatkan ponsel yang berisi rekaman cctv dikediamannya di Inggris. Tuan Ramius menyipitkan matanya saat melihat apa yang dilakukan oleh tuan Gil begitupun setiap ucapan yang terlontar dari mulutnya.


valera yang mendengarnya hanya bisa tersenyum sinis, akhirnya tuan Gil menunjukkan wajah aslinya tanpa harus di ancam dengan cara apapun.


" balas dendam ? " Picing nyonya sofhia.


" dia tak terima aku mengungkit masa lalunya. Aku kesal dan marah karena ia mempersulit pernikahan Gloria. " ucap tuan Ramius dan nyonya sofhia hanya bisa diam saja.


" sebaiknya berhati-hati dengan nya, maaf bibi aku memang tak suka dengan paman Gil, sikapnya sungguh arogan dan bertindak layaknya penguasa saja dan paman tak segan bertindak lancang, bahkan paman Gil merendahkan orang-orang ku itu artinya ia tak menghargai ku sama sekali " ucap Valera dengan datar. Nyonya Lauren mengangguk setuju dengan perkataan Valera, tuan Gil memang patuh dicurigai karena mereka tau dari masalah ini akan ada badai selanjutnya dalam keluarga mereka.


Pada saat mereka sedang berbincang, seorang maid yang betugas untuk menjaga Athena terlihat datang dengan si kecil yang baru saja terbangun dari tidurnya.


" ohh sayang kau semakin hari semakin gembul saja " ucap Valera sembari mencium gemas pipi sang putri kesayangannya itu, nyonya sofhia hanya tersenyum melihat putri dan juga cucunya itu.


" maaf menganggu waktu anda tuan besar, aku baru saja mendapatkan kabar dari tuan Vyan jika istrinya dilarikan kerumah sakit karena akan melahirkan '' ucap tiba-tiba Pram hingga tuan ramius dan nyonya sofhia tersentak dari duduknya, begitupun dengan Valera.


" baiklah kita akan kesana " ucap Valera dan orang mengangguk lalu mempersiapkan mobil untuk keluarga harson yang akan berkunjung kerumah sakit.


nyonya Sofhia dan tuan Ramius segera bersiap untuk pergi sedangkan nyonya Lauren memilih untuk menunggu bersama dengan Valera karena ia tak mungkin meninggalkan putrinya sendiri.


Di rumah sakit.


Zizi sedang merintih kesakitan saat kontraksi demi kontraksi ia rasakan sedangkan vyan yang berada disampingnya terlihat sabar mengelus punggung serta perut sang istri.


Zizi sudah mulai berkeringat dan dengan telaten vyan mengusap lembut dahi dan area wajah Zizi yang berkeringat.


" sayang bersabarlah. " ucap vyan lembut sembari memijat punggung Zizi dengan gerakan perlahan. Zizi terlihat memejamkan matanya seraya bersandar di dada sang suami. " kau pasti bisa, aku mencintaimu " ucap lirih vyan berbisik ditelinga Zizi.


Vyan rasanya ingin marah kepada para dokter yang bertugas tapi ia urungkan setelah diberi penjelasan tentang wanita yang akan melahirkan, Zizi sudah bergerak dengan gelisah pembukaan masih belum sempurna tapi Zizi terlihat sabar menunggu nya walaupun rasa sakit yang teramat ia rasakan kini.

__ADS_1


" sayang sedikit lagi, kau masih kuat kan ? '' ucap vyan mendekat dan mendekap tubuh Zizi yang terlihat lunglai seperti tak bertenaga.


" ya.. aku pasti bisa '' ucap Zizi pelan dengan menampilkan senyum tulusnya pada sang suami.


hingga satu jam berlalu akhirnya Zizi merasakan dorongan kuat dari area pribadinya, Zizi mengerang dan mengejan sedangkan dokter dengan sigap memberikan aba-aba untuk membantu Zizi bersalin.


suara teriakan begitu terdengar keras diruangan itu, hingga vyan merasakan dadanya sesak saat melihat sang istri yang berjuang untuk melahirkan anaknya.


tak lama suara tangisan seorang bayi begitu melengkung menembus gendang telinga, Zizi terengah-engah dibuatnya, senyum bahagia tersemat di bibir Zizi, vyan terharu bukan main tangannya sibuk mengenggam tangan istrinya.


" lihatlah sayang bayi kita sudah lahir, kau istriku, kau wanitaku, terimakasih " ucap vyan dengan mata yang berkaca-kaca sedangkan Zizi hanya mengangguk dengan lemas


Vyan sungguh menatap haru pada bayi mungil yang masih memerah itu, para perawat dengan sigap menbersihkan terlebih dahulu si bayi, Zizi memandang bayinya dengan air mata yang berderai.


ia tak pernah menyangka akan mempunyai sebuah keluarga kecil yang bahagia, Zizi jadi mengingat pada kehidupan masa lalunya, sebelum ia masuk kedalam jajaran king dan mempunyai kehidupan lebih layak lagi.


Satu jam berlalu, kini sang bayi telah mencoba untuk menyusu pada sang ibu, Zizi dibantu oleh nyonya Sofhia untuk melakukan hal yang pertama itu dalam hidupnya.


Bayi lelaki nan tampan itu mirip sekali dengan sang ayah, Zizi jadi memberengut karena bayinya tak mirip dengan nya, sedangkan nyonya sofhia terlihat bahagia karena ia sudah mempunyai dua orang cucu.


" sayang, lihatlah bayi mu sungguh tampan bukan ? '' ucap nyonya sofhia dan Zizi tersenyum lembut dengan mengangguk kecil.


" Dia memang tampan seperti ayahnya " lirih Zizi dan nyonya sofhia tersenyum lembut.


sedangkan di sisi lain, Valera telah mengirimkan beberapa anak buah untuk berjaga disekitar rumah sakit Zizi melahirkan bahkan mereka ada yang berjaga di lantai Zizi dirawat.


Ya valera mendapatkan kabar jika ada beberapa orang yang mengintai rumah sakit tersebut entah bertujuan untuk apa, Vyan yang sudah mengetahui hal ini dengan segera menyuruh Leonel untuk membawa lima anak buahnya.


" bagaimana apa mereka masih berada disana ? '' tanya Valera kepada anak buahnya yang ia kirim untuk berjaga.


" seperti yang dilihat lady. Mereka masih berada di tempat hanya saja mereka sedikit menjauh " ucap seseorang disana.


" persempit ruang gerak mereka, pantau terus dan jangan sampai mereka menyadarinya " pinta Valera tegas.


" laksanakan lady " ucap orang itu lagi dan panggilan pun terputus.


valera yang menunggu di mansion harap-harap cemas karena ia tak tau musuh sang kakak kali ini siapa dan dari kelompok mana, terlebih Valera kurang memahami sepak terjangnya seorang Vyan.


para jajaran king yang mengetahui Zizi melahirkan menutup rapat informasi tersebut agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Terlebih Vyan mempunyai musuh dalam dunia bisnisnya, tak menutupi kemungkinan mereka akan bertindak di luar batas.

__ADS_1


__ADS_2