
Remigio terus menggerutu tidak jelas karena perilaku sekertaris barunya terhadap Valera.
Ia sangat marah besar ketika ada yang berani berbuat buruk terhadap kekasihnya itu
" Remi sudah lah, dia tidak mengetahui nya " ucap Valera dengan manja nya sambil mengalungkan tangannya dileher Remigio
" tapi sweatheart, aku tidak suka jika karyawan ku ada yang bersikap buruk padamu, aku akan langsung memecatnya " geram Remigio lagi, sembari mengelus lembut kepala Valera sesekali Remigio menghirup wewangian yang berasal dari rambut kekasihnya itu
" sudahlah ayo kau makan cake ini" ucap Valera sembari menyodorkan cake yang ia bawa tadi, Remigio pun segera melahap nya dari tangan kekasihnya ia begitu sangat menikmati
" enak " tanya Valera dengan mengusap lembut makanan yang tersisa di sudut bibir remigio
" ini cake kesukaan ku sweatheart, kau pun harus mencobanya " ucap remigio yang mengambil cake dari tangan Valera, tapi Valera menggeleng cepat
" kenapa " tanya Remigio bingung uang melihat Valera menghindar
" Remi apa kau mau kulit ku bermasalah setelah aku memakan cake dengan campuran kacang didalamnya " ucap Valera dengan kesalnya karena Remigio tak mengingat akan makanan yang tidak pernah disentuh Valera
" maaf sweatheart, aku lupa " ucap remigio sembari mengecup singkat bibir Valera membuat si mpunya terkejut akan kecupan itu
" Remi ! " kesal Valera tapi Remigio justru tertawa renyah
" bibirmu lebih enak daripada cake ini sweatheart " bisik Remigio ditelinga kekasihnya. Valera hanya tersenyum malu dibuatnya
" baiklah terserah kau saja, habiskan cake itu setelah itu aku mau berbicara sesuatu hal padamu " ucap Valera dengan wajah serius nya,
remigio pun menurut akan perintah kekasihnya itu, ia menghabiskan semua cake sembari mengerjakan pekerjaan nya agar cepat selesai.
Valera hanya menunggu Remigio dengan menselonjor kan kakinya di atas sofa, Valera pun menjadi sedikit cemas akan kejujurannya tentang George pada Remigio.
setelah satu jam berkutat di layar laptopnya Remigio menghampiri Valera yang sedang asyik bermain dengan ponselnya.
" sweatheart, tadi kau ingin membicarakan apa " tanya Remigio dengan lembut sembari duduk disamping kekasihnya kini Valera memposisikan duduk nya dengan senyaman mungkin
" Remi aku akan mengatakan sesuatu padamu, tapi ku harap kau tidak akan marah padaku ataupun sebagai nya, dengarkan cerita ku jangan menyela nya " ucap Valera dengan wajah yang serius, Remigio pun mengangguk patuh
" aku mempunyai seorang anak angkat " ucap Valera sambil menatap mata gelap milik remigio, pernyataan Valera sukses membuat Remigio mengerutkan dahinya Valera menjeda sebentar untuk melihat reaksi dari kekasihnya
" maksud mu " kini raut Remigio tak dapat dibaca oleh Valera, Valera menggenggam tangan kekar kekasihnya " jelaskan padaku Valera " ucap remigio yang menyebut nama kekasihnya, Valera mengerti dengan keterkejutan Remigio
lalu Valera menceritakan dengan sejujurnya kepada Remigio pertama dimana ia menemukan George, dimana ia merawatnya, dan sekarang anak itu telah menganggap Valera sebagai ibunya. Remigio terlihat sedang menyimak perkataan kekasihnya dengan raut wajah yang sangat datar, Valera masih menjelaskan sedetail mungkin agar kekasihnya mengerti
setelah Valera menjelaskan Remigio sedikit termenung sambil menatap lurus kearah balkon, Valera menghembuskan nafasnya untuk memberi ruang berfikir kepada Remigio
" kau tidak berbohong padaku ? " ucap remigio tiba tiba dengan menatap mata hazel milik Valera
