
Bianca mengamuk tak karuan bahkan ia melempar semua barang yang berada dalam kamarnya ia benar benar marah saat ini mengapa remigio selalu menolak nya dan lebih memilih wanita lain dibanding dengan dirinya
'' AGHHH !!!! Ya gara gara wanita sialan itu aku jadi tidak bisa memiliki Remigio seutuhnya, kenapa dia harus ada " teriak Bianca lantang dengan mengacak ngacak rambutnya sendiri sampai berantakan lalu ia mengobrak ngabrik tempat tidurnya yang tertata rapi kini sudah hancur berantakan
PRANGGGGG
Bianca melempar kaca riasnya dengan botol parfume mahalnya, hingga suara gaduh itu sampai ke lantai bawah karena kamar bianca hanya terletak di lantai dua
Aldebaran yang sedang bersantai di balkon sampai terlonjak kaget dengan suara hantaman kaca yang hancur, ia bergegas mencari sumber suara itu
" apa yang terjadi ? " tanya Aldebaran dengan bingung yang melihat para maid berkumpul di anak tangga dengan wajah raut yang berbeda beda
" tuan, apakah nona Bianca baik baik saja, karena suara itu berasal dari kamar nona tuan '' ucap salah satu maid sontak membuat Aldebaran terkejut dan ia langsung berlari secepat mungkin menuju kamar putrinya untuk melihat apa yang terjadi disana
Bianca terus saja memporak porandakan isi kamarnya, ia sangat membenci Valera yang menurutnya sudah merebut cintanya dan pujaan hatinya
ditambah perkataan Valera yang membuat dirinya bingung apakah benar Valera yang sudah menawan kedua kakak kembarnya jika benar berarti dia orang yang selama ini yang menjadi musuh keluarga nya
BRAKKKKKK
Aldebaran mendobrak pintu kamar bianca dengan sangat keras, pandangan nya sangat terkejut yang melihat kondisi Bianca sangat berantakan sekali bahkan Bianca menangis tersedu
" BIANCA !! " pekik Aldebaran membuat Bianca berhenti mengamuk kini dia menatap wajah sang ayah dengan sendu dan itu justru membuat Aldebaran bingung " apa yang terjadi ?" lanjut Aldebaran yang melangkah lebih dekat kini Bianca berhamburan memeluk ayahnya dan menangis sejadi jadinya
" hiks..hiks.. aku menginginkan nya ayah, aku ingin dia menjadi suami ku " ucap Bianca disela sela isakan tangisnya itu
" siapa? siapa orang yang ingin kau jadikan suami mu itu " tanya Aldebaran lagi
" Remigio ! aku menginginkannya " ucap Bianca dengan percaya diri membuat Aldebaran mengerutkan dahinya, Remigio ? apakah Remigio Adomson yang dimaksud putrinya ini jika benar itu akan sulit untuk mewujudkan permintaan putrinya mengenal Remigio Adomson seseorang yang tidak bisa di paksakan " ini semua gara gara wanita sialan itu, wanita sialan itu yang merebut remigio dari tanganku " pekik Bianca yang menangis semakin kencang
" apa maksud mu ? " ucap Aldebaran yang semakin bingung dan tak mengerti lalu Bianca menceritakan semuanya kepada sang ayah bahkan menceritakan jika Valera menunggunya untuk membebaskan kedua putranya sontak hal itu membuat Aldebaran terkejut apa mungkin kekasih dari seorang Remigio itu adalah lady dari king, apakah benar wanita yang menjadi rival putrinya adalah putri dari ramius
Aldebaran hanya diam tanpa menjawab sedikit pun rengekan Bianca, tapi dari raut wajahnya terlihat jelas jika ia sangat murka lagi lagi semua anaknya harus berurusan dengan Valera
Aldebaran tersulut emosinya bahkan ia mengepalkan tangannya dengan erat Bianca yang melihat perubahan ayahnya akhirnya memutuskan untuk berhenti berbicara, ia takut jika Aldebaran akan memarahinya bahkan membentaknya
***
di sisi lain Remigio di buat frustasi karena ia tidak bisa menghubungi kekasihnya sedari tadi, di tambah Remigio mendapat kabar bahwa pernikahan Audy dan Romeo tiga hari lagi mau tidak mau ia harus menghadiri acara besar sahabatnya itu, kemungkinan besar malam nanti atau esok pagi ia kakak berangkat ke Indonesia
" sweatheart, angkatlah kau membuat aku cemas " ucap remigio bahkan James yang melihat itu semua hanya diam saja karena ia tak tau kejadian yang sesungguhnya seperti apa, justru ia bingung ketika Valera datang tiba tiba dan mengajak George pulang ketika si pria kecil itu sendang menikmati suasana nya. " aku harus cepat meluruskan masalah ini, aku tidak ingin membuat Valera menjadi salah paham lebih lama lagi " ucap remigio yang beranjak pergi meninggalkan James yang masih duduk di hadapannya itu
