
Disekolah internasional itu sedang terjadi kehebohan karena orang-orang terpandang mendatangi sekolah itu dengan langkah tergesa-gesa. Bahkan Valera hanya menunjukkan wajah datar nya saja tanpa mau tersenyum sedikitpun.
Remigio ikut menemani Valera begitupun dengan Bruce dan Frank dibelakangnya tak lama Asnee datang dan menunduk hormat dengan rasa bersalah.
" bagaimana bisa Asnee " tekan Valera saat berhadap-hadapan dengan pria Asia itu.
" semuanya bersih nona, tuan muda George serta Malvin hilang saat jam pelajaran berlangsung, aku pun tak tau akan terjadi demikian " jelas Asnee dan Valera tampak bingung, hilang selagi jam pelajaran apa masuk akal ?
valera akhirnya memutuskan untuk keruang guru dimana guru yang bertugas pada jam itu berlangsung dan kini Valera sudah berada di ruangan besar dengan beberapa orang di dalamnya.
" silahkan duduk nyonya tuan " ucap lelaki paruh baya dengan sopan. Valera dan Remigio mengangguk kecil lalu duduk dengan elegan khas seseorang yang sangat berkuasa.
" Bisa anda jelaskan ? bagaimana dua orang anak kecil bisa hilang begitu saja ? " ucap Valera dengan penuh penekanan, guru yang mengajar pada jam itu hanya bisa menunduk dengan gugup.
" maaf nyonya. Tuan muda George dan juga Malvin pada saat itu meminta izin untuk pergi ke toilet dan saya mengijinkan mereka berdua " ucap wanita muda yang memakai pakaian rapi layaknya seorang Miss yang sedang mengajar.
valera memicingkan matanya seketika, Asnee ? apa ia melewatkan sesuatu ? lalu dimana ia saat kedua bocah kecil itu keluar dari kelasnya. Valera mengembuskan nafasnya secara kasar saat mendengar penjelasan dari wanita muda itu.
" Lalu sejak kapan anda baru menyadarinya jika mereka berdua hilang ? " kini Remigio bersuara dan wanita muda itu hanya bisa diam memikirkan sesuatu.
" Satu jam. Satu jam mereka belum kembali dan pada akhirnya aku memutuskan untuk menyusul mereka ke dalam toilet dan ternyata tidak ada, hingga aku menyuruh semua orang yang berjaga untuk mencari mereka tapi nihil CCTV pun tidak menangkap mereka. Hanya saja CCTV itu langsung bermasalah saat kedua bocah kecil itu berjalan di lorong " jelas wanita muda itu lagi.
" Jadi maksud mu CCTV pun tak mengetahui kemana mereka berdua pergi karena bermasalah ? " Picing Valera dan wanita itu mengangguk pasti.
ada yang aneh itulah yang kini sedang difikirkan oleh Valera ia merasa jika telah terjadi sesuatu yang sudah direncakan tapi apa ? benar-benar membuat Valera pusing. Remigio hanya menatap istrinya sekilas ia sangat tau jika saat kini Valera dengan banyak masalah.
" Temukan putraku, aku tidak mau tau '' tegas Remigio dan beberapa orang yang berada di sana hanya bisa menelan ludahnya kasar karena ucapan Remigio.
" bagaimana caranya kami menemukannya tuan, bahkan rekaman CCTV pun tidak menangkap pergerakan mereka dan saat kini CCTV itu bermasalah, bahkan para satpam yang bertugas pun mereka mengatakan tak ada yang mencurigakan atau murid-murid kami yang keluar tanpa ijin " ucap lelaki paruh baya dengan sedikit gugup.
" jika begitu itu artinya mereka berdua masih berada di sini " ucap Valera tiba-tiba
semuanya mendadak hening dan sunyi, Ya kemungkinan besar mereka berdua masih berada di sini, tapi dimana ? bangunan megah dan luas ini membuat para guru bingung seketika. Dan pada akhirnya mereka melakukan pencarian besar-besaran pada gedung itu. Bahkan Asnee dan anak buahnya ikut mencari.
*****
dua lelaki kecil saat ini sedang duduk santai di sebuah bessement bawah yang sudah lama tak terpakai, sembari menatap seorang wanita yang kini sedang berdiri tepat dihadapan nya. George hanya bersikap acuh dan Malvin ia sibuk memakan cemilan yang ia bawa sebelum keluar dari kelasnya.
" Tak sia-sia aku mengikutimu anak kecil, " ucap wanita itu dan George maupun Malvin hanya bisa diam tanpa mau berbicara.
" Kau menyamar jadi salah satu guru disini ? tapi sayang kau tak bisa menipuku, kemampuan mu payah " sinis George dengan terkekeh, dan wanita itu menggeram marah.
wanita itu mengepalkan tangannya dan menatap George dengan tatapan marah, tapi George bersikap tenang dan terkesan acuh.