" berbohong bagaimana maksud mu ? " ucap Valera yang bingung dengan perkataan Remigio
" aku takut kau berbohong padaku, aku takut itu anak mu " ucap asal Remigio sontak membuat Valera terbelalak dan detik kemudian Valera menghempaskan tangan Remigio dengan kasar
" apa yang kau fikirkan Remigio, kau berfikir dia anak ku yang terlahir di luar pernikahan " ucap Valera dengan meninggikan suaranya ia tak menyangka reaksi Remigio berlebihan sekali, Remigio menjadi merasa bersalah telah berfikiran yang tidak tidak ia hanya ketakutan jika anak itu anak yang lahir di luar pernikahan Valera dengan lelaki dimasa lalunya
" sweatheart, maaf kan aku, aku tidak bermaksud berfikir buruk padamu aku hanya takut saja " ucap remigio yang menggenggam tangan Valera dengan sangat erat
" jangan pernah kau berfikir seperti itu Remigio, Aku bukan seperti wanita yang kau fikirkan, aku masih sangat menjaga mahkota ku ini " ucap Valera dengan nada penuh penekanan, Remigio langsung memeluk kekasihnya itu lalu dia mengecup kening Valera dengan sangat lembut
" maafkan aku " ucap remigio dengan suara lembut nya, Valera hanya diam saja tanpa menjawab ia sangat kesal akan sikap Remigio terhadapnya
" aku akan pergi menjemput George malam ini juga " ucap Valera tiba tiba. " apa kau mau menemani ku Remi " ucap Valera dengan tatapan penuh harap nya membuat Remigio gemas dibuatnya
" apapun untukmu sweatheart, " ucap remigio lalu mencium bibir Valera dengan sangat lembut Valera pun membalas ciuman Remigio tak kalah lembut keduanya sama sama terhanyut dan terbuai sentuhan sentuhan Remigio membuat Valera merasakan hal lainnya. Nafas keduanya sama sama tersengal Remigio sebaik mungkin menahan hasrat lelaki nya untuk tidak menyentuh Valera sebelum menjadi istrinya
Remigio memberikan kecupan terakhir di dahi Valera, menandakan Remigio amat menyayangi Valera sebagai kekasihnya
" bagaimana jika sore ini kita berangkat sweatheart " tawar Remigio kepada Valera ia pun sangat antusias akan perjalanan nya kali ini bersama sang kekasih
" tapi, pekerjaan mu bagaimana " ucap Valera lagi
" ada James dan Leo " ucap remigio enteng sembari tertawa kecil kemudian
Akhirnya mereka sepakat sore ini untuk ke Lamora, Valera sudah mengatakan jika perjalanan nya memakan waktu kurang lebih empat jam, Remigio tak mempermasalahkan hal itu, Remigio segera menghubungi Leo untuk menggantikan tugas nya di kantor bahkan rapat dengan vyan pun di tunda untuk beberapa hari kedepan
__ADS_1
terlebih dahulu mereka ke mansion Remigio untuk kekasihnya bersiap dan membersihkan diri serta mengganti mobilnya untuk kenyamanan dirinya serta sang kekasih dalam perjalanan nya nanti
" Remi, terimakasih kau telah mau memahami semua tentang diriku " ucap Valera lagi
" tidak perlu berterimakasih sweatheart, cukup kau jujur padaku jangan pernah sembunyikan apapun kepadaku sweatheart, aku ini kekasihmu dan kau calon istriku calon nyonya Adomson " ucap remigio penuh penekanan, ungkapan Remigio membuat hati valera berbunga bunga Remigio tidak hanya menganggap kekasihnya tapi telah menganggap Valera sebagai calon istrinya itu menandakan bahwa Remigio sangat serius dalam menjalin hubungan nya
mereka pun segera memasuki mansion megah milik remigio meraka pun disambut oleh seorang lelaki paruh baya
" selamat datang tuan dan nona " ucap lelaki itu dengan ramah Valera pun membalas nya dengan senyuman manis
meraka pun segera naik ke lantai tiga mansion itu untuk ke ruangan pribadi milik Remigio
