Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
playing beautiful


__ADS_3

" bagaimana Valera tau bahwa kita juga seorang mafia " tanya akayama dengan wajah serius nya


" aku pun terkejut, saat dia mengatakan hal seperti itu " ucap Deniz dengan fikirannya


" wanita mu sangat jeli Remi, bahkan rahasia dari kita pun dia mengetahuinya " ucap Romeo dengan tenang nya, walaupun tadi Audy sempat bertanya dan sedikit memaksa meminta penjelasan, tapi dengan kesabaran Romeo ia mampu memberikan penjelasan yang sangat baik.


Remigio masih sibuk memikirkan perkataan Valera, organisasi yang sama ?? satu kelompok ?? kata kata itu membuat Remigio memikirkan nya dengan intens.


" wanita ku memang luar biasa " ucap Remi dengan senyum tipis nya sambil menatap lurus ke depan membuat para sahabatnya saling menatap satu sama lain


" kau benar Valera memang berbeda dia mempunyai insting yang kuat, penglihatan yang tajam, serta tebakannya selalu benar " kini kenov yang bersuara membuat Remigio menatap nya dengan tajam, " aku hanya mengutarakan pendapat ku Remi kau tenang saja Valera telah ku anggap sebagai adikku sendiri, walaupun aku menaruh hati padanya tapi aku bukan tipe pemaksa, serta aku juga memandang mu sebagai sahabat ku " ucap kenov bijaksana membuat Romeo serta yang lainnya tersenyum


" aku percaya padamu kenov, " ucap remigio dengan tenang nya ..


" jadi, bagaimana dia bisa tahu tentang dunia bawah kita, apa kau pernah menceritakan sesuatu padanya " ucap Romeo menyelidik


" tidak ! bahkan aku tidak pernah bercerita tentang hal ini " jujur Remigio


" tapi mengapa aku merasa wanita mu bukan wanita sembarangan, walaupun dia putri seorang konglomerat serta adik sang billiorner. Tapi aku merasa ada sesuatu dari dirinya " kini Dion bertanya dengan serius


" kau benar Dion, dia pandai sekali bela diri bahkan menggunakan teknik yang rumit, dia juga bisa menggunakan senjata , dan kau lihat saat dia bertarung dengan vyan kakaknya mereka berdua menggunakan teknik yang sangat sulit, serta ada beberapa pedang juga tersusun rapi disana " ucap akayama, Remigio hanya tersenyum penuh arti membuat para sahabatnya menatap ke arah nya


" kau pasti tahu sesuatu kan " ucap Romeo


" kalian tahu king " tanya Remigio dan para sahabatnya mengangguk " wanita ku pemimpin nya dia yang mengendalikan king bahkan dia lady nya " ucap remigio tenang sontak para sahabatnya melebarkan matanya nya tak percaya


" bagaimana bisa " gumam kenov, walaupun kenov bersahabat dengan vyan , tapi ia tak tahu masalah lainnya


" mafia legendaris itu " ucap Deniz


" jadi dia " ucap Dion pelan


mereka masih sibuk dengan pemikirannya mengenai Valera yang ternyata lady dari king


Valera wanita beruntung yang terlahir dari kalangan atas serta ayahnya seorang konglomerat atas, wanita yang cantik,anggun serta elegan. Tapi dia bisa berubah menjadi menakutkan bahkan ancaman sekalipun bagi para musuhnya wanita yang sangat mematikan.


keenam pria itu beralih membicarakan bisnis dunia bawahnya, organisasi yang mereka jalani pun bukan sembarangan atau mafia receh kelas teri dan sebagainya, mereka pun patut di perhitungkan dari jajaran mafia lainnya, mereka tetap berada di jalan sesungguhnya tanpa menyimpang. Markas utama mereka berada di Amerika


Audy sudah terbangun dari tidurnya dan Remigio sedang menjemput Valera untuk makan bersama di mansion nya, dan Valera pun menuruti keinginan kekasihnya itu. Remigio saat perhatian kepada valera dia bisa di bilang berlebihan jika mengenai kekasihnya itu.


para maid sudah menyiapkan hidangan terbaik untuk para tamu tuannya itu, mereka memasak makanan terbaik mulai dari ikan daging dan berbagai hidangan laut lainnya


tak lama kemudian Remigio dan Valera sudah tiba, mereka langsung menuju meja makan untuk segera menyantap hidangan yang menggiurkan itu


kini Remigio menyiapkan untuk Valera langsung, Bahakan dia terlihat memilih makanan yang tepat untuk kekasihnya ini,


Remigio lupa akan mengingatkan para pelayan nya untuk tidak memasak menggunakan kacang, karena valera alergi akan hal itu. Valera mulai merasa tidak nyaman dan Audy pun memeperhatika Valera yang mulai gelisah


