
Tiga hari berlalu setelah Zizi melahirkan, kini ia telah diperbolehkan untuk pulang ke mansion barunya dimana Vyan telah menyiapkan mansion mewah dan megah hanya untuk keluarga kecil tercintanya itu.
Leonel mendampingi kepulangan tuan serta nyonya nya dengan banyak pengawalan karena tak ingin terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan untuk keluarga tuannya itu.
iring-iringan mobil mewah dengan tipe dan warna yang serupa membelah jalanan di sore hari yang memiliki cuaca sejuk, Zizi tampak tenang menggendong putra nya itu dengan menatap intens wajah sang anak.
" Apa yang kau lihat dari wajah putra kita sayang ? '' tanya Vyan menatap Zizi dengan tatapan lembut.
" Dia sangat mirip dengan mu bagai pinang dibelah dua. " ucap Zizi dan vyan terkekeh, tentu saja putranya itu akan mirip dengannya karena Vyan lah yang menyemai benih itu setiap harinya dengan suka rela. " hanya bibirnya saja yang mirip dengan ku. " ucap Zizi lagi dan Vyan hanya tersenyum lalu mengecup dahi sang istri dengan gemas.
" Jika begitu aku akan membuat satu lagi agar mirip dengan mu sayang '' ucap Vyan dengan terkekeh geli hingga bola mata Zizi terbelalak lebar sempurna, Zizi terdiam ditempatnya memikirkan bagaimana rasanya saat ia melahirkan, sakit yang ia rasakan tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.
" Kau.. " tajam Zizi menatap sang suami dan Vyan hanya acuh saja '' jangan main-main dengan ku '' ancam Zizi lagi dan Vyan hanya bisa diam lalu menatap sang putra yang sedang terlelap dalam tidurnya.
tak lama mobil mewah itu telah sampai dipekarangan yang sang luas dan indah, bahkan beberapa lelaki berpakaian rapi terlihat berada di setiap titik dan sudut bangunan, Zizi sekilas mengingat tempat ini seperti Gold mansion.
Zizi memicingkan matanya saat melihat deretan mobil mewah yang terparkir rapi disana, bahkan mobil mewah milik sang lady pun berada disana.
Apa mereka ada disini ?. Batin Zizi.
Vyan segera mengajak istrinya untuk segera masuk, Zizi terkagum-kagum dengan mansion baru yang akan ditinggali oleh keluarganya itu, bangunan megah dengan seni modern klasik sangat memanjakan mata, pekarangan yang luas dan terdapat sebuah taman serta kolam air mancur ditengah-tengah menjadi ikon tersendiri.
" Selamat datang sayang " ucap tiba-tiba suara seorang wanita paruh baya yang sudah Zizi kenali, siapa lagi jika bukan nyonya sofhia. Zizi tersenyum saat kedatangan nya disambut oleh mertua serta beberapa orang termasuk sang lady dan jajaran king lainnya.
" selamat Zizi, kau kini telah menjadi seorang ibu " ucap Valera dengan nada santai dan Zizi tersenyum tipis dengan menunduk sopan, walaupun kini statusnya menjadi istri seorang Vyan tapi tetap saja Zizi akan berlaku sopan pada sang pemimpin.
" terimakasih " ucap Zizi senang dan Valera hanya tersenyum tipis.
Nyonya sofhia segera membawa semua orang keruang tamu yang luas dan mewah, disana terdapat Tuan Ramius serta lainnya bahkan Dave dan thomas berada di sana.
ruangan itu sangat ramai, bahkan Zizi hanya bisa diam saat kehebohan terjadi dimana para wanita sibuk memperebutkan putranya.
Gabriel Harson itulah nama yang disematkan oleh Vyan untuk putra pertamanya ini, dan Zizi tak mempermasalahkan nama yang dipilih oleh sang suami terlebih mana marga yang tersemat pada putranya itu.
" Wahhh dia sangat lucu " celetuk Gloria dengan senang.
__ADS_1
" Jika begitu kau buat saja " ucap Vyan kepada adik sepupunya itu hingga Gloria memicingkan matanya dan langsung menatap Dave dengan senyum menyeringai penuh arti.