Remigio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata menuju mansion keluarga harson, ya kini dirinya memang mendapat akses untuk memasuki kawasan itu mengingat dirinya calon suami nona muda nya membuat ia mudah memasuki kawasan mansion itu
tak butuh lama Remigio sudah sampai di sana, bahkan ia tak sengaja bertemu berpapasan dengan Pram disana
" tuan " sapa Pram ramah dan Remigio hanya mengangguk
" apakah nona kalian ada di rumah " raya Remigio dengan santai
__ADS_1
" tidak ada tuan, setelah mengantar tuan muda George nona Valera pergi entah kemana " ucap Pram jujur membuat Remigio semakin bingung lalu ia teringat akan markas ya markas ! Remigio segera melajukan mobilnya menuju markas dan meninggalkan Pram yang masih berdiri disana bahkan Pram sendiri dibuat bingung oleh Remigio
Remigio benar benar mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang bahkan dia sesekali menyerobot lampu merah disana bahkan seorang polisi yang mengenal mobil mewah milik orang terpenting di negara nya hanya geleng geleng kepala
tak butuh waktu lama Remigio telah sampai disana, bahkan dirinya mendapat sambutan senjata bagi orang yang belum mengenalnya
Remigio berjalan dengan tenang dan santai walaupun todongan puluhan senjata mengarah kepada dirinya
" maaf tuan, untuk apa anda datang kemari " ucap salah satu anak buah king disana
" ahh maaf aku hanya ingin mencari kekasih ku saja " ucap santai Remigio membuat semua orang megeryitkan dahinya tak mengerti
" kekasih ?? siapa yang di maksud dengan kekasih tuan " tanya salah satu dari mereka yang menyelidik, Remigio tentu saja tersenyum tipis kala melihat anak buah king yang berjaga melakukan tugasnya untuk mengintrogasi orang asing
" tentu saja Valera ! lady dari kalian semua " ucap sarkas remigio membuat orang orang itu terkejut
" ada apa ini " tanya seorang pria dengan langkah tegasnya ya itu adalah Dave yang kebetulan tidak sengaja melihat kerumunan dari anak buah king, Remigio menatap datar asal suara itu tapi tidak dengan Dave ia terkejut akan kunjungan dari kekasih nona nya
" tuan Remigio " ucap Dave menunduk hormat sontak anak buah king menurunkan senjatanya dan ikut menunduk. Remigio hanya mengangguk dan ia tak mempermasalahkan dengan apa yang terjadi bahkan ia sempat berfikir yang lain bukankah dirinya pernah kesini sebelumnya dan itu bertepatan dengan Chaiton yang menyerang markas tiba tiba tapi mengapa kini dirinya ditandai sebagai orang asing
" maaf kan atas kelalaian dan ketidaktahuan kami tuan " ucap salah satu dari mereka dengan menunduk
" sudahlah tidak apa apa, aku ingin mencari nona kalian apa ia berada disini " tanya Remigio
" nona sedang berada di ruangan latihan tuan, mari saya antar " ucap Dave sopan dan Remigio pun mengikuti langkah Dave
ruang latihan yang dimaksud Dave berada di lantai tiga, Dave membawa Remigio untuk menggunakan lift agar cepat sampai
tak butuh lama mereka sudah berada di lantai tiga bangunan yang menjadi markas utama itu
" nona berada didalam tuan " ucap Dave dan Remigio segera membuka nya
CEKLEK
Remigio melihat Valera yang lihai dalam ilmu bela dirinya dimana ia sedang melawan tiga orang lelaki berbadan tegap dengan kemampuan yang sama rata dengan Valera
bahkan Remigio dibuat tertegun dengan pakaian yang digunakan oleh kekasihnya benar benar memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah dengan rambut yang diikat asal yang memperlihatkan leher jenjang nya ditambah Valera menggunakan tank top khusus berwarna hitam sungguh membuat iman pria seketika runtuh
Remigio tak sadar jika dirinya teramat marah karena Valera menggunakan pakaian seperti itu di hadapan tiga lelaki
" sweatheart " panggil Remigio sontak itu menghentikan aksi keempat nya bahkan Valera terkejut akan kedatangan Remigio
ketiga lelaki itu membungkuk hormat dan segera meninggalkan sang nona dengan kekasihnya
Valera mengambil handuk kecil untuk mengusap keringatnya
" ada apa kau kemari Remi " tanya Valera dengan datar