" Vale, apa kau baik baik saja " tanya Audy yang sudah melihat valera tak nyaman


" sweatheart, kau kenapa " panik Remigio dan semua pun menatap panik Valera


" Remi, i_iini mengandung ka-kacang " ucap lirih Valera membuat Remigio bangkit dari kursinya


" tangan mu sudah mulai memerah " panik Audy dan Remigio pun tak kalah panik bajakan ia sampai memarahi pelayan yang memasaknya kenov segera menghubungi dokter pribadi Remi


" minumlah banyak air putih Vale " ucap kenov Sembari menyodorkan air putih dengan gelas berukuran jumbo dan Valera pun tak menolak ia langsung meminum air itu dengan sangat cepat, Valera langsung lemas seketika dan Remigio dengan sigap membopong kekasihnya menuju kamar pribadinya, Remigio menyuruh para sahabatnya untuk melanjutkan makan malam nya, mereka pun menurut, ada perasaan khawatir yang menyelimuti hati kenov, tapi ia mencoba untuk bersikap tenang


Remigio membaringkan Valera dengan hati hati, keringat mulai membanjiri dahi Valera dengan sigap Remigio mengelapnya dengan lembut


" sweatheart, apa yang kau rasakan " tanya Remigio dengan nada yang begitu panik tapi Valera hanya menggeleng


tak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Valera, Remigio tetap berada di samping Valera ia enggan untuk berjauhan


" bagaimana dok, " tanya Remigio dengan nada resahnya


" tidak ada yang perlu di khawatirkan dia hanya alergi makanan tertentu, kejadian seperti ini jangan terulang lagi, dia harus selalu memperhatikan makannya." terang dokter Ken dan Remigio pun paham akan hal itu, Valera pun masih berbaring di ranjang Remigio.

__ADS_1


" kau jangan bergerak duku sweatheart, kau belum makan aku kaan mengambil kan sesuai untukmu , aku berjanji aku akan berhati hati memilih makanan mu " ucap Remi sembaro mengecup dahi Valera dengan penuh kasih sayang


para sahabat nya sedang menunggu Remi di meja makan untuk menanyakan bagaimana kondisi Valera, bahkan Remigio membawa piring dengan menu lauk yang tidak mengandung kacang untuk Valera makan dan membawanya ke dalam kamar pribadinya


" sweatheart, ayo makan " ucap remigio lembut dengan penuh perhatian, Remigio dengan sabar menyuapi Valera. Dan Valera pun tak menolak nya.


setelah selesai menyuapi, Remigio langsung menyodorkan obat pemberian dokter Ken tadi


waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam, Valera meminta untuk pulang dan Remigio pun menurut, Valera ijin pamit kepada teman dari kekasihnya serta Audy, dan remigio mengantarkan Valera sampai tujuan


" maaf, acara makan malam hari ini menjadi seperti ini " ucap Valera pelan


" tidak apa apa sweatheart, aku yang salah dan teledor. Aku lupa menanyakan kepada pelayan rumah untuk tidak menggunakan kacang untuk memasak " ucap remigio merasa bersalah


" aku sudah baik baik saja, terimakasih Remi kau yang terbaik " ucap Valera sambil mengecup basah bibir remigio


" nakal sekali wanitaku " canda Remi dengan menarik gemas hidung Valera


" tidak apa apa jika nakal kepada kekasih ku, yang penting tidak dengan pria lain " protes Valera dan Remigio pun terkekeh


mobil remi sudah berhenti di depan gerbang yang menjulang tinggi dan gagah itu, para pengawal yang sudah mengenal Remi pun dengan sigap langsung membuka kan gerbang itu lebar lebar


" terimakasih Remi kau telah mengantarkan kan ku pulang " ucap Valera dengan manjanya Remigio hanya mengusap lembut kepala Valera dengan kasih sayang


" jangan berterimakasih sweatheart, aku sangat senang kau mengandalkan ku sebagai lelaki mu " ujar Remigio lagi


" aku akan senang hati mengandalkan mu Remi " ucap Valera dengan senyum manisnya


Remigio langsung mencium mesra bibir Valera, mereka saling membalas dengan perasaan penuh cinta .


" segeralah masuk sweatheart, aku akan langsung pulang, meraka menunggu ku " ujar Remi lagi


" baiklah, selamat malam berhati hatilah " ucap Valera dan memberikan kecupan terakhir di pipi Remi


Remigio langsung menancapkan mobilnya menuju mansion. ia tak lupa berkunjung ke supermarket terdekat untuk membeli beberapa bungkus rokok.