kamar Remigio sangat luas dan mewah dengan bernuansa abu dan gold terdapat banyak barang barang mahal lainnya yang terjejer tapi sebagai pemanis ruangan
" sweatheart tunggu aku disini, aku akan membersihkan diri jika kau ingin minum atau memakan sesuatu kau ambil saja disana " ucap remigio yang menunjuk sebuah lemari pendingin yang sangat mahal
" baiklah " ucap Valera yang langsung menduduk kan dirinya disebuah sofa berwarna putih disana. lalu Valera memainkan ponsel miliknya sembari menunggu Remigio selesai membersihkan diri
remigio sudah selesai membersihkan dirinya lalu Valera membantu sang kekasih berkemas dan memilih beberapa helai baju karena mereka berencana menginap selama dua hari karena Remigio ingin mengetahui suasana di Lamora dan Valera pun tidak keberatan akan hal itu, justru ia sangat senang
" rasanya aku ingin segera menikahi mu dan menjadikan mu wanita seutuhnya, wanita yang merajai hatiku , wanita yang menjadi nyonya dirumah ini sweatheart " ucap remigio dengan memeluk Valera dari arah belakang Remigio sangat suka dengan aroma vanilla dari tubuh Valera itu ia menciumi ceruk leher Valera
" Remi jangan seperti ini, " ucap Valera memukul pelan lengan Remigio
" aku sangat suka aroma mu sweatheart, " ucap remigio dengan nada menggodanya membuat Valera mengerucutkan bibirnya
" aku sudah selesai mengemasi beberapa pakaian mu, ayo kita pergi ke rumah ku terlebih dahulu " ucap Valera yang mengalihkan perhatian Remigio yang sedari tadi terus menciumi leher jenjang nya
" baiklah " ucap Remi yang pasrah lalu tersenyum hangat menatap Valera
mereka segera bergegas menuju kediaman utama Harson, Valera dan remigio menggunakan mobilnya masing masing
sesampainya di pelataran gedung megah dan bertingkat itu mereka disambut oleh para pengawal dengan membungkuk hormat
mereka berdua berjalan dengan beriringan terlihat nyonya sofhia sedang duduk bersama tuan ramius, Valera dan Remigio segera menghampiri keduanya
" pah mah " ucap Valera sembari mengecup pipi kedua orang tuanya
" selamat sore tuan dan nyonya " ucap remigio sopan, sapaan Remigio dibalas dengan sangat hangat oleh sang tuan rumah
" mah pah aku akan pergi untuk menjemput George " ucap Valera lagi sambil menatap ayah dan ibunya
" tapi ini sudah mulai petang nak, apa tidak sebaiknya besok pagi saja " saran nyonya sofhia yang sedikit cemas,
" saya akan menemani Valera, nyonya dan tuan tidak usah khawatir saya akan menjaganya " ucap remigio dengan bersungguh sungguh
" baiklah, hati hati kalian selama dalam perjalanan " ucap tuan ramius kepada Remigio dan Valera
Valera pun segera bersiap dan segera membersihkan dirinya setelah itu dia menghampiri Remigio dengan membawa sebuah tas ransel berukuran sedang
mereka pun berpamitan terlebih dahulu sebelum mereka berpergian Remigio mengambil alih tas yang berada dalam genggaman Valera
mobil Remigio melaju dengan kecepatan sedang ia sangat menikmati perjalanan dengan kekasih hatinya, sedari tadi Remigio terus menggenggam tangan Valera sesekali mencium punggung tangannya
" Remi berhentilah menciumi tangan ku " gerutu Valera kepada Remi tapi Remigio semakin menggenggam erat tangan kekasihnya " Remi " pekik Valera lagi
" jangan berteriak sweatheart, " ucap remigio lembut " kau tau aku sangat menyayangimu, aku rela melakukan apapun untukmu sweatheart, aku akan secepatnya membawa mu ke Amerika untuk bertemu dengan keluargaku " ucap mantap Remigio tanpa ragu, membuat Valera semakin tak karuan antara haru dan senang
" aku akan menunggu hari itu Remi " ucap Valera lembut dengan tatapan teduhnya