Dave yang ditatap seperti itu hanya bisa mengedipkan matanya genit dengan senyum menggodanya itu semua nya tak luput dari tatapan semua orang yang berada di sana.
bahkan tuan Ramius terkekeh dengan sikap Dave yang terlihat lebih hangat tak dingin lagi, hari itu mansion baru milik Vyan sungguh ramai bahkan suara gelak tawa terdengar disana, para wanita sibuk berbincang simpang siur dan para lelaki hanya asyik menikmati hidangan serta memerhatikan para wanitanya yang sedang tertawa lepas.
******
Keesokan harinya Valera mengadakan rapat kembali soal misi selanjutnya yang mungkin akan memakan waktu panjang dan sedikit rumit tapi Valera harus menyelesaikan semuanya hingga tuntas.
Valera duduk melingkar dengan para orang-orang nya disebuah meja bundar yang sangat besar, wajah serius sang Lady membuat semua orang-orang disana menjadi tegang.
" Misi apa selanjutnya yang akan kita jalani lady " ucap sopan Thomas menatap Valera dengan wajah penasaran.
" Pengambilan aset-aset milik mendiang kakek ku yang dicuri oleh orang lain, selain itu juga ternyata kakek ku memiliki organisasi lainnya yang disebut Quenn " ucap Valera berkata dengan tenang, sontak orang-orang disana menatap tak percaya ternyata sang pemimpin terdahulu memiliki banyak rahasia yang belum terkuak dengan sempurna.
" Quenn ? Lalu siapa orang yang memegang kendali atas organisasi itu " ucap Hugo menimpali.
" Aku belum tau pasti, tapi para tetua terdahulu mungkin tau jawabannya serta mempunyai sedikit informasi yang mereka ketahui. " ucap Valera lagi dan semua orang menatap nya dengan serius.
" Lalu apa kau takut ? " ucap Elion menimpali Edgar yang berada di hadapannya itu, Edgar yang mendengar perkataan Elion sontak membelalakan matanya lebar, takut ? seorang Edgar akan takut ?
" Jangan konyol " sentak Edgar dan Elion tersenyum tipis " justru aku bertambah semangat, kita sudah lama tak bertempur dengan orang lain, ohh aku merindukan masa-masa itu " ucap Edgar dengan mata yang menatap ke langit-langit bangunan, Valera yang mendengarkan hal itu sontak terkekeh kecil, ternyata orang-orang nya itu sungguh merindukan masa-masa bermain dengan senjata dan lainnya.
" Baiklah, aku akan pergi menuju kediaman nyonya Mecca. Dave, kalian keempat predator dan kau Elion ikutlah dengan ku besok '' ucap Valera dengan tegas dan orang-orang yang disebutkan namanya mengangguk mantap dengan senyum terkembang. " Thomas akan dibantu Greta untuk terus memantau sinyal milik kami selama pergi " ucap Valera lagi dan Thomas mengangguk mantap. " Lotus, Brayen dan Alland tetap berada di markas utama bersama dengan yang lainnya. '' ucap Valera lagi dan semua orang mengangguk mantap.
" Maaf menganggu waktu mu lady. Hanya saja Syina,Elena serta Ed sudah berhasil menangkap lelaki bernama Damian, Mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari '' ucap Thomas melihat ponselnya yang mendapatkan sebuah notifikasi dari Elena, Valera mengangguk mantap.
" Kau tau apa yang harus kau lakukan Thomas !! setelah mereka datang, interogasi orang itu tanpa membunuhnya. Jika bungkam berikan hukuman yang pantas tapi jangan sampai ia tewas '' ucap Valera lagi dan Thomas mengangguk patuh.
sore itu rapat berjalan dengan singkat, karena sang Lady harus segera kembali karena putrinya, orang-orang sibuk mengurus keberangkatan sang Lady dan lainnya pada esok malam.
Gloria akan tinggal bersama dengan nyonya sofhia dan tuan Ramius selama Dave tidak ada dan Gloria bersedia dan tak banyak protes lagipula itu sudah menjadi tugas suaminya dalam membantu Kakak sepupunya itu.