" shitt kenapa harus bertemu dengan wanita ini lagi . batin kesal Remigio


Remigio tak menghiraukan di melangkah cepat menuju mobilnya, tapi seseorang menarik tangannya


" lepaskan " pekik Remigio yang tak suka dirinya disentuh oleh orang sembarangan


" Remi, kau ini kenapa bersikap seperti ini kepadaku " ucap Bianca dengan nada yang dibuat buat


" pergilah, jangan menganggu ku " tegas Remigio sambil terus melangkah dengan cepat lagi lagi Bianca menghadang nya .


" antar aku pulang " ucap Bianca yang tak tahu malu membuat Remigio geram


" aku bukan supir mu, ingat jangan melebihi batasan mu Bianca atau kau akan menyesal " ancam Remigio dengan nada geram nya dan seketika Bianca merasa nyalinya menciut


" aku akan tetap mengejar mu Remi, hanya aku yang pantas berada disisi mu bukan orang lain ataupun wanita itu. batin Bianca


Remigio langsung menancapkan pedal gas nya dalam dalam, bertemu dengan Bianca sungguh menjadi kesialan bagi Remi. ia tak suka dengan sikap Bianca yang sudah di luar batas..


*****


disisi lain Dave sedang mengintai markas dan kediaman Austin dobre atas perintah sang lady nya.


jadi benar lambang naga yang tertera di leher itu para anak buah Austin. Dave bekerja sama dengan Pram, walaupun Pram kepala pengawal di kediaman utama Harson tapi kemampuan Pram sangat luar biasa. Thomas belum diikut sertakan dalam menjalan kan misi ia masih terus di latih.


Pram mengintai di kediaman Austin dobre sedangkan Dave mengintai di markasnya.


saat Pram fokus untuk melihat pergerakan Disana, tak lama kemudian ada sebuah mobil mewah berwarna hitam mendatangi rumah Austin dobre. Pram terus fokus dengan yang di lihat nya. Tak lama pintu mobil itu terbuka dan muncul lah sesosok pria dengan balutan jas berwarna navy. Pram terus menyorotkan kamera nya ke arah orang itu beruntung wajah nya sudah tertangkap kamera milik Pram. Pram tidak bisa masuk secara bebas di area itu dia tidak mau gegabah


sedangkan Dave mengintai di markas masih belum menemukan pergerakan atau pun yang mencurigakan ia masih setia menunggu sesuatu. orang orang yang berada di dalam tidak sebanyak dari markas king di markas milik Austin dobre terbilang masih luwes untuk lautan manusia .


dirasa aman Dave pun segera menyudahi aktifitas itu mengingat waktu sudah hampir petang

__ADS_1


saat Dave baru saja tiba di markas tak lama kemudian Pram datang dengan motornya


" kau baru saja tiba " tanya pram menatap dave, Dave mengangguk tanda iya


" apa yang kau dapat selama mengintai disana " tanya Dave sambil berjalan beriringan dengan orang menuju ruang lady nya


" aku mendapatkan sesuatu, tapi aku tak yakin " ucap Pram ragu dengan hasil rekaman nya


mereka telah sampai di pintu ruang yang selalu ladynya gunakan Pram mengetuk pintu itu, setelah mendapat persetujuan untuk masuk, mereka berdua akhirnya masuk ke ruangan itu dengan gaya nya masing masing


Valera langsung menyapa ke arah keduanya


" bagaimana " tanya Valera dengan tangan yang masih setia mengetik sesuatu di laptopnya


" di markas milik Austin dobre belum ada pergerakan sama sekali, nona " ucap Dave berterus terang


" lalu kau Pram " tanya Valera dan Pram segera menyerahkan kameranya kepada Valera


" ada yang berkunjung ke kediaman milik Austin dobre Nona, semuanya sudah terekam disana " jelas Pram dan Valera langsung melihat rekama itu setelah beberapa saat melihat, Valera melihat sesuatu yang wajah nya sudah tak asing ya itu adalah Peter, selama Valera kembali yang memegang alih kekuasaan king, ia baru sadar selama beberapa pertemuan rapat Peter memang tidak pernah terlibat .


" Peter " gumam Valera sambil mengerutkan dahinya, Pram memang tidak begitu tahu tentang para mafioso yang berada di bawah naungan king, Pram akan bergerak ketika Valera menyuruhnya jika tidak Pram akan ditugaskan di kediaman rumah utama keluarga harson .


