Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
tak memberi ampun


__ADS_3

Meksi menyiapkan mobil mewah berkamuflase dengan di lengkapi senjata yang mumpuni serta sebuah mini bus yang dilengkapi senjata didalamnya, Valera telah siap menggunakan pakaian khusus berwarna hitam serta rambutnya ia ikat sempurna raut wajah tegas dengan aura kepemimpinan penuh melingkupi seorang Valera


" berikan koordinatnya " ucap Valera dan salah atau pasukan Phoenix memberikan sebuah tablet yang selalu di gunakan oleh para B.woman Valera melihat tablet tersebut dan menampilkan sebuah denah " jadi ini tempat-tempat yang kalian curigai ? dan disinilah A ditembak " ucap Valera dan pasukan Phoenix mengangguk benar


" Emil pastikan saat kita menyerang mereka tak melakukan panggilan darurat seperti meminta bantuan, blokir sinyal yang terdapat di sana " ucap Valera tegas dan Emil mengangguk patuh lalu ia mulai mengcopy beberapa titik dari tablet yang Valera gunakan dan tak lama ia telah mendapatkan titik koordinat nya Emil segera melakukan tugasnya dengan baik dan ia mulai memblokir sinyal di salah satu tempat terjadinya A ditembak " kita ambil jalan lain, biar menghemat waktu " celetuk Valera dan sang supir mengangguk patuh di dalam mobil mewah itu terdapat lima orang yang bertugas untuk menyempurnakan penyerangan kali ini, sedangkan lainnya berada di mini bus yang membuntuti dibelakangnya


satu jam berlalu mereka telah memasuki kawasan Deddo. Valera dengan sigap segera menyiapkan teropongnya dan mulai mengintai dari jarak jauh


" cihh mereka berada di setiap titik " ucap Valera santai " berikan aku senjata 1 " ucap Valera menunjuk senjata tanpa suara


JLEBBB


JLEBBB


valera dengan cepat melumpuhkan beberapa orang dengan senjatanya, begitu pun dengan yang lainnya mereka mulai keluar dari mobil dan berjalan secara mengendap-endap


" berhati-hatilah " pesan Valera dan semuanya mengangguk mengerti, hingga


DODODODOR !! DODODORDODODOR


peluru melesat hampir saja melukai tubuh Deon akan tetapi mereka bernafas lega karena Deon tidak terluka di awal penyerangan, Valera memejamkan pandanganya saat kelompok Deddo mulai keluar dan melihat dengan apa yang terjadi


" penyusup !! " pekik salah satu kelompok Deddo dengan berteriak lantang seketika mereka berhamburan keluar dan menyiagakan senjata nya masing-masing Valera terkekeh melihat aksi mereka karena Emil telah melakukan tugasnya dengan baik sehingga suara aneh tidak dapat berfungsi dengan baik


DODODORDODODOR !! DODODORDODODOR


AGHHH


rombongan Valera mulai menembak dan menyerang dan mengepung dari segala arah sesuai dengan perintah sang nona, Valera berjalan dan terus membidik sasaran nya


DODODODOR !!


AGHHH


suara tembakan itu saling bersaut-sautan dan mampu memecahkan gendang telinga, para pasukan banyangan serta pasukan Phoenix memiliki kemampuan nya masing-masing mereka mampu menjalankan tugasnya tanpa disuruh dan diperintah dirasa semua nya terkendali, Valera berlari dengan berani dan menghindar peluru yang terus menghujani


DODODODOR !! DODODODOR !!


" hehe tak semudah itu " ucap valera dengan nafas tersengal ia berlindung disuatu benda yang terbuat dari baja, Valera melemparkan sesuatu kearah mereka yang tak jauh dari jangkauan nya


DUARRRR


AGHHH


Bom ? valera melemparkan bom kearah anak buah Deddo yang tadi memberondongnya dengan rentetan peluru


" rasakan !! " desis Valera tersenyum senang saat melihat potongan-potongan tubuh manusia yang bercerai berai perbuatan Valera tak begitu di hiraukan oleh pasukan banyangan serta Phoenix mereka sibuk melumpuhkan tergetnya masing-masing


DODODORDODODOR !!


DODODORDODODOR !!