" aku merindukanmu, dan tentunya aku ingin meminta maaf padamu sweatheart, sungguh itu tidak seperti yang kamu fikirkan " ucap remigio yang tepat berada di belakang kekasihnya sungguh pemandangan indah berada di hadapannya kini
__ADS_1
" sudahlah aku tidak mau mengingatkan hal itu lagi " tolak Valera lalu ia meneguk habis air minum di dalam botol miliknya lalu meletakkannya dengan asal tanpa ia ketahui Remigio menarik kasar lengan Valera sampai kini mereka berhadapan satu sama lain nafas hangat mereka saling menyapu wajah masing masing bahkan kini tatapan Remigio sangat sulit untuk diartikan
" ada apa ? " tanya Valera polos
" aku sangat marah jika kau berpakaian seperti ini dihadapan pria lain selain diriku ! " ucap Remigio dengan penuh penekanan " apa kau tidak sadar jika tubuh mu ini sangat menggairahkan kaum pria " lanjut Remigio sambil membelai pipi Valera membuat si mpunya merona seketika bahkan kini tatapan Remigio bagaikan singa yang menemukan mangsa nya
" jangan seperti ini, ini membuatku sesak " ucap Valera yang melepaskan diri dari dekapan Remigio tapi tanpa diduga Remigio langsung mencium bibir Valera yang menggoda itu
Valera yang terkejut hanya diam terpaku tanpa menolak Remigio mencium bibirnya dengan sangat lembut namun penuh penekanan akhirnya pertahanan Valera runtuh seketika ia pun terbuai dengan ciuman hangat kekasihnya ditambah aroma maskulin lelaki jantan sangat menggoda saat ini
keduanya larut dalam kegiatan itu keduanya sama sama mencurahkan kasih sayang dan cinta didalamnya
" jangan marah lagi, ini tidak akan terjadi lagi aku berjanji padamu " ucap remigio lembut lalu keduanya saling bertatapan satu sama lain
" jangan berjanji tapi cukup kau buktikan saja " ucap Valera datar lalu Remigio mengangguk patuh pada kekasihnya itu
" gantilah baju mu, jika tidak aku akan lupa diri " goda Remigio tapi Valera dengan santai justru duduk di sebuah kursi panjang yang tersedia disana membuat Remigio mengerutkan dahinya seketika
" aku ingin bertarung dengan mu Remi " ucap Valera dengan nada menggodanya
" bertarung ? " ulang Remigio
" hemmm.. aku belum pernah bertarung dengan dirimu, aku pun ingin menguji calon suami ku yang tampan ini " ucap Valera lagi dan Remigio pun langsung terkekeh di buatnya
ini sungguh diluar dugaan dirinya datang ingin meminta maaf serta memberikan kabar tentang Romeo yang akan segera menikah tapi kini melenceng dirinya bahkan di ajak berduel oleh kekasihnya itu
" baiklah " ucap remigio setuju laku ia melepaskan jas serta kemeja nya dan hanya meninggalkan celana panjang nya saja
Valera terkesima dengan tubuh tegap yang begitu menggoda, kau dengan cepat ia menetralkan suasana hatinya, Remigio yang tau akan perubahan dari raut wajah Valera itu hanya tersenyum tipis
" kau siap " ucap remigio yang memecahkan lamunan Valera
" hmm " ucap singkat valera
keduanya memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang satu sama lain bahkan kini aura keduanya sangat gelap bahkan raut wajah lembut dan bersahabat sudah hilang dalam dirinya yang ada raut wajah penuh waspada pada lawan musuh yang berada dihadapannya saat ini
Valera menyerang terlebih dahulu dengan tangan kanan tapi dengan sigap Remigio mengelak dan mencoba untuk menyerang Valera dari samping tapi sayang gerakan Remigio sudah terbaca oleh Valera membuat ia sengat mudah menghindar dan menggulung tubuhnya ke samping kiri Remigio tak mau tinggal diam ia menggunakan keahlian bela dirinya yang tidak bisa di remehkan sedikitpun
Valera tersenyum tipis ketika melihat tangguhnya calon suaminya kelak, itu akan menjadi poin untuk Remigio
Valera menyerang dengan begitu brutal dan ganas begitupun dengan Remigio keduanya sama sama haus akan darah kilatan gelap meliputi keduanya mereka bagaimana Dewi dan dewa iblis sesungguhnya.
valera menunjukan sisi lain dari dirinya dimana ia melakukan ilmu beladiri yang sulit seperti teknik bela diri wanita China Remigio yang sadar hanya mengikuti alur kekasihnya ia sebisa mungkin menghindar dan mengelak tanpa ingin melukai kekasihnya
Valera seperti tidak ada letihnya bahkan keringatnya sudah memulai mengucur begitu deras dari pelipisnya Remigio terkekeh melihat betapa tangguh dan keren wanitanya itu
hingga
BRAKKKKKK
__ADS_1
awwhhhh