" Peter ? aku sudah lama tidak melihat nya " saut Dave lagi dan Valera hanya sibuk dengan pemikirannya


" aku hanya tau markas nya saja yang berada di kota x bagian timur, itu milik Peter tapi tentang kediamannya aku tak tau. Dan sekarang dia mengunjungi Austin dobre. Apa mungkin mereka bekerja sama untuk melawan ku " selidik Valera dengan mengetuk ngetuk kan jarinya di atas meja " orang orang tak tahu diri semakin bermunculan menampakan wajahnya, aku yakin para musuh akan menyerang ku secara bersamaan, belum lagi mister P yang identitas nya sangat misterius, dan sekarang permasalahan semakin bertambah mereka tidak akan membiarkan aku berisitirahat " geram Valera degan sorot mata yang tajam


" lalu apa yang harus kita lakukan nona, mengingat para musuh sudah sedikit demi sedikit melakukan aksinya " ucap Dave menimpali


" biarkan mereka menampakan wajahnya secara suka rela, aku tidak tahu apa motif dari Austin dobre mengirim seseorang untuk sampai ke markas gudang persenjataan. kita hanya perlu menyiapkan umpan yang sesuai untuk memancing ikan yang bersembunyi " saut Valera tenang " Dave apakah sudah menemukan sesuatu tentang mister p maupun Damian " tanya Valera lagi


" tentang mister p aku sudah berhasil mengintrogasi tawanan di ruang bawah tanah bahwa mister p berada di negara Belanda. hanya itu yang mereka tahu mister p sangat misterius nona. jika tentang Damian aku belum bisa menemukan apa apa tentang dirinya tapi aku sudah menandai beberapa nama itu beserta dengan marga belakang nya , nanti akan ku kirimkan berkas nya ke meja mu nona " jelas Dave dan Valera hanya tersenyum penuh arti


" dan kau Pram, bantu aku menyelidiki Peter dan austin laporkan setiap pergerakan mereka " titah Valera


" baik nona " ucap Pram patuh


" dan jangan lupa acara tahunan perusahaan tinggal tiga hari lagi, pastikan semuanya terkendali , kalian pindai wajah para pelayan aku tidak ingin hal beberapa tahun silam terjadi lagi sampai merebut nyawa macky " ucap Valera dengan wajah sendu begitupun dengan kedua lelaki itu.


" kami akan mengurusnya secara detail nona, " ucap Pram dengan tenang


" baiklah aku percayakan kepada kalian, " ucap Valera lagi dan mereka berdua pun segera keluar dari ruangan ladynya.


Valera melangkahkan kakinya untuk menemui Thomas di lantai tiga berada. Thomas sedang berlatih menembak, sekarang Thomas sudah menjadi lelaki yang tangguh adik dari macky itu berlatih dengan sungguh sungguh Thomas tidak ingin mengecewakan mendiang kakak serta ibunya terutama Valera yang sudah bersedia menawarkan dirinya pekerjaan .


" Thomas " panggil Valera seketika Thomas dan para pelatih menunduk hormat


" lady " ucap mereka serempak Valera hanya mengangguk dengan wajah datar nya


" bagaimana kabar mu " tanya Valera dengan nada yang mulai terdengar bersahabat


" baik nona " ucap Thomas lagi


" bagaimana latihan mu "


" semuanya lancar nona, sekarang aku sedang berlatih untuk menembak " ujar Thomas lagi dan Valera hanya menatap Thomas dengan tatanan sulit di artikan


" kau pasti bisa Thomas bahkan kau pasti lebih baik dari macky. cepatlah kau kuasai segala yang di ajarkan pelatih mu, setelah kau menguasai semuanya aku akan memberikan misi pertama mu " ucap Valera dengan nada tegasnya, seketika jantung Thomas berdetak kencang. Misi pertama ?? entah mengapa Thomas seakan gugup dengan hal itu.


" baik nona " ucap Thomas setenang mungkin walaupun dia sangat gugup


" baiklah, lanjutkan lagi latihan mu Thomas " ucap Valera seraya meninggalkan tempat latihan Thomas


Valera kembali ke ruangannya dan kembali lagi duduk di kursi nya ia menghembuskan nafas nya kasar dan fikiran nya menerawang jauh.


banyak sekali yang ingin menggulingkan king para musuh king bukan saja di dalam negeri tapi di luar Prancis pun melimpah ruah hanya belum saja menampakan wajah aslinya.


entah apa akar permasalahannya. Mungkin kah iri ?? atau kekuasaan ??

__ADS_1


pada masa kekuasaan Marcell Harson pun king sudah berkuasa dan berada di tingkat atas bahkan disebut dengan mafia legendaris. Para mafia lain pun dibuat bertekuk lutut di bawahnya dan pada saat itu juga permasalahan mulai bermunculan penghianat, keserakahan bahkan sudah terjadi di masa itu sampai Marcell menutup mata untuk selama lamanya dan king diberikan kepada cucu perempuannya Valera Harson, King semakin pesat bahkan melebarkan sayapnya di negara negara besar lainnya.king sudah sangat dikenal di dunia bahkan seluruh dataran eropa dengan kejayaan serta kekuasaan king semakin melimpah di tangan Valera, mustahil jika tidak ada musuh dalam selimut, bahkan musuh musuh lain pun mengintai ingin menjatuhkan, menggulingkan atau Bahkan merebut king dan terakhir memusnahkan kekuasaan king.


__ADS_2