Emil beserta beberapa kawanannya terus melumpuhkan anak buah Deddo yang berdatangan, ternyata didalam gedung itu banyak sekali anak buah dari kelompok Deddo


" lempar " pekik salah satu pasukan Phoenix kepada Emil saat melihat pihak musuh terus berdatangan dan baku hantam peluru dengan pihak Valera


DUARRRR


DUARRRR


BLUMMM


AGHHH


hancur sudah para pasukan bayangan benar-benar diuji kesabarannya dimana mereka melempar beberapa bom kepada manusia-manusia sampah yang tak berguna


sedangkan untuk pasukan Phoenix kini mereka berhasil menguasai gedung dengan membumi hanguskan para anak buah Deddo yang masih berkeliaran disekitar luar bangunan tak lama Valera datang dengan belati kembarnya yang sudah memakan korban jiwa

__ADS_1


" berpencar " titah Valera dan pasukan Phoenix mengangguk patuh lalu mereka mulai berpencar dan melumpuhkan siapa saja yang mereka temui dengan satu kali tembakan


DORR


PRANGGGGG


" sial " umpat Valera karena peluru itu hampir saja bersarang di anggota tubuhnya, Valera menatap tajam kearah sniper yang berani lancang itu " tak akan kubiarkan ! " pekik Valera marah, ia mengambil senjata revolver miliknya dan


DODODODOR !!


tewas ! orang itu tewas seketika dengan sangat mengenakan, Valera berlari ke lantai dua dan terus mencari pemimpin dari kelompok itu alhasil tidak ditemukan


para pasukan banyangan Valera pun terus menyisir area setempat hingga menemukan beberapa kapal yang bersandar di belakang gedung ini,


" mereka pasti kabur lewat jalur air " geram Valera lagi, lalu tak jauh dari sana sebuah kapal Sudah berlayar jauh dari pandangan mata Valera menatap nya dengan intens ia merasa kesal dan geram karena tergetnya berhasil kabur " ledakkan tempat ini tanpa sisa " tegas Valera dan semuanya mengangguk mantap


mereka mulai mengepung sekeliling bangunan dan Valera menatap seksama area depan gedung yang baru saja ia bantai habis penghuninya


pasukan banyangan melempar beberapa bom ke sisi kanan kiri bangunan sedangkan pasukan Phoenix melempar bom dari area belakang bangunan seketika tanah yang sedang dipijaknya bergetar hebat karena tekanan dan guncangan dari bom tingkat tinggi


DUARRRR


BLUMMMMN


DUARRRR


BLUMMM


kobaran dan runtuhan bangunan itu bobrok dan menimbulkan suara yang sangat amat memekikkan telinga Valera menatap bangunan itu tanpa ekspresi dan tangannya terkepal sungguh ia merasa hari demi hari adalah ancaman besar bagi dirinya Valera harus segera menyelesaikan satu demi satu malahan yang terjadi apa boleh buat ia harus membawa Zizi dan anak buahnya untuk membantu para B.woman dalam menjalankan tugas dan misinya


setelah memastikan bangunan itu hancur Valera beserta rombongannya pergi meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan jejak sedikit pun para anak buahnya sudah mengetahui prosedur yang selalu diterapkan oleh Valera


*****


Disisi lain Vyan baru saja keluar dari perusahaannya bersama dengan Leonel ia berencana akan pulang menuju mansion utama pada saat mobil itu baru saja bergerak dan melewati bangunan-bangunan mewah serta gedung-gedung tinggi sebuah mobil dengan sengaja menabrakkan dirinya kepada mobil mewah vyan sontak itu membuat keduanya terkejut


" AGHHH " rintih Leonel saat dahinya membentur stir kemudi,


" tuan hati-hati " seru Leonel saat vyan membuat kap bagian atas mobil,


vyan membuka nya dengan hati-hati dan ia pun harus membaca situasi nya terlebih dahulu, dengan gagah vyan menodongkan senjatanya kearah kaca depan bagian kendali


DORR


PRANGGG


vyan masuk ke dalam mobil kembali saat ia berhasil menebak di bagian supir,dan benar saja mobil itu oleng tak tentu arah bahkan para pengemudi lainnya segera menghindar tak karuan Vyan mengumpat karena jalanan tidak sepi masih banyak warga sipil yang berlalu lalang


BRAKKKKKK


mobil itu menghantam pembatas jalan hingga keluar kepulan asap membuat Vyan tersenyum menyeringai, dan Leonel yang melihat itu dari spion belakang tentu saja bisa bernafas lega


" siapa mereka ! " geram Vyan lagi


" apa kemungkinan musuh king ? atau musuh tuan " celetuk Leonel dan vyan hanya diam saja memikirkan ucapan Leonel barusan


" musuh king ? itu bisa saja terjadi tapi siapa ? " ucap vyan lagi yang penasaran


" sebaiknya kita segera pulang, dan setelah itu tuan bisa meminta bantuan kepada Dave untuk meretas CCTV dijalan X sehingga tuan bisa melacak plat mobil dari orang tersebut " ucap Leonel lagi dan vyan mengangguk paham


Disisi lain Zizi sedang berbaring santai sambil menikmati pemandangan halaman belakang dari markas king, tak lama ponselnya bergetar menandakan sesuatu


Zizi langsung beranjak dari kursinya setelah ia mendapatkan sebuah notifikasi dari nona nya yang meminta Zizi segera bersiap karena ia akan bertolak menuju Jepang tentu saja ia senang bukan main ia sudah merindukan Medan pertempuran