" kau memang harus diberi pelajaran ! " kesal wanita itu dan George mengedikkan bahunya malas sedangkan Malvin ia hanya terkekeh melihat raut kekesalan di wajah wanita itu yang sudah sedikit keriput.
" seharusnya kau yang harus diberi pelajaran karena selalu mengintai ku hampir setiap hari, " ucap George polos dan wanita itu berjalan mendekati George.
DORR
tangan mungil dan kecil itu dengan cepat melakukan gerakan menembaknya, wanita itu tersungkur karena kakinya ditembak oleh seorang anak kecil.
" tembakan mu sungguh bagus George. Tidak melesat dan tidak melenceng semuanya sangat pas '' puji Malvin dan George hanya mengangguk setuju.
__ADS_1
" Dasar bocah sialan bagaimana bisa kau melakukan hal itu kepadaku " pekik wanita yang tak lain Caya.
" mudah, aku hanya mengarahkannya padamu, menekan pelan pelatuknya dan seketika DOR peluru itu akan bersarang ditubuh mu " polos George dengan seringai tipisnya, wanita itu bangkit dan kini menarik senjata di balik blazer nya.
DORRR
ia kalah cepat karena Malvin menembak tangan wanita yang sedang mengenggam senjata api itu, wanita bernama Caya mengerang dan merintih karena mendapat dua kali tembakan oleh dua orang anak kecil.
" wow, kau pun bagus dalam menembak Malvin '' kekeh George dan Malvin hanya acuh saja sembari melanjutkan cemilan di tangannya.
BRAKKKKKK
pintu ruangan bessement di buka paksa George dan Malvin langsung menatap pada sosok yang baru saja tiba, kedua bocah kecil itu sungguh terkejut akan kehadiran sosok asing lainnya tapi mereka berusaha bersikap tenang.
" Cihh.. kau kalah dengan seorang anak kecil Caya ! " sinis seorang pria dan Caya langsung menatap tajam pada sosok yang ia kenal.
" sialan kau Voltur " sinis Caya dengan merintih kesakitan " dan kalian dasar para bocah sialan berani sekali kalian melakukan hal ini. " ucap Caya lagi dan Voltur langsung menatap intens pada dua bocah lelaki yang kini sedang duduk dengan tenang.
George menatap tajam pada lelaki yang kini sedang menatapnya ia merasa jika lelaki itu termasuk musuh Daddy nya, Malvin hanya bingung dengan lelaki dewasa yang sedang menatap George sahabatnya.
" Ada apa menatap ku ? jangan katakan jika paman jatuh cinta pada pandangan pertama dengan ku " polos George dan Voltur langsung tersentak dan menatap tajam George.
benar, Jika anak ini sangat mirip dengan Hans ahh sial, seharusnya ia sudah mati karena aku meletakkan nya di tengah-tengah hutan. batin Voltur
" sepertinya memang benar begitu " smirk Voltur dan George hanya tersenyum tenang. Voltur merasa heran dengan sikap George yang sama sekali tak takut untuk anak seusianya pembawaannya yang tenang bahkan tidak terkecoh sedikit pun.
" ada apa paman ? apa kau juga ingin bermain ? " tanya Malvin tiba-tiba dan sontak pandangan Voltur beralih pada anak di samping Malvin.
pandangan mereka sama-sama terkunci, sesaat ia merasa tak asing dengan wajah Malvin mulai dari parasnya, alis serta matanya yang benar-benar mirip dengan seseorang.
DORR
AGHHH
George melepaskan satu buah tembakan yang sengaja ia buat melenceng dan pada akhirnya lelaki itu pun ikut terluka. Malvin hanya terkekeh dengan aksi George yang menurutnya sedang bermain-main.
" kau melenceng kawan ! " Kekeh Malvin lagi.
" No. Aku memang sengaja " saut George dan Malvin hanya diam saja dengan senyum yang ia kulum
" dasar bedebah kecil, berani nya kau ! " teriak Voltur marah dan George hanya acuh lalu ia berjalan beberapa langkah ke depan. Voltur tertegun dengan ekspresi yang George berikan masih saja tenang.
GREPPP
tangan kekar dan besar Voltur mencengkram erat lengan kecil milik George.
" Kau tak akan bisa lari " sarkas nya akan tetapi George berusaha melawan dan pada akhirnya ia menendang benda keramat milik Voltur.
BUGHHHHHH
AGHHH
walaupun tendagan nya tak begitu kuat tapi cukup membuat Voltur meringis kesakitan dan memegang benda keramat miliknya dengan mata terpejam, Caya yang melihat itu dengan cepat ingin menembak George.
__ADS_1
DORR
AGHHH
Malvin menembak tepat di dada wanita yang berusaha menyakiti George dan pada akhirnya wanita itu tergelatak tak sadarkan diri entah pingsan atau mati akan tetapi Malvin tak perduli.