selama dalam perjalanan Remigio semakin tidak mengerti dengan intruksi arah yang Valera berikan, apa kekasihnya salah menunjuk arah jalan? saat ini itulah pertanyaan yang ada dalam benak nya
" sweatheart, apa kau tidak salah jalan, bukankah ini menuju kawasan yang sangat terlarang " ucap remigio bingung sembari menoleh ke kanan dan kiri, Remigio pun telah mengetahui akan kawasan terlarang yang ada di Selak beluk negara ini
" tidak Remi, memang ini lah tempatnya, jangan bertanya lebih nanti akan ku jelaskan kepadamu " ucap Valera lagi dan Remigio pun mengangguk patuh
setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka telah sampai dikawasan Lamora para pengawal yang tidak mengetahui kedatangan ratunya segera menodongkan senjatanya seketika Remigio panik akan hal itu dimana dirinya tak bersenjata
" apa kalian ingin mati dengan menodongkan senjata kalian kepadaku " ucap Valera dengan penuh penekanan seketika para pengawal langsung menurunkan senjatanya serta menunduk hormat,
akhirnya mereka telah sampai di mansion yang mirip dengan sebuah istana di negeri dongeng Remigio pun sangat takjub akan tempat ini sunyi senyap dan tenang itulah tempatnya
__ADS_1
" selamat datang ratuku " ucap seorang pria paruh baya dengan menunduk hormat,
" terimakasih " lalu Valera saat remigio berjalan memasuki mansion, sudah ada para b.woman yang menyambut kedatangannya
Remigio pun berkenalan satu sama lain dengan kelima wanita tangguh itu
" dimana George " tanya Valera lagi kepada mereka
" dia sedang bermain dengan Riley di taman belakang sejak kau pergi George selalu menghabiskan waktunya bersama Riley di taman belakang tanpa melakukan hal lainnya,
" ya tuhan, baiklah aku akan segera kesana, Remi ayo ikut aku " ucap Valera dan Remigio pun mengikuti Valera
Remigio benar benar takjub dengan arsitektur bangunan yang ia kunjungi, ini benar benar istana bukan sebuah mansion terdapat banyak sekali lukisan yang bernilai tinggi disini bahkan fhoto Valera yang sedang memakai sebuah baju seperti ratu di zaman modern dengan mahkota besar di kepalanya Valera tampak seperti ratu yang memimpin sebuah kerajaan besar aura nya sangat terpancar
Remigio sangat terkejut dengan keberadaan seorang anak kecil dengan seekor serigala putih yang cukup besar lalu Remigio dengan panik nya ingin menyelamatkan anak kecil itu tapi ditahan oleh Valera
" dia Riley, tenanglah dia sudah seperti teman untuk George, anak itu sangat istimewa " ucap Valera dengan bangga nya
" George " panggil Valera dengan sedikit berteriak, sontak George menoleh dan berlari kemudian
" mami " teriak George dengan girangnya lalu memeluk Valera dengan sangat erat " mami kau kembali aku sangat senang " ucap Goerge lagi
" ia sayang, mami sudah kembali bukan kah mami sudah berjanji " ucap Valera dengan gemas, Interaksi mereka membuat Remigio membayangkan sebuah keluarga kecil bahagia dengan Valera, Remigio pun berkenalan dengan bocah kecil itu tampak George tak kesulitan untuk berinteraksi, benar kata orang George membuat Remigio terpesona dengan mata birunya yang sejernih lautan
" ayo masuk " ajak Valera lagi Mereka pun masuk kedalam mansion George tampak bergelayut manja dengan Valera
" mami apakah itu papi " ucap polos George sontak membuat Valera bingung
" George ayo kemari, sekarang aku menjadi papi mu " ucap remigio dengan suara hangatnya kepada anak lelaki yang ada di hadapannya itu George langsung berlari ke arah remigio
" benarkah kau papi ku ?" tanya George dengan polosnya, seakan mengikuti naluri seorang ayah Remigio mengangguk mengiyakan perkataan George