Zizi segera menuju kamar nya untuk membereskan beberapa helai baju untuk keperluannya selama di Jepang, kali ini Zizi membawa beberapa senjata andalannya, para penghuni markas dibuat heboh kala Zizi akan bertolak menuju Jepang sontak membuat semuanya bertanya-tanya apakah terjadi sesuatu hal dengan nona nya di Jepang


" kau berangkat sendiri ? " ucap Dave dan Zizi menggeleng pelan

__ADS_1


" aku akan membawa beberapa anak buahku sesuai dengan perintah nona Dave " ucap tegas Zizi dan Dave mengangguk pelan


" apakah terjadi sesuatu hal disana " terkejut Dave Cemas


" entahlah semoga saja tidak ! " kekeh Zizi dan Dave mendengus kesal, siang itu Zizi segera beberapa pasukan khusus yang akan ikut dengan nya tentu saja pesan Zizi disambut baik oleh para pasukan khusus


Thomas dan lainnya hanya bisa menunggu sang lady dan menjaga keamanan markas sampai lady pulang dengan selamat perasaan Dave mengatakan jika terjadi sesuatu hal disana akan tetapi mereka hanya diperintah jika sang lady memberi perintah


******


Jepang, waktu setempat


kini Valera bersama dengan rombongan yang sedang berada di markas Deddo lainnya yang berada di dekat sungai persis seperti sebuah dermaga pribadi


malam ini Valera benar-benar tak memberi ampun bagi kelompok Deddo sialan ini setelah meledakkan serta membunuh anak buah lainnya dari kelompok Deddo setelah itu Valera bergerak menuju tempat lain yang memakan waktu hanya dua jam


" dimana pemimpin sialan itu " geram Valera tak terbendung lalu mereka memberhentikan mobilnya di sebuah gedung kedai yang tak terpakai Valera menghela nafas saat ia harus kembali ke kesebuah bangunan tak layak " cihh apa mereka begitu miskin nya sehingga tak bisa membangun markas yang lebih layak untuk ditinggali " kesal Valera sembari berjalan menuju Gedung markas milik Deddo para pasukan Phoenix sudah bersiaga ditempatnya begitupun dengan pasukan banyangan milik Valera


JLEBBB


AGHHH


valera menusukkan belati kembarnya saat ia tak sengaja menemukan anak buah Deddo yang sedang berpatroli


" katakan dimana pemimpin kalian " ucap Valera bengis dan pria itu merintih kesakitan tat kala belati milik sang lady menancap nya semakin dalam


" pemimpin kami baru saja tiba mereka berada di dalam " ucap nya dengan nafas tersengal


" mereka ? " Picing Valera " jadi pemimpin kalian lebih dari satu begitu maksud mu " tanya Valera lagi dan pria itu mengangguk membenarkan


valera tersenyum penuh kenangan saat ikan besarnya berada di sini, bahkan Valera yang awalnya tak yakin kini seperti mendapatkan angin segar, pria itu tewas seketika ketika Valera menusuknya lagi dan lagi


keadaan sangat sepi apa kelompok Deddo ini tak bisa mengantisipasi saat pihak lain datang ? entahlah valera dibuat bingung dengan kelompok ini, Valera dengan sengaja memancing mereka keluar dengan segera


DODODODOR !! DODODODOR !!


PRANGGG


benar saja karena ulah Valera mereka berlari tak tentu arah dengan menyiapkan senjata nya tak karuan, pihak Valera dengan sigap memberikan pelurunya tepat sasaran


DODODODOR !! DODODODOR


saat para pasukan bayangan sedang melakukan aksinya Valera dengan cepat berlari menuju dalam bangunan untuk mencari pemimpinnya itu


BRAKKKKKK


valera mendobrak pintu alhasil ruangan itu kosong tak berpenghuni,


DODODODOR !!


" shitt " umpat Valera saat ia tak sengaja berpapasan dengan anak buah Deddo untung saja Valera segera menghindar dan bersembunyi di balik dinding Valera mengatur nafasnya secara perlahan dan


DUARRRR


BLUMMM


AGHHH


valera melemparkan sebuah bom berukuran kecil kepada pihak musuh sehingga suara jeritan kesakitan begitu meraung menyayat hati


" jangan bermain-main dengan ku ! " kekeh Valera dan saat Valera hendak menuju ke lantai atas ia sudah ditodongkan oleh senjata milik seseorang membuat Valera mau tak mau memundurkan langkahnya secara perlahan


" mundur dan bawa kembali anak buah mu pergi dari sini ! " tegas orang itu dengan sorot mata yang sangat tajam membuat Valera menatap datar kepada pria yang berada di hadapannya ini


" cihh siapa kau berani memerintah ku " ucap Valera dengan kesal


" pergi atau tidak sama sekali " pekik orang itu lantang membuat Valera menatap tajam balik kearahnya

__ADS_1


BUGHHHHHH


AGHHH


__ADS_2