DORR
AGHHH
jerit Voltur saat tangannya benar-benar ditembak oleh George yang hanya seorang anak kecil.
'' aku tak suka jika disentuh orang lain paman dan tanganmu sungguh kotor '' cibir George dan Voltur menggeram marah. Dadanya bergemuruh Karena merasa dipermainkan oleh dua orang anak kecil yang pada umunya masih senang bermain tapi tidak dengan mereka.
" cepatlah George, kita harus kembali aku yakin orang-orang memacari kita '' ucap Malvin bersuara dan George hanya mengangguk sekilas.
DORRR
George melesatkan pelurunya ke kaki Voltur entah apa maksud nya, Voltur semakin meringis ia merasa terhina oleh seorang anak kecil saja.
" ayo " seru George dan Malvin lalu beranjak dan mereka berdua berlalu pergi dari tempat itu. kedua bocah lelaki itu berjalan beriringan akan tetapi pada saat mereka berjalan santai di lorong dari kejauhan mereka melihat siluet sosok yang dikenal nya.
dua anak itu tiba-tiba menghentikan langkahnya saat orang itu semakin mendekat dan berjalan kearahnya.
" Apa yang terjadi ? " ucap Valera menatap dua sosok lelaki kecil secara bergantian. George dan Malvin hanya diam dan memasang wajah lugu nan polos nya. " George ? " tekan Valera.
" tidak ada apa-apa mamih , " ucap George lagi dan Valera menatap tak percaya lalu Valera memandang lurus kedepan dan membiarkan dikiranya berfikir dengan sendirinya mencoba menerka-nerka apa yang terjadi dan tidak ia ketahui.
" jangan berbohong ! " ucap Valera lagi dan kedua anak itu hanya menunduk saja, tak lama datang beberapa orang yang tak lain anak buah king beserta Remigio dan juga Asnee dibelakangnya.
mereka menatap bingung dengan ketiga orang yang baru saja mereka hampiri, dimana George dan Malvin diam lalu valera seperti memikirkan sesuatu.
" Mereka disana, dan aku meninggalkan mereka di gedung bessement yang tak terpakai, seharusnya mereka tak kabur. " ucap George akhirnya membuka suara dengan cepat Valera menyuruh anak buahnya untuk menuju ke tempat yang dimaksud George.
Remigio hanya menatap George dan Malvin sekilas, dari wajah kedua bocah ini benar-benar datar tanpa ekspresi sedikit pun yang satu santai dan yang satunya terlihat polos, bahkan semua orang tak mengetahui jika mereka adalah sosok iblis kecil yang mempunyai wajah tampan untuk anak seusianya.
" Maaf Lady, tidak ada siapa-siapa di dalam sana, semuanya kosong " ucap salah satu dari mereka dengan nafas sedikit tersengal karena berlari. Tanpa aba-aba George ikut berlari menuju ruangan tadi begitupun dengan Malvin dan yang lainnya.
valera tampak menelusuri tempat yang dimaksud oleh George dan juga Malvin, benar tempat ini kosong dan tidak ada siapa-siapa tapi insting Valera mengatakan jika orang-orang yang dimaksud George pasti mereka kabur.
" darah ? " ucap Remigio saat melihat darah segar tercecer begitu saja tak jauh dari kaki milik George. Malvin segera melihatnya dan senyum seringainya terbit di wajah tampan nya.
" bibi, mereka tak kabur ! " ucap Malvin dan membuat semua orang bingung dengan ucapan Malvin. " mereka bersembunyi. Tempat ini cukup luas bukan, mustahil jika mereka berlari layaknya seseorang yang sehat. Yang satu tak sadarkan diri dan yang satu entahlah mungkin jika ia berdiri atau berjalan pasti dalam keadaan pincang " ucap Malvin menjelaskan Valera dan Remigio saling pandang.
" hmm begitukah ? " ucap polos George. lalu ia melihat darah yang tercecer begitu saja dan mengarah ke sebuah pintu darurat yang usang, Malvin hanya bisa tersenyum dengan wajah manis nya.
" mungkin di ruangan itu ? " ucap polos George. para anak buah king langsung berjalan dan menuju ruangan itu dengan langkah penuh hati-hati.
" apa orang yang kau maksud wanita itu ? " Picing Valera dan George hanya bisa mengangguk kecil dengan tersenyum manis. Bagaimana bisa ?
" maaf lady tidak ada siapa-siapa " ucap salah satu anak buah king. George dan Malvin saling pandang satu sama lain, begitu pun dengan Valera dan Remigio.
George marah dalam hatinya, benar-benar mustahil. George menatap lekat-lekat wajah lelaki yang menjadi anak buah king. Lagi-lagi amarah George memuncak saat melihat hal yang aneh dalam diri pria itu.
__ADS_1
DODODORDODODOR !!