meraka terlihat sangat senang apalagi George ia tampak ceria kembali Valera hanya tersenyum menatap George dan remigio mereka tampak seperti seorang ayah dan anak
Malam hari pun tiba entah mengapa George ingin tidur bersama Valera serta Remigio mereka pun tak bisa menolak keinginan George
" Prada tolong kau buatkan susu hangat untuk George " ucap Valera lagi dan Prada segera membuat susu untuk tuan kecilnya
George meminum susu itu sampai tandas setelah itu ia tidur bersama Valera dan Remigio. Awalnya Valera hanya mencoba untuk memejakan matanya tapi ternyata ia malah ikut terlelap
Remigio menatap dalam Valera yang sedang tertidur dengan damai nya ada perasaan kagum terselip. Wanita yang ia cintai mempunyai hati yang begitu besar, Remigio semakin ingin segera menikahi Valera
'' sweatheart, aku akan menjadikan mu satu satu nya wanita dalam hidupku, hanya kau yang berhak menjadi ibu dari anak anakku, hanya kau yang berhak menjadi nyonya di istana ku, hanya kau yang berhak merajai hatiku . batin Remigio semakin yakin ia pun mengecup singkat dahi Valera lalu tak lama kemudian ia pun tertidur .
******
pagi yang yang cerah seakan menjadi penyemangat dan langkah awal untuk menyambut hari yang baik ,matahari sudah mulai menampakan sinarnya
para maid dengan sibuk menyiapkan sarapan. untuk majikannya, kini mereka sudah berkumpul di meja makan begitupun dengan George.
Valera dengan telaten menyiapkan sarapan untuk Remigio dan George semua itu tak luput dari pandangan b.woman mereka hanya tersenyum tipis
Remigio sangat senang karena Valera memperlakukan dirinya seperti seorang suami.
mereka pun sarapan dalam keheningan, semuanya tampak senyap dan tenang sampai ada seorang pelayan yang datang dengan tergesa gesa
" maaf tuan dan nona aku dikabarkan oleh penjaga luar, bahwa ada keadaan darurat " ucap pelayan itu dengan tersengal karena ia berlari untuk menyampaikan berita ini
sontak para b.woman berhamburan berlari ke sebuah ruangan untuk mengintai apa yang terjadi, Valera tampak tenang dan menghabiskan sarapannya
" sweatheart, apa yang terjadi " ucap remigio bingung yang melihat pelayan dengan raut cemas nya tapi tidak dengan Valera
" mungkin hanya orang bodoh yang ingin memasuki kawasan kematian " ucap santai Valera dan ia pun bangkit menuju ruangan dimana terdapat para b.woman di dalam nya
Remigio pun menggendong George dan mengikuti langkah Valera
ternyata sebuah ruang kendali yang sangat canggih
" siapa mereka, mengapa memakai baju berwarna merah " ucap wanita yang disebut K yang melihat ada dua puluh orang tak dikenal yang ingin memasuki kawasan Lamora
" Vale, sepertinya mereka orang Asia coba kau lihat wajahnya mereka bukan berasal dari sini " ucap wanita yang disebut A dan Valera pun melihatnya dengan seksama, benar mereka berwajah Asia tapi siapa ? bahkan Valera tidak mengenalnya sampai pada akhirnya Dimana layar monitor itu memperlihatkan Aksi saling menembak dengan para Phoenix. Tentu saja itu tak sebanding banyak dari pihak penyusup yang terkena ganasnya peluru yang diluncurkan para Phoenix dan pada akhirnya mereka memilih mundur .
__ADS_1
Valera tampak berfikir siapa mereka, mengapa bisa sampai disini, raut cemas terlukis di wajah cantiknya Remigio pun segera membawa Valera untuk keluar dari ruangan itu, ia menenangkan Valera dengan sebuah pelukan hangat baru beberapa hari Valera merasakan akan kedamaian dan sekarang ia seperti di titah untuk mempersiapkan diri akan adanya serangan tiba tiba .