Zizi meminta maaf tak bisa membantu banyak karena ia baru saja melahirkan, dan Valera memakluminya sebagai gantinya Elion akan ikut serta didalamnya, karena Zizi tak bisa meragukan kemampuan seorang Elion.
__ADS_1
Gold Mansion.
Remigio dan Valera terlibat pembicaraan yang serius, Valera memutuskan untuk bertolak menuju Thailand dikediaman rahasia milik nyonya Mecca.
sontak Remigio terkejut akan keputusan yang mendadak dari istrinya itu, Thailand ? berapa lama, Valera tentu saja akan menyelesaikan semuanya dengan cepat.
" Apa aku perlu ikut ? " ucap Remigio menatap serius wajah sang istri.
" Lalu bagaimana dengan Athena Remi ? " ucap Valera menatap balik Remigio dan seketika Remigio teringat akan putri kecilnya itu, jika sang istri dan dirinya pergi lalu Athena akan merasa kesepian, bayi mungil itu kini tak ingin ditinggal jauh oleh orangtuanya. " begini saja Remi, kau boleh menyusul ketika aku dalam keadaan terdesak bagaimana ? " tawar Valera dan Remigio memicingkan matanya seketika.
" Apa kau berencana untuk terluka sweatheart ? Tidak, kau tak boleh terluka. " tegas Remigio lagi dan Valera terkekeh.
" Remi aku ini hanya manusia biasa, bagaimana bisa seperti itu ? " tawa Valera pecah saat melihat raut kecemasan dalam diri sang suami.
" jaga dirimu baik-baik sweatheart, aku tau kau mampu. Rasanya aku ingin sekali membantumu tapi kau melarang ku, seakan aku ini suami yang tak berguna. " lirih Remigio menatap kearah bawah dan Valera hanya diam mencerna perkataan sang suami. " Aku berharap semuanya berakhir " ucap Remigio lagi Valera beranjak dan duduk dipangkuan sang suami, ia mengecup bibir Remigio lembut dan Remigio justru semakin memperdalam ciuman nya.
" Aku tau Remi, dan kau adalah lelaki yang paling ku cintai. " ucap Valera memeluk erat tubuh kekar sang suami dan Remigio balas memeluk nya dengan senyum yang terkembang.
Keesokan paginya Valera sudah mendapatkan kabar jika Dave dan lainnya sudah selesai mengurus semuanya, Valera hanya tersenyum tipis dan menyiapkan barang keperluan miliknya selama ia pergi.
Remigio tampak memperhatikan sang istri yang sedang sibuk itu, istrinya sudah tampil cantik dengan memakai sebuah dress sederhana berwarna merah muda serta rambut yang digelung asal dengan riasan tipis menghiasi wajah ayunya.
" Morning sweatheart " ucap Remigio dan Valera berbalik serta tersenyum lembut.
" morning too Remi. Kau sudah bangun ? jika begitu ayo bangun cuci muka dan kita sarapan bersama, George telah menunggu di bawah '' ucap Valera dan Remigio mengangguk patuh atas perintah istrinya itu.
Dibawah sana George sedang asyik meminum susu kesukaannya, dirinya kini sedang menunggu Valera dan Remigio untuk sarapan bersama.
dirinya tampak murung karena Athena akan ditempatkan di mansion utama keluarga Harson, itu artinya ia akan jarang bertemu dengan jantung hatinya, karena kegiatan sekolah nya yang akhir-akhir ini sangat banyak dan padat.
" Morning sayang '' ucap Valera dan George tersenyum tipis memperlihatkan seutas senyum kecil yang memikat.
" Papih mana ? apa ia belum bangun ? '' ucap George lagi dan tak lama Remigio datang dan langsung mengacak-ngacak lembut rambut George. " aku kira papih belum juga bangun '' kekeh George dan Remigio hanya tersenyum.
sarapan kali ini hanya ada suara dentingan sendok yang beradu, Valera menyiapkan menu sarapan yang berbeda kali ini yaitu nasi goreng untungnya Remigio dan George mereka sangat menyukainya.
__ADS_1
waktu telah berlalu, siang ini Valera memutuskan menuju markas utama untuk melihat tawanan yang bawa oleh Syina dan Elena tentu saja Valera ingin melihat wajah dari seorang Damian.